A.    Beberapa proses patologis
Susunan saraf pusat dan tepi sesungguhnya berada dalam lindungan yang cukup kuat, tetapi meskipun demikian keadaan dalam system persarafan maupun yang lainnya dapat mengalami kerusakan atau gangguan dalam fungsinya. Kemungkinan gangguan pada system persarafan :
1.    Perkembangan jaringan otak yang tidak cocok (aplasia)
Kadang-kadang anak lahir dengan perkembangan cortex cerebri (kulit otak) yang kurang sekali. Dalam derajat yang kurang berat, maka pembentukan otak mungkin sempurna akan tetapi lebih kecil dari pada ukuran yang biasa, tidak begitu jelas lekukan-lekukan, mengesankan bentuk yang primitif. Contoh dari gangguan seperti ini terlihat pada Microcephaly  yang ditandai oleh kecilnya tempurung otak.
Mongoloid deficiency berupa keanehan bentuk kepala tidak terlalu menyolok walaupun tetap berbeda. Kemampuan mental tidak optimal dan lambat.
2.    Trauma : perusakan fisik langsung pada jaringan otak
Kepala dan jaringan otak mungkin mengalami perusakan pada waktu kelahiran, kelahiran yang lama dan sulit serta kepala mengalami tekanan yang hebat. Setiap pukulan pada kepala dapat mengakibatkan goncangan dan kerusakan pada jaringan otak. Kecelakaan dapat meninggalkan atau menyebabkan luka pada otak yang bersifat sementara atau menetap.
Bilaman tempurung kepala pecah dan jaringan otak rusak seperti terlihat dalam prestasi mental, sesudah sembuh luka meninggalkan bekas dan atropi pada otak akan mengganggu fungsi normal otak.
3.    Cerebral tumors juga mengakibatkan kerusakan langsung pada otak
Dalam pertumbuhan tumor, maka jaringan otak di sekitarnya mengalami pendesakan, menempati, memenuhi dan mengubah jaringan di sekelilingnya. Sampai suatu derajat tertentu, dimana pertumbuhan tumor terjadi perlahan-lahan, maka jaringan sekitarnya dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan tersebut sehingga tidak terjadi penyimpangan pada fungsinya, hanya perubahan pertukaran zat (metabolisme) pada sel-sel saraf.
4.    Infeksi otak
Apabila system persarafan menjadi tempat bagi mokroorganisme, bakteri, virus dan sebagainya maka terjadi peradangan pada bagian otak tersebut.
ü  Encephalitis lethargica disebabkan peradangan pada jaringan serebrum. Otak berfungsi untuk mempertahankan proses homeostasis. Keadaan dalam otak ini penting untuk proses homeostasisi. Jika terjadi perubahan dalam internal condition cerebrum maka fungsi otak dapat terganggu.
ü  Gangguan metabolis dapat mengganggu keseimbangan sedemikian rupa sehingga merusak berfungsinya otak secara optimal.
ü  Kondisi internal dapat juga dipengaruhi oleh kekurangan vitamin-vitamin tertentu.
ü  Keadaan dalam otak dapat juga berubah akibat keracunan.
ü  Kekurangan zat oksigen juga berakibat pada aktivitas mental dan dapat merusak system persarafan dengan akibat mental.
5.    Perubahan-perubahan karna degenerasi yang mempengaruhi system persarafan pusat
Perubahan degenerasi berhubungan erat dengan usia lanjut. Pada penyakit Pick dan penyakit Alzheimer, degenerasi mulai pada umur setengah tua.
Cerebral Arterio Sclerosis : penyaluran darah ke sel-sel otak makin terhambat disebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri.
B.    Penggolongan proses patologis
Penyakit yang bersumber pada sebab ditubuh : sotamo genesis perlu pendalaman yang lebih luas. Somato genesis dapat dibagi menurut sifat gangguan tubuh.
Penyimpangan gejala patologis dapat dibagi lagi menjadi :
1.    Genogenic yang sumbernya berada pada sumber genes (factor keturunan).
2.    Histogenis : penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh kekurangan pada system persarafan yang tidak duturunkan, akibat dari trauma, cerebral tumor, dan peradangan.
3.    Chemogenic : enyimpangan yang disebabkan oleh perubahan kimiawi di system persarafan.
C.   Sebab-sebab dan gejala-gejala gangguan tingkahlaku
Sebab-sebab kelakuan yang tidak mampu menyesuaikan. Pengalaman frustasi dan konflik-konflik yang tidak dapat diselesaikan merupakan perangsang terjadinya mental breakdown dan gangguan emosi.
1.    Beberapa penyebab gangguan psikis
ü  Prasangka orang tua yang menetap, penolakan atau syok yang dialami pada masa anak.
ü  Ketidak sanggupan memuaskan keinginan dasar dalam pengertian kelakuan yang dapat diterima umum.
ü  Kelelahan luar biasa, kecemasan dan kejemuan.
ü  Masa-masa perubahan fisiologis yang hebat (ubertas dan menopause)
ü  Tekanan-tekanan yang timbul karna keadaan ekonomi, politik dan social yang terganggu
ü  Keadaan iklim, karna secara tidak langsung mempengaruhi keadaan exhaustion dan toxema.
ü  Penyakit, khususnya syphilis.
ü  Trauma atau luka-luka dikepala atau ruas-ruas tulang belakang.
ü  Peradangan, keracunan yang disebabkan oleh alcohol.
ü  Syok emosional yang hebat : ketakutan, kematian tiba-tiba seseorang yang dicintai.
2.    Gejala-gejala gangguan mental
Gejala yang menetap dan terus menerus dari gangguan mental dan emosi yang sedang tumbuh dapat digolongkan dalam 4 golongan, yaitu :
ü  Gejala-gejala fisik
o   Perubahan denyut jantung, suhu badan dan pernapasan
o   Mual, muntah, sakit kepala dan pusing
o   Kehilangan nafsu makan
o   Perubahan berat badan yang ekstrim
o   Kelelahan yang luar biasa
o   Koordinasi motorik yang tidak baik, gangguan bicara
ü  Gejala-gejala tingkah laku
o   Aktivitas psikomotorik bertambah, individu terpaksa terus menerus bergerak, menangis, ketawa, berteriak atau berbisik
o   Aktivitas psikomotorik berkurang yang ditandai dengan berkurangnya gerakan, tidak dapat menentukan, keraguan, kekakuan dan bicara yang tersendat-sendat atau menolak berbicara.
o   Kelakuan yang impulsive atau terlalu responsif terhadap kesan atau sigesti luar yang terlihat dari pengulangan kata-kata atau gerakan seseorang lain yang terus menerus, sikap menolak memberi respons atau berbuat sesuatu yang berlawanan dengan yang diharapkan darinya.
o   Pengulanhan suatu tingkah laku yang sama terus menerus
o   Berbicara dengan bahasa yang kasar, kotor dan memperlihatkan tata cara yang aneh.
ü  Gejala-gejala mental
o   Mudah terganggu konsentrasinya, pikiran yang meloncat-loncat.
o   Kehilangan pengertian atau pemakaian bahasa.
o   Kehilangan kemampuan persepsi hubungan-hubungan yang ada di dunia sekitarnya (agnosia).
o   Kehilangan ingatan seluruhnya (amnesia)
o   Ketakutan yang kuat dan tidak rasional (phobia).
o   Kompulsi yakni keinginan untuk melakukan bentuk tingkahlaku tertentu secara berulang-ulang :
Kelptomania    : kecendrungan mengambil milik orang lain.
Pyromania      : keinginan untuk membakar.
o   Ide yang menetap/obsesi.
o   Gangguan persepsi : ilusi dan halusinasi.
o   Delusi atau penyimpangan penilaian disebut waham.
ü  Gejala-gejala emosionalitas yang menyimpang :
o   Keadaan pengingkaran emosi (apati) disertai ekspresi kesedihan, keluhan, tangisan dan menolak makan dan bicara.
o   Keadaan kegembiraan yang berlebih-lebihan kelihatan dari nyanyian tarian, cara bicaranya dan ketawanya.

Anda suka dengan artikel GANGGUAN MENTAL DAN EMOSI ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang KESEHATAN LINGKUNGAN. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "GANGGUAN MENTAL DAN EMOSI" :