Pengertian Linguistik

Linguistik telah didefinisikan oleh beberapa ahli bahasa W.N. Francis (1985: 13) mendefinisikan bahwa bahasa adalah sebagai sebuah sistem perubahan dari artikulasi (pengucapan) bunyi yang digunakan oleh sekelompok manusia sebagai sebuah harta kekayaan di dalam urusan kehidupan bermasyarakat mereka. Menurut Finocchioro (1974: 3) bahwa bahasa adalah sebuah sistem perubahan (berubah-ubah), suara yang membolehkan untuk semau manusia menggunakannya dalam memberikan sebuah kebudayaannya, atau orang lain yang telah belajar sistem dari kebudayaan tersebut, untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Menurut Pei dan Gaynor (1954: 119) membagi bahwa bahasa adalah sistem komunikasi dengan bunyi, i, e, sebagai alat dalam berpidato (berbicara) dan mendengar. Diantara manusia tentunya komunitas menggunakan simbol bunyi yang memiliki perubahan makna menurut kebudayaan (adat) masing-masing. Wardhaugh (1972:  3) mendefinisikan bahwa bahasa adalah sebuah sistem dari simbol bunyi (vocal) yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Menurut Grreene (1972: 25), bahasa adalah aturan dari semua kalimat yang possible (tepat); dan tata bahasa (grammar) dari sebuah bahasa adalah aturan-aturan yang membedakan antara kalimat dan bukan kalimat. Chomsky (1957: 13) mendefinisikan bahwa bahasa adalah sebagai aturan (finite or infinite-terbatas atau tidak terbatas) dari kalimat sebagian yang terbatas berada di dalam kalimat yang panjang dan gagasan yang keluar dari aturan kalimat terbatas dari elemen-elemennya.

Akhirnya A. A. Hill (1958: 9) menggambarkan bahwa bahasa adalah sebagai  dasar dan bentuk yang rumit dari simbol aktivitas kehidupan manusia. Simbol tersebut tersusun dari bunyi-bunyian yang diartikan oleh bunyi aparatus (alat), dan disusun ke dalam kelas-kelas tertentu dan suara-suara derai yang tersusun complex serta struktur yang simetris. Kesatuan lainnya bahasa adalah ‘simbol’ yaitu dan ‘punya makna’, tetapi hubungan antara simbol dan sesuatu yang berubah-ubah diakibatkan oleh kontrol sosial. Simbol-simbol dari  bahasa adalah perangsangan pengganti suara-suara serentak dan respon-respon perangsangan. Sehingga penceramah menjadi bebas untuk segera merangsang fisiknya. Kesatuan lain bahasa dan struktur bahasa selalu serumit untuk memberikan pembicaraan tentang kemungkinan  respon pembuatan bahasa menuju sebuah pengalaman.

Menurut Charles F. Hockett (1958: 137-138), bahasa adalah sebuah sistem kebiasaan yang kompleks. Sistem ini diperincikan ke dalam 5 prinsip subsistem :

  1. Sistem gramatical (tata bahasa) : persediaan  morpheme dan rencana kejadian terpikirkan
  2. Sistem phonologi : persediaan phonologi dan rencana kejadian yang terpikirkan
  3. Sistem morphophonemic; kode yang pertalian yang bersama gramatical dan sistem phonologi
  4. Sistem semantic : himpunan variasi morphem, kombinasi (gabungan) dan rencana morpheme dapat ditempatkan dengan sesuatu dan situasi atau beragam sesuatu dan situasi.
  5. Sistem phonetic : cara  yang dimana serangkaian phonemes dapat diubah ke dalam gelombang-gelombang suara dari artikulasi pembicara dan dikode from jaringan pidato (bicara) oleh pendengar. Ada 3 pusat (sumber) sub sistem dan yang terakhir adalah pokok sub-sistem)

Karakteristik Definisi Bahasa

Berdasarkan definisi-definisi bahasa yang telah diberikan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa  bahasa mempunyai karakteristik definisi sebagai berikut: (Hiil, 1958: 3-8).

Pertama, bahasa adalah aturan bunyi karakter ini menyakinkan tidak terlalu dihiraukan sejak adanya komunikasi binatang menyusui dan burung-burung juga sebuah aturan suara dengan kata lain sistem komunikasi dengan beberapa cara yang paling menonjol seperti bahasa adalah sebuah aturan gerak-gerik tubuh bukan suara. Ini mudah dari pada membayangkan bahwa bahasa ini  adalah suatu yang lain daripada bunyi. tapi bukan bahasa manusia diganjarkan walaupun bahasa manual orang tuli diperoleh dalam keadaan tertentu dalam pembicaraan dari suatu komunitas.

Kedua, adanya  hubungan  antara bunyi, atau rangkaian-rangkaian bunyi dari objek dunia yang berubah-ubah, itu harus dikatakan, seorang pengunjung dari Mars tidak akan mungkin bisa memprediksikan bahwa di London ada seekor bunyi “chein” di Madrid dengan bunyi ‘perro’. Perubahan simbol kualitas bahasa tidak jarang beberapa pendapat suatu waktu penolakan didasarkan  bahwa tidak ada suara yang lebih dari dugaan yang berbentuk bahasa asli tapi ada juga yang tak terelakkan bahwa ada juga yang menurut Naluri dan dianggap layak untuk semua manusia walaupun dewasa ini dengan meluasnya perubahan tapi harus ada peniruan yang sistematis dari objek-objek yang  ditiru.

Memang benar bahwa ada beberapa kosa kata tiruan dari sama bahasa, tapi sebaliknya ada bagian yang dibatasi dalam peniruan kosa kata merupakan hal  yang muda untuk meniru suara anjing yang menggonggong, tapi sebaliknya hal ini sulit jika tidak memungkinkan untuk meniru objek tidak bersuara, seperti penyanyi. Walaupun peniruan kata menunjukkan kesamaan  dalam beberapa bahasa tapi jarang ditunjukkan hal-hal yang mutlak.

Memang hal yang diterima bahwa bahasa itu berubah-ubah tapi apakah yang dimaksud  dengan statement (pernyataan)? Hanya itulah bunyi dari pembicaraan (pidato) dan hubungan mereka dengan pengalaman yang benar-benar ada dan ditinggalkan dari seluruh anggota-anggota dalam satu komunitas. Oleh karena itu manusia memutuskan dari kontaknya dengan seorang pembicara, dan 1 komunitas sama sekali tidak akan pernah mampu belajar untuk berbicara. Dalam hal ini, mengatakan bahwa perubahan bahasa itu hanyalah pendapat masyarakat saja. Dan boleh jadi bahwa pernyataan lebih penting  bahwa bahasa itu dapat dibuat-buat.

Secara perbedaan, kebanyakan komunikasi binatang dengan berdasarkan naluri dari pada masyarakat sosial, dapat dipastikan bahwa semua kucing mengeong dan mendengung dan kucing pun akan tetap mengeong seperti itu juga meskipun kucing-kucing itu telah diputuskan komunikasinya dari kucing-kucing lain. Dengan kata lain, bahwa beberapa komunikasi binatang merupakan bagian dari sifat masyarakat sosial dari pembicaraannya. Dan oleh karena itu telah dipelajari aktivitasnya. Walaupun harus dipikirkan bahwa semua komunikasi manusia adalah sosial, sebagian dari komunikasi kita terdiri insting (naluri)  yang menemani bahasa seperti getaran karena ketakutan atau menutupi darah dengan rasa amarah. Sekarang sudah jelas bahwa ada perubahan yang lebih seperti yang dijelaskan sebelumnya dan telah dipelajari sikap masyarakat sosial bahwa semuanya mempunyai satu waktu yang diperkirakan.

Ketiga, bahasa disistematis sebagaimana dalam beberapa sistem secara lahiriah bahwa bahasa disusun dalam aturan yang berulang, sehingga sebagian dari aturannya dilihat, perkiraan-perkiraan dapat dibuat secara keseluruhan dari aturannya. Sebagaimana sebuah gambar segitiga dapat digambar, akan berat sebelah jika dua sisinya ditempatkan  pada satu sisi, perkiraan, ada sebuah kalimat yang tidak lengkap seperti : John-s Mry a-“ banyak sekali mengira bahwa kata yang harus diisikan ke dalam 2 kolom itu sudah jelas. Kolom yang pertama ‘verb’ ‘kata kerja’ dan kolom yang kedua harus ‘noun-kata benda’ selanjutnya, tidak semua verb akan diisikan ke dalam kolom yang pertama, karena ia membutuhkan verb dari orang yang ke 3 tunggal ditambahkan dengan ‘s’ dan dapat mengambil 2 objek, semua noun ditempatkan pada kolom yang kedua, karena huruf vocal awalnya diperlukan dan nounnya harus satu dengan menggunakan satu artikel. Tidak ada hal yang rumit dalam memutuskan bahwa apakah kalimat itu seperti ‘ini’ John gives Mary apple atau John hand Mary on aspirin’ yang jelas tidak John  give Mary an book.

Penelitian lainnya yang didapat dibuat tentang sistem bahasa yang setiap kejadian bahasanya adalah penggantian kerangkanya beberapa kalimat adalah rentetan dari bahasa aslinya, sedangkan untuk beberapa lainnya  yang secara seluruhnya dari kesatuan lahirnya dapat digariskan tanpa bergantung  pada kerangka, demikian kalimatnya “John gives Mary an apple” adalah seperti penggantian kerangka untuk John ada yang bisa menggantikan seperti He, Jack, William, the, an, her husband, atau masih banyak yang lainnya lagi . untuk verbnya kesatuan lahirnya seperti, buys, offers, sebaliknya alternatif lain seperti hands, atau gives juga boleh digunakan.

Masih dengan sistem karakteristik yaitu kesatuan lahirnya bahasa dikelompokkan ke dalam kelas-kelas tertentu dan selalu lebih sederhana, lebih diramalkan serta lebih mencolok dari pada variasi yang tak tentu dari  objek-objek di dunia, dalam hal ini keseluruhan ties dari objek-objeknya dikelompokkan di bawah kosakata tunggal chair dan chair diletakkan ke dalam kelompok ‘noun’ menghubungkan dengan objek di luar kosa katanya, kemungkinan rumit untuk memutuskan apakah susunan itu adalah sebuah kursi bangku ataukah hanya batu belaka. Dalam bahasa kita memikirkan ‘noun’ dan ver’ sebagai salinan yang benar dan cocok untuk mengatakan bahwa dalam satu kelas ada sesuatu yang mewakilinya, atau peristiwa-peristiwa lainnya. Tapi di luar dunia, hal ini yang seringkali mendapat kesulitan untuk memutuskan apakah objek lebih baik digambarkan sebagai sesuatu ataukah sebagai peristiwa.

Keempat, bahasa adalah sebuah aturan simbol, dapat dipastikan bahwa bahasa mempunyai makna dalam bentuk statement ini adalah hanya kata-kata basi  dan tidak membedakan bahasa dari aktivitas-aktivitas lainnya yang juga merupakan simbol. sifat simbol bahasa yang mematikan menjadi agak berbeda dari simbol-simbol  tipe-tipe yang  komunikasi yang lainnya. Simbol non bahasa yang paling sederhana dapat didefinisikan sebagai  perangsang pengganti simbol non, bahasa juga dapat menjadi respon pengganti, dan ini juga dapat diajarkan kepada binatang maupun dalam pembicaraan manusia. Akan tetapi salah satu hal yang paling fakta yang paling mencolok adalah bahwa kita dapat berbicara tentang sesuatu yang tidak ada dan kita dapat membicarakan tentang sesuatu secara kebiasaannya yang menghasilkan reaksi fisik yang kuat tanpa segera menghadirkan perangsang (stimulus) atau respon, dan disebut pembicaraan yang terlantar dan secara kenyataannya lebih besar peranannya. Itulah apa sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh manusia dari masa yang lalunya dari dunia alam baqa. Sebagai bats jarak penglihatannya  dan pendengaran dalam memberikan sebuah momen. Dengan harta kekayaan bahasa yang kita miliki manusia membuat model-model  yang rumit dari batas pengalamannya dan tes akhirnya serta ketelitian mereka dengan akting di atas mereka. Semua itu diketahui oleh komunikasi petunjuk binatang yang justru tepat, menunjukkan apa saja yang tidak ada dari berbagai macam simbol aktivitas yang dijelaskan di sini. Simbol aktivitas dihubungkan, bukan dengan pengalaman bukan hal yang mustahil saja dengan seluruh bagian dari sistem simbol sendiri yang kita percayai bahwa binatang-binatang tidak sanggup dari pembicara yang terlantar.

Kelima, bahasa adalah sebagai alat pelengkap, maksudnya adalah walaupun seorang manusia telah secara akurat menelitinya (bahasa), bahasa telah ditemukan sebagai sesuatu yang sangat rumit yang menjadikan pembicaraa (penutur) dapat membuat sebuah respon (umpan balik) linguistik ke beberapa pengalaman yang mungkin mereka telah jalani, ini merupakan elaborasi  yang kompleks seperti sebuah karakteristik regular (teratur) dari semua bahasa, meskipun itu semua dari bahasa masyarakat yang lebih sederhana, dan juga bahwa para pakar bahasa mempunyai banyak waktu telah silam untuk menerima bahasa adalah sesuatu yang  lengkap, yang sekali lagi menyajikan perbedaan bahasa antara dari kreativitas binatang, subjek wacana jumlah yang sistematis yang sangat terbatas.

Statement (pernyataan) yang menyatakan bahasa adalah sesuatu yang selalu lengkap seharusnya dipersentasikan, maksudnya bahwa setiap bahasa mempunyai kata “kosakata tersendiri”  untuk segala sesuatu, itulah yang dimaksud karakteristik kosa kata. terkecuali dalam bahasa itu telah kehilangan penggunaan. Bahasa selalu mengalami hal-hal yang sulit, walaupun faktanya bahwa bahasa mengalami gerakan perlawanan bentuk-bentuk yang baru yang mungkin seringkali muncul. Ketika bahasa tidak memungkinak pengguna atau penurun untuk membuat respon yang tepat untuk segala sesuatu, karena kosakata (vocabulary) memang demikian secara karaktersiti “open” dibedakan dalam vocabulary antara dua bahasa adalah  sebuah hal yang ukuran yang tidak akurat dari perbedaan efisiensi atau keunggulan dari dua ucapan.

Fungsi Bahasa

Tujuan utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi dalam hal ini fungsi kommunikatif  kita bisa membedakan ke dalam hal 5 fungsi bahasa (G. Leech 1974: 67-68), diantaranya adalah : informational function (menyampaikan informasi), expressive function (ekspresi perasaan atau penutur atau sikap dengan orang lain), Aesthetic function (menciptakan sebuah efek estetika) dan phasie function (memelihara hubungan sosial.

  1. The information function. Bahasa juga bisa mempunyai fungsi untuk menyampaikan informasi digunakan untuk menyampaikan informasi ke orang lain, konsep makna sifat pre-dominan di dalam penggunaan informasi bahasa.
  2. The expressive function. Bagian dari fungsi netral bahasa, bahasa dapat mempunyai fungsi ekspresi, yaitu  dia dapat digunakan untuk mengekspresikan awal perasaan terbatas kata sumpah dan ekslaminasi yang paling instansi yang paling nyata. Ekspresive function, makna yang efektif (apakah bahasa komunikasi sikap kuda) secara jelas, semuanya penting.
  3. Directive function. Fungsi ke-3 bahasa adalah directive function untuk yang kita maksud untuk kepastian sikap atau kelakuan kepada orang lain. Yang paling instansi dengan yang paling terbuka dari directive function adalah memerintah dan meminta. Ini adalah fungsi kontrol sosial yang menekankan kepada penerima yang terakhir lebih dari itu perasaan akhir pemula lewat pesan, tapi dia menyerupai exppresive function dalam mengurangi memberikan informasi terpenting, dengan kata lain dia lebih fokus pada konsep makna dari pada type makna lainnya, efektif dan konotatif makna.
  4. The Aesthetic function. The Aesthetic function dapat didefinisikan sebagai alat bahasa untuk demi artefak linguistik itu sendiri dan  bukan untuk maksud yang tersembunyi. Fungsi Aesthetic ini dapat mempunyai paling sedikit atau sebanyak konsep yang kita buat dengan makna efektif. Tapi tujuan utama semantic menilai puisi yaitu adalah bahasa komunikasi semua level dan type makan dibuka untuk digunakan. Kedua dari penyair dan pembaca membawa ketinggian secara sensitif menuju makna menuju benang dan perbuatan dari komunikasi
  5. The phatice function. The pathie function berfungsi untuk menjaga garis buka komunikasi, dan menjaga hubungan sosial dengan baik (in british culture talking about the weather is a well-known example of this – ->  pada budaya British membicarakan tentang cuaca adalah baik untuk diketahui pada contoh  ini).

Pathic function merupakan fungsi  bahasa paling jauh (terakhir), paling jauh dari fungsi aesthetic, maksudnya adalah bahwa dituliskan pada halaman sebelumnya; dia tidak sebanyak yang diucapkan, tapi kenyataannya satu mengucapkan semua, yaitu bahannya, dengan kata lain penghargaan dibuat untuk kombinasi elemen dari beberapa perbedaan fungsi dan sebagainya.

Anda suka dengan artikel Apakah Bahasa Itu? ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Sejarah Tasawuf Dan Alirannya. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Apakah Bahasa Itu?" :

Ditulis dalam Kategori Bahasa Indonesia. definisi vocabulary, definisi linguistik menurut para ahli, definisi grammar, DEFINISI VOCABULARY MENURUT PARA AHLI, pidato tentang kreativitas, Karakteristik pidato, contoh kalimat himpunan, definisi grammar menurut para ahli, definisi linguistik oleh ahli bahasa, pengertian linguistik umum menurut para ahli, pengertian grammar menurut para ahli, kalimat himpunan, teori menurut para ahli tentang grammar, apa itu Vocabulary, definisi linguistik dari berbagai pakar, definisi linguistik menurut beberapa pakar, definition of vocabulary menurut para ahli, definisivocabulary menurut para ahli, contoh kalimat himpunan bagian, apa yang dimaksud dengan vocabulary, Contoh kalimat finit dan infinit, apa maksud vocabulary, apa itu vocabulary menurut ahli, pengertia vocabulary menurut para ahli, Yang dimaksud dengan vocabulary ?, pidato etika berkomunikasi, Pidato lengkap bertema kreativitas, pidato tentang karakteristik, vocabulary menurut para ahli bahasa, yang di maksud dengan vocabulary,