Al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir mempunyai perbedaan dengan kitab-kitab lain, sebagai berikut :

Pertama Kitab-kitab suci yang ada dalam kalangan berbagai bangsa itu hanya ditujukan kepada suatu golongan manusia tertentu. Ajaran-ajarannya terutama perundang-undangannya dimaksudkan untuk menjalankan pada waktu tertentu pula, sesuai dengan kondisi dan tempatnya. Kini tidak butuhkan lagi dan tidak pula dapat dijalankan. Berbeda dengan Qur’an, semua ajaran dan perundang-undangannya dapat diamalkan pada tiap-tiap tempat di bumi ini dan dalam segala zaman. Ajaran Qur’an universal untuk seluruh manusia sampai akhir zaman.

Kedua, bahwa teks asli dari kitab yang telah lalu itu telah hilang sama sekali, yang ada hanya salinannya saja pada hari ini. Dalam pada Al-Qur’an sekarang masih seperti yang pernah diturunkan kepada Muhammad pada 14 abad yang lalu. Sedikit pun tidak pernah berubah, hatta satu huruf sekali pun.

Ketiga, kitab-kitab suci yang telah lalu dikirim dalam bahasa yang telah mati sejak beberapa abad yang silam. Tidak ada suatu bangsa di atas bumi ini yang bercakap-cakap dengan bahasa-bahasa itu dalam masa kita, hanya sedikit sekali orang yang mengerti. Sebaliknya Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa yang hidup. Hari ini berjuta-juta manusia berbicara dengan bahasa Qur’an, ia tetap menjadi standar bahasa Arab modern

Keempat, bahwa kitab-kitab itu telah bercampur aduk antara wahyu-wahyu Allah dengan perkataan-perkataan manusia. Akan tetapi Qur’an dibuktikan oleh sejarah, bahwa ia tetap orisinil sebagai wahyu Allah, kemurniannya terjamin terus.

Kelima, sejarah turunnya ayat-ayat dan kalimat-kalimat, kitab-kitab itu serta sejarah penulisannya telah kabur. Ia sama sekali tidak mengandung dasar-dasar sejarah walaupun pada surat-surat yang paling pendek, dimana dasar-dasar itu sangat fundamental bagi kitab Samawi atau bagi ajaran-ajaran seorang Nabi.

Dalam pada itu Qur’an mempunyai sejarah yang terang benderang. Bahkan setiap ayat Qur’an dapat diketahui dengan jelas tentang sejarah, dimana, kapan dan sebab musabab turunnya.

Salam …

Anda suka dengan artikel Perbedaan Al-Qur’an Dan Kitab Sebelumnya ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Prinsip-Prinsip Epistimologi Murtadha Muthahari Dan Kontribusinya Terhadap Ideologi. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Perbedaan Al-Qur’an Dan Kitab Sebelumnya" :

Ditulis dalam Kategori Al-Quran. perbedaan alquran dengan kitab lain, perbedaan alquran dengan kitab suci sebelumnya, perbedaan kitab suci al quran dan kitab suci lainnya, perbandingan isi kitab al quran dengan kitab yang lain, apa perbedaan alquran dengan kitab kitab sebelumnya, perbedaan kitab-kitab allah, perbedaan kitab samawi lain dengan al quran, perbedaan kitab dengan al qur\an, perbedaan al-quran dan kitab suci sebelumnya, perbedaan alquran dengan kitab lainnya, perbedaan kitab al-quran dengan kitab yang lain, perbedaan kitab-kiyab allah, persamaan al quran dengan kitab lainya, perbedaan antara alquran dengan kitab lainnya, persamaan dan perbedaan kitab-kitab allah, persamaan dan perbedaan kitab-kitab allah dengen alQuran, perbandingan alquran dengan kitab sebelumnya, apa perbedaan alquran dengan kitab sebelumnya, persamaan kitab kitab allah dengan kitab al Quran, perbedaan dan persamaan alquran dengan kitab sebelumnya, perbedaan dari kitab al-quran dengan kitab sebelum nya, sebutkan persamaan perbedaan kitab al quran dengan kitab sebelum al quran, ringkasan kelahiran sosiologi, perbedaan kitab alquran dengan kitab lain, perbedaan kitab alquran dengan kitab sebelumnya, Persamaan isi keempat kitab, persamaan dan perbedaan al qur\an dengan kitab lainnya, persamaan alquran dengan kitab lain, perbedaan antara al quran dan kitab lainnya, perbedaan al quran dan kitab lain,