Nama Ponsel Notebook MP3 Player
Produksi Sebuah ponsel terdiri atas 45 % plastik, 20 % tembaga, 20 % logam lainnya, 10 % keramik, 5 % bahan non-logam. Semuanya memerlukan ener­gi yang sangat tinggi. Pemakaian energi yang tinggi. Komponen lo­gam ringan membutuhkan banyak energi, yang terbesar saat memproduksi baterai lithium ion yang hampir digunakan semua notebook. Komponen untuk layar, baterai, memory chip, kabel, dan casing plastik terbuat dari metal dan plastik. Player ini kebanyakan diproduksi di Asia (China). Aspek daur ulang tidak berperan penting.
Transportasi Hampir semua ponsel berasal dari Timur Jauh dan dikirim ke seluruh dunia dengan kapal. Se­mentara itu, pabrik lokal yang hanya memakan jarak yang pendek banyak ditutup. Komponen komputer sering kali menempuh jarak ribuan kilometer. Produsen jarang membe­rikan informasi mengenai biaya dan konsumsi energi ini. Proses produksi sampai dengan distribusi cukup panjang. Namun terkait volume, MP3 Player tidak dianggap penting. Produsen tidak memberikan in­formasi jarak transportasi dan efek pencemarannya.
Produksi Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 80 juta ponsel yang aktif. Untuk mengisi baterainya, perlu ba­nyak tenaga listrik. Ponsel sebenarnya hanya perlu listrik yang kecil, tidak demikian dengan sirkuitnya. Laptop jelas membutuhkan energi yang lebih ke­cil daripada PC Desktop. Pada mobile computing, sebagian besar dari energi ini dikeluarkan dalam bentuk panas. MP3 Player merupakan produk yang sangat laku. Siklus produksinya singkat. Kebutuhan listrik pun berbeda dengan perangkat mobile lain. Player ini relatif membutuhkan sedikit energi.
Pembuatan/ Daur Ulang 65 s.d. 80% dari sebuah ponsel dapat dibuang. Ha­nya 3% yang di-daur ulang, 4% dibuangnya begitu saja, 44% menyimpannya, 25% memberikannya ke orang lain dan 16% menjualnya. Walaupun sejak 2006 dilarang, sebagian besar laptop masih bercampur dengan sampah rumah tangga. Menurut WWF, 40% kontaminasi timbal berasal dari perangkat elektronik. Bahan berbahaya banyak ditemukan dalam baterai, layar, dan kabel. MP3 Player termasuk sampah elek­tronik. Namun, jumlah player yang bercampur dengan sampah rumah tangga ternyata sangat tinggi.
Kesimpulan Bila 3 miliar orang mau mendaur-ulang masing-masing satu ponsel, kita dapat menghemat bahan baku sampai 240.000 ton dan akan mengurangi efek rumah kaca yang sama dengan 4 juta mobil. Dalam hal jumlah, notebook sudah melampaui PC Desktop. Lantaran masa pakainya lebih singkat dan tidak mudah di-upgrade, notebook se­makin memenuhi depot sampah elektronik. Pembuangan perangkat kecil bermasalah apabila tidak dapat di-daur ulang. Sayangnya, tidak ada kewajiban bagi produsen untuk menerimanya kembali.

Anda suka dengan artikel Produk IT Terpenting Dalam Eco Balance ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Mainboard P45 Terbaik. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Produk IT Terpenting Dalam Eco Balance" :

Ditulis dalam Kategori Techno.