Postur dan gerakan di kendalikan oleh ssp. Postur dan gerakan dihasilkan mellaui kerja sama antara system skelet dan system otot.
1.   Sistem Skelet
Sistem skelet terdiri dari kurang lebih 200 tulang bentuk rangka
Ø  Fungsi Umum Tulang
1.    Formasi kerangkan tubuh, struktur tubuh
2.    Tempat melekat otot
3.    Formasi sendi, menghasilkan macam-macam gerakan
4.    Penyokong berat badan
5.    Proteksi, meloindungi alat tubuh yang vital
6.    Haemopoiesis, susm-sum tulang merupakan tempat pembentukan sel-sel darah merah (u/ s. tl. Merah)
7.    Fungsi imunologi , limposit –B dan makrofag dibentuk dalam system retikuloendo                        (sum-sum tulang untuk pembentukan antibody, kekebalan dan fagositotik
8.    Pentimpanan kalsium, tulang mengandung 95% kalsium dan fosfor sebagai kalsium posfat
Ø  Macam-macan Tulang
1.    Berdasarkan bentuknya
a.    Tulang pipa
·         Bentuk pipa, bulat, memanjang, berlubang bagian tengah
·         Di dalamnya berisi sumsum tulang merah untuk pembentuk sel darah merah. Contoh : tulang lengan, tulang paha, tulang ruas-ruas jari
b.    Tulang pipih
·         Berbentuk pipih, di dalamnya ada sumsum merah (untuk pembuatan sel darah merah dan sel darah putih)
·         Contoh : tulang dada, tulang rusuk, tulang dahi, tulang belikat
c.    Tulang pendek
·         Pendek, bulat (ruas tulang) di dalamnya ada sumsum merah
·         Contoh : tulang pergelangan kaki dan tangan, tulang telapak kaki dan tangan.
d.    Tulang tidak beraturan
·         Contohnya : tulang punggung, tulang rahang
2.    Berdasarkan penyusunannya
a.    Tulang keras
-          Dibentuk oleh sel pembentuk tulang osteoblas
-          Osteoblas menghasilkan matriks osteosit
-          Osteosit mengandung kolegen dan protein osteonektin
-          Matriks osteosit mendapat mineral dari darah berupa  dan  sehingga tulang menjadi keras
-          Selain osteoblas juga terdapat sel osteoklas yang bersifat mengikis tulang, dan melubangi tulang yang akan dimasuki oleh kepiler darah dan osteoblas baru. Pada masa kanak-kanak kandungan zat perekat lebih banyak dari pada orang dewasa, itulah sebabnya bila tulangnya patahlekas pulih. Orang dewasa kadar kapurnya tinggi.
b.    Tulang rawan
-          Tersusun dari sel-sel rawan (kondrosit) yang menghasilkan matriks kondrin
-          Ruang antar sel berisi banyak zat perekat osi tulang rawan lentur
-          Ada 3 tipe tulang rawan.
1)    Tulang rawan hialin
-          Paling banyak pada manusia, matriksnya transparan
-          Penyusun rangka embrio yang kelak menjadi tulang keras
-          Pada orang dewasa, hidung, laring, trakea, bronki
2)    Tulang rawan serat:          Matriksnya berisi serabut kolagen maka bersifat kuat dan kaku
3)    Tulang rawan elastic
-          Mengandung serabut elastic
-          Terdapat pada daun telinga dan epiglotis
Pertumbuhan dan Perbaikan Tulang
ü  Esteoblas dan esteoklas berfungsi aktif dalam masa pertumbuhan
ü  Esteoblas menghasilkan tulang sedangkan esteoklas membuang tulang untuk memoertahankan bentuk dan proforsi tulang. Contohnya : esteoblas mendeposisi tulang pada permukaan tulang selinder, sementara esteoklas mengabsorpsi tulang pada permukaan dalammnya untuk memperbesar rongga sumsum dan mencegah tulang menjadi terlalu besar
ü  Suplai Ca dan P dalam jumlah besar sangat penting untuk ibu hamil dan menyusui untuk pertumbuhan anak, dan dalam proses perbaikan (penyembuhan) tulang setelah suatu trauma atau penyakit. Ca terkandung dalam susu, telur, sayur hijau. P terkandung dalam daging ikan dan telur. Vitamin D diperlukan agar Ca dan P dapat diabsorpsi usus, vitamin D terkandung dalam lemak hewan, minyak ikan dan mentega. Avitaminosis D timbul rickets pada anak-anak osteomalasia pada orang dewasa yaitu kelainan tulang jadi lunak dan bengkok. Vitamin C penting untuk pertumbuhan tulang, berperan untuk penyimpanan kolagen unsure utama jaringan penyambung sumber vitamin C : buah-buahan segar, jeruk, sayuran-sayuran hijau, tomat, kentang. Pertumbuhan dan perkembangan tulang dipengaruhi juga oleh :
-          Latihan fisik : meningkatkan suplai darah ke tulang dan otot yang membawa zat pembangun meningkatkan peertumbuhan. Tarikan otot menentukan postur mempengaruhi bentuk tulang
-          Istirahat berperan aktif dan penting. Tukang anak relative elastis sehingga setelah seharian berdiri dan berlari, saat istirahat tulang akan kembali kepanjang semula, tidur siang hari dan malam hari mempengaruhi pertumbuhan
Jenis Jaringan Tulang
Ada 2 jenis tulang yaitu : kompaktar dan spongiosa.
ü  Tulang kompakta secara makroskopis terlihat padat tapi secara mikroskopis terlihat padat tapi secra mikroskopis sebenarnya terdiri dari system havers
-          Sebuah kanal sentral (kanal harvers) yang mengandung pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe
-          Lempengan tulang (lamela) yang mengelilingi kanal sentral
-          Ruang anatara lamela (lakuna) yang mengandung sel-sel tulang (esteosit) dan saluran limfe
-          Saluran-saluran kecil (kanalikuli) yang menghubungkan lakuna dank anal sentral, saluran ini mengandung pembbuluh limfe yang membawa nutrient dan oksigen ke osteosit.
ü  Tulang spongiosa, keras seperti tulang tetapi secara makrokopis terlihat berlubang-lubang (spongi). Secara mikroskopis kanal havers spongiosa terlihat jauh lebih besar dan mengandung lebih sedikit lamella
Tipe Tulang
Ada 3 tipe tulang : tulang panjang, tulang pipih, tulang regular
Ø  Tulang panjang, terdiri dari shaft (bagian tengah yang panjang) dan ekstremitas (bagian ujung)
ü  Shaft suatu lapisan luar berupa tulang kompakta yang mengelilingi rongga tengah (kanal medulla) yang mengandung sumsum kuning (seperti sumsum merah terdiri dari lemak dan pembuluh darah)
ü  Eksterimitas adalah massa tulang spongiosa yang mengandung sumsum merah dan dibungkus selapis tipis tulang kompakta. Tulang panjang dibagian luar ditutupi selapis jaringan fibrosa yang disebut periosteum.
ü  Periosteum memberi nutrisi tulang di bawahnya lewat pembuluh darah. Periosteum berperan untuk pertumbuhan melebar (ketebalan) melalui kerja osteoblas dan berfungsi proaktif dan tempat pelekatan tendon. Perlosteum tidak ada pada sendi untuk itu digantikan oleh tulang rawan hialin (tulang rawan sendi) membentuk permukaan licin sehingga gerakan sendi tanpa friksi.
Perkembangan Tulang Panjang
Perkembangan dari 3 pusat osifikasi, satu pada shaft dan satu atau lebih pada ekstremitas pusat ofikasi pada shaft disebut diafisis. Pusat osifikasi pada ekstremitas disebut epifisis dan mulai terbentuk setelah lahir.
Dari pusat ini osifikasi secara bertahap meluas keseluruh ekstremitas dan akan lengkap peda usia 12 tahun, meskipun masih tersisa segaris tulang rawan antara shaft dan ekstremitas (gb. 9.3) garis tulang rawan antara epifisis dan diafisis disebut rawan epifisis, dan dari tulang rawan ini terjadi pertumbuhan panjang. Yang bertambah panjang adalah shaft dan tulang baru selalu diproduksi pada ujung-ujung shaft oleh tulang rawan epefisis bila pertumbuhan penuh telah tercapai (usia 18 dan 25 tahun) garis tulang rawan diganti oleh tulang dan pertumbuhan terhenti.
Ø  Tulang Pipih terdiri dari dua lapisan tebal tulang kompakta yang dihubungkan oleh suatu lapisan tulang spongiosa. Tulang ini dilapisi juga oleh periosteum yang dilewati 2 kelompok pembuluh darah untuk mensuplai tulang kompaktadan tulang spongiosa. Tulang pipih terdapat di kepala, batang tubuh (trunk)gelang bahu dan gelang panggul. Tulang-tulnag itu melindungi organ-organ lunak di bawahnya dan tempat pelekatan otot-otot kuat diperlukan mengendalikan gerahan sendi bahu dan panggul. Lapisan tulang kompakta pada tulang pipih tengkorak disebut tabula eksterna dan tabula interna yang tebal dan kuat sehingga tidak mudah patah.
Ø  Tulang tidak beraturan terdiri dari suatu massa tulang spongiosa yang dibungkus oleh selapis tipis tulang kompakta. Tulang ini diselubungiperiosteum memberi 2 kel. Pembuluh darah untuk mensuplai tulang kompakta dan tulang spongiosa tulang tidak beraturan ditemukan pada kolumna spinalis telinga tengah dan pergelangan tangan dan kaki
1 Tl. Dahi
2 Tl. Ubun-ubun
1 Tl. Kepala belakang
Bg. Kepala
2 Tl. Baji
2 Tl. Pelipis
2 Tl. Tapis
Tengkorak                                                                              
                                                                        2 Tl. Rahang atas
                                                                        2 Tl. Rahang bawah
                                                                        2 Tl. Pipi
                                                                        2 Tl. Langit-langit
                                                Bg. Muka
                                                                        2 Tl. Hidung
                                                                        2 Tl. Air mata
                                                                        1 Tl. Lidah
                                                                       
                                                                        7 ruas tl. Leher
                                                                        12 ruas tl. Punggung
                                    Ruas tl. Belakang       5 ruas tl. Kelangkung
                                    Tl. Dada                      4 ruas tl. Ekor
RANGKA                                           Badan                                                              5 ruas tl. Pinggang
                                                                        7 psg tl. Rusuk sejati 
                                                                                                Tl. Rusuk                    3 psg tl. Rusuk palsu
                                                                        2 psg tl. Rusuk melayang
                                    Tl. Gelang bahu          2 tl. Belikat
                                                                        2 tl. Selangkah
                                                                        2 tl. Usus
                                    Tl. Panggul                  2 tl. Duduk
                                                                        2 tl. Kemaluan
                                                                        2 tl. Lengan atas
                                                                        2 tl. Hasta
                                                                        2 tl. Pengumpil
                                    Tl. Lengan
                                                                        2 x 8 tl. Pergel. Tangan
                                                                        2 x 5 tl. Telapak tangan
                                                                        2 x 14 ruas tl. Jr. Tangan
                                                                        (tiap jr 3 ruas kec. Ibu jari)
Tulang Anggota                                                           2 tl. Paha
                                                                        2 tl. Tempurung otot
                                                                        2 tl. Kering
                                    Tl. Tingkai
                                                                        2 tl. Betis
                                                                        2 x 7 tl. Perg. Kaki
                                                                        2 x 5 tl. Telapak kaki
                                                                        2 x 14 ruas tl. Jari kaki
                                                                        (tiap jr 7 ruas kec. Ibu jari
                                                                          2 ruas)

Anda suka dengan artikel Moskuloskeletal ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang BIOLOGI SEL. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Moskuloskeletal" :

Ditulis dalam Kategori Biologi.