1.    Jelaskan efek analgesic untuk farmakodinamik dari obat anti inflamasi non-steroid?
Jawab :
Obat mirip aspirin hanya efe3ktif terhadap nyeri dengan intensitas rendah sampai sedang misalnya sakit kepala juga efektif terhadap nyeri yang berkaitan dengan inflamasi. Obat mirip aspirin hanya mengubah persepsi modalitas sensorik nyari, tidak mempengaruhi sensorik lain. Nyeri akibat terpotongnya saraf aferen, tidak teratasi dengan obat mirip aspirin. Sebaliknya nyeri kronis pasca bedah dapat diatasi oleh obat mirip aspirin.
2.    Jelaskan efek samping dan reaksi yang merugikan dari aspirin, serta cara untuk mengatasi efek samping tersebut?
Jawab :
Karna obat bersifat asam sehingga lebih banyak terakumulasi dalam sel yang bersifat asam seperti lambung, ginjal dan jaringan inflamasi. Efek sampingnya yaitu indukdi tukak(ulkus sampai menyebabkan lubang) lambung atau tukak peptic yang kadang-kadang disertai anemia sekunder akibat pendarahan saluran cerna. Mekansme terjadinya iritasi lambung :
o   Iritasi yang bersifat lokal yang menimbulkan difusi kembali asam lambung ke mucosa dan menyebabkan kerusakan jaringan
o   Iritasi atau pendarahan lambung yang bersifat sistemik melalui hambatan biosintesis PGE-2 dan PGI-2. kedua PG ini banyak detemukan di mucosa lambung dengan fungsi menghambat sekresi asam lambung dan merangsang sekresi mikus usus halus yang bersifat sitoprotektif.
Efek lain yaitu gangguan fungsi trombosit akibat penghambatan biosintesis tromboksan dengan akibat perpanjangan waktu pendarahan.
3.    Jelaskan farmakokinetik dari obat asetaminofen?
Jawab :
Asetaminofen diabsorpsi dengan baik dari gastrointestinal. Absorpsi rectal dapat tidak menentu karna adanya meteri feses atau berkurangnya aliran darah di kolon. Lebih dari 85% asetaminofen dimetabolisir menjadi metabolit oleh hati.
4.    Apa kerugian atau efek samping dari penggunaan asetaminofen?
Jawab :
Asetaminofen dapat menjadi sangat toksik terhadap sel-sel hati, menimbulkan hepatotoksisitas pada hati. Kematian dapat terjadi 1-4 hari karna timbulnya nekrosis hati.

5.    Jelaskan kerja dari analgesik narkotik?
Jawab :
Analgesik narkotik bekerja terurama pada system saraf pusat sedangkan analgesic nonnarkotik bekerja pada system saraf tepi pada tempat reseptor nyeri. Narkotik tidak hanya menekan rangsang nyeri tetapi juga menekan pernapasan dan batuk pada medulla di batang otak. Salah satu contoh dari narkonik adxalah morfin yang merupakan analgesic kuat yang dapat dengan cepat menekan pernapasan. Kodein tidak sekuat morfin tetapi dapat meredakan nyeri yang ringan sampai yang sedang dan menekan batuk
6.    Jelaskan farmakodinamik dari meperidin?
Jawab :
Meperidin tidak boleh dipakai bersama-sama alcohol atau hipnotik sedative karma kombinasi obat-obat ini dapat menyebabkan depresi SSP adiktif. Efek samping utama meperidin adalah menurnkan tekanan darah sehingga tekanan darah harus dipantau selama klien memakai meperidin terutama pada klien lansia.
7.    Apa efek samping yang serius dari penggunaan analgesic narkotik?
Jawab :
Efek sampingnya yaitu depresi pernapasan 10 menit, hipotensi ortostatik (turunnya tekanan darah dari posisi baring ke duduk), takikardia, mengantuk dan mental berkabut, konstipasi dan retansi urine. Juga konstriksi pupil, toleransi dan ketergantungan psikologis serta fisik dapat terjadi pada penggunaan jangka panjang.
8.    Apa intervensi keperawatan yang penting diperhatikan pada klien yang menggunakan aspirin?
Jawab :
·         Amati klien terhadap tanda-tanda dan gejala perdarahan seperti feses berwarna hitam, petekie, ekimosis (memar yang besar), ketika klien memakai aspirin dosis tinggi.
·         Atas izin dokter, hentikan aspirin 3-7 hari sebelum pembedahan untuk mengurangi resiko perdarahan.
·         Pantau keluaran urin. Narkotik dapat menyebabkan retensi unrin. Keluran urin harus sekurang-kurangnya 600 ml/hari.
·         Periksa bising usus untuk mengetahui apakah terjadi penurunan bisng usus : suatu sebab dari kontipasi.
Hal 69
1.    Jelaskan metode nonfarmakologis yang dapat dilakukan perawat untuk mengurangi mual dan muntah?
Jawab :
Metode nonfarmakologis yang dapat dilakukan perawat untuk mengurangi mual dan muntah mencakup pemberian the yang encer, minuman berkarbon, gelatin dan pedialyte (anak-anak)
2.    Sebutkan yang termasuk golongan obat antiemetik!
Jawab :
Antiemetik dengan resep diklasifikasikan ke dalam lima golongan :
·         Antihistamin
·         Antikolinergik
·         Fenotiazin
·         Kanabinoid (untuk klien kanker)
·         Lain-lain
3.    Jelaskan secara ringkas fisiologis dari terjadinya muntah!
Jawab :
Muntah dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi bakteri, mabuk kendaraan, kehamilan, syok. Jika hal tersebut merangsang pusat muntah chemoreseptor trigger zone (CTZ) yang terletak dekat medulla maka neuron motorik memberikan respon dengan menyebabkan kontraksi dari diafragma, otot abdomen anterior dan lambung. Glottis menutup, dinding abdomen bergerak ke atas dan terjadilah muntah.
4.    Sebutkan yang termasuk obat golongan fenotiazin!
Jawab :
·         Klopromazin (Thorazin)
·         Proklorperazin (Compazine)
·         Perfenazin (Trilafon)
·         Flufenazin (Prolizin)
·         Tietilperazin (Torecan)
·         Triflupromazin (Vesprin)
5.    Sebutkan yang termasuk obat antidiare!
Jawab :
·         Opium
·         Difenoksilat (Lomotil)
·         Leperamid (Imodium)
6.    Jelaskan farmakodinamik dari golongan obat difenoksilat sebagai antidiare!
Jawab :
Difenoksilat dengan atropin merupakan agonis opium dengan khasiat antikolinergik (atropin) yang mengurangi motilitas gastrointestinal (peristaltik). Obat ini mempunyai mula kerja yang sandang yaitu 45-60 menit, dan masa kerjanya 3-4 jam. Banyak efek samping yang timbul akibat atropin antikolinergik. Klien dengan glaukoma harus memakai antidiare lain yang tidak mempunyai efek antikolinergik. Jika obat ini dipakai bersama dengan alcohol, narkotik atau hipnotik-sedatif, depresi SSP dapat terjadi. 

 Hal 78
  1. Jelaskan perbedaan tukak lambung dengan tukak duodenum?
Jawab :
ü  Tukak lambung seringkali timbul karma pecahnya GMB
ü  Tukak duodenum disebabkan oleh hipersekresi dari asam lambung yang masuk ke duodenum karna :
§  Kurangnya buffer atau menetralisir asam lambung
§  Kerusaka atau kurang baiknya sfinter pilorik
§  Hipermotilitas lambung
  1. Jelaskan factor-faktor predisposisi yang berkaitan dengan terjadinya tukak peptik?
Jawab :
Factor-faktor predisposisi yang berkaitan dengan terjadinya tukak peptic yaitu :
ü  Gangguan mekanis (efeknya) : hipersekresi asam dan pepsin. Sekres mucus GMB yang tidak memadai. Kerusakan peranan GMB. Hipermotilitas lambung, inkompoten spinter kardia atau pilorus (kelainan)
ü  Pengaruh-pengaruh genetic (efeknya) : peningkatan jumlah sel-sel parietal dalam lambung. Kerentangan lapisan mukosa lambung terhadap penetrasi asam, kerentanan terhadap kelebihan asetil kolin dan histamin. Asam hidroklorida yang berlebihan akibat perangsangan eksternal.
ü  Pengaruh lingkungan (efeknya) : makanan dan minuman yang mengandung kafein, makanan berlemak, gorengan dan banyak mengandung bumbu. Alkohol. Produk nikotin, terasuk rokok, keadaan stress, kehamilan, trauma berat, pembedahan besar.
ü  Obat-obat (efeknya) : aspirin dan senyawa aspirin : NSAD (anti-inflamasi nonsteroid), termasuk ibuprofen (motrin, advil), indometasin. Kortikosteroid (kortison, prednison), garam-garam kalium, obat antineoplastik.  
  1. Apakah persamaan dan perbedaan simetisin dan ranitidin? Jelaskan!
Jawab :
ü  Persamaannya yaitu :
§  Sama-sama diabsorbsi dengan baik oleh saluran gastrointestinal
§  Simetidin dan ranitidin menghambat histamine pada reseptor H-2. obat ini efektif dalam megobati tukak duodenum dan lambung dan dapat dipakai untuk pencegahan.
§  Berguna untuk menghilangkan gejala dari refluks esofagitis, mencegah tukak stres yang dapat terjadi sesudah pembedahan dan mencegah pneumonia aspirasi yang dapat terjadi akibat aspirasi asam lambung.
§  Efek samping dari penghambat H-2 mencakup sakit kepala, pusing, sembelit, pruritus, ruam kulit, gineomastia, penurunan libido dan impotensi.
ü  Perbedaannya yaitu :
§  Ranitidin lebih kuat, memiliki lama kerja yang lebih panjang dan interaksi obat dan efek samping lebih sedikit terjadi.
§  Simetidin memiliki waktu paruh dan lama kerja yang singkat menghambat sekitar 70% sekresi asam untuk selang waktu 4 jam. Perlu fungs ginjal yang baik karna kira-kira 50-80% dari obat ini dikeluarkan tanpa diubah menjadi urin.
  1. Bagaimana kerja antasid yang dipakai untuk mengobati dan mengendalikan tukak peptik?
Jawab :
Antasid mempercepat penyembuhan tukak dengan menetralisasikan asam hidroklorida dan mengurangi aktifitas pepsin. 
  1. Apakah efek samping utama antasid yaqng mengandung garam aluminium dan garam magnesium?
Jawab :
Antasid yang mengandung garam magnesium merupakan kontraindikasi untuk klien yang mengalami gangguan faal ginjal karna adanya resiko hipermagnesium. Pda klien yang memiliki gangguan fungsi ginjal, menelan garam aluminium dapat menyebabkan ensefalopati karna penimbunan aluminium pada otak. 
Hal 100
  1. Jelaskan aktivitas bakteri berdasarkan sifat toksisitas selektif!
Jawab :
Berdasarkan sifat toksisitas selektif, ada mikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba, dikenal sebagai aktifitas bakteriostatik. Dan ada yang bersifat membunuh mikroba dikenal sebagai aktifitas bakterisid. Antimikroba tertentu aktifitasnya dapat eningkat dari bakteriostatik menjadi bakterisid bila kadar antimikrobanya ditingkatkan melebihi kadar bunuh minimal. 
  1. Sebutkan yang termasuk atibiotik yang spektrum sempit dan luas!
Jawab :
ü  Atibiotik yang spektrum sempit contohnya penisilin, streptomisin dan eritromisin dipakai untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Karna antibiotik berspektrum sempit bersifat selektif maka obat ini lebih aktif dalam melawan organisme tunggal tersebut dari pada antibiotik berspektrum luas.
ü  Antibiotik berspektrum luas contohnya tetrasiklin, kloramfenikol dan sefalosporin efektif terhadap organisme baik gram positif maupun gram negatif.  Antibiotik berspektrum luas seringkali dipakai untuk mengobati infeksi dimana mikroorganismenya yang menyerang belum diidentifikasi dengan pembiakan dan sensitifitas.    
  1. Jelaskan mekanisme kerja antimikroba!
Jawab :
ü  Sulfonamid, trimetoprim, isoniasid, rifamfisin, dan asam nalidiksat
§  Mekanisme kerja : mengganggu metabolisme sel mikroba
§  Efek : efek bakteriostatik, mengganggu tahap-tahap metabolisme di dalam sel
ü   Penisilin, sefalosporin, basitrasin, vankomisin
§  Mekanisme kerja : menghambat sintesis dinding sel mikroba
§  Efek : efek bakterisidal yaitu pemecahan enzim dinding sel dan penghambatan enzim dinding sel dalam sintesis dinding sel
ü  Polimiksin, nistatin, kolistin, amfoterisin B
§  Mekanisme kerja : mengganggu permaebilitas membrane sel mikroba
§  Efek : efek bakteriostatik atau bakterisid, meningkatkan permaebilitas membrane, hiangnya substansi seluler menyebabkan sel menjadi lisis
ü   Aminoglikosida, tetrasiklin, eritromisin, linkomisin, kloramfenikol
§  Mekanisme kerja : menghambat sintesis protein sel mikroba
§  Efek : efek bakteriostatik atau bakterisid, mengganggu sintesis protein tanpa mempengaruhi sel normal, menghambat tahap-tahap sintesis protein
ü  Rifampisin dan golongan kuinolon
§  Mekanisme kerja : menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba
§  Efek : menghambat sintesis RNA dan DNA melalui penghambatan pada enzim polymerase-RNA (pada sub unit)
  1. Jelaskan mekanisme kerja obat golongan penisilin!
Jawab :
Penisilin suatu agen antimikroba alami yang dihasilkan dari jamur ganus Penicillium. Struktur beta laktam penisilin menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan menghambat enzim bakteri yang diperlukan untuk pemecahan sel dan sintesis seluler. Akteri akan mati akibat lisis sel. Penisilin dapat bersifat bekteriostatik maupun bakterisidal tergantung dari obat da dosisnya.
  1. Sebutkan yang termasuk kelompok penisilin dan sefalosporin!
Jawab :
ü  Yang termasuk kelompok penisilin yaitu :
§  Penisilin G
§  Penisilin V
§  Prokain penisilin G
§  Bensatin penisilin G
§  Penisilin spectrum luas : ampisilin, ampisilin-sulbaktam, amoksisilin, amoksisilin-asam klavulanat, bakampisin, siklasilin
§  Penisilin resisten penisilinase : metisin, nafsilin
ü  Yang termasuk kelompok sefalosporin yaitu :
§  Generasi pertama : sefalotin, sefazolin, sefaleksin, sefapirin
§  Generasi kedua : sefaklor, sefamandol, sefoksitin
§  Generasi ketiga : sefiksim, sefotetan, sefotaksim, seftriakson  
  1. Jelaskan farmakokinetik golongan sefalosporin!
Jawab :
Sefazolin dan sefamandol diberikan intramuskular dan intravena. Kekuatan pengikatan pada protein lebih besar dari pada sefamandol. Waktu paruh dari masing-masing obat pendek, dan keduanya diekskresikan tanpa perubahan dalam urin.
Hal 104
  1. Sebutkan yang termasuk kelompok obat antijamur?
Jawab :
Obat-obat antijamur dikelompokkan ke dalam empat bagian yaitu :
ü  Polien, termasuk amfoterisin B da nistatin
ü  Imidazol, termasuk ketokonazol, mikonazol, dan klotrimazol
ü  Antijamur antimetabolit, flusitosin
ü  Antijamur topical untuk infeksi superfisial
  1. Jelaskan farmakodinamik dari obat nistatin?
Jawab :
Nistatin meningkatkan permaebilitas dinding sel jamur sehingga sel jamur menjadi tidak stabil dan mengeluarkan isinya. Obat ini mempunyai khasiat fungistatik dan fungisidal. Mula kerja untuk bentuk tablet vagina atau krim kira-kira 24 jam atau lebih.
  1. Seorag klien menerima nistatin untuk infeksi jamur pada mulut. Bagaimana anda menjelaskan klien mengenai pemakaian sispensi oral nistatin?
Jawab :
Klien diajarkan untuk mengulum cairan di dalam mulut supaya terjadi kontak dengan selaput ledir dan beberapa menit kemudian cairan ditelan. Jika daerah tenggorok juga terkena, klien diberitahu untuk berkumur dengan nistatin setelah mengulumnya sebelum menelan. 

Anda suka dengan artikel FARMAKOLOGI ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang PROSES PENYEMBUHAN LUKA. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "FARMAKOLOGI" :

Ditulis dalam Kategori Tugas Kuliah.