BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kelangsungan hidup manusia dapat terlaksana dengan memenuhi kebutuhan dasar manusia itu sendiri antara lain dengan memenuhi asupan nutrisinya. Tubuh manusia memiliki kebutuhan esensial terhadap nutrisi, walaupun tubuh dapat bertahan tanpa makanan lebih lama daripada tanpa cairan. Tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. Metabolisme merupakan semua proses biokimia pada sel tubuh. Proses metabolisme dapat berupa anabolisme (membangun) dan katabolisme (pemecahan).
Proses metabolik tubuh mengontrol pencernaan, menyimpan zat makanan, dan mengeluarkan produk sampah. Mencerna dan menyimpan zat makanan adalah hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Karbohidrat, lemak, dan protein disebut energi nutrisi karna merupakan sumber energi dari makanan.
1.    Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama. Hampir 80% energi dihasilkan dari karbohidrat. Setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal. Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Glikogen adalah sintesis dari glukosa, pemecahan energi selama masa istirahat atau puasa.
Berdasarkan susunan kimianya karbohidrat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida. Fungsi karbohidrat antara lain:
·         Sumber energi utama bagi otak dan saraf
·         Membuat cadangan tenaga tubuh
·         Pengaturan metabolisme lemak
·         Untuk efisiensi penggunaan protein
·         Memberikan rasa kenyang 
2.    Protein
Protein berfungsi sebagai pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti jaringan tubuh. Setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino. Asam amino disimpan dalam jaringan dalam bentuk hormon dan enzim.


3.    Lemak
Lemak atau lipid merupakan sumber energi paling besar. Berdasarkan ikatan kimianya lemak dibedakan menjadi:
·         Lemak murni yaitu lemak yang terdiri atas asam lemak dan gliserol
·         Zat-zat yang mengandung lemak misalnya fosfolipid yaitu ikatan lemak dengan garam fosfor, glikolipid yaitu ikatan lemak dengan glikogen.
Fungsi lemak yaitu:
·         Memberikan kalori, dimana setiap 1 gram lemak menhasilkan kalori sebanyak 9 kkal.
·         Melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh dinding usus
·         Memberikan asan-asam lemak esensial
Sedangkan vitamin, mineral, dan air merupakan substansi penting untuk membangun, mempertahankan, dan mengatur metabolisme jaringan tubuh.
Namun dalam proses yang dialami, kebutuhan dasar manusia seorang individu terkadang tidak terpenuhi, terpenuhi sebagian atau terpenuhi seluruhnya. Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake makanan dan metabolisme tubuh serta factor-faktor yang mempengaruhinya.
Secara umum factor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah factor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme basal, factor patofisiologi seperti adanya penyakit tertentu yang mengganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhan nutrisi, factor sosioekonomi seperti adanya kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Terganggunya system pencernaan menyebabkan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya menggunakan alat bantu. Pada bab berikutnya akan dibahas tentang pemasangan slang nasogastrik (NGT).





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Pemberian nutrisi melalui pipa penduga atau lambung merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga.
B.    Tujuan
Adapun tujuan kita dalam pemberian nutrisi melalui pipa penduga antara lain:
·         Dekompressi yaitu membuang dan substansi gas dari saluran gastrointestinal, mencegah atau menghilangkan distensi abdomen.
·         Memberi makan yaitu memasukkan suplemen nutrisi cair atau makanan kedalam lambung untuk klien yang tidak dapat menelan cairan.
·         Kompressi yaitu memberi tekanan internal dengan cara mengembangkan balon untuk mencegah perdarahan internal pada esofagus.
·         Bilas lambung yaitu irigasi lambung akibat pendarahan aktif, keracunan, atau dilatasi lambung.
C.   Persiapan alat
Alat yang perlu dipersiapkan dalam pemberian nutrisi melalui pipa penduga antara lain:
Baki yang dilapisi pengalas berisi:
1.    Bak instrumen steril:
ü  Sepasang sarung tangan atau handcoen
ü  NGT / magslang / sonde lambung
ü  Sudip lidah / spatel
ü  Kasa pada tempatnya
ü  Corong / tabung semprot 50-100 cc
ü  Kapas alkohol
2.    Non steril:
ü  Jeli
ü  Senter
ü  Plester
ü  Stetoskop
ü  Handuk kecil / serbet / pengalas
ü  Tisu / selstop
ü  Bengkok
ü  Makanan cair pasien
ü  Gelas berisi air minum
ü  Gunting
ü  Air bersih di dalam baskom kecil
ü  Peniti
ü  Spuit 20 cc
D.   Persiapan pasien
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan sehingga pasien mengerti apa yang harus dilakukannya.
E.    Persiapan lingkungan
Persiapan lingkungan dapat ditempuh antara lain dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang.
F.    Prosedur pelaksanaan
ü  Beri salam / sapa pasien
ü  Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
ü  Perawat cuci tangan
ü  Pasang sampiran
ü  Dekatkan alat kepasien
ü  Baca basmalah sebelum melakukan tindakan
ü  Bentu pasien pada posisi nyaman (bila memungkinkan pada posisi semi fowler / fowler)
ü  Pasang handuk di atas dada pasien sampai ke pinggir tempat tidur dan letakkan tisu di dekat bantal pasien
ü  Untuk menentukan insersi NGT, minta klien untuk rileks dan bernafas normal. Kemudian cek udara yang melalui lubang hidung, caranya: pijit salah satu kuping hidung dan rasakan aliran udara pada lubang hidung yang bebas dan begitu pula sebaliknya
ü  Pasang sarung tangan
ü  Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan menggunakan:
§  Ukur jarak dari puncak lubang hidung ke daun telinga bawah dan ke prosesus xyfoideus di sternum
§  Ukur selang dari puncak dahi ke epigastrium
§  Ukur selang dari daun telinga bawah kepuncak lubang hidung dan ke prosesus xyfoideus di sternum

ü  Beri tanda pada panjang selang yang sudah di ukur
ü  Olesi jeli pada NGT sepanjang 10-20 cm
ü  Atur posisi klien dengan kepala ekstensi, dan masukkan selang melalui lubang hidung yang telah ditentukan
ü  Masukkan slang sepanjang rongga hidung. Jika terasa agak tertahan, putarlah slang dan jangan dipaksakan untuk dimasukkan
ü  Lanjutkan memasang slang sampai melewati nasofaring (3-4 cm) anjurkan pasien untuk menekuk leher dan menelan
ü  Dorong pasien untuk menelan dengan memberikan sedikit air minum (jika perlu). Tekankan pentingnya bernafas lewat mulut
ü  Jangan memaksakan slang untuk masuk. Jika ada hambatan atau pasien tersedak, sianosis, hentikan mendorong selang. Periksa posisi slang di belakang tenggorok dengan menggunakan sudip lidah dan senter
ü  Jika telah selesai memasang NGT sampai ujung yang telah ditentukan, anjurkan pasien untuk rileks dan bernafas normal
ü  Periksa letak slang dengan cara:
§  Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma stetoskop pada perut di kuadran kiri atas pasien (lambung) kemudian suntikkan 10-20 cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen
§  Dengan menggunakan spuit, mengaspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung
§  Memasukkan ujung bagian luar slang NGT ke dalam waskom yang berisi air. Jika terdapat gelembung udara, slang masuk ke paru-paru, jika tidak slang masuk ke dalam lambung
ü  Oleskan alkohol pada ujung hidung pasien dan biarkan sampai kering
ü  Yakinkan slang tidak tersumbat dengan cara:
§   Masukkan makanan dengan aliran perlahan (perhatikan: aliran air dan jarak corong  30 cm dan lihat reaksi pasien terhadap rasa tidak nyaman)
§  Setelah makan masukkan 15-30 ml air putih (bila ada obat dalam bentuk tablet haluskan dahulu)
ü  Fiksasi slang dengan plester  10 cm dan silangkan plester pada slang yang keluar dari hidung
ü  Klem dan tutup ujung slang dengan kassa dan plester / karet gelang
ü  Penitikan slang kebaju pasien. Biarkan pasien pada posisi semifowler / fowler selama  15-30 menit
ü  Evaluasi klien setelah terpasang NGT
ü  Baca hamdalah setelah melakukan tindakan
ü  Rapikan alat
ü  Perawat cuci tangan
ü  Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan
G.   Indikasi
Adapun indikasi pada pemasangan NGT antara lain:
ü  Fraktur rahang
ü  Kesadaran menurun
ü  Gangguan menelan
ü  Muntah terus-menerus
H.   Kontra indikasi
Adapun kontra indikasi pada pemasangan NGT antara lain:
ü  Rahang amandel
ü  Gangguan pada saluran pencernaan yang dapat menghambat pemasangan selang sehinggan menimbulkan komplikasi
I.      Hal-hal yang perlu diperhatikan
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pamasangan NGT antara lain:
ü  Mempartahankan kenyamanan klien
ü  Mengkaji adanya inflamasi dan ekskoriasi pada lubang hidung dan mukosa
ü  Mengganti plester yang digunakan untuk menempelkan slang setiap hari untuk mengurangi iritasi
ü  Melakukan perawatan mulut untuk meminimalkan dehidrasi
ü  Mengubah posisi klien secara teratur yang membantu penutupan saluran sekresi lambung dan mempercepat pengosongan isi lambung untuk menghindari distensi
ü  Mendokumentasikan prosedur



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pemenuhan nutrisi merupakan hal penting dalam kelangsungan hidup manusia karna tubuh memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, fungsi enzim, pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dan tubuhnya. Nutrisi itu meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Dimana protein secara khusus penting untuk melawan infeksi karna protein berfungsi sebagai antibody.
Namun dalam memenuhi kebutuhan tersebut manusia seringkali sulit mendapatkan nutrisi yang adekuat karna kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan, antara lain:
ü  Individu yang menderita luka pada tenggorok mengalami kesulitan untuk menelan
ü  Individu yang mengalami masalah lambung sehingga mual terhadap makanan
Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan pemasangan selang nasogastrik (NGT) yaitu selang plastik yang lentur dan lunak, yang dimasukkan melalui nasofaring kedalam lambung sehingga kebutuhan nutrisi seseorang dapat terpenuhi.
B.    Saran
a.    Sebaiknya konsep yang telah diketahui oleh seorang perawat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya
b.    Untuk menambah wawasan pembaca dapat melihat reverensi yang lain.


DAFTAR PUSTAKA
Tarwoto, Wartonah, Kebutuhan Dasar Manusia, 2006, Jakarta : selemba medika
WHO, Pedoman Perawatan Pasien, 2005, Jakarta : EGC
Alimul H, A. Aziz, Kebutuhan Dasar Manusia, 2006, Jakarta : salemba medika
Potter, Perry, Fundamental Keperawatan, 2005, Jakarta : EGC

Anda suka dengan artikel Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Penduga ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Antropoda Sebagai Penyebab Penyakit. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Penduga" :