Malam Jumat kemarin hujan rintik, angin agak kenceng sih, pake petir segala. *Halah* Ada sebuah file yang mesti dikirim pada seseorang. Penting katanya. Hufh … Nekad ke net, untung letaknya hanya dua lorong dari rumah. Nyonya bilang suruh pake mantel kalo naek motor, tapi kupikir hujan belum terlalu hebat untuk membuatku basah kuyup. Akhirnya … Bremmm … *Xampe di tujuan dengan kecepatan 80 km/jam*

Sesampainya di net, secepat mungkin masuk ke billing. Kebetulan komputernya baru saja dinyalakan, maklum, hujan gini gak ada pelanggan yang nekad sejenis aku. Lha, aku kan blogger sejati. Tak peduli hujan badai atau puting beliung, blogging & nge-Net tetap jadi. Haha … beberapa saat setelah login di wordpress dashboard *utak kanan- utak kiri*, lampu mati. Sebelnya minta ampun. Mesti nunggu. Lampu nyala, masuk lagi di account email. Belum sempat kirim email, mati lagi. Aiyyah! Nunggu. Beberapa menit, nyala lagi. Sesegera mungkin masuk, hmm … terkirim. Syukurlah!

Cerita di ataslah yang membuat Jumat pagi hingga semalam demam menyelimuti tubuhku. Hahai. Ampun. Hampir setahun ini memang tidak terkena penyakit demam. Kukira setiap tahun saya sekali atau paling banyak dua kali terkena demam. Allah yang sayang pada hamba-Nya sesekali akan mengingatkan hamba akan rasa sakit. Itu seperti seorang ibu yang gemes dengan anaknya, mencubitnya mesra, hanya ingin melihat anaknya menangis dan mengharap, lantas memeluknya kembali. Sakit adalah media pendekatan diri kepada Tuhan. Lewat rasa sakit, manusia lebih sering mampu mendekatkan dirinya kepada Pencipta. Meski pun sebenarnya Tuhan memberikan banyak media pendekatan selain sakit dan musibah, misalnya kekayaan, harta, anak-anak, atau juga istri. Semuanya menjadi media ujian.

Hmmm … tentang sakit. Demam yang tak berdarah. Syukurlah. Minum Paracetamol ditambah dengan Asam Efenamat akan membantu mempercepat menurunkan demam. Jika mesti dikompres, usahakan gunakan air hangat, ditambah sentuhan hangat dari pasangan tercinta Anda. Jiaaaahahaha … Itu penting. Sakit bukan hanya selalu menyerang fisik. Demam memang di fisiknya, tapi di hati ada sebuah kekosongan, kehampaan dan penderitaan yang tiada terkira. *Lebay Mode : ON*. Untuk mengetahui itu Demam Berdarah atau Demam yang tak Berdarah, lakukan rempelit. Rempelit adalah menahan transportasi darah dalam lengan selama sekitar 5 menit untuk mendeteksi bercak merah ciri khas demam berdarah. Anda bisa menggunakan alat pengukur tekanan darah untuk melakukan rempelit. Hmmm … Jika setelah 5 menit terdapat bercak merah, waspadai demam berdarah.

Alhamdulillah. Demam ini berakhir, berganti rasa sakit di tenggorokan dan bibir sariawan di pagi buta. Baru nyadar, itu adalah panas dalam. Cukup minum larutan penyegar cap ka** **ga, sariawannya pake albothyl. Lengkaplah kehidupan. Sakit akan membuat kita menyadari betapa nikmatnya kesehatan.

Salam ..

Anda suka dengan artikel Demam Yang Tak Berdarah ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Mau Cepet Kaya? Menikahlah!. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Demam Yang Tak Berdarah" :