Pengertian Motivasi Belajar

Pengertian Motivasi

Kegiatan atau tingkah laku manusia dimana ia berada, dapat menjadi perhatian setiap orang, dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.[1]

Dari pengertian di atas, dapat digambarkan bahwa motivasi merupakan usaha untuk melakukan sesuatu sehingga dapat membawa beberapa perubahan yang dapat menentukan langkah seseorang dengan mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai.

Berdasarkan pengertian motivasi yang telah dikemukakan di atas, secara sederhana dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi merupakan kekuatan yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan.  Hal tersebut, terlaksana karena dirangsang dari berbagai macam kebutuhan atau keinginan yang hendak dipenuhi.

Pengertian Belajar

Belajar adalah aspek dalam proses yang biasa disebut dengan pendidikan. Oleh karena itu, belajar merupakan rangkaian interaksi, maka proses belajar mengajar berarti rangkaian interaksi antara pengertian belajar.

H. Abdurrahman mengemukakan bahwa :

Belajar adalah semua upaya manusia atau individu memobilisasikan (menggerakkan, mengerahkan dan mengarahkan semua sumber daya manusia yang dimilikinya (fisik, mental, Intelektual, Emosional dan Social) untuk memberikan jawaban (respons) yang tepat terhadap problema yang dihadapinya.[2]

Dari pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah lakunya dapat mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penampilan, ilmu pengetahuan atau kemahiran yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan kesemuanya dapat diraih hanya dengan membaca.

Dalam proses balajar haruslah diperhatikan prinsip belajar. Karena proses belajar memang kompleks tetapi dianalisis dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau asas-asas belajar. Hal ini perlu diketahui agar kita memiliki pedoman dalam belajar secara efisien. Prinsip-prinsip tersebut antara lain

  • Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi hubungan saling mempengaruhi secara dinamis antara siswa dengan lingkungan.
  • Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan jelas bagi siswa. Tujuan akan menuntunnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya.
  • Belajar paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan bersumber dari dalam diri sendiri.
  • Senantiasa ada rintangan dan hambatan dalam belajar, karena itu siswa harus mengatasinya secara tepat.[3]

Pandang di atas memberikan gambaran bahwa prinsip-prinsip belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dalam belajar perlu adanya motivasi sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif dalam belajar dan dapat menggerakkan segala daya yang ada agar siswa dapat memusatkan perhatian.

Sardiman AM, mengemukakan bahwa :

Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis non intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. [4]

Macam-macam Motivasi belajar

Kita ketahui bersama bahwa motivasi adalah merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong individu untuk belajar.

Motivasi dibedakan atas dua macam yaitu :

  • Motivasi Instrinsik yaitu motivasi yang ditimbulkan dari dalam diri individu, tanpa ada rangsangan atau bantuan orang lain.
  • Motivasi Ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul akibat rangsangan dari luar diri individu.

Salah satu ciri yang  penting dari motivasi adalah adanya semangat terhadap seseorang peserta didik dalam kegiatan – kegiatan belajarnya, seseorang berkeinginan untuk melakukan suatu perbuatan dan memberi petunjuk pada tingkah laku. Sardiman AM. Mengemukakan bahwa :

Dalam kegiatan belajar maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang dapat memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek balajar itu dapat tercapai.[5]

Peranan Orang tua dalam Proses Belajar

Setiap anak yang lahir kedunia, pertama-tama diasuh dan dididik oleh orang tuanya. Orang tua sebagai peletak dasar pendidikan yang akan menentukan arah dan tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh anak, baik menyangkut kehidupan keagamaan maupun kehidupan dunia.

Rumah tangga atau keluarga adalah taman kanak-kanak yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap proses belajar anak. Kegagalan mendidik dalam lingkungan keluarga merupakan malapetaka bagi kehidupannya kelak.

Oleh karena itu dapat dikatakan orang tua sangat berperan dalam proses belajar anak, dimana penanggung jawab terhadap anak sebagai anggota keluarga adalah orang tua yang akan memberikan corak hidup dan kehidupan di dunia ini, dan orang tua yang menentukan apakah anak itu akan dijadikan anak yang terpelajar. Orang tua perlu memberikan materi dan mengisi tulisan pertama terhadap anak yang masih putih bersih, kemudian memilih sekolah mana yang akan dimasuki anaknya.

Para ahli sependapat bahwa pendidikan dalam keluarga sangat besar pengaruhnya, karena pendidikan yang demikian yang membawa pengaruh terhadap anak dalam kehidupan selanjutnya bagi anak, Keluarga adalah merupakan suatu organisasi yang tidak berdiri sendiri, tetapi ia adalah bagian dari masyarakat yang keduanya dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Oleh sebab itu, dapat dipahami bahwa keluarga adalah sentral pendidikan dan tempat pertama bagi anak untuk mengenal kehidupan, maka dengan sendirinya pendidikan di sini bukan saja hal yang disengaja yang turut mempengaruhi pribadi anak.

Perlunya orang tua mengetahui bahwa anak pada masa bayi anak hanya mengatakan dirinya terhadap orang tuanya dan anak senantiasa memperhatikan orang tuanya atau meniru segala tingkah lakunya.

Dalam rangka mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, sangatlah tepat apabila bapak dan ibu sebagai pemberi bimbingan pada anak dengan bimbingan yang sebaik-baiknya.

Jelas bahwa keluarga adalah pusat pendidikan dan lembaga pendidikan yang pertama dan utama yang didapat atau diperoleh anak, dimana dalam hal ini orang tua sebagai penanggung jawab terhadap anak harus memberikan contoh-contoh yang baik, membimbing dan mengasuh dengan baik, agar tingkah laku anak dapat mencerminkan nilai-nilai yang mulia/Akhlak karimah dapat menyebarkan sifat-sifat yang berdasarkan nilai pendidikan yang telah dipelajari anak melalui proses belajar di sekolah dan di masyarakat.


[1] Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, ( Jakarta : Rajawali Pers, 1992 ) h. 73

[2] H. Abdurrahman, Pengelolaan Pengajaran,( Ujung Pandang : CV. Bintang Selatan, 1996) h. 97

[3] Oemar Hamalik, Metode Belajar dan Kesulitan Belajar, (Bandung : Tarsito, 1990), h.28

[4] Sardiman AM, Ibid, h. 75

[5] Sardiman AM., op.cit., h. 75


Anda suka dengan artikel Motivasi Belajar Dan Peranan Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kumpulan Kata-Kata Mutiara Islam Dan Sufi. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Motivasi Belajar Dan Peranan Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa" :