A.  Pengertian Televisi

Televisi dari segi semantiknya berasal dari bahasa Inggris “televission”. Tetapi dipercaya banyak orang bahwa kata “tele” dipinjam dari bahasa Yunani yang berarti jauh dan vision (dipinjam dari bahasa Latin) yang berarti pandangan atau pemandangan. Jadi televisi adalah pemandangan jauh atau pandangan jauh. Globalisasi dan distribusi satelit semakin canggih, mengakibatkan perubahan yang fundamental dalam perkembangan media televisi sebagai sebuah industri.1

Berangkat dari pengertian di atas bila dikaji dari segi pemanfaatnnya, maka didapatkan pengertian pemanfaatan siaran televisi adalah pendayagunaan acara yang ditayangkan televisi. Sedang sumber belajar merupakan semua sumber yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Media televisi dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, baik oleh murid, guru maupun masyarakat, karena sifat media ini yang menarik perhatian dan dapat menyajikan informasi yang otentik segera setelah peristiwa terjadi. Pemanfaatan siaran televisi oleh murid akan menambah wawasan dan pengetahuan dalam mencapai tujuan belajar dan meningkatkan hasil belajar murid. Siaran televisi sebagai media massa dapat dimanfaatkan untuk manunjukan pembelajaran apabila visi siarannya seperti Siaran Berita, Siaran Pembangunan, Cerdas Cermat, Siaran seni dan budaya sampai siaran Kuis dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena dapat meningkatkan kesadaran bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara guna memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional dan memelihara stabilitas nasional sejalan dengan dinamika pembangunan dan kemajuan teknologi.

Pemanfaatan media televisi di berbagai negara untuk pendidikan telah terbukti membawa pengaruh positif. Pemahaman media televisi untuk meningkatkan mutu pelajaran telah dilakukan dibeberapa negara seperti Nigeria, Samua, Elsafador, Colombia, Korea Selatan, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang dan lain-lain, sedang untuk pendidikan dasar dilakukan di pantai Gading, Peru dan Brasilia.

Pemanfaatan bisa dilihat dari intensitas pemanfaatan siaran yang meliputi:

  1. Frekuensi menonton siaran
  2. Cara dan lama melihat
  3. Kegunaan siaran
  4. Pemahaman siaran
  5. Sikap tertarik
  6. Tindak lanjut setelah menonton siaran.2

Pemanfaatan berarti tingkat kehebatan pemanfaatan oleh murid atau guru. Di bawah ini akan diuraikan tentang pemanfaatan meliputi:

  1. Frekuensi yang dimaksud adalah kegiatan murid dalam memanfaatkan siaran berita, siaran pembangunan, siaran seni budaya, cerdas cermat dan kuis yang disiarkan televisi baik TVRI maupun TV swasta.
  2. Cara dan lama melihat siaran berita, siaran pembangunan, siaran seni dan budaya, siaran kuis yang menyangkut bagaimana murid menyaksikan program siaran dan apakah mereka menyaksikan sampai tuntas.
  3. Kegunaan siaran-siaran di televisi yang menyangkut bagaimana murid mengambil keuntungan atau manfaat program siaran.
  4. Pemahaman terhadap siaran di televisi adalah menyangkut bagaimana murid memahami isi pesan siaran tersebut.
  5. Sikap tertarik dan tindak lanjut menyaksikan siaran televisi, hal ini menyangkut penilaian murid terhadap pesan, kemudian mengambil keputusan untuk menyaksikan siaran itu untuk menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan murid untuk meningkatkan prestasi belajar.3

Aspek-aspek tersebut oleh peneliti dikembangkan menjadi indikator pada aspek pemanfaatan siaran televisi sebagai sumber belajar.

B.  Program Pendidikan

Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel alat ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar. Dewasa ini televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Dengan demikian, ada dua jenis pengiriman (penyiaran) gambar dan suara, yaitu penyiaran langsung kejadian atau peristiwa yang kita saksikan sementara ia terjadi dan penyiaran program yang telah di rekam di atas pita film atau pita vidio.

Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:

1.   Dituntun oleh struktur-seorang guru atan instruktur menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual.

2.   Sistematis-siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar berencana

3.   Teratur dan berurutan-siaran disajikan dengan selang waktu  yang beraturan secara berurutan dimana satu siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya

4.   Terpadu-siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis dan memecahkan masalah.

Televisi adalah alat elektronik yang berfungsi menyebarkan gambar dan diikuti oleh suara tertentu. Pada dasarnya sama de­ngan gambar hidup bersuara. Televisi pendidikan dianggap barang mewah, karenanya sulit dijangkau. Penggunaan televisi, dapat dilakukan dengan beberapa alternatif.

a.   Televisi siaran, yaitu pemancaran melalui saluran televisi umum dengan berkas pancaran meluas atau tidak tertuju ke arah tertentu. Pemancaran ini merupakan rangkaian terbuka (open circuit) dan umumnya dapat diterima oleh pesawat penerima biasa.

b.   Televisi rangkaian tertutup (closed circuit television) yang pancarannya tidak dapat melalui kabel koasial atau gelombang mikro (untuk ini diperlukan peralatan penerimaan khusus).

c.   Televisi pengajaran dengan pelayanan tertentu (instructio­nal television fixed service), yaitu sistem pemancaran dan penerimaan televisi pada frekuensi istimewa yang khusus dialokasikan.

d.   Televisi slow scan yaitu sistern pemancaran gambar mati secara bertahap dengan melalui saluran telepon atau radio biasa. Sistem ini mirip dengan faksimile, hanya dalam slow scan gambar dibentuk dalam waktu yang singkat dan gambar disajikan dalam CRT (cathode ray tube) sedangkan faksimile memproduksi kopi cetak (copy printout) dalam waktu yang lebih lama.

e.   Televisi time shared, suatu rangkaian sistem yang satu saluran televisi memancarkan, misalnya 300 gambar mati kepada 300 penonton yang berlainan, masing-masing untuk 30 detik. Biasanya kita mengamati 300 frame yang berurutan dari satu gambar yang hidup.

f.    Teleblackboard yaitu suatu teknik yang dikembangkan oleh ITB dengan bekerjasama T.H. Delf yang mampu me­mancarkan secara serentak suara dengan tulisan dan garis yang dibuat di sebidang papan khusus.4

Televisi pendidikan mempunyai nilai tertentu, yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkauan luas, memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat.

C.  Pengaruh Global Televisi

Perkembangan media penyiaran televisi menjadi besar dan memiliki banyak kepentingan, salah satunya adalah kepentingan finansial yang lebih mengikuti logika rating. Fenomena ini menjadikan media penyiaran salah satu medium ruang publik yang lebih berpihak kepada industri dari pada kepentingan publik.

Televisi merupakan sarana penting untuk mencerdaskan bangsa dan menciptakan keberadaban bagi masyarakat. Penulis khawatir, jangan sampai media penyiaran menjadi alat untuk mereduksi bahkan mendistorsi peradaban. Media penyiran televisi, diharapkan mampu membawa local genius yang dapat menjadi daya dorong kemajuan masyarakatnya.

Meskipun tidak semuanya dan selamanya remaja pelajar serta merta dipengaruhi atau mengimitasi (meniru) sejumlah program acara disegenap stasiun televisi Indonesia, tetapi itu bukan berarti mereka suka atau senang dengan siaran TV5

Menurut penulis tontonan televisi sekarang ini sudah terlalu berlebihan, adegan-adegan sudah lebih menjurus ke seksualitas, kekerasan, lebih banyak menampilkan perilaku remaja yang buruk seperti aborsi, gaul bebas, perselingkuhan, perkosaan, juga hal-hal mistis yang berlebihan. Selain itum acara musiknya juga tidak pantas untuk ditonton terutama anak-anak dan remaja, karena menampilkan gerakan dan goyangan yang erotis. Acara seperti itu lebih mendominasi layar kaca ketimbang yang mendidik seperti berita, kuis, jelajah daerah.

Dari aspek tanyangan kekerasan, hampir semua TV menyajikan program kriminalitas seperti patroli, jejak kasus (Indosiar), Derap hukum, buser (SCTV), sergap (RCTI), kriminal (Trans 7), TKP (TPI), dan imvestigasi (Lativi). Sementara itu, Metro TV dan Global TV yang awalnya tidak ikut, kini sudah tergiur serta dengan program acara Bidik dan kanal 87. Moga-moga saja, TVRI tidak terpengaruh.

Media massa pada khususnya si layar kaca alias televisi, memang telah diakui mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan kognisi seseorang. Kognisi adalah semua proses yang terjadi dipikiran kita, yaitu melihat, mengamati, mengingat, mempersepsikan sesuatu, membayangkan sesuatu, berpikir, menduga, menilai, mempertimbangkan dan memperkirakan sesuatu.

Media memberikan informasi dan pengetahuan yang menjadi ranah kognisi seseorang, yang pada akhirnya dapat membentuk persepsi. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mempengaruhi sikap (attitude) dan perilaku seseorang. Sementara itu, berbagai pemberitaan dan informasi media, memberikan masukan kepada kognisi tersebut pada akhirnya sangat berperan serta dalam membentuk sikap.6

Maka penulis memiliki pemikiran yang cenderung berseberangan dengan pemerintah dengan gaya yang meledak-ledak, menyebutkan, televisi sebagai media penyiaran telah gagal dalam membangun public civility, sebagai akibat dari tekanan industri.

D.  Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan diciptakan baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan namanya suatu kegiatan.

Adi Negoro mengatakan bahwa “Prestasi adalah segala pekerjaan yang berhasil dan prestasi menunjukkan kecakapan anak atau siswa”7

Prestasi adalah hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan kekuatan kerja, sehingga mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi orang yang mencapai prestasi tersebut.

Nasrun Harahap menguraikan bahwa :

Prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada peserta didik serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.8

Dalam kamus baru Bahasa Indonesia prestasi diartikan sebagai suatu kemampuan.9 Dengan demikian prestasi yang dimaksud disini adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan yang menyenangi hati. Diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupuk kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.

Dari beberapa pengertian di atas, jelas terlihat perbedaan kata-kata tertentu sebagai penekanan. Namun intinya sama yakni hasil yang dicapai dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan.

M. Chabib Thoha mengatakan bahwa :

Prestasi belajar adalah suatu kemampuan peserta didik bergerak dari tidak menguasai materi  pelajaran, sampai pada tahap sangat menguasai materi pelajaran10

Berdasarkan pengertian di atas berarti prestasi yang dimaksud adalah suatu kemampuan maksimal yang dicapai siswa sebagai hasil dari perjuangan belajarnya. Prestasi yang dimaksud di sini adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati. Diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.

Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah  hasil yang dicapai setelah siswa melakukan kegiatan belajar, hasil tersebut merupakan kecakapan nyata yang dapat diukur langsung dengan menggunakan tes hasil belajar.


1 Effendi. 1991. Televisi Siaran Teori dan Praktek. Bandung: CV Mandar Maju

2 Sadiman S. Arif., Media Pendidikan. (Raja Grafindo. Jakarta2003), h. 27

3 Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994

4 M. Basyiruddin Usman Asnawir, M.Pd., Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, 2002

5M. Hidayat Nahwi Rasul, Ruang Publik yang Cedera, [Berita], Fajar, 29 Oktober 2006, h. 27

6 Aswar Hasan, Televisi Kita, Apakah Masih Mendidik, [Opini], Fajar, 5 September 2006,   h. 4

7Adi Negoro, Ensiklopedia Umum dalam Bahasa Indonesia (Jakarta: Bulan Bintang,     1980), h. 298.

8Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Cet. I; Usaha Nasional, 1994), h. 19-20.

9Yulius, Kamus Baru Bahasa Indonesia (Surabaya: Karya Anda, 1980), h. 190.

10 M. Chabib Thoha, Tehnik Evaluasi Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994), h. 87.

Anda suka dengan artikel Pengaruh Global Televisi Terhadap Peserta Didik ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Pengaruh Gizi Bagi Perkembangan Anak Menurut Pendidikan Islam. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pengaruh Global Televisi Terhadap Peserta Didik" :