1. Jelaskan penggolongan penyebab artropoda sebagai penyebab penyakit!
Jawab: artropoda sebagai penyebab penyakit terdiri atas dua yaitu
ü  Artropoda langsung sebagai penyebab penyakit
ü  Entomophobia
ü  Menghisap darah dan mengganggu
ü  Trauma pada alat indra
ü  Memasukkan racun atau menimbulkan alergi
a.    Menggigit (laba-laba, kelabang dan serangga)
b.    Menyengat (lebah, kalajengking)
c.    Pengaruh bulunya (ulat)
d.    Menimbulkan alergi
ü  Infestasi larva serangga di dalam jaringan tubuh
ü  Dermatosis
ü  Artropoda sebagai vector penyakit atau host intermediate
a.    Transmisi mekanis, artropoda karna kebetulan memindahkan penyakit secara mekanis sehingga terjadi penularan
b.    Transmisi biologis, bibit penyakit hanya bias menimbulkan penyakit bila berhasil melibatkan artropoda dalam siklus hidupnya
  1. Jelaskan beberapa artropoda beracun atau menimbulkan alergi!
Jawab:
Beberapa artropoda beracun atau menimbulkan alergi
Istilah umum
Nama ilmiah
Akibat yang ditimbulkan
Kalajenking (scorpion)



Kelabang (centipedes)

Lawon, lebah


Ulat bulu


Laba-laba (black widow)





Kutu tikus


Kutu beras, jagung, gandum, keju

-       Androctonus australis
-       Centruroides sculpturatus
-       Centruroides irttatus
-       Bruthus quinquestriatus

-       Scolopendra heros
-       Scolopendra morsitans
-       Scolopendra gigantea
-       Apis mellifera
-       Vespula maculate
-       Vespula pencylvanica
-       Megalopyge opercularis
-       Nygma phaerrhoea
-        
-       Latrodectus mactans
-       Latrodectus curacaviensis





-       Ornithonyssus bacoti


-       Pyemotes ventricosus
-       Tyroglyphus longior
-       Glycyphagus domestikus



Rasa sakit karma sengatan, racunnya bersifat hemolisis dan neurotoxis, kadang-kadang mematikan
Rasa sakit karma gigitan necrosis

Sakit karna gigitan, bengkak pada tempat sengatan
Sakit, urticuria, ruam dikulit, pada tempat sentuhan dengan bulu
Racun bersifat neurotoxin, menimbulkan rasa sakit yang hebat, otot dinding perut menjadi kaku, kematian terjadi karna kelumpuhan musculus intercostalis
Dermatitis, gatal pendarahan pada daerah gigitan kutu
Dermatitis, reaksi alergi bila kontak dengan partikel artropoda yang sudah mati

  1. Jelaskan definisi myasis dan golongannya!
Jawab:
²  Myiasis Infestasi larva serangga di dalam jaringan tubuh
²  Serangga yang menimbulkan myasis dibagi menjadi 3 golongan yaitu:
1)     Accidental myiasis, larvanya biasa hidup pada feses, zat organis yang sedang membusuk atau pada makanan manusia dan hanya kalau serangganya menempelkan talurnya pada jaringan host sehingga larvanya tumbuh disana
2)    Semispecific myiasis, , larvanya biasa hidup pada daging atau tumbuhan yang sedang membusuk disamping pada jaringan tubuh host
3)     Specific myiasis, larvanya mutlak memerlukan jaringan tubuh host (manusia atau hewan) sebagai tempat hidupnya
  1. Berdasarkan tempat investasinya, maka myasis dibagi atas berapa macam? Jelaskan!
Jawab:
Berdasarkan tempat infestasi larvanya myasis dibagi atas :
1. Myiasis kulit (cutaneous myiasis)
a.Kulit superficial : Auchmeromyia luteola
b.Typical
ü  Larvanya dapat bermigrasi, misalnya : Gasterphilus intestnalis, Hypodema bovis
ü  Larvanya tidak dapat bermigrasi, misalnya: Cordylobia anthropophaga,          
2. Myiasis pada hidung (nasal), mulut (stomatic), mata (ocular), dan telinga            (aural ), contoh :Oestrus ovis
3. Myiasis trauma (Trumatic myiasis), myiasistrauma : oleh luka, ulcus atau kulit bau — tumbuh menjadi larva, contoh :Chrysornyia bezziana
4. Myiasis gastrointestinalis, terjadi pada tractus gastrointestinalis, contoh : Piophila casei
5. Myiasis genitourinarius
a. Larva bermigrasi dari tractus gastrointestinalisPsychoda sp.
b. Bertelur pada vulva atau lubang urethra misalnya Fannia sp.
  1. Jelaskan beberapa serangga penyebab myasis specific, semi, accidental dan accidental myasis tractus gennitourinarius!
Jawab:
²   Serangga penyebab myasis specific yaitu Fannia sp. dan Sarcophaga carnaria
²  Serangga penyebab myasis semi yaitu Chrysornyia bezziana, Callitroga macellaria, Phormia sp., Calliphora sp., dan Stornoxy sp.
²  Serangga penyebab myasis accidental yaitu Psychoda sp.
²  Serangga penyebab myasis accidental tractus gennitourinarius yaitu  Piophila casei
  1. Jelaskan artropoda penyebab dermatosis!
Jawab:
ü  Dermatosis adalah iritasi kulit oleh arthropoda, baik karena gigitannya maupun karena invasinya ke jaringan kulit
  1. Jelaskan cara artropoda mendapatkan, mengembangkan dan menularkan penyakit!
Jawab:
 Cara arthropoda mendapatkan, mengembangkan dan menularkan bibit penyakit:
1. Bibit penyakit bersama darah atau jaringan host dimakan arthropoda.
2. Bibit penyakit melanjutkan perkembangannya dengan atau tanpa bertambah banyak.
3. Bibit penyakit menembus dinding usus arthropoda.
4. Bibit penyakit menyebar bersama hemolympha ke seluruh jaringan arthropoda.
5. Bibit penyakit menumpuk di kelenjar ludah, invasi ke epithel dan oocytes dan ovarium untuk terjadinya transmisi transovarial.
6. Dimasukkan ke dalam tubuh host, di mana bibit penyakit:
a)  Dimuntahkan dan lambung atau berasal dari kelenjar ludah
b)  Menembus tubuh arthropoda seperti pada penularan filaria
c)  Penularan melalui bagian mulut atau permukaan badan arthropoda yang terkontaminasi bibit penyakit
7. Bibit penyakit yang berada di dalam feces arthropoda masuk ke dalam luka gigitan atau digosokkan pada conjunctiva (misalnya Trypanosoma cruzi).
8. Bibit penyakit diekresikan oleh kelenjar coxal, misalnya penularan virus.
9.   Host mendapatkan infeksinya karena makanan atau minuman terkontaminasi arthropoda yang mengandung bibit penyakit.
  1. Jelaskan klasifikasi-klasifikasi artropoda sebagai intermediate host!
Jawab:
Kelas
Ordo
Spesies
Penyakit yang ditularkan
Bibit penyakit
Kaitan artropoda dengan bibit penyakit dan cara penularan penyakit pada manusia
C
R
U
S
T
A
C
E
A
Copepoda
Cypiops sp.
Dracontiasis
Dracunculus medinensis
Bibit penyakit tidak bermultipikasi. Manusia mendapatkan infeksinya karna minum air yang mengandung cyclopsnya

Diaptornus sp.
Cylops sp.
Diphylobothrium
Diphylobothrium latum
Bibit penyakit tidak bermultipikasi, Manusia mendapatkan infeksinya karna memakan ikan air tawar yang mengandung plerocercoid D. latum di dalam dagingnya
Decapoda
Ketam, udang air tawar
Paragonimiasis
Paragonimus westermani
Bibit penyakit tidak bermultipikasi, Manusia mendapatkan infeksinya karna ketam atau udang yang mengandung metacercaria P. westermani
D
I
P
L
O
P
O
D
A

Fontaria virginiensis
Cacing pita tikus
Hymenolipis diminuta
Bibit penyakit berkembang dari telur menjadi larva di tubuh arthopoda. Host definitive tertulari penyakitnya karena menelan arthopoda yang mengandung larva H. diminuta
I
N
S
E
C
T
A

Anoplura
Padiculus humanus
Thypus fever
Rickettsia prowazekii
Bibit penyakit bermultiplikasi dalam epitel usus arthopoda. Manusia tertulari karena gigitan kutu dari feces kutu atau garukan yang terkontaminasi feces kutu

Trech fever
Rickettsia quintana
Bbibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus kutu. Manusia tertulari karena luka gigitan atau luka garukan tertulari feces kutu
Blattaria (kecoa)
Periplaneta Americana blattella sp
Penyakit karena cacing pita tikus
Hymenolipis diminuta
Bibit penyakit berkembang dari telur menjadi larva tanpa bermultiplikasi di dalam tubuh kecoa. Manusia tertulari karena menelan kecoa yang mengandung larvanya.
Heteroptera
Tritoma sp, panstrongylus sp
Penyakit changas
Trypanosoma cruzi
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus kutu. Manusia tertulari karena feces yang mengandung bibit digarukkan ke kulit atau ke conjunctiva
Mallophaga
Trichodectes canis (kutu anjing)
Penyakit karena cacing pita anjing
Dipylidium canium
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva tanpa bermultiplikasi di dalam tubuh kutu. Manusia tertulari karena menelan kutu
Diptera
Anopheles sp (nyamuk)
malaria
Plasmodium vivax, plasmodium malariae, p. falcifarum, p. ovale
Bibit penyakit melaksanakan siklus seksualnya dan melalui proses sporogony di dalam tubuh nyamuk. Manusia tertulari penyakitnya karena gigitan nyamuk
Anpheles sp, mansonia sp
Filariasis malaya
Brugia malayi
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva tanpa bermultiplikasi di dalam tubuh nyamuk. Manusia tertulari penyakitnya karena gigitan nyamuk
A
R
A
C
H
N
I
D
A
Acari
Demacentor sp, amblyomma sp, hyalomma sp, haemophynalis sp
Spotted fever
Rickettsia rickettsii
Bbibit penyakit bermultiplikasi dalam usus kutu. Manusia tertulari penyakitnya karena gigitan kutunya
Demacentor andersoni, rhipecephalus sanguineus
Q fever
Coxiella burnetti
IDEM
Dermacentor sp
tularemia
Pasteurella tularensis
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam tubuh dermacentor sp. Manusia tertulari karena gigitan dermacentor sp
Trombicula sp
Scrub typhus
Rickettsia tsutsugamushi
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus trombicula sp. Manusia tertulari karena gigitan trumbicula sp
Omithonyssus bacoti
Endemic typhus fever
Rickettsia mooseri
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus oithonyssus bacoti. Manusia tertulari karena gigitan oithonyssus bacoti
I
N
S
E
C
T
A
Diptera
Culex sp, aedes sp, anopheles sp
Filariasis bancrofti
Wuchereria bancrofti
I D E M
Aedes sp.
Yellow fever
Virus yellow fever
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam tubuh nyamuk. Manusia tertulari karena gigitan nyamuk
Aedes sp. Armigeres obturbans
dengue
Virus dengue
I D E M
Simulium sp (lalat hitam)
Filariasis (onchocercosis)
Onchocerca vovulus
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva tanpa bermultiplikasi di dalam tubuh simulium sp. Manusia tertulari karena gigitan simulium sp
Chrysops sp
losiasis
Loa loa
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva tanpa bermultiplikasi di dalam tubuh chrysops sp. Manusia tertulari karena digigit lalatnya
Phlebotomus sp
Leishmaniasis viscera, leishmania kulit, leishmania mucocutan
Leishmania danovani, L. brazilliensis
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus lalat. Manusia tertulari karena digigit lalatnya
Glossina sp (lalat tstse)
Trypanoso miasis afrika
Trypanosome gambiense, T. thodesiense
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus dan kelenjar ludah lalat. Manusia tertulari karena digigit lalat
siphonaptera
Xenopsylla sheopis (kutu tikus)
pest
Pasteurella pestis
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam usus kutu. Manusia tertulari karena gigitan kutu
I
N
S
E
C
T
A

Xenopsylla cheopis
Murine typhus fever
Rickettsia mooseri
Bibit penyakit bermultiplikasi di dalam epitel usus kutu. Manusia tertulari karena gigitan kutu atau feces kutu yang mengotori garukan
Xenopsylla cheopis (kutu tikus)
Infeksi karena cacing pita tikus
Hymenolipis diminuta
Bibit penyakit tumbuhy dari telur menjadi larva di dalam tubuh kutu.
Ctnocephalides canis
Infeksi karena cacing pita anjing
Dipylidium caninum
I D E M
Coleoptera
Speciesnya banyak
Infeksi karena cacing pita tikus
Hymenolepis diminuta
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva di dalam tubuh arthopoda. Manusia tertulari karena menelan arthopoda
Lepidoptera (kupu-kupu dan serangga padi-padian)
Beberapa species dari kutu padi-padian
Infeksi karena cacing pita tikus
Hymenolepis diminuta
Bibit penyakit tumbuh dari telur menjadi larva di dalam larva insect. Manusia tertulari karena menelan insectnya.


  1. Jelaskan cara-cara pengendalian artropoda!
Jawab:
Pengendalian arthropoda dapat dibagi dalam cara:
1)    Mekanis, terutama ditujukan pada pengolahan tempat hidup, memasang hambatan mekanis, menghilangkan atau memindahkan tempat berkembang biaknya, menangkap dan membunuhnya
2)    Zat kimia, pestisida digunakan sebagai alat dalam pengendalian arthropoda
3)    Biologis, pengendalian artropoda dengan menggunakan makhluk hidup antara lain menanam ikan Gambusia affinis yang akan mangsa larva nyamuk pada genangan air yang tidak akan atau sukar keringkan, misalnya rawa
4)    Perlindungan perorangan :
ü  Menghindari gigitan arthropoda sebagai upaya pencegahan penularan penyakit atau agar darahnya tidak diisap arthropoda dan mencegah akibat lain.
ü  Insect repellent,cresol, ethyl-hex
  1. Jelaskan klasifikasi dari metazoa, protozoa dan artropoda!
Jawab:
²  Klasifikasi dari metazoa yaitu :
ü  Platyhelmintes bersifat triplobastik, system pencernaan berupa usus, dan tidak memiliki system transport. System ekskresi berupa sel api dan umumnya hermaprodit, bergerak dengan kontraksi otot-otot tubuh. Terdiri atas :
·         Kelas turbellaria (cacing berambut getar)
·         Kelas trematoda (cacing isap)
·         Kelas cestoda (caqcing pita)
ü   Nemathelminthes, bertubuh gilik (bulat panjang, tidak bersegmen, tidak bersilia dan simetris bilateral). System pencernaan dari mulut sampai anus, system respirasi melalui seluruh permukaan tubuh dengan cara difusi, system ekskresi melalui nepridium dan system reproduksi seksual. 
²  Klasifikasi dari protozoa yaitu :
ü  Mastigophora atau flagellata (flagellum=cambuk), protozoa yang bergerak dengan menggunakan cambuk. Misalnya trypanosoma
ü  Sarcodina atau rhizopoda (rhizoid=akar, podos=kaki), protozoa yang bergerak menggunakan pseudopoda (kaki semu). Misalnya amoeba
ü  Ciliata atau ciliophora (cilia=bulu getar), protozoa yang bergerak dengan menggunakan bulu getar yang tumbuh dipermukaan membrane selnya. Misalnya paramecium
ü  Sporozoa (spora=alat reproduksi yang dapat tumbuh menjadi individu baru), protozoa yang tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembang biak dengan spora. Misalnya plasmodium
²  Klasifikasi dari artropoda yaitu :
ü  Crustacea dengan ciri-ciri :
1.    Bagian tubuh   : cephalothorax (kepala-dada) dan abdomen (perut)
2.    Jumlah kaki    : sepasang tiap ruas tubuh yang terdiri dari 5 pasang kaki renang, 4 pasang kaki jalan dan 1 pasang capit
ü    Arachnoidea dengan ciri-ciri :
1.    Bagian tubuh   : cephalothorax (kepala-dada) dan abdomen (perut)
2.    Jumlah kaki    : 4 pasang pada cephalothorax dan terdapat kelisera serta pedipalpus (capit)
ü  Myriapoda dengan ciri-ciri :
1.    Bagian tubuh   : cephal/caput (kepala) dan abdomen (perut)
2.    Jumlah kaki    : 1 atau 2 pasang tiap ruas abdomen
ü  Hexapoda dengan ciri-ciri :
1.    Bagian tubuh   : cephal/caput (kepala), thorax (kepala) dan abdomen (perut)
2.    Jumlah kaki    : 6 buah (3 pasang) pada torax
3.    Memiliki sayap


Anda suka dengan artikel Antropoda Sebagai Penyebab Penyakit ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Sifat Umum Cacing. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Antropoda Sebagai Penyebab Penyakit" :