Puisi Romantis. Haiyyah. Ini hanya untuk latihan menulis cinta bagi jiwa. Tak berharap banyak bahwa akan ada apresiasi hebat dari pembaca. Hanya berharap, pembaca sekalian sudi berbagi Puisi Romantis di halaman ini.

Semoga, cinta tetap memberikan kekuatannya pada kita. Yah?! Nice loving! :-)

Telah kau hadirkan cinta yang sebenar cinta itu dalam kehidupanku.

Jika kau rindukanku, pejamkan mata sejenak, sebut namaku, kan kupastikan hatimu tergetar atas cinta itu juga. Aku dan dirimu pasti baik-baik saja.

***

Kutitip rindu pada mentari, semoga ia menghangatkanmu pagi ini.

Kutitip cinta pada udara, agar kau merasakaannya di setiap masa.

Andai bisa, kuingin ada di sisimu, memeluk mendekap dan merasa.

Cinta kita tiada dua. Kau di hatiku. Selalu.

***

Aku sayang kamu. Berusaha menghadirkan senyum di tiap detik. Ekstrim adalah masa di mana hati melakukan kontemplasi untuk tetap yakin bahwa kehadiran yang lain dalam kehidupan kita adalah sebuah kebutuhan. Aku butuh kamu, begitu juga sebaliknya. Kita mesti sadari itu.

***

Tak perlu aku ragui tulusnya cinta yang kau beri. Kita saling kasih mengasihi dengan setulus hati. Ayah ibu merestui, melingkar cincin di jari. Dengan rahmat dari Ilahi cinta kita pun bersemi … Kutau kau mencintaiku, kau tau kumerinduimu … bersabarlah oh sayang, saat indah kan menjelma jua. Kita akan disatukan dalam ikatan pernikahan, bersama kita bina rumah tangga bahgia. <– (Hijaz : Kasih Kekasih)

***

Dengan segenap cinta dan masa romantika yang tepat, kukirimkan ini dengan sejuta cinta melekat padanya. Diiringi harapan dan doa, semoga kebersamaan yang telah kita bina adalah benar menjadi salah satu jalan yang menjembatani kebahagiaan kita, tak hanya di dunia, semoga juga hingga pada hidup yang kedua.

***

Setahun bukanlah masa yang sebentar untuk sebuah hubungan dengan ekstrimilitas tingkat tinggi dalam romantikanya. Setahun bukanlah masa yang sebentar untuk sebuah hubungan dengan alam kerja yang berbeda. Dan setahun bukanlah masa yang sebentar untuk kisah cinta tanpa pertengkaran yang menyakitkan. Happy Anniversary My Love. Peluk hangat buatmu seorang.

***

Sungguh … aku menunggu masa itu datang. Masa cinta kita kan menjadi satu. Lagi-lagi, andai punya mesin waktu, ingin rasanya kupotong dua bulan sehari ini, tak ingin melewatinya, ingin berada pada tanggal 19 September 2010 saja. Ingin tau rasanya jadi pengantin, ingin tau rasanya duduk di kursi pelaminan, ingin tau rasanya jadi tontonan banyak orang. Hufh .. masih juga suka berhayal. Tidak salah kan?!

***

Satu yang kudamba. Harapan jiwaku adalah hadirnya dirimu.

Datangnya bayangmu. Menyentuh jiwa ini, menghangatkan semua angan.

Apa yang kucari hanyalah asaku kepada dirimu.

Semoga kau tau, rasa ini abadi di hati.

***

Berharap cinta datang padaku.

Adalah satu hal terbesar dalam hidup.

Namun kau tau yang lebih berarti, adalah hadirmu dalam detak jantungku.

***

Kasidah Cinta (Jalaluddin Rumi)

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu, segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam-tenang bagai ikan, namun aku gelisah pula bagai ombak dan lautan.

Kau yang telah menutup rapat bibirku, tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu? Mana aku tahu? Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu.

Bagai unta memamah biak makanannya, dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara, di hadirat Kasih aku jelas-nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah, aku menanti tanda musim semi, Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi, dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat menggaruk-belai kepala pula.

***

Gerimis

Musim penghujan

Hadir tanpa pesan

Bawa kenangan

Lama t’lah menghilang

Saat yang indah

Dikau di pelukan

Setiap nafasmu

Adakah milikku oh….

Surya terpancar

Dari wajah kita

Bagai menghalau

Mendung hitam tiba … oh

Sekejap badai datang

Mengoyak kedamaian

Segala musnah, lalu gerimis

Langit pun menangis

Kekasih

Andai saja kau mengerti

Harusnya kita mampu

Lewati itu semua

Dan bukan menyerah untuk berpisah

Kekasih…

Andai saja kau sadari

Semua hanya

Satu ujian ‘tuk cinta kita

Dan bukan alasan

Untuk berpisah

***

Anda suka dengan artikel Puisi Romantis ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang SMS Cinta. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Puisi Romantis" :

Ditulis dalam Kategori Curhat.