Pengertian dan Kedudukan Pendidik

Dari segi bahasa “pendidik’ menurut WJS Poerawadarmita adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik.

Menurut pendapat Ahmad Tafsir, pendidik dalam Islam sama dengan teori barat, yaitu siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Selanjutnya ia mengatakan bahwa dalam Islam  orang yang paling bertanggung jawab adalah orang tua yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik, yaitu manusia dewasa yang karena hak dan kewajibannya bertanggung jawab tentang pendidikan si terdidik.

Selanjutnya jika kita mengikuti petunjuk Al-Qur’an, akan  dijumpai informasi, bahwa pendidik itu secara garis besarnya ada empat; pertama adalah Tuhan, Allah swt, menginginkan umat manusia menjadi baik dan bahagia hidup di dunia dan di akhirat. Kedua adalah nabi Muhammad saw, sebagai nabi beliau memulai pendidikannya kepada anggota keluarganya yang terdekat, dilanjutkan pada orang-orang disekitarnya. Ketiga adalah orang tua. Keempat adalah orang lain yang membantu peserta didik.

Mengapa Diperlukan Pendidik Islam

Hadits Rasulullah saw yang Diriwayatkan muslim

Artinya :       “Tidaklah anak dilahirkan kecuali telah membawa fitrah (potensi), maka kedua orang tuanyalah yang menentukan apakah anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau majusi

Kandungan hadits diatas menunjukkan bahwa disatu sisi manusia itu lahir membawa fitrah (potensi), sedangkan potensi itu dapat dikembangkan sesuai dengan respon yang diterimanya. Dalam dunia pendidikan, potensi dapat diartikan sebagai modal dasar, sesuatu yang siap berkembang dan dikembangkan. Seandainya seseorang tidak memiliki potensi, secara otomatis tidak diperlukan adanya pendidik.

Sifat-sifat Pendidik yang Baik

Muhammad Athiyah al Abrasy, menyebutkan tujuh sifat yang harus dimiliki pendidik.

1)      Memiliki sifat zuhud, tidak mengutamakan untuk mendapatkan materi dalam tugasnya, karena mengharapkan keridhaan Allah swt semata-mata

2)      Memiliki jiwa yang lebih dari sifat dan akhlak yang buruk

3)      Harus ikhlas dalam melaksanakan tugasnya

4)      Bersifat pemaaf terhadap muridnya

5)      Dapat menempatkan diri sebagai seorang bapak atau ibu bagi anak didiknya

6)      Mengetahui karakteristik anak didiknya

7)      Menguasai bidang studi yang akan diajarkan.

Sifat-sifat guru diatas pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama sifat yang berkaitan dengan kepribadian, kedua sifat yang berkaitan dengan keahlian akademik.

Salam …

Anda suka dengan artikel Tinjauan Filosofis Tentang Pendidikan ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Pengertian, Tujuan Dan Ruang Lingkup Hukum Perang Dan Humaniter. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Tinjauan Filosofis Tentang Pendidikan" :

Ditulis dalam Kategori Filsafat Pendidikan. tinjauan filosofis tentang pendidik, tinjauan filosofis tentang peserta didik, tinjauan filosofis tentang anak didik, tinjauan filosofis adalah, TINJAUAN FILOSOFIS TENTANG PENDIDIKAN, hadist tentang potensi manusia, hadits tentang potensi ilmu, pengertian tinjauan filosofis tentang pendidikan dan sifat sifat pendidik yang baik, memahami tinjauan filosofis tentang pendidikan, contoh makalah tinjauan filosofis tentang pendidik, makalah hadis manusia dan potensi pendidikan, www macam macam keterampilan sosial, hadits potensi akal, hadits tentang manusia dan potensi kependidikan, hadits tentang manusia dan potensi pendidikannya, hadits tentang potensi pendidikan, Hadits yang berkaitan tentang pendidikan, judul skripsi matematika jenis kuantitatif, judul proposal skripsi kuantitatif pendidikan biologi, hadist dan dalil tentang korupsi, judul skripsi tentang kewajiban berjilbab,