BY: ASRUL SANI, S.ST
PENGERTIAN
Ø  Merupakan latihan pergerakan atau usaha dlm memberikan latihan pada pasien secara fisik maupun psikologis atau penyegaran yang dilakukan secara rutin untuk dapat membantu memperkuat & memelihara kesiagaan / kesegaran otot
Ø  Memberi rasa nyaman
Ø  Mencegah komplikasi ;spasme otot, atrofi otot , kontraktur dll
Ø  Mempertahankan keseimbangan
TUJUAN
Ø  Menstimulasi sirkulasi
Ø  Memberi kesehatan fisik
Ø  Pemulihan kesehatan pada seseorang pasien yang menderita kelainan fisik
KONTRA INDIKASI
Ø  Klien yang bedrest total oleh penyakitathypoid
Ø  Post operasi hari 3-4 apost operasi skin graft
Ø  Klien yang terlalu lemah
FAKTOR YG MEMPENGARUHI MOBILITAS
Ø  Tidak adanya motivasi/spirit adepresi, apatis, kelainan psikiatrik
Ø  Tidak adanya kekuatan
Ø  Adanya kelainan susunan tulang yg di bawah sejak lahir atau didapat
Ø  Keterbatasan gerak akibat sesuatu hal akontraktur
Ø  Larangan/pantangan sesuai dengan program terapi
MASALAH IMOBILISASI
Ø  Atrofi
Ø  Stiffnes
Ø  Gangguan sistem ; nafas, cardio, eliminasi dll
JENIS-JENIS  LATIHAN
Ø  Pasif aaktifitas dilakukan oleh perawat dan pasien sebagai resipient
Ø  Aktif apasien melakukan latihan semaksimal mungkin dan perawat membantu untuk menyempurnakan
MASALAH IMOBILISASI
Ø  Latihan pasif dilakukan pada :
o   Pasien semikoma & tdk sadar
o   Pasien usila dgn mobilitas terbatas
o   Pasien bedrest total
o   Pasien dengan paralisis ekstremitas total dll
Ø  Latihan aktif dilakukan pada :
o   Pasien dengan paralisis ekstremitas sebagian
o   Tirah baring (tanpa kontra indikasi)
LATIHAN GERAKAN YANG DIBERIKAN
Ø  Fleksi
Ø  Ekstensi
Ø  Abduksi
Ø  Rotasi
Ø  pronasi
Ø  Supinasi
Ø  Inversi
Ø  Eversi
Ø  Sirkumduksi
PRINSIP DASAR LATIHAN
Ø  Uji/periksa pergerakan untuk menentukan pergerakan daerah sendi
Ø  Pergerakan sendi dipengaruhi oleh keadaan kondisi fisik, faktor penyakit dll
Ø  Setiap sendi mempunyai suatu lingkup pergerakan yang normal
Ø  Kekakuan akan mengakibatkan suatu keadaan ketidakmampuan yang menetap. Hal ini sering terjadi pada kondisi neuromuskuler (hemiplegia).
PRINSIP DASAR LATIHAN
Ø  Latihan ROM direncanakan dengan individu, lingkup pergerakan bervariasi sesuai dengan perbedaan tubuh dan kemampuan serta golongan umur
Ø  Latihan ROM dapat dilakukan kapan saja, di mana keadaan fisik tidak aktif
Ø  Latihan disesuaikan dengan keadaan klinik klien
PENGKAJIAN SEBELUM LATIHAN
a)    Kemampuan beraktifitas & mobilitas pd setiap individu berbeda sesuai dengan kebiasaan hidup dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari
Ø  Empat hal utama yg perlu diketahui dlm mengkaji aktifitas al :
o   Faktor yg mempengaruhi mobilitas & aktifitas
o   Gerakan persendian
o   Postur tubuh
o   Toleransi terhadap aktifitas
b)    Pengkajian toleransi aktifitas adalah hal yang sangat penting pd perencanaan latihan. Olehnya itu harus dikaji antara lain :
o   Status kardiovaskuler & pernafasan
o   Gangguan fisikakadar Hb, cairan dan elektrolit
o   Tanda vital saat istirahat atau sebelum latihan
o   Kenyamanan anyeri
o   Usia dan jenis kelamin
o   Berat badan
o   Terakhir makan atau minum a sedatif dll
o   Status emosional dan motivasi
o   Tingkat aktifitas sebelum sakit
c)    Untuk mengetahui toleransi klien terhadap aktifitas ada 10 respon yang perlu dikaji :
o   Denyut jantung apikal, radial
o   Ritme jantung (nadi radial)
o   Tekanan darah (BP)
o   Pernafasan (kecepatan,kedalaman,ritme)
o   Warna kulit
o   Suhu & kelembaban kulit
o   Kecepatan aktifitas
o   Status emosional

Anda suka dengan artikel LATIHAN MOBILISASI ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang LEGALITAS PRAKTEK KEPERAWATAN. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "LATIHAN MOBILISASI" :

Ditulis dalam Kategori Materi Kuliah.