Sumber Pengetahuan

Sumber utama pengetahuan dapat dibagi ke dalam lima bagian:

1)      Pengalaman. Pengalaman merupakan persentuan alam dengan panca indera. Pengalaman dapat bersifat langsung dan tidak langsung.

2)      Para ahli. Untuk sesuatu hal yang sulit atau tidak mungkin diketahui dengan hanya berbekal pengalaman, maka orang akan cenderung mempelajarinya melalui para ahli. Mereka mencari pengetahuan dari seseorang yang telah memiliki pengalaman dengan masalah tersebut atau yang memiliki sumber keahlian yang lain. Orang cenderung akan menerima karya dari seorang ahli dibidangnya. Contohnya, siswa dapat mencari pengucapan yang benar dari sebuah kata pada kamus yang dibuat oleh seorang ahli bahasa.

3)      Pemikiran deduktif. Pemikiran deduktif, yaitu proses pemikiran dari pernyataan umum ke khusus dengan aturan yang logis. Jadi, Anda memulai dari pengetahuan umum ke khusus dengan menggunakan argumen/pendapat yang logis. Suatu pendapat terdiri dari sejumlah pernyataan yang saling berkaitan satu sama lain. Pernyataan akhir adalah kesimpulan, sedangkan pernyataan lain, disebut, premis, yaitu bukti yang mendukung.

4)      Pemikiran induktif. Pada pemikiran induktif yaitu proses pemikiran dari pernyataan khusus ke umum dengan aturan yang logis, peneliti harus meneliti semua  contoh-contoh untuk memperjelas kesimpulan induktif, ini disebut dengan induktif sempurna. sistem dimana peneliti mengambil sampel dari sebuah kelompok dan dari penelitian sampel tersebut, kemudian menentukan ciri-ciri umum dari keseluruhan kelompok tersebut disebut induktif tidak sempurna.

5)      Pendekatan ilmiah.  Pada abad ke 19, para sarjana mulai menggabungkan aspek-aspek yang penting dari metode induktif dan deduktif ke dalam teknik baru, yaitu metode induktif-deduktif, atau pendekatan ilmiah. Pendekatan ini berbeda dengan pemikiran induktif karena adanya hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan yang menjelaskan hubungan antar variabel-variabel yang dianggap benar untuk sementara.

secara umum pendekatan ilmiah digambarkan sebagai proses dimana peneliti memulai penelitiannya secara induktif melalui hipotesis dan kemudian secara deduktif dari hipotesis ke implikasi logis dari hipotesis tersebut. Jika implikasi awal sesuai dengan bagian pengetahuan yang diteliti, peneliti kemudian mengujinya dengan mengumpulkan data empiris. Dari bukti yang didapatkan, mereka menerima atau menolak hipotesis. Lima langkah dalam pembuatan penelitian ilmiah:

  • Mengidentifikasi masalah. Langkah pertama adalah membuktikan bahwa masalah itu memang benar-benar ada.
  • Rumusan Masalah. Langkah selanjutnya adalah menguraikan masalah.
  • Merumuskan Hipotesis. Peneliti merumuskan hipotesis tentang kemungkinan solusi untuk masalah tersebut.
  • Prediksi Akibat. Selanjutnya peneliti memperkirakan akibat dari hipotesis tersebut, yaitu apa yang seharusnya terjadi jika data sesuai dengan hipotesis.
  • Menguji Hipotesis. Peneliti mengumpulkan data untuk menguji setiap hipotesa yang telah dirumuskan. Jika data sesuai dengan hipotesis, maka akan diterima sebagai penjelasan yang rasional. Jika datanya tidak sesuai dengan hipotesis, maka akan ditolak.

Dasar Ilmu Pengetahuan

Ada aspek-aspek tertentu pada pendekatan ilmiah yang akan dibahas dengan singkat, yaitu:

# Asumsi yang dibuat oleh ahli

Asumsi dasar para ahli terhadap kejadian yang telah mereka teliti penuh dengan aturan. Ilmu pengetahuan berdasar pada kepercayaan bahwa semua fenomena alam memiliki faktor yang turun-temurun. Asumsi ini kadang-kadang disebut sebagai persetujuan universal.

Ahli kimia bisa menyatakan bahwa campuran potassium khlorat dan mangan yang dipanaskan, akan menghasilkan oksigen. Sikap ahli sepertinya mengasumsikan bahwa organisme telah memiliki hukum tertentu dan bisa diprediksikan. Yang berhubungan dengan asumsi yang pertama adalah kepercayaan bahwa fenomena alam itu telah diatur dan manusia bisa menemukan aturan alam ini melalui metode ilmiah. Asumsi yang kedua adalah kebenaran ilmu pengetahuan hanya berasal dari penelitian yang langsung dan objektif yang bergantung terhadap bukti empiris.

# Sikap para ahli

  1. Para Ahli merupakan individu yang peragu, yang mempertahankan sikap skeptis (keragu-raguan) dalam menghadapi data ilmiah. Para ahli meneliti pertanyaan mengenai hubungan diantara fenomena-fenomena alam. Penemuan mereka hanya bersifat sementara, dan bahkan dirinya dan ahli lainnya tidak menerima penemuan tersebut sampai ada penelitian lebih lanjut yang membuktikan keabsahannya.
  2. Para ahli itu objektif dan tidak memihak. Dalam melakukan penelitian dan menafsirkan data, para ahli tidak berusaha untuk membuktikan tujuan yang ingin dicapai. Mereka sangat berhati-hati dalam mengumpulkan data agar dugaan atau perkiraan seseorang tidak akan mempengaruhi penelitian mereka. Jika bukti yang ada bertentangan dengan teori yang diterapkan, maka mereka akan melakukan dua hal, (1)  tidak akan memakai teori tersebut (2)  memodifikasi teori untuk menyesuaikannya dengan penemuan.
  3. Para ahli lebih menekankan fakta, bukan nilai. Mereka cenderung tidak melibatkan nilai moral dalam penemuan mereka, mereka tidak membuat batasan apa yang baik dan apa yang buruk kepada orang lain.
  4. Para ahli tidak tertarik pada fakta tunggal, tetapi mereka lebih suka menggabungkan dan menyusun penemuan mereka. Para ahli ingin menyusun sesuatu yang telah diketahui dengan sistem yang teratur.

# Rumus teori ilmiah

Aspek terakhir dari pendekatan ilmiah adalah penyusunan teori karena merupakan tujuan yang paling penting dalam sains. Para ahli merumuskan teori untuk meringkas dan menyusun pengetahuan yang telah ada pada aspek tertentu. Suatu teori harus diartikan sebagai ”serangkaian konsep yang saling terkait satu sama lain, definisi, dan rumusan yang menghadirkan pandangan sistematis tentang fenomena dengan menetapkan hubungan diantara variabel, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena” (Kerlinger, 1986, hal.9).

Teori berasal dari generalisasi yang sangat sederhana ke rumusan hukum yang sangat kompleks. Teori tidak hanya menyimpulkan informasi sebelumnya, tetapi juga memprediksi fenomena lain.

# Tujuan-tujuan Teori

Teori sangat bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Suatu teori dijelaskan dengan menunjukkan variabel apa yang saling berkaitan dan bagaimana variabel itu berkaitan. Teori pembelajaran, contohnya, mungkin menjelaskan hubungan diantara kecepatan dan efisiensi belajar dan sebagai variabelnya adalah motivasi, dukungan, latihan, dsb.

# Sifat-sifat Teori

1)      Suatu teori seharusnya mampu menjelaskan fakta yang diteliti dalam hubungannya dengan suatu masalah khusus.

2)      Suatu teori seharusnya sesuai dengan fakta yang diteliti dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.

3)      Teori seharusnya sesuai dengan pembuktian.

Dasar Penelitian

Penelitian ilmiah adalah penerapan pendekatan ilmiah dalam mempelajari suatu masalah. Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban pada pertanyaan-pertanyaan tertentu dengan menerapkan prosedur yang ilmiah. Penelitian ilmiah itu pada umumnya bersifat objektif dan sistematik.

***

(Source : Fitriani Nur, Mahasiswa PPs UNM Makassar | Prodi Pendidikan Matematika, 2008)

Salam …

Anda suka dengan artikel Dasar Penelitian Ilmiah ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kumpulan Kata-Kata Mutiara Quantum Ikhlas (Part 3). Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Dasar Penelitian Ilmiah" :

Ditulis dalam Kategori Penelitian.