Itu layaknya sebuah kata mutiara menyesatkan yang berbunyi : “Istri cantik bukan jaminan hidup bahagia. Tepat! Apalagi yang jelek?” (Just Kidding! ). Berikut ini kata mutiara yang patut direnungkan.

Urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui diri sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini (Stuart B. Johnson)

Saya mengenal blog sejak semester akhir kuliah di UIN Alauddin Makassar. Waktu itu ada salah seorang teman yang sering otak-atik blognya di blogspot. Ikut-ikutan, dan akhirnya sekarang justru saya yang terkena candunya. Yah, saya sendiri heran, hingga sekarang kekuatan blogging benar-benar mendera hati saya. Utak atik widget, ganti tema, posting, dan mengamati dashboard WordPress adalah pekerjaan saya sejak 3 tahun kemarin. Meskipun juga sempat mandek sejenak karena mesti pulang kampung, tempat dimana akses internet sulit. Syukurnya, sejak setahun kemarin speedy masuk ke kampung kami.

Hingga sekarang, blogging adalah satu-satunya hobi yang masih saya tekuni. Untuk ukuran blog personal, punya saya sebenarnya lumayan rame, diklik oleh hampir 10.000 orang setiap hari. Blog menjadi tempat saya mencurahkan pikiran dan membagi ilmu. Makalah, materi pelajaran & kuliah, bank soal, dan berbagai perangkat pembelajaran matematika telah saya posting di blog ini. Saya merasa bersyukur ketika membaca komentar-komentar pembaca yang mengucapkan terima kasih, utamanya karena postingan di blog sesuai dengan harapan mereka. Saya memang mencoba menulis untuk mereka, bukan hanya untuk kepuasan pribadi. Bukankah orang yang paling baik diantara kita adalah yang paling banyak memberi manfaat pada orang lain?! Hmm … Semoga selalu begitu. Blog ini membuat saya belajar banyak. Belajar html sederhana, belajar menulis, memanage tulisan, belajar mendesain gambar, belajar mendengar, membaca dan menghargai komentar orang.

Sayangnya, di luar semua kelebihan itu, saya adalah admin blog yang sungguh narcis. Mungkin memang dilahirkan begitu. Hahaha … Karakter melankolis tergambar pada detail saya terhadap berbagai tampilan blog. Sering berkali-kali saya online untuk memastikan bahwa ada komentar masuk yang mesti dibalas, bahkan hingga membuat istri saya bEtE’. “Dari tadi ngeliatin itu melulu, apa gak capek?!” katanya. Ya gak lah, wong namanya hobi kok. Saat ini saya sering Online pake Hape Nexian, itu pun punya istri saya. Aksesnya lambat. Modem gak punya, selain harganya mahal, saya pikir lebih irit jika ke warnet. Untuk posting dan edit tampilan, saya ke warnet dekat rumah. Dan itu terjadi setiap hari, minimal 1 jam per harinya. Secara ekonomi mungkin tak berarti banyak, namun pikiran dan hati saya memang telah tertambat untuk memikirkan blog. Selalu, dan selalu. Layaknya blog adalah istri kedua saya, *dan memang begitu adanya*. Xixixi …

Tiga hal dalam blogging (posting, blogwalking dan nulis komentar) hanya sering saya lakukan dua diantaranya. Saya sungguh jarang menulis komentar, meski sering menjadi silent reader di setiap harinya. Itu membuat nama saya dan Muhammad Zainal Abidin Personal Blog mungkin tidak teralu familiar di kalangan blogger meski blog ini telah ada sejak 4 Desember 2007. Wajar, blog ini mungkin familiar bagi netter yang mencari motivasi hidup, atau oleh para mahasiswa yang mencari materi tentang judul skripsi matematika, atau juga oleh orang iseng yang mencari cerita porno. Halah …

Saya berharap di tahun 2011 mendatang, dunia blogging tidak begitu menyiksa lagi. Memang, semuanya berasal dari hati. Saya berusaha menjadi blogger yang rajin membaca postingan blogger lain. Yang memberi komentar dan kontribusi atas tulisan penting mereka. Melalui postingan ini, saya ikutkan dalam K.U.M.A.T bukan untuk mendapatkan hadiah pertama, tapi saya ingin mendapatkan modemnya. Semoga dengan modem itu, saya tak lagi mesti pinjam HP milik istri atau ke warnet meski hujan tak mereda.

Untuk mencapai semua harapan itu, saya hanya mesti menulis sebaik yang saya bisa. Saya telah melakukan itu. Langkah selanjutnya hanyalah doa yang mesti dipanjatkan pada Tuhan agar menggetarkan hati para juri untuk memilih saya menjadi pemenang modemnya.

Saya suka blogging, juga siap dengan segala konsekuensinya. Meski saya tahu bahwa setiap ketergantungan adalah keterjajahan.  Akhir tahun ini akan menjadi masa muhasabah bagi dunia per-blogging-an saya. Segala sesuatu yang melebihi kewajaran memang tak pernah baik.

Keep Blogging …

================================================================

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp

Anda suka dengan artikel Blog Dengan Ribuan Kunjungan Perhari Bukanlah Jaminan Rasa Bahagia! ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Makassar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Blog Dengan Ribuan Kunjungan Perhari Bukanlah Jaminan Rasa Bahagia!" :

Ditulis dalam Kategori Blog, Techno.