Cara terbaik mengetahui masa depan Anda adalah dengan menciptakannya. Sesuka hati Anda (Frank McGuire, Co Founder, FedEx)

Manager AEP Studio Makassar, Mas Anto, pernah mengatakan hal yang sama pada saya tentang ini. Bermimpilah! Mumpung gratis! Gak bayar kan? Itu katanya. Apa iya begitu? :-)

Kalimatnya begitu ringan. Benar. Tapi kadang ketakutan membuat beberapa orang diantara kita takut untuk bermimpi. Takut jatuh, sakit, kalau mimpinya terlalu tinggi. Katanya begitu.

Apakah setiap orang dari kita harus bermimpi? Ya! Harus! Segala hal yang ada dalam kehidupan kita sekarang berawal dari mimpi. Media komunikasi, kebebasan berbicara, kemerdekaan berpikir, kedaulatan bertindak, semuanya berawal dari mimpi.

Teknologi komunikasi yang berkembang begitu pesatnya adalah buah dari mimpi para ahli yang ingin memotong jarak antar tiap orang. Andai awalnya mereka tak pernah bermimpi untuk memotong jarak, apakah mungkin saat ini kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya lebih dari 8 jam perjalanan? Kukira tidak!

Lantas kenapa mereka berani bermimpi, sedangkan kita tidak? Mungkin kita terlalu pesimis dengan kemampuan diri. Kita terlalu kuat memahami konsep kegagalan yang akhirnya membuat pesimisme hadir terlalu kuat ketika hendak mencoba melakukan sesuatu.

Mimpi dan harapan yang terus didengungkan di alam bawah sadar akan menolong seseorang untuk menggapai kesuksesaanya. 88% dari kesuksesan hidup kita berasal dari dorongan alam bawah sadar. Sisanya, 12% adalah berkat kerja alam sadar. Lantas kenapa bersusah payah memaksa diri untuk sukses hanya dengan mengandalkan alam sadar? Gunakan alam bawah sadar! Impikan sesuatu! Impikan sesuatu untuk kehidupan yang lebih baik!

So, what should I do?

Start Dreaming! Start Action! Jangan pernah berhenti bermimpi Sobat! Do your Best!

Anda suka dengan artikel Belajar Menciptakan Masa Depan Sesuka Hati ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kapan Kawin?. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Belajar Menciptakan Masa Depan Sesuka Hati" :