Pendahuluan

  • Komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan paling berarti dari perilaku seseorang.
  • Setiap hari org melakukan proses komunikasi.
  • Seringkali akibat komunikasi yang tidak tepat terjadi perbedaan pandangan/salah paham.
  • Untuk itu setiap org perlu memehami konsep dan proses komunikasi untuk meningkatkan hubungan antara manusia dan mencegah kesalah pahaman yang mungkin terjadi.
  • Menurut John Bowlby , komunikasi merupakan metode utama dalam mengimplementasikan proses kep.
  • Komunikasi merupakan dasar interaksi antara perawat dengan tim kesehatan lain.
  • Penggunaan komunikasi yang tepat saat perawat berinteraksi dengan tim kesehatan lain akan mempengaruhi hasil pelayanan kesehatan yang dilakukan.
  • Komunikasi merupakan faktor yang penting dalam keperawatan, karena dengan berkomunikasi, staf keperawatan dapat menyampaikan dan menerima pesan sehingga tujuan pelayanan keperawatan dapat dicapai secara optimal.

Pengertian

  • Haber (1987) : suatu proses dimana informasi ditransmisikan melalui sebuah sistem lewat simbol, tanda, atau perilaku yang umum.
  • Taylor (1993) : merupakan suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti sesuatu.
  • Jane (1994) : suatu proses yang sedang berlangsung, seri dinamis dari kegiatan yang berkaitan dengan pemindahan arti dari pengirim pesan ke penerima pesan.

Tujuan/ Fungsi Komunikasi

1. Komunikasi membantu perkembangan intelektual dan sosial.

  •  Bahwa perkembangan sejak bayi sampai dewasa mengikuti pola dan semakin luas ketergantungan kita pada org lain.

2.  Identitas diri

  • Bahwa selama proses berkomunikasi dgn orla , sadar m/p tidak kita akan mengamati, memperhatikan , dan mencatat dalam hati semua tanggapan yang diberikan oleh org lain thp diri kita.

3. Komunikasi yang benar

  • Kita akan mampu memahami kenyataan yang ada di sekeliling kita, mampu menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang dimiliki dgn kenyataan yang ada di sekitar kita .

4. Pembentuk kesehatan mental

  •  Kualitas kom yg prima, sangat berpengaruh dlm kehidupan kita dan mampu menciptakan kualitas kesehatan mental.

Unsur-Unsur Komunikasi

  1. Sender / komunikator / pengirim / encoder
  • Seseorang yg mempunyai inisiatif menyampaikan pesan kepd orla dimana pesan disampaikan secra verbal maupun non verbal.
  •  Org yg menerima pesan yg dikirimkan.
  • Informasi yg dikirimkan atau diekspresikan oleh pengirim.
  • Membawa pesan seperti melalui sarana visual, pendengaran dan taktil. Misal : ketika berusaha mengatasi rasa sakit, perawat sebaiknya menunjukkan perhatian verbal, mengekspresikan rasa kasihan dan reposisi klien secara hati-hati untuk meringannkan rasa sakit.
  • Membantu untuk mengungkapkan apakah makna dari pesan tersebut tersampaikan.
  1. Reseiver / decoder / penerima / komunikan.
  1. Message / pesan
  1. Channel
  1. Umpan Balik / Respons

Faktor-Faktor Yg mempengaruhi Kom

  1. Perkembangan
  • Perawat menggunakan tekhnik khusus ketika berkom pada anak sesuai dgn tahap perkembangannya.
  • Tingkat perkbg berbicara bervariasi dan secara lgs berhbg dgn perkbg dan intelektual.
  • Persepsi adalah pandangan pribadi atas apa yang terjadi.
  • Persepsi terbentuk oleh apa yang diharapkan dan pengalaman.
  • Perbedaan dlm persepsi antar individu yang berinteraksi dpt menjadi kendala dlm komunikasi.
  • Nilai adalah standar yg mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi perawat untuk menyadari nilai seseorg.
  • Memahami dan menjelaskan nilai penting dlm membuat keputusan klinis.
  • Perawat sebaiknya tidak membiarkan nilai pribadi mempengaruhi hub profesional.
  • Emosi adalah perasaan subyektif seseorg mengenai suatu peristiwa.
  • Emosi mempengaruhi kemampuan untuk menerima pesan dgn sukses.
  • Perawat dpt mengkaji emosi klien dgn mengamati interaksi mereka dgn keluarga, dokter, atau perawat lainnya.
  • Ketika seorg perawat mengasuh klien, mereka harus mewaspadai emosi mereka sendiri.
  • Budaya mempengaruhi metode kom ttg gejala atau perasaan menderita pd orang lain.
  • Perbedaan bahasa jg dapat merintangi kom dan hub dgn org lain/ klien.
  • Komunikasi sulit dilakukan jika org yg berkomunikasi memilki tingkat pengetahuan yang berbeda.
  • Perawat berkomunikasi dgn klien dan profesional yg memiliki tingkat pengetahuan yg berbeda.
  • Setelah pengkajian, perawat menggunakan istilah dankalimat yg dimengerti oleh klien sehingga dpt menarik perhatian dan minatnya.
  • Gaya berkom sesuai dgn peran dan hub org yg berkom.
  • Gaya perawat berkom dgn klien akan berbeda dgn cara bicara dgn dokter atau perawat lainnya.
  • Perawat perlu menyadari perannya saat berhub dgn klien ketika memberikan askep .
  • Perawat menyebut nama klien untuk menunjukan rasa hormatnya dan tidak menggunakan  humor jika baru mengenal kilen.
  • Org cenderung dpt berkom dgn lebih baik dlm lingk yg nyaman.
  • Perawat memilki semacam kontrol ketika memilih lingk utk melakukan kom dgn klien.
  • Kom interpersonal akan lebih efektif jika dilakukan dlm suatu lingk yg menunjang (tidak bising, leluasa, ruang tidak sempit)
  1. Persepsi
  1. Nilai
  1. Emosi
  1. Latar belakang sosial budaya
  1. Pengetahuan
  1. Peran.
  1. Lingkungan

Bentuk – Bentuk Komunikasi

  1. Komunikasi Verbal
  • Potter & Perry menyatakan bahwa kom yg dilakukan mlli ucapan lisan maupun tulisan.
  • Komunikasi verbal sangat di pengaruhi oleh bbrp faktor yaitu denotatif dan konotatif, perbendaharaan kata, kecepatan, nada suara, kejelasan dan keringkasan, waktu dan relevansi.
  • Kom non verbal diartikan sebagai  transmisi dari pesan dgn menitiberatkan pada kiasan makna kata dibandingkan dgn makna kata itu sendiri.
  • Dalam kom  non verbal isyarat-isyarat lebih signifikan dibandingkan dgn kata-kata yg ada.
  1. Komunikasi Non verbal.

Karakteristik Kom Verbal

  1. Jelas dan ringkas
  • Kom yg efektif hrs sederhana, pendek, dan langsung.
  • Penerima pesan perlu mengetahui apa, memgapa, bagaimana, kapan, siapa, dan dimana.
  • Kom tidak akan berhasil jika penerima pesan tdk mampu menerjamahkan kata dan ucapan pengirim pesan.
  • Ucapkan pesan dgn istilah yg dimengerti oleh klien.
  • Denotatif yaitu makna sebenarnya yang digunakan secara bersama oleh individu yg memilki bahasa yg umum.
  • Konotatif yaitu makna kata yg merefleksikan bayangan atau interpretasi makna kata daripada definisi kata itu sendiri.
  • Ketika berkom dgn klien dan keluarga klien , perawat harus hati-hati memilih kata-kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan.
  • Emosi seseorang secara lgs mempengaruhi intonasi suaranya.
  • Perawat hrs menyadari emosinya ketika berinteraksi dgn klien.
  • Perawat sebaiknya tidak berbicara dgn cepat sehingga kata-kata tidak jelas.
  • Perawat perlu menanyakan kepada pendengar apakah ia berbicara terlalu cepat atau terlalu lama.
  • Menurut Dugan, menyatakan bahwa tertawa membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stress, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.
  • Namun perawat perlu berhati-hati jangan menggunakan humor untuk menutupi ketidakmampuannya dlm berkomunikasi dgn klien.
  1. Perbendaraan Kata
  1. Denotatif dan Konotatif
  1. Intonasi
  1. Kecepatan berbicara
  1. Humor

Karateristik Kom Non verbal

  1. Penampilan Fisik
  • Penampilan seseorg meliputi karakter fisik dan cara berpakaian.
  • Pakaian/perhiasan/dandanan merupakan sumber informasi ttg seseorg.( status sosial, budaya, agama dll).
  • Penampilan fisik perawat mempengaruhi persepsi klien thp pelayanan yg diterima, karna klien mempunyai citra bagaimana seharusnya penampilan seorg perawat.
  • Sikap tubuh dan cara berjalan menggambarkan konsep diri, mood, dan kesehatan.
  • Perawat dpt mengumpulkan informasi yg bermanfaat dgn mengamati sikap tubuh dan cara berjalan klien.
  • Wajah merupakan bagian tubuh yang paling ekspresif.
  • Klien dpt mengenali ekspresi wajah perawat, untuk itu perawat harus belajar mengontrol perasaan, seperti marah, sedih dll.
  • Mempertahankan kontak mata selama pembicaraan dipersepsikan sebagai org yang dapat dipercaya.
  • Sentuhan merupakan bagian yg penting dalam hub perawat-klien, namun harus memperhatikan norma sosial .
  • Perlu diperhatikan apakah penggunaan sentuhan dapat dimengerti dan diterima oleh klien.
  • Ketika memberikan askep, perawat menyentuh klien ( Ex : mandi, TTV, dll).
  1. Sikap tubuh dan Cara Berjalan
  1. Ekspresi Wajah
  1. Sentuhan

Tingkatan Komunikasi

  1. Komunikasi Intrapersonal
  • Yaitu komunikasi yang terajdi di dalam individu, yg merupakan model bicara seorg diri atau dialog internal yg terjadi secara konstan dan tanpa disadari .
  • EX : Saat perawat bekerja di ruang rawat ia melihat sorg klien dan berfikir ”Dia kelihatan sangat tidak nyaman. Saya akan memberikan posisi yang nyaman untuknya.
  •    komunikasi yang terjadi di antara dua org atau dalam kelompok kecil.
  •    komunikasi ini sering dipakai dalam kegiatan sehari-hari.
  •    Kom interpersonal adalah inti dari praktik kep, dan perawat dapat membantu klien dgn berkomunikasi dalam tingkat interpersonal yg bermakna.
  •    Komunikasi yang terjadi dlm sekumpulan org dalam jumlah yg besar.
  •    Ex : memberikan kuliah dlm ruangan yg dipenuhi dgn pelajar/mhs.
  1. Komunikasi Interpersonal
  1. Komunikasi Publik

Perkembangan Komunikasi

  1. Bayi : mengungkapkan kebutuhan dgn t.l dan bersuara yang dapat diinterpretasikan oleh org sekitarnya EX: menangis.
  2. Toddler dan Pra sekolah
  •    Memberitahu apa yang terjadi pada dirinya.
  •    Memberi kesempatan pada mereka untk menyentuh alat pemeriksa yg akan digunakan.
  •    Bicara lambat
  •    Hindari sikap mendesak utk dijawab EX : jawab dong.
  •    Hindari konfrontasi lgs
  •    Salaman pada anak ( kurangi rasa cemas)
  •    Bergambar atau bercerita.
  •    Gunakan kata sederhana yg spesifik
  •    Jelaskan sesuatu yg membuat ketidakjelasan pada anak
  •    Jelaskan arti fungsi  dan prosedur tindakan
  •    Jangan menyakiti atau mengancam
  •    Berdiskusi atau curah pendapat sama teman sebaya.
  •    Hindari bbrp pertanyaan yg dpt menimbulkan rasa malu.
  •    Jaga kerahasiaan dalam komunikasi ( masa transisi dlm bersikap dewasa ).
  •     Menjaga agar tingkat kebisingan minimum
  •     Menjadi pendengar yang setia.
  •     Sediakan waktu untuk ngobrol
  •    Yakinkan kacamata bersih dan pas
  •    Jangan berbicara dgn keras atau berteriak.
  •    Bicara lgs dgn telinga yg dapat mendengar lebih baik, berdiri di depan klien.
  •    Pertahankan kalimat yang pendek dan sederhana.
  •    Beri kesempatan pada klien untuk mengenang.
  •    Berbicara pada tingkat pemahaman klien.
  1. Usia sekolah
  1. Usia remaja
  1. Orang Tua

Anda suka dengan artikel Konsep Komunikasi ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Komunikasi Terapeutik. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Konsep Komunikasi" :

Ditulis dalam Kategori Komunikasi.