·         Homeostatis adalah suatu kecendrungan makhluk hidup untuk memelihara lingkungan internal agar konstan (latin, homois = sama; statis = tetap)
·         Lingkungan internal berubah karena perubahan di dalam sel
·         Lingkungan eksternal selamanya cenderung menggangu system
·         Jadi homeostatis adalah suatu kecendrungan untuk mempertahankan terjadinya perubahn dalam suatu batas tertentu
·         Keadaan mantap (steady state) dicapai melalui suatu mekanisme feed back (umpan balik)
·         Mekanisme umpan balik ini terjadi bila hasil dari suatu kerja akan mempengaruhi kerja lain. Bila meningkat suatu proses akan menyebabkan melambatnya proses yang lain, hal ini disebut feed back negative.
·         Contoh :
ü  Pada kendaraan bermotor misalnya ada suatu alat yang mencegah kendaraan tersebut melampaui kecepatan tertentu yang bekerja menurut prinsip umpan balik negative. Pada saat kendaraan berjalan cepat, katub karburator menutup yang menyebabkan kecepatan kendaraan melambat. Dan saat kendaraan melambat maka katub ini akan membuka kembali. Dengan cara ini maka kecepatan dapat dipertahankan pada batas tertentu.
ü  Suhu yang tinggi pada tubuh manusia akan meningkatkan aktifitas metabolisme yang akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Jadi umpan balik positif terkenal sebagai “lingkaran yang buruk”.
·         Homeostatis dimungkinkan terjadi melalui umpan balik negative yang meliputi 3 liputan yaitu :
ü  Detektor : mendeteksi perubahan lingkungah internal tubuh
ü  Efektor : melembagakan perubahan supaya dapat mengembalikan lingkungan internal ke homeostatis.
ü  Daerah kendali : menurunkan kerja efektor setelah homeostatis dicapai.
·         Gangguan homeostatis, Kesehatan tergangu seperti enfeksi atau cedera, prosedur medis dan bedah
·         Keperawatan dimulai saat homeostatis gagal mendeteksi perubahan tersebut dan memperbaiki lingkungan internal tubuh
Keseimbangan Cairan Dan Sistem Perkemihan
          Mempertahankan hidrasi dan distribusi cairan diantara kompartemen tubuh berperan penting dalam menjamin kelebihan cairan yang dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini juga mempunyai fungsi ekskresi yang secara konstans memindahkan toksik larut dari tubuh dalam bentuk urine.
            Sistem perkemihan dan kemampuannya dalam mempertahankan keseimbangan cairan serta respons terhadap kebutuhan cairan tubuh yang berbeda.
Cairan Dan Elektronik
1.    Air :
-       Salah satu bahan makanan esensial sederhana yang dapat diabsorpsi tubuh tanpa perubahan kimia
-       Terlibat dalam perubahan metabolic tubuh, berikatan dengan protein, karbohidrat dan lemak dalam pencernaan, ketika digunakan sebagai bahan baker diubah untuk menghasilkan energi.
-       Penyusun 60% berat badan :
·         70% dalam sel tubuh (intra seluler)
·         30% dalam cairan tubuh (ekstra seluler)
·         10-20% dalam ruang interstisial dalam jaringan merendam seluruh sel tubuh
·         10-15% merupakan cairan darah (plasma dan limfe)
Tiga volum cairan ini hanya dipisahkan oleh membran semi permaebel tipis, dinding sel kapiler. Air secara konstans dapat melewati dinding tersebut. Dari satu area ke area lain. Jumlah total air yang dimasukkan dan dikeluarkan harus seimbang.
Keseimbanga Air
Masukan
Keluaran
1.    cairan yang diminum
2.    air yang terkandung dalam makanan
3.    oksigen yang ditambahkan kehidrogen di dalam makanan
1500 ml
1100 ml
500 ml
1. Cairan urine
2. Paru-paru (pernapasan)
3. Kulit (keringat)
4. Feses
1500 ml
400 ml
900 ml
200 ml
Total
3100 ml
Total
3100 ml
2.    Elektrolit
Elektrolit = ion ialah partikel-partikel kecil pecahan dari melekul-melekul berbagai garam dan membawa muatan elektrik. Ion bermuatan positif disebut kation dan yang bermuatan negative adalah anion
-       Jumlah total ion bermuatan negative harus seimbang jumlah total ion bermuatan positif.
-       Anion utama : klorida , bikarbonat dan posflat , klorida dan karbonat dalam plasma dan cairan interstisial dan posfat dalam cairan intra seluler
-       Kation : natrium  dan kalium  sedikit kalsium dan magnesium  natrium dalam plasma dan cairan interstisial dan kalium dalam cairan intra seluler.
Keseimbangan asam-basa
-       kesimbangan asam-basa dalam tubuh mempengaruhi PH-nya.
-       Kondisi normal, cairan tubuh sedikit alkali dan bervariasi sedikit selama hidup karma reaksi harus tepat untuk kerjanya berbagai enzim yang mengontrol aktivitas sel (pencernaan, produksi energi dan produk sisa)
-       Secara normal darah vena sedikit asam daripada darah arteri akibat CO dan asam lain yang diproduksi didalam jaringan. Cairan interstisial dan cairan intraseluler sedikit alkali.
-       Keseimbangan asam-basa ini dipertahankan oleh “ buffer” (penyangga) yang terkandung dalam cairan
-       Alakalin dan protein menetralkan asah-asajh yang dihasilkan aktifitas jaringan : mencegah “ASIDOSIS” dan ketosis suatu kondisi yang menyebabkan koma dan kematian bila cairan tubuh kurang alkali (rata-rata ph normal 7,4)
-       Dengan cara yang sama asam-asam (karbonat dan klorida) menetralkan kelebihan alakali dalam cairan tubuh mencegah “ALKALOSIS”, suatu kondisi menjadi fatal bila tidak diperbaiki. Alkalosis mungkin disebabkan penggunaan garam alkali berlebihan atau kehilangan asam akibat muntah yang berlebihan atau retensi alkali seperti kallum pada gagal ginjal.
Sistem Perkemihan
Sistem perkemihan terdiri dari komponen-komponen : ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
·         Ginjal
-          Organ berbentuk dua buncis, terletak dibagian posterior abdomen setiap sisi kolumna vertebralis dibelakang  peritoneum.
-          Berada pada ketinggian vertebra torakal ke-12 samapai vertebra lumbar ke-3, ginjal kanan terletak agak rendah dari ginjal kiri.
-          Batas medial (bagian tengahnya) cekung disebut hilus, merupakan titik temapt pembuluh darah, asaraf, ureter masuk ke dalam ginjal.
-          Pada potongan vertical ginjal memeilki dua baigian berbeda: bagian luar = korteks agak gelap dan bagian dalam = medula, yang menuju ke dalam ruangan penampung yang disebut pelvis
-          Substansi ginjal terdiri dari tubulus-tubulus kecul yang saling menjalin tidak terhitung yang disebut “nepron” (lebih dari sejuta setiap ginjal)
-          Setiap nepron dimulai dalam bentuk mangkuk yang disebut  kapsula bowman (tempat asal tumbulus). Dalam setiap kapsul terdapat cabang-cabang halus arteri renal yang membentuk berkas kapiler yang disebut glomerulus yang berhubungan erat dengan bagaian dinding dan bagian dalamnya. Arterial yang membawa darah ke glomerulus disebut pembuluh eferen. Dan yang membawa darah keluar disebut eferen. Darah didalam glomerulus bertekanan tinggi karena letaknya berdekatan dengan aorta abdomen.
-          Tubulus konvolusi 0membentuk pilinan yaitu konvolusi proksimal saat keluar dari kapsul; kemudian membentuk angsa yang panjang : angsa henle  yang terbenam dalam medulla dan berjalan kebelakang korteks. Tubulus kemudian membentuk tubulus kelokan kedua yaitu tubulus konvolusi distal dan berakhir kedalam tubulus pengumpul lurus yang melintasi korteks dan medulla untuk berakhir pada piramida ginjal.
Produksi Urine
-          Fungsi ginjal untuk menyereksi dan mengekskresi urine.
-          Komposisi darah tidak boleh melebihi batas tertentu, supaya jaringan tetap sehat, dan pengaturan itu tergantung pada pembuangan produksi sisa yang berbahaya dan menyimpan air dan elektrolit di dalam tubuh.
-          Urine dihasilkanoleh 3 proses.
  • Filtrasi di bawah tekanan pada glomerulus pemisah darah dari tubulus ginjal hanya didnding tipis kapiler dan kapsul glomerulus. Dinding glomelurus bersifat permeable  terhadap air dan melekul kecil tetapi tidak bermeabel terhadap sel darah atau protein. Karena darah dalam glomerulus dibawah tekanan maka beberapa unsure masuk kedalam kapsul glomerulus. Cairan ini dikenal sebgai filtrate glomerulus (urine primer) yang mempunyai komposisi yang sama dengan plasma darah; yang mengandung: glukosa, asam amino, garam, urea dan asam urat. Sel-sel darah dan protein hanya difiltrasi bila ginjal sakit. Kira-kira 600 ml darah permenit melewati filtrate glomerulus dan kira-kira 1,5 liter urine akan dikeluarkan setiap hari.
  • Reabsorpsi (penyerapan kembali). Filtrat glomerulus (urine primer) sebagai hasil penyaringan, selanjutnya mengalir ke tubulus konvolusi proksimal dan disini terjadi proses reabsorpsi bahan-bahan yang masih berguna A.L. Air, glukosa, asam amino, agarm dan ion-ion. Reabsorpsi air dalam tubulus konvolusi distal dapat bervariasi dan dikendalikan oleh sekresi hormone anti diuretic (ADH) dari lobus posterior hipo- penurunan sekresi ADH menyebabkan jumlah air diabsorpsi dari tubulus distal sedikit sehingga lebih banyak air diekskresi sebagai urine.
  • Reabsorpsi dikendalikan oleh hormone  dosteron dari korteks adrenal. Produksi hormone ini meningkat atau menurun sesuai kebutuhan tubuh kan penggunaan air, garam dan elektrolit-elektrolit.
  • Kontrol saraf bersama hormone-hormon adrenal mempertahankan tekanan darah pada tingkat tinggi untuk kebutuhan filtrasi dalam berkas kapiler
  • Selanjutnya bhan-bahan yang telah diabsorpsi dikembalikan kedalam darah melalui pembuluh kapiler yang ada disekitar tubulus. Reabsorpsi yang berupa ion Na terjadi dilengkung henle. Setelah diabsorpsi maka dihasilkan urine sekunder yang komposisi zat-zat penyusunannya sangat berbeda dengan urine primer. Zat-zat yang masih berguna tidak terdapat lagi sedang ureum kadarnya meningkat.
Augmentasi
Augmentasi ialah proses penambahan zat-zat dan urea yang berlangsung dari tubulus distal. Dengan dermikian filtrat (urine) yang akan dikeluarkan benar-benar merupakan zat-zat yang tidak berguna.
Sekresi Atip, terjadi karena lapisan sel-sel tubulus mempunyai kemampuan menyerekasi beberapa substansi dari darah dalam jaringan lkapiler kedua ke dalam lumen tubulus seperti hormone, sisa obat yang dimakan dan suntikan.
Komposisi Urine
Urine terdiri dari : air, garam, produksi sisa (urea, asam urat, keratin) dan hasil metabolic lain.
Komposisi rata-rata urine :
Air 96% ; urea 2%, asam urat, keratin, garam serta zat warna empedu (urine berwarna kuning) 2%. Garam terutama Na, klorida, fosfat dan sulfat (yang dihasilakn penggunaan fosfor dan sulfur yang terkandung pada makanan berprotein). Kuantitas normal urine yang diekskresi 1-5 liter dalam 24 jam, bias meningkat akibat minum dan cuaca dingin, dan menurun akibat kurang masukan, cuaca panas, latihan fisik dan demam (produksi keringat meningkat)
ü  Pelvis : rongga bercabang tidak teratur, berada diakar atau hilus ginjal, berfungsi sebagai corong ke ureter.
ü  Ureter : 2 saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih, masing-masing pjg 25-30 cm, diamerter kurang lebih 3 mm, dan dinding tebal, asluran sempit, berlanjut dengan pelvis ginjal terbuka ke dasar kandung kemih. Lapisan meskuler ureter mengalami kontraksi sekitar 4-5 kali permenit.
ü  Kandung Kemih
-          Reservoar urine, bentuk dan posisi bervariasi jumlah cairan yang dikandungnya
-          Jika kosong kandungan beberapa di pelvis minor, saat penuh urine membesar ke atas dan depan kerongga abdomen.
-          Kandung kemih dapat menahan lebih dari 500 ml urine tetapi akan timbul nyeri
-          Keinginan untuk mengosongkan kandung kemih pada kondisi normal akan terasa ketika organ ini berisi 250-300 ml urine
ü  Uretra
-          Membentang dari orifisium uretra internal dalam kandung kemih sampai keorifisium uretra eksternal
-          Pada pria panjangnya 18-20 cm dan berfungsi sebagai kanal komunis untuk system reproduksi dan system perkemihan
-          Pada wanita panjangnya kurang lebih 4 cm dan hanya berfungsi sebagai system perkemihan
-          Terdapat sfringter internal dan eksternal yang masing-masing dibawah saraf involunter dan volunter
Fungsi Ginjal
1.    Mengatur volume air (cairan) dalam tubuh, kelebihan air dieksresikan oleh ginjal sebagai urine
2.    Mengatur keseimbangan osmotic dan mempertahankan keseimbangan ion yang optimal dalam plasma
3.    Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh/ mengatur pH darah. Hasil akhir pemecahan protein menyebabkan urine agak asam (pH  6), tetapi banyak makan sayur urine akan bersifat basah. pH urine berkisar 4,8 – 8,2. ginjal mengekskresikan urine sesuai perubahan pH darah.
4.    Ekskresi sisa-sisa hasil metabolisme (ureum, asam urat, retain, zat toksin, obat-obatan, hasil metabolisme hemoglobin dan bahan kimia.
5.    Fungsi hormonal dan metabolisme ginjal mengereksi hormone rennin yang berperan mengatur tekanan darah
Hati
ü  Hati dapat dianggap sebagai alat ekskresi juga
ü  Hati merombak hemoglobin menjadi bilirubin dan biliverbin. Keratin, asam urat dan urea disintesa dalam hati kemudian diangkut dari ke ginjal
ü  Sesungguhnya hati pabrik besar zat buangan sedangkan ginjal sebagai alat untuk membuangnya keluar tubuh
ü  Peranan hati:
  1. Menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen yang diubah kembali menjadi glikosa kapan dibituhkan. Dilakukan oleh 2 hormon yang menjaga kadar gula darah pada level normal.
                    Insulin
Glukosa                        Glikogen
                    Glukagon
  1. Deaminase asam amino menjadi bagian amina urea  diekskresi oleh ginjal dalam bentuk urine.
  2. Menyimpan zat besi (fe) yang berasal dari butir darah merah yang rusak yang pecahan lainnya, pigmen empedu
  3. Menawarkan racun misalnya dalam alcohol atau toksin dari bakteri usus
  4. Mengemulsi lemak oleh empedu didalam usus halus
Kulit
1.    Struktur kulit mempunyai 2 lapisan:
a.    Epidermis
ü  Lapisan nonvaskuler dan lapisan epitel
ü  Sangat tebal, keras, sepeti tanduk (pada area telapak tangan dan kaki) tapi bagian lain tipis
ü  Tidak memiliki suplai darah dn saraf, diberi nutrisi oleh lemfe dari pembuluh darah dibawahnya
ü  Lapisan darah sel berhubungan dengan dermis (korium, yang berisi pigmen yang meemberi warna kulit: kuning, putih atau hitam)
ü  Fungsi figmen: melindungi tubuh dari efek berbahaya sinar matahari
ü  Kulit permukaan mencegah masuknya bakteri kedalam jaringan karena bakteri tidak dapat mencerna sel kering
ü  Saat epidermis rusak (terpotong, tertusuk) inveksi dapat memasuki jaringan
b.    Dermis (korium)
ü  Adalah lapisan keras dan sangat tebal pada telapak tangan dan kaki, sangat tipis pada kelopak mata
ü  Korium terdiri dari jaringan ikat yang berisi serabut elastis, pembulu darah, pembulu limfatik dan saraf
ü  Banyak tonjolan berbentuk kerucut yang disebut paila, keluar dari permukaan korium dan masuk ke epidermis. Papilla paling banyak terdapat pada kulit yang paling sensitive dan pada area ini papilla tersusun dalam tonjolan parallel yang berbeda pada setiap individu dan bermanfaat sebagai sidik jari
ü  Ujung saraf pada kulit berfungsi sebagai sensorik kulit yaitu sensori sentuhan, panas, dingin dan nyeri. Saraf sentuhan berakhir pada badan bundar yang dikenal sebagai korpus sentuhan atau korpus taktil yang distimulasi oleh tekanan, panas, dingin dan nyeri
ü  Arteri yang menyuplai kulit membentuk suatu jaringan pada jaringan subcutan dan cabang-cabang arteri menyuplai kelenjar keringat dan polikel rambut.
2.    Bagian-bagian kulit, terdiri dari 4 bagian: kelenjar keringat, rambut, kuku, kelenjar sebasea
a.    Kelenjar keringat
ü  Kelenjar tubular pada bagian dalam kulit
ü  Duktusnya terbuka pada lubang epidermis dan membelit menuju bagian dalam disebut kelenjar keringat
ü  Kelenjar keringat mengereksi keringat yang mengandung air, garam dan produksi sampah lain. Banyak keringat yang segera menguap pada permukaan kulit disebut keringat yang tidak disadari dan ketika jumlah keringat sangat banyak keluar menyebabkan kulit lembab dan keringat ini disebut keringat yang disadari.
ü  Jika jumlah keringat yang berlebihan dan menetes, efek dingin pada tubuh hilang
ü  Sekresi keringat berarti penguapan produk sampah, beberapa racun dan obat dapat dilepas. Hal ini penting karena kenyataan bahwa penguapan keringat menggunakan panas tubuh untuk menguapkan air.
ü  Jumlah keringat disekresi tergantung pada jumlah panas yang dibutuhkan untuk penguapan
ü  Rata-rata ekskresi dalam 24 jam 500-600 ml pada cuaca panas dan latihan yang berat keringat banyak yang keluar dan pada saat yang sama urine yang dikeluarkan sedikit sehingga tidak menyebabkan kehilangan cairan dan sebaliknya pada cuaca dingin sehingga kehilangan air menjadi seimbang.
ü  Kelenjar keringat terdapat pada semua permukaan tubuh tetapi lebih banyak pada bagian tertentu seperti pada telapak tangan dan kaki, ketiak, lipatan paha, dan dahi.
b.    Rambut
ü  Rambut mengandung epithelium modifikasi tumbuh pada lubang kecil pada kulit yang disebut palikel rambut.
ü  Akar rambut, bagian rambut didalam polikel keluar melalui dermis dan epidermis.
ü  Batang rambut menonjol menembus epidermis
ü  Pada bagian dasar rambut terdapat papilla rambut (penonjolan berbentuk kerucut) yang mengandung pembulu darah dan saraf untuk menyuplai rambut.
ü  Rambut selalu tersusun miring pada kulit.
ü  Pilorum artoris ialan otot involunter kecil yang menyatu pada polikel rambut yang selalu ada pada sisi rambut sehingga ketika berkontraksi rambut berdiri dan kulit disekitar rambut juga naik yang menimbulkan efek “berdiri bulu roma”
ü  Rambut selalu tumbuh dan diperbaharui. Selama akar rambut sehat rambut baru akan tumbuh, tapi jika akar rambut rusak atau suplai darah terganggu pertumbuhan akan terhenti dan bias terjadi kebotakan pada kepala
ü  Penyekatan rambut menstimulasi suplai darah dan pemijatan kepala mendukung kesehatan dan pertumbuhan rambut dikepala.
ü  Rambut tumbuh disemua permukaan tubuh kecuali telapak tangan dan kaki.
ü  Rambut lebih panjang dan lebih banyak di kening, aksila, dan lipat paha yang berfungsi menahan keringat dan mencegah menetes serta membantu penguapan.
c.    Kuku
ü  Adalah lapisan tanduk epithelium. Modifikasi yang melindunmgi ujung jari.
ü  Tumbuh dari akr sel epitel lunak pada dasar kuku.
ü  Kuku mudah patah jika tidk dirawat dengan hati-hati dan bagi perawat khususnya karena mereka kontak dengan infeksi saat bekerja.
ü  Pada manusia kuku digunakan untuk berbagai penggunaan.
d.    Kelenjar sebasea
ü  Adalah kelenjar sakular kecil yang mengeluarkan substansi seperti minyak yang disebut sebun.
ü  Kelenjar sebasea berada pada sudut antara polikel rambut dan otot pilli arektor sehingga kontraksi otot dapat mempengaruhi pengeluaran sebun dari kelenjar.
ü  Fungsi sebum: melubrikasi kulit dan rambut dan menjaga kulit lembut dan liat dapat dibentuk sehingga tidak mudah patah
Fungsi Kulit
ü  Mengatur suhu tubuh
ü  Menyereksi produk sampah
ü  Merupakan organ raba dan sensasi lain yang membuat kita pterhadap lingkungan.
ü  Mencegah masuknya bakteri dan permukaannya yang kering dan bersisik
ü  Menyereksi sebum
ü  Melindungi tubuh melalui pigmennya dari efek sinar matahari yang berbahaya
ü  Memproduksi vitamin D melalui kerja sinar ultra violet pada ergesterol yang terkandung pada kulit
Pengontrolan Suhu Tubuh
ü  Suhu tubuh adalah keseimbangan antara panas yang didapat dengan panas yang hilang.
ü  Manusia, hewan berdarah panas suhunya dipertahankan pada 37C.
ü  Peningkatan atau penurunan suhu 1 atau lebih mempengaruhi fungsi normal system saraf dan enzim
ü  Mekanisme pengaturan suhu utama adalah hipotalamus yang bekerja pada system umpan balik negative. Apabila suhu tubuh meningkat mekanisme bekerja sehingga panas hilang dari tubuh. Apabila suhu tubuh turun, panas disimpan sampai suhu mendekati normal.
ü  Produksi panas terutama berlangsung akibat aktivitas metabolisme. Panas tambahan dihasilkan oleh latihan, aktivitas peningkatan tekanan otak, menggigil, gangguan endokrin, infeksi, trauma dan emosi.
ü  Produksi panas terendah dicapai selama tidur, tertinggi selama aktivitas otot.
ü  Kehilangan panas terjadi melalui:
  1. Radiasi yaitu perpindahan panas dari satu objek ke objek yang lain.
  2. Konduksi yaitu perpindahan panas dari suatu molekul ke molekul lain.
  3. Konveksi yaitu perpindahan panas dari tubuh ke udara.
  4. Evaporasi yaitu penguapan keringat dari permukaan kulit yang memberi efek dingin pada kulit yang efektif pada iklim kering
  5. Ekskresi dan feses hanya sedikit panas tubuh yang hilang
Pertahanan Non Spesifik dan System Imun
ü  jika pertahanan fisik tubuh (kulit, membran nukosa) diponetrasi maka tubuh masih dapat mempertahankan diri melawan materi yang berbahaya bagi tubuh seperti bakteri, virus dan jaringan organisme lain (transplantasi)
ü  ada dua cara tubuh mempertahankan diri yaitu: pertahanan non spesifik dan pertahanan spesifik (system imun)
Inflamasi
Apabila kulit terpotong zat kimia histamin yang dikeluarkan sel bosofit dari jaringan yang rusak sebagai respons awal inflamasi.
ü  Inflamasi dapat diidentifikasi oleh 4 tanda utama yaitu: kemerahan, nyeri, hangat, bengkak, dan kehilangan fungsi. Hasil akhir respon inflamasi vasodilatasi ( pembengkakang pembulu darah) pada tempat cedera.
ü  Vasodilatasi meningkatkan permaebilitas dan imigrasi sel makrovagosif kebagian cedera. Sel makrofag yaitu monosit dan neurofil (2 jenis leukosit) yang bertanggung jawab memakan benda asing dan menghancurkannya. Ini juga respons inflamasi untuk mengawali penyembuhan luka.
ü  Kumpulan sel darah putih pada tempat cedera dikenal sebagai zat warna putih (nanah) yaitu kumpulan sel mati dan cairan. Pada beberapa kasus cedera dan inflamasi yaitu suhu tubuh menungkat dari normal pada beberapa waktu tertentu yang disebut demam (rasa tidak nyama) dan juka terlalu lama dapat berbahaya. Demam merupakan respons tubuh untuk melawan antigen (benda asing).
ü  Sel pertahanan tubuh non spesifik, limpositm – T berperan dlam system imun sebagai anti gen presenting cell (APCs). Setelah memakan benda asing, APCs kemudian mengeluarkan bagian-bagian benda asing tersebut atau anti gen pada permukaan APCs, di bagian luar membrane plasma dan proses ini merangsang system imun tubuh.
System Imun
1.    Ada dua tipe imunitas:
ü  Kekebalan dimediasi – sel (imunitas langsung)
ü  Kekebalan dimediasi – anti bodi (imunitas tak langsung)
Limposit – T dan limposit – B berespons masing-masing terhadap imnitas dimediasi sel dan imunitas dimediasi anti bodi. Sebagai respons terhadap antigen maka limposit:
a.    Menghasilkan sel – T yang dapat mengikat dan memakan antigen
b.    Menghasilkan sel – B yang menghasilkan molekul protein spesifik yang disebut anti bodi yang juga dapat mengikat antigen (menjadikan antigen tidak aktif) dan menghasilkan kompleks imun. Selanjutnya antigen dimakan oleh eosinofil.
ü  Tiga tipe limposit – T yang dihasilkan:
1.    Sel – T killer yang aktif memakan antigen.
2.    Sel – T helper yang membantu menghasilakan anti bodi
3.    Sel – T memori berespons mengenali invasi antigen
ü  Sel memori – B dan sel memori – T adalah dasar imunitas
Imunitas
ü  Ketika invasi antigen ke dalam tubuh segera dihasilkan anti bodi yang bereaksi dengan antigen sehingga tidak berbahaya
ü  Antigen dapat berupa benda asing tapi umumnya mikroorganisme, beberapa jenis obat, protein hewani dan nabati, serbuk sari dan jaringan asing (pada trasplantasi).
ü  Ketika reaksi antigen – anti bodi terjadi sebagai respons terhadap mikroorganisme, reaksi tersebut disebut imunitas.
ü  Kekebalan merupakan pertahanan untuk melawan infeksi
Kekebalan aktif alami
  1. Diperoleh ketika sakit, snit bodi tetap didalam darah untuk mencegah serangan penyaklit yang sama
  2. Dihasilkan oleh infeksi subklinis yaitu tubuh terpapar sejumlah kecil mikroorganisme yang tidak cukup memunculkan gejala definitif tapi cukup menstimulasi produksi anti bodi.
ü  Kekebalan aktif buatan. Diberikan kepada anak-anak dan orang yang bepergian untuk mencegah terkena penyakit serius dan fatal. Suntikan (organisme yang dilemahkan = vaksin) atau dengan toksoid (toksin yang dilemahkan) dan tubuh merspons dengan menghasilkan anti bodi.
Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi buatan ialah batuk, difteri, campak, cacar, poliomelitis  dan TBC.
ü  Kekebalan pasif alami, diperoleh bayi sebelum lahir sebagai anti bodi diturunkan dari ibu.
ü  Kekebalan pasif buatan, mencegah penyakit atau untuk pengobatan. Anti bodi dihasilkan orang lain/ hewan yang disuntikkan kepada seseorang beresiko.
Ketika reaksi imun terjadi dijaringan sel-sel didalamnya atau hancur akibat efek samaping reaksi tersebut dan hal ini dikenal sebagai alergi. Reaksi alergi pada jaringan melepaskan histamin yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Bisa juga terjadi konstruksi otot polos pada saluran pernapasan yang menyebabkan asma.
ü  Autoimun adalah suatu keadaan tubuh membuat anti bodi melawan selnya sendiri. Penyakit berasal dari autoimun antara lain rematoid arthritis dan demam rematik.

Anda suka dengan artikel HOMEOSTATIS ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Moskuloskeletal. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "HOMEOSTATIS" :