Wah, ini judulnya keren. Teknologi dan moral memang sepertinya dua hal yang sering dibuat saling bertolak belakang. Padahal mestinya perkembangan teknologi diiringi dengan peningkatan moral yang baik, agar teknologi dapat berdaya guna positif, tidak malah merusak tatanan kehidupan. Juga sebaliknya, moral harus didukung oleh teknologi yang memadai. Nah, ada apa kok bawa cerita istri ‘lari’ dari rumah segala?

Mungkin memang bahasannya agak nyeleneh. Saya mengamati beberapa kisah cinta terlarang antara dua orang yang sama-sama telah berumah tangga. Dukungan teknologi komunikasi semisal SMS dan telepon membuat hal terlarang itu malah jadi sesuatu yang sepertinya menjadi penyakit masyarakat. Tak cuma satu atau dua, berkali-kali saya mendapat cerita baru tentang istri seorang pria yang ternyata ‘lari’ bersama pria lain. *Halah …*

Saya tak menganggap itu semata-mata sebagai masalah teknologi dan moral, itu juga melibatkan psikologi, cinta dan agama. Seseorang yang telah nekad melakukan itu tentu saja akal sehatnya telah kalah oleh pengaruh kegilaan. Dan menurut saya, SMS atau media komunikasi memang mendukung seseorang untuk ber-image lebih ‘wah’ dari yang tampil di dunia nyata. Buktinya, orang-orang yang jaya di facebook, seringkali adalah orang yang *Kata Pak Yari* tidak punya kesempatan untuk tampil hebat di dunia nyata.

Masalah perselingkuhan adalah masalah lama yang mungkin menjadi ‘penyakit bagi keluarga yang juga sakit’. Ketidakdewasaan akan penggunaan teknologi, salah kaprah tentang pemahaman mencintai, posesif yang menguasai, cinta yang tak sehat, niatan yang terlalu tinggi atau mimpi yang kelewat bisa jadi beberapa hal yang bikin rumah tangga bisa buyar. Kalo dah selingkuh, ujung-ujungnya adalah cerai.

Tapi bisa juga teknologi malah mempertemukan dua cinta. Telkomsel, Indosat, Pro-XL, Three, Fren, atau semua operator lainnya, banyak yang membantu orang untuk berkenalan. Jika cocok, ada yang sampai pada level perkawinan. Yo tergantung situasinya, makanya judulna : Cerai, juga sebaliknya!

Ceritanya bagaimana to?

Sederhana. Seorang istri SMSan dengan pacar lama-nya. Lama kelamaan malah kayak CLBK, kemudian nekad meninggalkan anak dan suami-nya untuk menjalani kehidupan baru bersama pacar lamanya. Dan yang parah banget, cerita ini tidak terjadi bagi pasangan dengan usia 20 atau 30 tahun, tapi 40 tahun-an. Apa gak repot? Anak dah pada gede, istri atau suaminya malah pergi bersama orang lain.

Yo mesti introspeksi saja, bisa jadi memang kesalahan bertumpuk pada kita. Bisa jadi terlalu posesif atau menuntut pasangan.

Hidup itu lha mbo’ yo yang sante saja. Jangan terlalu menuntut kebahagiaan dari pasangan. Kebahagiaan itu telah ada di hati, hanya butuh rasa syukur untuk menemukan kebahagiaan. Makin sering kita bersyukur, akan makin bahagia hati kita dibuatnya.

Untuk pasangan dewasa yang belum memahami efek negatif dari teknologi, sejak sekarang mesti belajar bijak dalam penggunaan media komunikasi. Kasihan anak istri.


Anda suka dengan artikel Hati-hati, SMS-an Bisa Bikin Istri Anda ‘Lari’ Dari Rumah! ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Avatar The Movie. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Hati-hati, SMS-an Bisa Bikin Istri Anda ‘Lari’ Dari Rumah!" :

Ditulis dalam Kategori Curhat.