Bagi sebagian besar orang yang baru berangkat dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Remaja, dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa Latin adolescere (kata bendanya adolescentia artinya remaja) yang berarti tumbuh untuk mencapai kematangan, tumbuh menjadi dewasa. Menurut Hurlock, istilah adolescence mencakup kematangan mental, sosial, emosional, dan fisik. Secara psikologis, Piaget menjelaskan bahwa remaja adalah suatu usia di mana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar (Hurlock, 1980; Ali dan Asrori, 2004 ). Hall (Dariyo, 2004) menggambarkan remaja sebagai masa topan badai dan stress, karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri sendiri.

WHO (Sarwono, 2004) memberikan definisi remaja yang bersifat konseptual dalam tiga kriteria yaitu biologik, psikologik, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut dijelaskan.

1) Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

2) Individu mengalami perkembangan psikologik dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.

3) Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.

WHO menetapkan  batas usia 10-20 tahun sebagai batasan usia remaja, sedangkan  untuk remaja Indonesia sendiri menggunakan  batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah (Sarwono, 2004). Remaja adalah masa transisi/peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis, dan psikososial. Secara kronologis yang tergolong remaja ini berkisar antara usia 12-21 tahun (Dariyo, 2004). Remaja sudah tidak termasuk anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang dewasa, namun yang perlu ditekankan adalah bahwa fase remaja merupakan fase perkembangan yang tengah berada pada masa amat potensial, baik di lihat dari aspek kognitif, emosi, maupun fisik ( Ali dan Asrori, 2004).

Karakteristik Masa Remaja

Menurut Hurlock (1980) masa remaja memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Karakteristik tersebut di jelaskan sebagai berikut.

1) Masa remaja sebagai periode yang penting.

Semua periode dalam rentang kehidupan adalah penting, namun kadar kepentingannya berbeda-beda. Pada periode remaja yang penting adalah karena akibat fisik dan psikologisnya. Perkembangan fisik dan mental yang sangat cepat, semua perkembangan ini menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai dan minat baru.

2) Masa remaja sebagai periode peralihan.

Pada setiap periode peralihan, status individu tidak jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Pada masa tersebut, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan seorang dewasa. Status remaja yang tidak jelas ini juga menguntungkan karena status memberi waktu kepada remaja untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai bagi dirinya.

3) Masa remaja sebagai periode perubahan.

Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik. Selain hal tersebut, ada empat perubahan yang sama yang hampir bersifat universal. Pertama, meningginya emosi. Kedua, perubahan tubuh, minat, dan  peran yang diharapkan oleh kelompok sosial untuk dipesankan, menimbulkan masalah baru dan remaja akan menyelesaikannya menurut kepuasannya. Ketiga, berubahnya minat dan pola perilaku menyebabkan nilai-nilai ikut berubah. Remaja akan lebih mengerti bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas. Keempat,  sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Remaja menginginkan dan menuntut kebebasan, tetapi mereka takut bertanggung jawab akan akibatnya dan meragukan kemampuan mereka untuk dapat mengatasi tanggung jawab tersebut.

4) Masa remaja sebagai usia bermasalah.

Setiap periode mempunyai masalahnya sendiri-sendiri, namun masalah masa remaja sering menjadi masalah yang sangat sulit diatasi baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Ada dua alasan bagi kesulitan tersebut. Pertama, sepanjang masa kanak-kanak, masalahnya anak-anak sebagian diselesaikan oleh orang dewasa lainnya, sehingga remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah. Kedua, karena para remaja merasa dirinya mandiri, sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan orang tua dan guru.

5) Masa remaja sebagai masa mencari identitas.

Erikson (Hurlock, 1980) menjelaskan masalah krisis identitas atau identitas ego pada remaja.

Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa perananya dalam masyarakat. Apakah ia seorang anak atau orang dewasa? Apakah ia nantinya ia dapat menjadi seorang suami atau ayah?….Apakah ia mampu percaya diri sekalipun latar belakang ras atau agama atau nasionalnya membuat beberapa orang merendahkannya? Secara keseluruhan, apakah ia akan berhasil atau akan gagal?

Konsep diri berperan dalam mengatasi krisis identitas pada remaja. Seberapa jauh seorang mempersepsikan kemampuan dirinya dalam situasi atau hal tertentu mengarahkannya untuk kemudian dapat berhasil atau tidak dalam meraih apa yang diinginkan, dengan pertimbangan norma-norma di masyarakat (Mukhtar, dkk. 2003).

6) Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan.

Adanya stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapi, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak dan berperilaku merusak, menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut bertanggung jawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal. Stereotip populer juga mempengaruhi konsep diri dan sikap remaja terhadap dirinya sendiri. Pada pembahasan stereotip budaya remaja, Anthony (Hurlock, 1980) menjelaskan bahwa stereotip  berfungsi sebagai cermin yang ditegakkan masyarakat bagi remaja dan menggambarkan citra diri remaja sendiri yang lambat laun dianggap sebagai gambaran yang asli dan remaja membentuk perilakunya berdasarkan gambaran tersebut. Adanya penerimaan stereotip bahwa orang dewasa mempunyai pandangan yang buruk tentang remaja, membuat peralihan ke masa dewasa menjadi sulit.

7) Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik.

Remaja cenderung melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang remaja inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terutama dalam hal cita-cita. Semakin tidak realistik cita-citanya semakin mudah remaja itu marah. Remaja akan sakit hati dan kecewa apabila orang lain mengecewakannya atau kalau tidak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkannya sendiri.

8) Masa remaja sebagai ambang masa dewasa.

Meningkatnya usia kematangan yang sah, remaja akan semakin gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa. Selain berpakaian dan bertindak seperti orang dewasa, remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status dewasa, yaitu merokok, minum minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan terlibat dalam perbuatan seks. Remaja menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang diinginkan.

Karakteristik umum perkembangan remaja adalah bahwa remaja merupakan peralihan dari masa anak menuju masa dewasa sehingga seringkali menunjukkan sifat-sifat karakteristik, seperti kegelisahan, kebingungan (kebingungan remaja adakalanya dapat dilihat waktu mereka menyatakan diri atau konsep diri mereka) (Basniar, 2003), karena terjadi suatu pertentangan, keinginan untuk mengkhayal, dan aktivitas berkelompok (Ali dan Asrori, 2004). Masa remaja adalah suatu masa dimana seorang remaja berada dalam suatu kondisi yang labil dan apabila tugas-tugas perkembangan pada masa terlaksana  dengan baik, maka remaja akan melewati masa dewasa dengan baik pula.

Salam …

Anda suka dengan artikel Remaja Oh Remaja … ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Ruang Lingkup Aqidah Islam. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Remaja Oh Remaja …" :

Ditulis dalam Kategori Generasi Muda.