Media, Komunikasi dan Teknologi Pendidikan

Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran :

  • Komunikasi searah yaitu komunikasi yang terjadi dari guru kepada siswa. Ciri-cirinya yaitu: CBSAnya rendah, sebagai komunikator adalah guru, sebagai komonikannya adalah siswa, proses peragaan cenderung bersifat demonstrasi
  • Komunikasi dua arah yaitu komunikasi antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan guru. Ciri-cirinya yaitu: kegiatan siswa mulai nampak, guru maupun siswa sebagai komonikator.
  • Komunikasi multi arah yaitu komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru atau siswa dengan siswa. Ciri-cirinya yaitu: CBSAnya tinggi, guru maupun siswa sebagai komunikator, proses pembelajaran akan terjadi lebih berfariasi, fungsi peragaan bersifat demonstrasi dan eksperimen.

Kesalah komunikasi bisa terjadi karena beberapa sebab yaitu :

  • Guru sebagai komunikator kurang mampu menyempaikannya
  • Adanya perbedaan daya tangkap para siswa sebagai komunikan
  • Adanya perbedaan ruang dan waktu antara guru sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan
  • Jumlah siswa sebagai komunikan sangat besar, sehingga sukar dijangkau secara perorangan oleh guru sebagai komunikator

Beberapa bentuk komunikasi yaitu :

  • Komunikasi personal, terjadi bila guru memberikan bimbingan khusus kepada siswa
  • Komunikasi kelompok, terjadi bila guru menghadapi kelompok-kelompok siswa dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran
  • Komunikasi massa, terjadi bila guru menghadapi jumlah siswa yang sangat banyak.

Pengertian media :

  • Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar persan dari pengirim kepada penerima pesan
  • Asosiasi Tekhnologi dan Komunikasi Pendidikan Amerika mendefinisikan media sebagai bentuk dan saluran yang digunkan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
  • Menurut Gagne media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar
  • Menurut Briggs media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar
  • Menurut Santoso S. Hamidjojo, media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar ide sehingga gagasan itu sampai pada penerima.
  • Menurut Asosiasi Pendidikan Nasional, media adalah bentuk komonikasi baik cetak maupun audio visual serta peralatannya
  • Menurut Mc. Luhan, Media adalah sarana yang disebaut chanel yang memperluas dan memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang dan waktu tertentu.
  • Menurut Azhar Arsyad, media diartikan sebgai alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Media pendidikan adalah perangkat lunak (soft ware) atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar.

Pengertian Tekhnologi pendidikan yaitu :

  • Menurut Santoso S. Hamidjojo, tekhnologi pendidikan adalah perluasan konsep tentang media, dimana tekhnologi bukan sekedar benda, alat, bahan atau perkakas. Tetapi tersimpan pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajement yang berhubungan dengan penerapan ilmu dan tekhnologi dalam pendidikan.
  • Menurut Kenneth H. Silbert, tekhnologi pendidikan adalah suatu himpunan dari suatu proses yang terintegrasi, yang mengakibatkan manusia, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah-masalah pendidikan dan membuat cara pemecahannya, mencobakan model-model pemecahan, mengadakan penilaian serta mengelola yang menyangkut semua aspek belajar.

Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan bahan pengajaran melalui bahan cetakan antara lain yaitu :

  • Guru dan peserta didik dapat menelaah secara bersama-sama, sehingga permasalah yang tedapat di dalam buku cetak tersebut dapat dikaji ulang dan dibicarakan bersama.
  • Materi pelajaran awet dan tidak mudah rusak karena dijilid dengan rapi, kuat dan terhindar dari kerusakan serta praktis untuk dibawa kemana-mana
  • Huruf cetaknya mudah dibaca, karena telah disesuaikan dengan kualitas dan daya akomodasi lensa mata.
  • Biasanya buku-buku cetak yang baik, materi yang disajikan sistematis, sesuai dengan GBPP dan kurikulum yang berlaku.
  • Mudah menyimpan dan merawatnya
  • Menurut Wilbur Schram, yaitu mudah dibawa kemena-mana, dapat digunakan di rumah, di kantor, dilapangan atau dimana saja yang diperlukan. Penggunaannya dapat dikendalikan

Kelemahan menggunakan bahan pengajaran melalui bahan cetakan antara lain yaitu :

  • Menurut Wilbur Schram, bahan cetakan tidak mampu memberikan umpan balik karena bersifat sepihak.
  • Menurut Allen, bahan cetakan mempunyai info factual yang lemah, pengenalan visualnya lemah, prinsip konsep yang dimiliki sedang, prosedur dan sikap yang berlaku sedang, dan keterampilan yang diperoleh rendah.

Untuk mengatasi kelemahan media cetak :

  • Mengoptimalkan peserta sisik untuk menggunkan media cetak melalui tekhnik membaca dan membuat ringkasan yang dibaca. Dengan menggunakan rumus membaca PQRS
  • P (preview) yaitu melihat secara keseluruhan isi buku mulai kata pengantar sampai indeks yang terdapat dibagian belakang buku. Q (question) yaitu dalam diri murid yang membaca buku timbul pertanyaan apakah buku yang akan dibaca tersebut memenuhi harapan dan ada materi yang dicari. R (read) atau membaca, murid membaca untuk menjawab pertanyaan yang dicari. S (summary) yaitu ringkasan untuk memudahkan murid mengkaji ulang.
    • Pendidik memberi contoh suka membaca.
    • Peserta didik dianjurkan sering dan suka mengunjungi toko buku dan perpustakaan keliling.
    • Memiliki perpustakaan mini di rumah.
    • Membiasakan peserta didik untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah
    • Menggunakan lebih dari satu buku rujukan untuk satu bidang study

Alat pandang dengar atau audio visual aid yaitu media pengajaran dan media pendidikan yang mengaktifkan mata dan telinga peserta didik dalam waktu proses belajar mengajar yang berlangsung.
Keuntungan penggunaan film sebagai media pendidikan di sekolah antara lain :

    • Film pendidikan dapat menyajikan secara keseluruhan proses kegiatan dan rincian bahasan secar lengkap, menyeluruh dan terpadu.
    • Film dapat menimbulkan kesan yang mendalam dalam diri pendidik atau peserta didik
    • Film dapat mengatasi ruangdan waktu.
    • Suara dan gerakan yang ditampilkan adalah penggambaran kenyataan, sesuai dengan materi pokok yang disajikan.

Secara psikologis film memenuhi persyaratan pendidikan yaitu gambar ditampilkan memenuhi unsur gerak bertukar-tukar, dan kontras.

  • Menurut Rudi Bertz, film sebagai media mempunyai keunggulan dalam suara, gambar yang bergerak, garis dan symbol yang ditampilkan.

Kelemahan penggunaan film sebagai media pendidikan antara lain :

  • Film agak sulit dipindah-pindahkan tempatnya
  • Ia tidak bisa dipakai setiap saat secara mendadak
  • Film tidak dapat memberi umpan balik kepada peserta didik
  • Film tidak dapat diselingi oleh pendidik
  • Biaya pembuatan dan perencanaan memakan dana dan waktu yang relative banyak.

Bahan pertimbangan mengapa film dimanfaatkan sebagai media pendidikan :

  • Adakanlah perencanaan yang matang sehingga pelaksanaannya efektif dan efesien
  • Buatlah persiapan sebaik-baiknya
  • Adakanlah hubungan yang luas dengan berbagai pihak
  • Bila pemutaran film telah dilakukan adakanlah diskusi Tanya jawab atau pemberian tugas

Menurut Oemar H. Malik, katagori untuk memilih jenis film yang baik sebagai media pendidikan agama sebgai berikut:

  • Judul film pendidikan tersebut mempunyai penyajian dan pembahasan yang menarik perhatian peserta didik
  • Materi yang disajikan benar dan asli
  • Sesuai dengan tingkat kematangan peserta didik dan daya terimanya
  • Bahasa yang digunakan dalam dialog film tersebut dapat dimengerti
  • Urutan pembahasan dan penyajiannya sistematis dan logis
  • Durasi waktu film tersebut jangan terlalu lama

Definisi tingkah laku

  • Menurut Sigmund Freud, tingkah laku seseoarng dalam masyarakat adalah pencerminan dari pengaruh tingkah laku kedua orang tuanya, atau pencerminan keadaan rumah tangganya
  • Menurut teori pendidikan, tingkah laku merupakan suri tauladan seorang pendidik yang besar pegaruhnya kepada jiwa peserta didik.
  • Menurut Trade, tingkah laku diinternalisasikan peserta didik dengan jalan mengadakan imitasi
  • Contoh tingkah laku sebgai media pendidikan : bertutur kata, tindak tanduk, pergaulan, cara berpakaian dan cara berjalan.

Tiga konsep media pendidikan menurut Ki hajar Dewantara yaitu tut wuri handayani, ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulodo.

Macam-macam media pendidikan menurut Yusuf Miarso : verbal, symbol, visiual, radio, film, televise, wisata, demonstrasi, partisipasi, observasi, pengalaman langsung.

Peran masyarakat sebagai media pendidikan agama yaitu melalui tingkah laku dalam interaksi social. Seperti :

  • Di masjid peserta didik dapat mengamati jamaah shalat dan melihat praktek sebenarnya bagaimana seorang masbuk menyempurnakan bilangan rakaatnya yang tertinggal, ia mendapat pengalaman cara imam memimpin ritual shalat berjamaah dan berdoa bersama
  • Di majlis taklim peserta didik mengamati juru dakwah menyampaikan hadist atau ayat-ayat Al-Quran dan memperhatikan para hadirin yang khusuk mendengarkan
  • Di pusat-pusat keramaian peserta didik dapat melihat tingkah laku dan ucapan yang islami dan yang tidak islami, serta pergaulan yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan agama Islam
  • Di terminal peserta didik dapat merasakan toleransi, lapang dada para penumpang yang berdesak-desakan.

Perintah Allah SWT untuk memperhatikan ciptaannya dapat dipelajari dan ditemukan dalam surah Al-Baqarah ayat 164, Al-Imran ayat 190-191, surah Ar-Rum ayat 4, 11 dan 12, surah As-Sajadah ayat 10, surah As-Syura ayat 29, Al-Mulk ayat 3, surah Yunus ayat 6, Al-Jatsiah ayat 3-4 serta surah Al-Fushlilat ayat 37.

Beberapa kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih media yaitu :

  • Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Temapat mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi
  • Praktis, luwes dan bertahan
  • Guru trampil menggunakannnya
  • Pengelompokan sasaran
  • Mutu tekhnis

Menurut Dick dan Carey, factor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media yaitu :

  • Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  • Ketersediaan sumber setempat
  • Terdapat dana tenaga dan fasilitas untuk membeli atau memproduksi sendiri
  • Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktosan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama
  • Efektifitas biayanya dalam waktu yang panjang

Kreteria yang perlu diperhatikan dalam memilih media antara lain :

  • Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual atau audio)
  • Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio atau kegiatan fisik)
  • Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
  • Pemilihan media utama dan media skunder untuk penyajian informasi atau stimulus dan untuk latihan tes.

Hakikat pemilihan media adalah keputusan untuk memakai, tidak memakai atau mengadaptasi media yang bersangkutan
Menurut Prof. Ely, “Pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwasanya media merupakan komponen dari system instruksional secara keseluruhan

Cara menerapkan media pengajaran yaitu dengan melihat hasil belajar yang dininginkan untuk meningkatkan kemampuan sesorang, menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi yang baru

Beberapa hambatan yang dialami untuk mengaplikasikan media pengajaran antara lain : Faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia, dan sumber-sumber yang tersedia.

Pada tingkat menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan pertimbanagn factor-faktor sebagai berikut :

  • Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi Faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia, dan sumber-sumber yang tersedia.
  • Persyaratan isi, tugas dan jenis pembelajaran
  • Pertimbangan lainnya seperti tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan pelajar) dan keefektifan biaya.

Berdasarkan perkembangan teknologi, media pengajaran dapat dibagi dalam empat kelompok, yaitu:

  • Media hasil teknologi cetak
  • Media teknologi audio visual
  • Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
  • Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer

Kategori media menurut Seels dan Glasgow :

  1. Visual diam yang diproyeksikan: proyeksi apaque, proyeksi overhead, slides, film strips.
  2. Visual tak diproyeksi: gambar, poster, foto, charst, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-buku.
  3. Audio: rekaman piringan, pita-kaset, reel, catridge.
  4. Penyajian multimedia: slide plus sura, multi image.
  5. Visual dinamis yang diproyeksikan: film, televise, video.
  6. Cetak: buku, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, lembaran lepas.
  7. Permainan: teka-teki, simulasi, permainan papan.
  8. Realita: model, specimen (contoh), manipulatif (peta/ boneka)

Pilihan media tradisional

Pilihan media mutakhir

  • Media berbasis telekomunikasi: teleconference, kuliah jarak jauh
  • media bebasis mikroprosesor: computer- assisted instructiuon, permainan computer, sisten tutor intelijen, interaktif, hypermedia, compact.

Keterbatasan media cetakan, yaitu :

  • Sulit menampilkan gerak dalam halaman media cetakan
  • Biaya percetakan akan mahal apabila ingin menampilkan gambar atau foto yang berwarna warni.
  • Proses percetakan media seringkali memakan waktu yang lama, tergantung peralatan percetakan dan kerumitan informasi pada halaman cetakan.
  • Pembagian unit-unit pembelajaran dalam media cetakan harus dirancangsedimikian rupa sehingga tidak panjang dan membosankan siswa.
  • Umumnya media cetakan dapat membawa hasil yang baik jika tujuan pelajaran itu bersifat kognitif.

Kelebihan dan keterbatasan media pamer, yaitu:

  • Kelebihan:
    • Bermanfaat di ruang manapun tanpa ada harus penyelesaian khusus
    • Pemakai dapat secara fleksibel memuat perubahan-perubahan sementara penyajian berlangsung
    • Fasilitas papan tulis atau white board selalau tersedia ri ruang-ruang kelas.
  • Keterbatasan:
    • Terbatas penggunaanya pada kelompok kecil
    • Memerlukan keahlian khusus dari penyajiannya (apalagi jika memerlukan penjelasan verbal)
    • Mungkin tidak dianggap penting jika dibandingkan dengan media-media yang diperokyeksikan
    • Pada saat menulis di depan, guru membelakangi siswa, dan jika ini berlangsung lama tentu akan menggangu suasana pengelolaan kelas.

Kelebihan OHP yaitu :

  • Pantulan proyeksi gambar dapat dilihat jelas pada ruangan yang jelas (tidak perlu pada ruangan yang gelap) sehingga guru dan murid tetap akan saling melihat
  • Dapat menjangkau kelompok yang besar
  • Guru selalu dapat bertatap muka dengan siswa karena OHP dapat diletakkan di depan kelas daqn dengan demikian ia selalu akan mengendalikan kelasnya
  • Peralatanya mudah diopersikan dan tidak memerlukan perawatan khusus
  • Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna

Pendapat ahli jiwa bahwa pola kematangan anak melalui tiga tingkatan, yaitu :

    Perkembangan abilitet untuk melihat objek-objek di dalam gambar

  • Memperkembangkan anabilitetuntuk menentukan objek-objek yang dapat dilihat
  • Perkembangan anabilitet untuk menafsirkan menarik kesimpulan, artinya ia telah dapat menyatakan bahwa gambar itu mengandung cerita tertentu.

Klasifikasi media antara lain :

  • Menurut Rudi Bretz:
    1. Suara
    2. Visual: Gambar visual, Garis, Simbol
    3. Gerak

Delapan klasifikasi media:

  • Media audio visual gerak
  • Media audio visual diam
  • Media audio semi gerak
  • Media visual diam
  • Media visual semi gerak
  • Media audio
  • Media cetak

Menurut Oemar Hamalik, klasifikasi media yaitu:

  • Alat-alat visual yang dpat dilihat, contohnya papan tulis, filmstrip, dsb
  • Alat-alat yang bersifat auditatif atau hanya dapat didengar contohnya radio
  • Alat-alat yang bias dilihat dan didengar; contohnya film dqan televisi
  • Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka, dsb

Menurut Gagne, 7 macam pengelompokkan media yaitu:

  • benda untuk didemonstrasikan
  • komunikasi lisan
  • gambar cetak
  • gambar diam
  • gamabar gerak
  • film bersuara
  • mesin belajar

Menurut Schramm, yaitu:

  • media massal
  • media kelompok
  • media individual

Menurut Azhar Arsyad, yaitu:

  • Media hasil tekhnologi cetak
  • Media hasil tekhnologi audio visual
  • Media hasil tekhnologi yang berdasarkan computer
  • Media hasil bangunan anatara tekhnologi cetak dan komputer

Menurut Santoso S. Hamidjaya, yaitu:

  • Media dan tekhnologi pendidikan yang penggunannya secara missal
  • Media dan tekhnologi pendidikan yang metode penggunaannya secara individual
  • Media dan tekhnologi pendidikan yang penggunaannya secara konvensional
  • Media dan tekhnologi pada pendidikan modern

Menurut R. Munry Thomas, yaitu:

  • Pengalaman dari benda asli
  • Pengalaman dari benda tiruan
  • Pengalaman dari kata-kata

Jenis media antara lain :

  • Media grafis/ visual : Media grafis merupakan media visual, media grafis ini berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima, sedangkan saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan dan pesan yang disampaikan dituangkan melalui lambang, symbol-simbol komunikasi visual. Seperti poster dan papan flannel atau flannel board.
  • Media audio visual:
  1. Media audio visual diam: gambar, sketsa, diagram.
  2. Media audio visual gerak: film bersuara, gambar hidup, dan televisi.

Kelebihan media gambar/ foto, antara lain :

  • Sifatnya kongkrit dalam artian lebih relistis menunjukkan pokok masalah dibandingkn dengan media verbal semata.
  • Gambar dapat mengatasi keterbatasab ruang dan waktu
  • Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengalaman
  • Dapat memperjelas suatu masalah
  • Murah harganya, mudah diperoleh dan digunakan.

Langkah-langkah penggunaan media:
Analisis kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam proses belajar mengajar, kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang dimiliki siswa.
Kriteria pemilihan media sebagaimana diungkapkan oleh Dick dan Carey, yaitu :
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

  • Ketersediaan sumber setempat
  • Terdapat dana tenaga dan fasilitas untuk membeli atau memproduksi sendiri
  • Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktosan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama
  • Efektifitas biayanya dalam waktu yang panjang
  • Pelaksanaan uji coba/ evaluasi : Penilaian/ evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang dibuat dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.
  • Apabila media yang digunakan terdapat suatu kekurangan maka kemungkinan media tersebut akan dimodifikasi.
  • Apabila media yang digunakan sama sekali tidak menghasilkan tujuan dari apa yang didinginkan, maka itu akan dilakukan perombakan total terhadap media tersebut.
  • Media yang kita pergunakan telah mencapai tujuan yang diinginkan maka media tersebut dianggap baik dan dapat dipertahankan.

Jenis-Jenis Media Pengajaran
Berdasarkan perkembangan teknologi, media pengajaran dapat dibagi dalam empat kelompok, yaitu:

  • Media hasil teknologi cetak
  • Media teknologi audio visual
  • Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
  • Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer

Kategori media menurut Seels dan Glasgow :

  • Visual diam yang diproyeksikan: proyeksi apaque, proyeksi overhead, slides, film strips.
  • Visual tak diproyeksi: gambar, poster, foto, charst, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-buku.
  • Audio: rekaman piringan, pita-kaset, reel, catridge.
  • Penyajian multimedia: slide plus sura, multi image.
  • Visual dinamis yang diproyeksikan: film, televise, video.
  • Cetak: buku, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, lembaran lepas.
  • Permainan: teka-teki, simulasi, permainan papan.
  • Realita: model, specimen (contoh), manipulatif (peta/ boneka)

Pilihan media tradisional
Pilihan media mutakhir

  • Media berbasis telekomunikasi: teleconference, kuliah jarak jauh
  • media bebasis mikroprosesor: computer- assisted instructiuon, permainan computer, sisten tutor intelijen, interaktif, hypermedia, compact.
  • Keterbatasan media cetakan, yaitu :
  • Sulit menampilkan gerak dalam halaman media cetakan
  • Biaya percetakan akan mahal apabila ingin menampilkan gambar atau foto yang berwarna warni.
  • Proses percetakan media seringkali memakan waktu yang lama, tergantung peralatan percetakan dan kerumitan informasi pada halaman cetakan.
  • Pembagian unit-unit pembelajaran dalam media cetakan harus dirancangsedimikian rupa sehingga tidak panjang dan membosankan siswa.
  • Umumnya media cetakan dapat membawa hasil yang baik jika tujuan pelajaran itu bersifat kognitif.

Kelebihan dan keterbatasan media pamer, yaitu:
Kelebihan:

  • Bermanfaat di ruang manapun tanpa ada harus penyelesaian khusus
  • Pemakai dapat secara fleksibel memuat perubahan-perubahan sementara penyajian berlangsung
  • Fasilitas papan tulis atau white board selalau tersedia ri ruang-ruang kelas.

Keterbatasan:

  • Terbatas penggunaanya pada kelompok kecil
  • Memerlukan keahlian khusus dari penyajiannya (apalagi jika memerlukan penjelasan verbal)
  • Mungkin tidak dianggap penting jika dibandingkan dengan media-media yang diperokyeksikan
  • Pada saat menulis di depan, guru membelakangi siswa, dan jika ini berlangsung lama tentu akan menggangu suasana pengelolaan kelas.

Kelebihan OHP yaitu :

  • Pantulan proyeksi gambar dapat dilihat jelas pada ruangan yang jelas (tidak perlu pada ruangan yang gelap) sehingga guru dan murid tetap akan saling melihat
  • Dapat menjangkau kelompok yang besar
  • Guru selalu dapat bertatap muka dengan siswa karena OHP dapat diletakkan di depan kelas daqn dengan demikian ia selalu akan mengendalikan kelasnya
  • Peralatanya mudah diopersikan dan tidak memerlukan perawatan khusus
  • Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna
  • Pendapat ahli jiwa bahwa pola kematangan anak melalui tiga tingkatan, yaitu :
  • Memperkembangkan anabilitetuntuk menentukan objek-objek yang dapat dilihat
  • Perkembangan anabilitet untuk menafsirkan menarik kesimpulan, artinya ia telah dapat menyatakan bahwa gambar itu mengandung cerita tertentu.

Pola pemanfaatan media dapat dilakukan dalam model :

  • Pemanfaatan media dalam situasi kelas (classroom setting)
  • Pemanfaatan media di luar situasi kelas
    • Pemanfaatan secara bebas, misalnya pemakaian kaset dalam pembelajaran bahasa Inggris
    • Pemanfaatan media secara terkontrol, misalnya pemanfaatan media untuk mencapai Ijazah Persamaan SMA di USA
    • Pemanfaatan media secara perorangan, kelompok atau massal
    • Media yang digunakan secara massal, dengan jumlah orang puluhan, ratusan atau bahkan ribuan.

Strategi Pemanfaatan
Persiapan sebelum menggunakan media

  • Pertama, pelajari petunjuk yang telah disediakan, ikuti langkah-langkahnya, persiapkan peralatan, tempatkan media pada tempat yang baik.
  • Kegiatan selama menggunakan media
  • Yang perlu dijaga adalah ketenangan, konsentrasi, dan perhatian

Kegiatan tindak lanjut, yakni menjajagi tercapai tidaknya tujuan pembelajaran, memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan.
Mengenal Karakteristik Umum Siswa
Konsep pendidikan seumur hidup dalam Tap MPR No. II tahun 1998 pada bagian pendidikan dikatakan antara lain: pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa

  • Faktor endogen; minat belajar, kesehatan, perhatian, ketenangan jiwa, diwaktu belajar, motivasi, kegairahan diri, cita-cita, kebugaran jasmani, kepekaan alat-lat indra dalam belajar
  • Faktor eksogen; keadaan lingkungan belajar (suasana kelas), cuaca, letak sekolah, interaksi social, interaksi siswa dengan pendidikan.

Karakteristik umum belajar siswa

  • Tipe siswa visual; siswa yang mengendalikan aktivitas belajarnya kepada materi pelajaran yang dilihihatnya.
  • Tipe siswa yang auditif; siswa yang mengandalkan kesuksesan belajarnya kepada alt pendengarannya.
  • Tipe siswa yang taktil; siswa yang mengandalkan penyerapan hasil pendidikan melalui alat peraba yaitu tangan dan kulit
  • Tipe siswa yang alfaktoris; siswa yang mengandalkan indra penciuman dalam belajar.
  • Tipe siswa yang gustative; siswa yang mencirikan belajarnya lebih mengandalkan kecapan lidah
  • Tipe siswa campuran/ kombinatif; siswa yang senang belajar kelompok, dll

Yang dapat dipetik dari pengalaman kerucut dale adalah:

Faktor siswa sangat memegang peranan dalam proses belajar mengajar

  • Media pendidikan digunakan untuk mempercepat daya serap siswa
  • Melalui proses belajar mengajar kita dapat mengeubah kegiatan belajar dan tingkah laku nya secara berangsur-angsur dari yang kongkrit ke yang abstrak
  • Menciptakan media pendidikan yang cocok dengan perkembangan kejiwaan siswa
  • Para pendidik dapat memahami bahwa cara belajar siswa yang tidak sama, yang dapat dijadikan pertimbangan untuk mempersiapkan pokok bahasan yang lebih baik
  • Menggunakan media sebagai alat bantu mempercepat proses belajar mengajar dan penyalur proses pendidikan
  • Faktor suri tauladan dari pendidik akan lebih membekas bagi diri siswa.

UU RI No. 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional: mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani, dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Job’s Aid adalah alat Bantu media pendidikan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang didasarkan atas tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan siswa.

Prinsip pemilihan media:

  • Tidak satu pun media pendidikan digunakan untuk meniadakan media pendidikan media yang lain
  • Penggunaan media pendidikan tertentu sering lebih tepat dipakai untuk membantu menyajikan suatu pokok bahasan tertentu dan bukan untuk semua pokok bahasan.
  • Tidak semua media pendidikan dapat digunakan untuk semua macam kegiatan belajar mengajar
  • Penggunaan media pendidikan yang banyak dapat membingungkan siswa.
  • Untuk menggunakan media pendidikan tertentu memerlukan persiapan yang baik
  • Media pendidikan yang digunakan merupakan dari keseluruhan pengajaran yang baik
  • Siswa yang akan menerima penggunaan media pendidikan harus dipersiapkan sebaik mungkin oleh pendidik, sehingga media tersebut dapat membantu mereka lebih terlibat dalam proses belajar mengajar
  • Jangan menggunakan media pendidikan sebagai sleingan dalam proses belajar mengajar, karena dapat menyimpangkan tujuan utama pengajaran yang diproseskan
  • Penggunaan media pendidikan yang telah dipilih hendaknya mampu mengembangkan dan melatih perkembangan siswa seperti melatih menalar, keterampilan membaca grafik dan sebagainya
  • Kategori yang perlu dipenuhi agar tujuan belajar tercapai
  • Kegiatan belajar yang terjadi pada diri siswa yang diamati, sehingga tingkah laku yang terjadi itu dapat dievalusi
  • Hasil dari kegiatan belajar yang dilakukan mempu menimbulkan perubahan yang berarti dalam diri mereka
  • Penggunaan media pendidikan berfungsi :
  • Meningkatkan produktifitas pesan-pesan pendidikan agama yang disajikan, karena ia dapat mempercepat pemahaman peserta didik terhadap meteri yang bersangkutan
  • Membantu pendidikan atau guru mengembangkan kemampuan aktifitas kejiwaan peserta didinya untuk memahami menurut daya analisisnya.
  • Membantu guru untuk berkreasi merencanakan program pendidikan agar pengembangan pesan-pesan pendidikan dapat dirancang secara baik
  • Membantu integrasikan pesan-pesan pendidikan agama dengan materi ilmu Bantu yang erat kaitannya dengan materi yang disajikan
  • Membantu guru menyampaikan pesan-pesan pendidikan yang berkaitan dengan tugasnya secara taat asas atau konsisten.

Fungsi media pendidikan bagi peserta didik :

  • Lebih meningkatkan daya kefahaman mereka terhadap materi pendidikan yang disajikan.
  • Mempercepat daya cerna
  • Merangsang cara berfikir
  • Membangkitkan daya afektif yang mendalam mengenai pesan-pesan pendidikan yang disampaikan
  • Membantu kuatnya daya ingatan mereka
  • Membantu memahami secara integral materi yang disajikan
  • Membantu memperjelas pengalaman langsung
  • Membantu merangsang kegiatan kejiwaan anak didik seperti pengamatan, emosi dll

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunkan media pendidikan di luar sekolah :

  • Memberi umpan balik untuk penyempurnaan proses belajar mengajar yang telah berlangsung atau yang akan direncanakan
  • Pokok bahasan bagi peserta didik yang lebih fungsional dan terasa manfaatnya bagi peserta didik yang bersangkutan
  • Memberikan pengalaman pengayaan secara langsung kepada mereka
  • Membiasakan peserta didik untuk lebih meyakinkan terhadap pendidikan agama.
  • Perasaan agama mereka akan terasa mendalam
  • Membiasakan peserta didik mengadakan study komparasi.

Anda suka dengan artikel Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Tukar Link Dengan OnlineSyariah.com?. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia" :