J  Berupa sel  tunggal
J  Ukuran                        : 1 – 5 mikron lebarnya, 5-30 mikron panjangnya
J  Bentuk             : bulat, oval & memanjang
J  Berupa filament (hifa) atau bersel banyak
J  Lebar               : 5-10 mikron
J  Bila tumbuh membentuk miselium
J  Bentuk             : aseptat, septet dengan sel-sel uninukleat, & septet dengan multinukleat.
J  Keduanya terdiri atas dinding sel & inti.
Reproduksi Jamur
J  Aseksual         : pembelahan, penguncupan, & pembentukan spora
J  Seksual           : peleburan materi genetic dengan konyugasi
Spora Aseksual
J  Konidiospora atau Konidia      : mikrokonidium & makrokonidium
J  Sporangiospora                      : terbentuk dlm sporangium
J  Oidium atau Artrospora          : terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa
J  Klamidospora  : terbentuk dari sel-sel hifa somatic. Dinding tebal
J  Blastospora     : tunas dari sel ragi
Spora Seksual
J  Askopsora      : terbentuk dalam pundit atau kantung (askus) yg jumlahnya 8 setiap askus.
J  Basidospora    : terbentuk di atas basidium ( struktur berbentuk gada)
J  Zigospora        : spora besar & ddg tebal, terbentuk pada ujung dua hifa yang serasi
J  Oospora          : terbentuk dlm ooginium (struktur betina)
Penyakit Yang Disebabkan Jamur
J  Disebut mikosis
J  Mikosis           : superficial & sistemik
J  Penyebab        : Trichophyton, Mycrosporum, & Epidermophyton
J  Sistemik          : Menyerang alat-alat dalam seperti jarringan subcutan, paru-paru, ginjal, jantung, mucosa mulut, usus & vagina
Superficial
Tinia Capitis
ü  Infeksi jamur yg menyerang corneum kulit kepala & rambut kepala
ü  Penyebab        : Mycrosporum audouinii, Mycrosporum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton sulfureum
ü  Gejala              : rambut kusam, mudah patah & tinggal potongan rambut pendek pada daerah botak. Kulit kepala adematous & bernanah
ü  Bahan pemeriksaan   : rambut & kerokan kulit lesi
Tinia Favosa
J  Infekti pada kulit kepala, kulit badan yg tidak berambut, & kuku
J  Penyebab        : Trichophyton sonoenleinii
J  Gejala              : awal berupa bintik2 putih, kemudian membesar, membentuk kerak yg berwarna kuning kotor bila diangkat meninggalkan luka basah atau berdarah. Menyebabkan botak menetap
Tinia Barba
ü  Infeksi yang menyerang daerah yang berjanggut & kulit leher
ü  Gejala              : menimbulkan lesi bernanah yang kronis. Rambut menjadi rapuh & mudah dicabut
ü  Penyebab        : Trichophyton mentagrophytes, T. rubrum, T. violaceum, & M. canis
Dermatophytosis (Tinea pedis)
J  Infeksi kronis yg mengenai kulit terutama di sela2 jari kaki
J  Gejala              : kulit mengelupas & pecah2. sering disertai infeksi bakteri
J  Penyebab        : T. Rubrum, T. Mentagrophytes, T. violaceum, T. tonsurans, Epidermatophyton floccosum, Candica albicans.
Tinea cruris
ü  Mengenai paha bagian atas sebelah dalam. Pada kasus berat dapat mengenai daerah scrotum, perineum, peruk & ketiak
ü  Gejala              : gatal, leis melebar & terdapat kerak, disekitar merah
ü  Penyebab        : E. floccosum, Trichophyton sp.
Tinea versicolor (Panu)
J  Mengenai kulit dada, bahu, punggung, axilla, leher, perut bagian atas.
J  Gejala              : macula (bercak) putih kekuning-kuningan, gatal
J  Penyebab        : Malassezia furfur
Tinea circinata (Tinea corporis)
ü  Infeksi menyerupai bulat-bulat (cincin) dimana terjadi jaringan granulamatous, pengelupasan lesi kulit disertai rasa gatal
ü  Gejala              : berupa papula kemerahan yg melebar ke arah luar sedang bagian tengah membaik, pinggirnya agak menonjol & berwarna merah.
ü  Penyebab        : Mycrosporum sp, trichophyton sp
Otomycosis (Myringomycosis)
J  Menyerang lubang telinga & kulit disekitarnya
J  Gejala              : rasa gatal & sakit pada tempat infeksi. Bila ada infeksi bakteri bernanah & rasa sakitnya bertambah
J  Penyebab        : E. Floccosum, Trichophyton sp.
Mikosis Sistemik
Nocardiosis
ü  Menyerang jaringan subcutan dimana terjadi pembengkakan & terjadi lubang-lubang yg mengeluarkan nanah & jamur berupa granula
ü  Penyebab        : Nocardia asteroides
ü  Bila jamur masuk ke dalam darah dapat menyerang paru-paru & otak
Candidiasis
J  Menyerang jaringan yang lebih dalam
J  Penyebab : Candida albicans sering terdapat pada mukosa mulut, pharynx, tractusintestinalis orang sehat (flora normal)
J  Mengenai kulit, kuku tau organ ginjal, jantung & paru-paru
Actinomycosis
ü  Ditandai adanya jaringan granulomatous, bernanah disertai abses & fistula
ü  Penyebab                    : Actinomyces bovis
ü  Tipe Cervicofacial       : jamur masuk melalui selaput lender mulut atau pharynx & mengenai tulang tengkorak atau terjadi fistula menembus kulit
ü  Tipe Abdominal           : jamur masuk melalui appendix atau caecum & menimbulkan radang pd quadrat kanan bawah abdomen diikuti terjadinya sinus-sinus. Selanjutnya mengenai hati, limpa, & paru-paru
ü  Tipe Pulmonal             : jamur masuk melalui udara. Grjala : batuk, banyak sputum, hemophysis, demam, sesak napas & kerinta malam
Maduromycosis (Madura Foot)
J  Mikosis pada kaki & meluas ke jaringan lunak & tulang kaki
J  Penyebab        :Allescheria boydii, Cephalosporium faiciforme, Madurella mycetomi, M. grisea.
J  Gejala              : lesi pada tapak kaki bagian belakang, terjadi massa granulomatous & abses bernanah. Kaki bengka 2-3 kali dari asalnya.
Coccidiodomycosis
ü  Mengenai paru-paru
ü  Penyebab        : Coccidioides immitis
ü  Sumber           : sapi, biri-bir, & anjing
ü  Gejala              : mirip pneumonia berupa batuk, dgn atau tanpa sputum, yang biasanya disertai pleuritis
Sporotrichosis
J  Bersifat granulomatous menimbulkan benjolan gumma, ulcus, & abses yg mengenai kulit & kelenjar limpa
J  Penyebab        : Sporotrichum schencki
J  Gejala              : berupa tonjolan (nodul) di bawah kulit, membesar, merah, meradang, & terbentuk ulkus. Nodula yg sama terjadi sepanjang pembuluh lympha.
Balstomycosis
ü  Menyerang kulit, paru-paru, tulang & syaraf.
ü  Penyebab        : Blastomyces dermatitidis & B. Brasieliensis
ü  Gejala              : Kulitpapula yg berkembang menjadi ulkus dgn jar granulasi pada alasnya. Kulit yang diserang muka, leher, lengan, & kaki. Bila menyerang paru-paru, tulang, sistem syaraf gejala mirip Tb.

Anda suka dengan artikel MORFOLOGI JAMUR ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang MIKROBIOLOGI. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "MORFOLOGI JAMUR" :

Ditulis dalam Kategori Materi Kuliah. ciri morfologi jamur 2010,