Pada abad ke-19 Filsuf Hogel membahas budaya sebagai keterasingan manusia dengan dirinya sendiri. Dalam berbudaya manusia tidak menerima begitu saja apa yang disediakan oleh alam, tapi ia harus mengubah dan mengembangkannya lebih lanjut.

Klages menulis budaya bisa menjadi bahaya bagi manusia. Peradaban dan budi yang tamak merupakan salah satu akibat dari budaya. Dalam budaya kadang termuat kuasa-kuasa yang mengancam dan mampu menyeret manusia ke dalam jurang kerusakan. Manusia memang tak dapat dipisahkan dari budaya, baik sebagai hal yang berharga dan harus dikejarnya maupun sebagai yang tak berharga sehingga harus dijauhi. Budaya manusia dapat menaklukkan alam, tetapi juga dapat merusak alam.

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga dia mengalami keresahan, kesenangan atau kemelaratan dalam setiap langkah hidupnya (Siswanti, 1988)

Kemiskinan timbul dari berbagai faktor yang setiap faktornya memerlukan penanganan khusus.

Terbatasnya sumber daya alam

Sumber daya alam merupakan salah satu ukuran kekayaan suatu bangsa. Walaupun begitu, bukan berarti bahwa bangsa yang menyimpan banyak sumber daya alam akan menjadi makmur. Sumber daya alam ada yang dapat diperbaharui dan ada yang tidak dapat diperbaharui, sehingga perlu adanya konservasi dan aturan pengelolaannya agar kelestarian SDA tetap terjaga.

Terbatasnya sumber daya manusia

SDA yang tersedia memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat memberikan manfaat yang optimal. Dalam hal ini manusia sebagai subjekya yang bertanggung jawab. Kelangkaan SDM ini menyebabkan SDA-nya tidak dapat dikelola dengan baik.

Terbatasnya barang modal

Barang modal sebagai faktor produksi harus ada di samping SDA dan SDM. Kalau pun suatu negara cukup kaya sumber daya alam dan cukup tersedia sumber daya manusia, tetapi tidak mempunyai barang modal, kekayaan itu belum dapat diambil manfaatnya karena barang modal  merupakan alat untuk mengelola kekayaan yang dimilikinya.

Rendahnya produktivitas

Kemiskinan suatu negara disebabkan oleh rendahnya produktivitas. Bagi negara yang produktivitasnya sangat rendah tentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya, sehingga ia selalu dalam kekurangan.

Beban keluarga

Keluarga yang berangkat dari garis kemiskinan, yang mempunyai beban keluarga besar misalnya memiliki anggota keluarga yang banyak tetapi tidak disertai dengan peningkatan pendapatan, maka hidupnya akan sulit.

Rendahnya pendidikan

Di negara maju tingkat pendidikan rakyatnya cukup tinggi, sebaliknya di negara miskin tingkat pendidikan rakyatnya sangat rendah. Akibat dari tingkat pendidikan  yang rendah ini maka sumber daya manusianya tidak mempunyai keahlian/keterampilan yang cukup untuk berperan dalam pembangunan bangsanya.

Setiap bangsa dan negara selalu berusaha untuk bisa berangkat dari kemiskinan dengan melakukan berbagai upaya, penanggulangannya pun dilakukan oleh berbagai pihak. Untuk bisa bebas dari lilitan kemiskinan ada baiknya apabila melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Memelihara, melestarikan dan mengembangkan sumber  daya alam
  2. Pemanfaatan sumber daya manusia

Sumber daya manusia sebagai potensi untuk mencapai kemajuan atau kesejahteraan suatu bangsa, memang sangat diperlukan, asalkan jumlahnya tidak melebihi kapasitas sumber daya alam.

Di negara Indonesia surplus tenaga kerja di suatu daerah, merupakan beban sedangkan kekurangan tenaga kerja di daerah lain merupakan hambatan pembangunan.

Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Produktivitas tenaga kerja diukur melalui output yang dihasilkan oleh tenaga kerja tertentu. Kemajuan teknologi merupakan salah satu ciri  untuk meningkatkan produktivitas, di sisi lain yaitu penambahan modal dan tenaga kerja.

Menurut Arifin Chaniago (1987), ada beberapa kesempatan kerja :

1)    Full employment (kesempatan kerja penuh), terwujud apabila dalam masyarakat tersedia sejumlah pekerja yang cukup sehingga orang-orang mampu dan mau bekerja dapat memperoleh pekerjaan menurut syarat-syarat yang berlaku

2)    Disquised unemployment, pengangguran terselubuh yang disebabkan pekerja tidak bekerja secara maksimal, akibat prestasi kerja berkurang.

3)    Under employment, (kesempatan kerja berkurang) hal ini terjadi apabila dalam masyarakat belum tersedia lapangan kerja yang cukup

4)    Unemployment, yaitu apabila orang sulit untuk memperoleh pekerjaan menurut syarat-syarat yang berlaku.

Meningkatkan Usaha Pendidikan

Atas dasar kebutuhan sumber daya manusia yang berkemampuan/keterampilan dan cakap maka usaha-usaha pendidikan dewasa ini tidak sekedar sebagai dorongan tanggung jawab moril untuk mentransformasikan keilmuan dan keterampilan kepada pihak lain, tetapi kepada sebagian orang telah dijadikan ladang bisnis yang dapat mendatangkan keuntungan.

Pada akhirnya sumber daya manusia yang terdidik dapat mengantisipasi segala permasalahan yang ada dan mencarikan pemecahan yang tepat. Maka dengan demikian usaha-usaha pendidikan dapat merupakan upaya untuk menanggulangi kemiskinan.

Mendorong Investasi

Salah satu faktor produksi adalah modal bersama-sama dengan sumber daya alam dan manusia, modal menentukan tingkat produksi.

Untuk meningkatkan investasi ini perlu partisipasi pemilik dana agar mereka mau mempergunakan jasa perbankan atau lembaga keuangan lainnya, agar dana yang dipunyainya dapat produktif, atau menginventasikan pada bidang usaha-usaha yang menguntungkan. Dari investasi yang ditanam itu akan dihasilkan barang dan jasa yang diperlukan.

Anda suka dengan artikel Budaya Sebagai Sarana Kemajuan Dan Sebagai Ancaman Bagi Manusia ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Anarkisme Pendidikan. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Budaya Sebagai Sarana Kemajuan Dan Sebagai Ancaman Bagi Manusia" :