BAB I

PEMBAHASAN

PENDAHULUAN

Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar pilosebasea, keadaan ini sering dialami oleh mereka yang berusia remaja dan dewasa muda, dan akan hilang dengan sendirinya pada usia sekitar 20 – 30 tahun. Walaupun demikian ada banyak juga orang setengah baya yang mengalami serangan acne.

Acne biasanya berkaitan dengan tingginya sekresi sebum. Androgen telah diketahui sebagai perangsang sekresi sebum, dan ekstrogen mengurangi produksi sebum. Suatu awitan mendadakn serangan acne yang disertai hirsutisme dan/atau kelainan menstruasi, mungkin menunjukkan adanya gangguan endokrin pada penderita wanita. Acne pada penderita wanita sekitar 20-an, 30-an, dan 40-an, seringkali disebabkan oleh kosmetik dan pelembab yang bahan dasarnya dari minyak dan menimbulkan komedo, faktor-faktor mekanik, seperti mengusap, tekanan friksi dapat juga mencetuskan acne.

DEFINISI

Acne Vulgaris (jerawat) merupakan kelainan folikuler umum yang mengenai folikel polisebasea (folikel rambut) yang rentan dan penting sering ditemukan di daerah muka, leher serta badan bagian atas. Acne ditandai dengan komedo tertutup (whitehead), komedo terbuka (blackhead), papula, pustula, nodul dan kista.

Acne merupakan kelainan kulit yang paling sering ditemukan pada remaja dan dewasa muda di antara 12 – 35 tahun. Laki-laki dan perempuan terkena sama banyaknya, dengan insidensi tertinggi antara usia 14 – 17 tahun untuk anak perempuan serta antara usia 16 – 19 tahun untuk anak laki-laki. Kelainan kulit ini semakin nyata pada pubertas dan usia remaja, dan kenyataan tersebut mungkin terjadi karena kelenjar endokrin tertentu yang mempengaruhi sekresi kelenjar sebasea mencapai aktivitas puncaknya pada usia ini.

ETIOLOGI

Meskipun etiologi yang pasti penyakit ini belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang berkaitan dengan patogenesis penyakit.

  1. Perubahan pola keratinisasi dan folikel. Keratinisasi dalam folikel yang biasanya berlangsung longgar berubah menjadi padat sehingga sukar lepas dari saluran folikel tersebut
  2. Produksi sebum yang meningkat yang menyebabkan peningkatan unsur komedogenik dan inflamatogenik penyebab terjadinya lesi acne
  3. Terbentuknya fraksi asam lemak tebas penyebab terjadi proses  inflamasi folokel dalam sebum dan kekentalan sebum yang penting ada patogenesis penyakit.
  4. Peningkatan jumlah flora folikel yang berperan pada proses kemotaktik inflamasi serta pembentuk enzim lipolitik pengubah traksi lipid sebum
  5. Terjadinya respon hospes berupa pembentukan circulating antibodies yang memperberat ance
  6. Peningkatan kadar hormon androgen, anabolic, kortiskosteroid gonadotropin serta ACTH yang mungkin menjadi faktor penting pad kegiatan kelenjar sebasea
  7. Terjadinya stress yang dapat memicu kegiatan kelenjar sebasea, baik secara langsung atau melalui rangsangan terhadap kelenjar hipofisis
  8. Faktor lain, usia, ras, familial, makanan, cuaca/musim yang secara tidak langsung dapat memacu peningkatan proses patogenesis tersebut.

PATOGENESIS

Selama usia kanak-kanak, kelenjar sebasea berukuran kecil dan pada hakekatnya tidak berfungsi. Kelenjar ini berada dibawah kendali endokrin, khususnya hormon-hormon androgen. Dalam usia pubertas, hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea dan menyebabkan kelenjar tersebut membesar serta mensekresikan suatu minyak alami. Yaitu sebum, yang merembes naik hingga puncak folikel rambut dan mengalir keluar pada permukaan kulit, para remaja berjerawat, stimulasi androgenik akan meningkatkan daya responsive kelenjar sebasea sehingga acne terjadi ketika duktus pilosebasea tersumbat oleh tumpukan sebum. Bahan yang bertumpuk ini akan membentuk komedo.

MANIFESTASI KLINIK

Lesi insial acne berupa komedo. Komedo tertutup (whitehead) merupakan lesi obstruktif yang terbentuk dari lipid atau minyak yang terjepit dan keratin yang menyumbat folikel yang melebar (whitehead) merupakan papula kecil yang berwarna keputihan dengan lubang folikuler yang halus sehingga umumnya tidak terlihat. Komedo yang tertutup ini dapat berkembang menjadi komedo terbuka, dimana isi saluran memiliki hubungan terbuka dengan lingkungan luar.

EVALUASI DIAGNOSTIK

Diagnosis acne dibuat berdasarkan riwayat individual dan pemeriksaan jasmani, bukti lesi yang di tandai oleh acne, serta usia, acne tidak terjadi sebelum pubertas. Adanya komedo yang tipikal (whitehead dan blackhead) bersama kulit yang sangat berminyak merupakan ciri khas. Keadaan berminyak sangat menonjol pada daerah mid fasial, sementara bagian wajah lainnya mungkin tampak kering.

Anda suka dengan artikel Acne Vulgaris ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Alternatif Kebijakan Administrasi Kependudukan. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Acne Vulgaris" :

Ditulis dalam Kategori Tips Sehat.