Ho…. Oh

Seorang ajudan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat sedang jalan-jalan di Jakarta. Karena bingung dan tersesat, dia kemudian bertanya kepada seorangpenjual rokok.

“Apa betul ini Jalan Sudirman?”

“Ho oh,” jawab si penjual rokok.

Karena bingung dengan jawaban tersebut, dia kemudian bertanya lagi kepada seorang Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. “Apa ini Jalan Sudirman?”

Polisi menjawab, “Betul.”

Karena bingung mendapat jawaban yang berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur yang waktu itu kebetulan melintas bersama ajudannya. “Apa ini Jalan Sudirman?”

Gus Dur menjawab “Benar.”

Bule itu semakin bingung saja karena mendapat tiga jawaban yang berbeda.

Lalu akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi, mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab “Ho oh,” lalu tanya polisi dijawab “betul” dan yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata “benar.”

Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata, “Ooh… begini, kalau Anda bertanya kepada tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh, kalau yang bertanya kepada tamatan SMA maka jawabannya adalah betul. Sedangkan kalau yang bertanya kepada tamatan Universitas maka jawabannya benar.”

Ajudan Clinton itu mengangguk dan akhirnya bertanya, “Jadi Anda ini seorang sarjana?”

Dengan spontan Gus Dur menjawab, “Ho … oh!”

-oOo-

Anak Satu Masuk kristen

Gus Dur bercerita lagi kepada Dahlan. Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, “Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!”

-oOo-

Humor Polisi

Humor lain yang diingat banyak orang adalah kritikan dalam bentuk lelucon yang dilontarkan saat banyak pihak mempertanyakan moralitas polisi, yang masih bisa berlaku dengan saat sekarang walaupun humor ini dilontarkannya setahun silam.

“Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi dan polisi tidur,” selorohnya.

-oOo-

Prof

Gus Dur bercerita bahwa ada temannya dari kampung terpilih sebagai anggota DPR. Setelah di DPR, teman-temannya memanggil dia dengan sebutan ‘prof’.

Teman Gus Dur itu jelas heran bukan kepalang. Sebab, dia tidak pernah mengajar, bukan dosen, tapi kok selalu dipanggil ‘prof’.

“Setelah dicek ke sana-sini, ternyata prof yang dimaksud oleh teman-temannya itubukan profesor. Tapi, provokator,” kata Chandra menirukan Gus Dur. Chandra pundibuat Gus Dur terpingkal-pingkal dengan lelucon itu.

-oOo-

Imam dan Da’i

Di berbagai forum, Gus Dur memang sering memunculkan guyonan-guyonan yangmembuat orang-orang tertawa. Dalam acara KickAndy! yang pernah disiarkan MetroTV, Gus Dur juga pernah memunculkan lelucon.

“Coba saya tanya, adakah dalil yang membolehkan seorang dai menangkap seorang imam? Tapi, ini benar-benar terjadi di Indonesia. Dai yang menangkap itu adalah Da’i Bachtiar (Kapolri saat itu-Red) dan yang ditangkap adalah Imam Samudra,” kata Gus Dur terkekeh.

-oOo-

Humor Pesantren

Selain dikenal sebagai tokoh pluralis, mantan Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang humoris. Banyak celetukan, guyonan, dan tanggapannya atas peristiwa dan masalah pelik membuat masyarakat yang keningnya berkerut, dengan refleks menarik ujung bibir dan membentuk seulas senyuman.

Bahkan Suatu saat, ketika ditanya tentang “hobinya” ini, bagi Gus Dur, humor sudah menjadi makanan sehari-harinya.

“Gus, kok suka humor terus sih?” tanya seseorang, yang kagum karena humor GusDur selalu berganti-ganti.

“Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari,” jelasnya. “Dengan lelucon, kitabisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,” sambungnya.

-oOo-

Lelucon Gus Dur Soal Zarima

Bukan Gus Dur kalau tidak bisa membuat lelucon segar. Mau tahu apa doa yang ternyata begitu membekas di hati Gus Dur? Bukan minta didoakanagar bisa jadi presiden lagi atau doa agar kesehatannya cepat pulih.

Doa yang membuat dirinya terkesan adalah doa yang disampaikan seorang kyai agar anak artis Zarima, bisa segera bertemu bapak kandungnya. GusDur pun bercerita, dalam satu pertemuan bersama seorang kiai lain diJatim, yang tidak disebutkan namanya, keduanya saling mempersilakan untuk memimpin doa. “Silakan sampeyan saja yang mimpin doa, saya ikutmengaminkan saja,” kata Gus Dur mempersilakan kiai itu.

Maka berdoalah mereka. Dan ternyata di dalam salah satu butir doa ituterucap, “Ya Allah, mohon segera Engkau pertemukan anaknya Zarima dengan bapak kandungnya. Ya saya kemudian juga cuma bilang, ‘amiin’.,” tutur Gus Dur disambut tawa hadirin. Gus Dur tidak menjelaskan apa maksudnya

-oOo-

Humor NU

Seperti saat menggambarkan fanatisme orang NU, bagi Gus Dur, ada tiga tipeorang NU.

Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, danmenceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmendan fanatik terhadap NU,” jelasnya tentang jenis yang pertama.

Jenis yang kedua adalah mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam duabelas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, Itu namanya orang gila NU. “Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itunamanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh saat itu.

-oOo-

Humor Umat Beragama

Guyonan lainnya dilontarkan Gus Dur saat menghadiri “Seminar wawasan kebangsaan Indonesia” di Batam. Di hadapan 100 pendeta dari seluruh propinsi Kepri, Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hatiterhadap sesama.

“Oleh karena itu seluruh umat bertanggungjawab atas masa depan bangsa. Bolehberantem satu sama lain tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan,” kata Gus Dur disambut tawa peserta.

-oOo-

Humor DPR

Dia juga sempat melontarkan guyonan tentang prilaku anggota DPR RI. Sempat menyebut mereka sebagai anak TK, Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah “turun pangkat” setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahanbakar minyak (BBM) pada 2004 silam.

“DPR dulu TK sekarang playgroup,” kata Gus Dur di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (17/03), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang Rabu (16/03).

-oOo-

Humor Jihad

Bahkan saat menanggapi aksi jihad yang dilakukan oleh banyak warga Muslim yang percaya kematiannya akan “menjamin” tempat di surga, Gus Dur malah kembali melemparkan leluconnya.

Gus, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya seorang wartawan kepada Gus Dur.

Gus Dur pun menjawab, “Memangnya sudah ada yang membuktikan ? Tentu sajabelum kan, ulama maupun teroris itu kan juga belum pernah ke surga. Mereka ituyang jelas bukan mati syahid tapi mati sakit. Dan kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari, karena kepalanya masih tertinggal didunia dan ditahan oleh polisi.”

-oOo-

Humor Ziarah

Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya. Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi,” katanya.

-oOo-

Gitu Aja Kok Repot

Selain humornya, Gus Dur juga dikenal dengan jawabannya yang menyederhanakan pemikiran masyarakat yang terkadang berbelit-belit. Dia kerapkali menjawab, “Gitu aja kok repot.”

Seperti saat dia memberikan tanggapan perihal pernyataan Probosutedjo perihal kebenaran kondisi Soehrato yang sakit. Saat itu (2 Maret 2000), Gus Dur mengakutidak diijinkan bertemu dengan Soherto.

Gus Dur mengakui, dari pihaknya tidak ada masalah sama sekali untuk mengunjungi Soeharto, dan pintunya selalu terbuka. “Perkara saya pergi dengan siapa tidak masalah. Dengan Marzuki Darusman atau kalau perlu seluruh kabinetsaya bawa. Begitu saja kok repot-repot,” katanya.

Jawaban yang sama juga dilontarkan cucu pendiri NU itu saat menanggapi tuntutan Fron Pembela Islam (FPI).

“Jangan takut dan khawatir, tenang-tenang saja. Gitu aja kok repot.”

-oOo-

Iklan Gratis

Ucapan ini menjadi trademark tersendiri, sehingga ucapan ini pula yang ditiru olehGus Pur dalam acara Republik Mimpi. Saat ditanya Andy F Noya dalam acara KickAndy, perihal peran yang dilakoni Handoyo.

Andy F Noya bertanya, “Apakah Dr. Handoyo pernah minta izin langsung kepada Anda untuk menjadi Gus Pur dalam Republik Mimpi?”

“Abis gimana lagi, yah anggep saja sudah. Itung-itung advertensi (iklan) gratis,” katanya disambut gelak tawa penonton.

Bahkan ketika ditanya lebih ganteng siapa antara Gus Dur dan Gus Pur. Gus Durmengatakan Handoyo seperti iklan film foto yang bermoto “seindah warna aslinya”, tapi Gus Dur memplesetkannya menjadi, “lebih indah dari warna aslinya,” kata GusDur

-oOo-

Kuli Cekcok

Diceritakan Gus Dur, saat rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja, kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang diantara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab. Melihat itu,

rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap:

Amin, Amin, Amin!

 

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?” “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai”. Guyonan yang membuat kami tertawa disela-sela kami sebagai wartawan mewawancarainya.

-oOo-

Fidel Castro Pun Terpingkal

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai sosok humoris. Saat menjadi presiden pun sifat itu tak hilang sampai-sampai membuat Presiden AS, BillClinton, terbahak-bahak Begitu juga ketika berkunjung ke Kuba, gurauan Gus Dursempat membuat Fidel Castro yang bertampang sangar itu tertawa.

Ketika ke Kuba, Gus Dur memancing tawa dengan gurauan, yaitu :

“Semua presiden Indonesia punya penyakit gila”

Presiden pertama Bung Karno, ujar Gus Dur, gila wanita. Presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu. Sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.

Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.”

-oOo-

Gus Dur Wisatawan

Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut.

Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.

-oOo-

Bandara Abdurrahman Wahid

Kisah lucu lainnya saat menghadiri acara di Malang. Gus Dur ditunggu banyak orang. Banser yang selalu sibuk bila Gus Dur di daerah juga memantau melalui HT yang selalu digenggamnya. Salah seorang anggota Banser berada di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Ia senantiasa melaporkan perkembangan di sana setiap saat.

Begitu pesawat yang ditumpangi Gus Dur mendarat, dia senang bukan main. Maka dengan penuh semangat dia langsung melapor ke panitia lokasi acara, melalui HT nya. Karena begitu bersemangat diapun gugup tak karuan. “Halo, kontek, kontek! Kiai Abdurrahman Saleh sudah mendarat di Bandara Abdurrahman Wahid,”

katanya. Tentu saja panitia yang menerima laporannya kaget dan sekaligus tertawa. Yaah.. kebalik.

-oOo-

Panglima Angkatan Laut

Suatu ketika Gus Dur bercerita, Panglima AL Paraguay berkunjung ke negara Brasil. Dalam kunjungan itu menemui Panglima AL Brasil. Salah seorang staf ALBrasil yang ikut menemuinya bertanya seenaknya ke Panglima Paraguay. “Negara bapak itu aneh ya. Tidak punya laut, tapi punya panglima seperti bapak.”

Dengan kalem sang tamu pun menanggapi, “Negeri Anda ini juga aneh, ya. Hukumnya tidak berjalan, tapi merasa perlu mengangkat seorang menteri kehakiman.”

-oOo-

Terlambat Dicabut

Ketika dibezuk Dahlan Iskan saat sakit Gus Dur bertanya, ”Apa persamannya sakit gigi, orang hamil dan rumput panjang?”. Dia lantas menjawan sendiri. “Penyebab sakit gigi itu sama dengan penyebab orang hamil dan sama juga dengan penyebab mengapa rumput sempat tumbuh tinggi,” kata Gus Dur. “Yaitu sama-sama terlambat dicabut.”

-oOo-

Presiden Filipina

Di lain waktu Gus Dur bercerita soal kekuasaan presiden yang terlalu lama. Katanya, seorang presiden Filipina punya tiga anak. Merasa ayah mereka adalahorang nomor satu di negerinya, anak-anak presiden pun lantas bertingkah neko-neko.

Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang. Kakaknya takmau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.

Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.

“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakanpopuler apa yang bisa membahagiakan rakyat?”

“Gampang sekali: Buang saja ayah nona dari atas pesawat.”

-oOo-

Tukang Becak

Saat menjadi Presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik. Ceritanyaada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketikamelanggar rambu “Becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yangada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidakboleh dimasuki becak.

“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalanini,” bentak Pak polisi.

“Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosongtidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosongberarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.

“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca ? Di bawah gambar itukan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak Pak polisi lagi.

“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.

-oOo-

Turis Jepang

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang maupergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, “Aaaah Toyota made in Japan sangat cepat…!”

Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi “Aaaah Nissan made ini Japan sangat cepat.”

Enggak lama kemudian lewat lagisatu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi “Aaaah Mitsubishimade in Japan sangat cepat…!”

Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis. Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.

Supir taksi : “100 dolar please…”

Si Jepang : 100 dolars…?! Ini tidak jauh dari hotel.”

Gus Dur : “Aaaah… Argometer made ini Japan kan sangat cepat sekali!!”

-oOo-

Pelari Suriah

Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.

Maka, dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi.

“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.

“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”

-oOo-

Gus Dur Diplintir Media

Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasansalah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya.

Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataanMenteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia. GusDur mengatakan, pada saatnya nanti dia akan mengajarkan demokratisasi di Singapura.

Namun, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura. Walahwalah…

gitu aja kok repot!

-oOo-

Peluru Habis

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet.

Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistemekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untukmendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dandia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wahpemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yangtidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”.

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkanantrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatatc atat terus, apa sih yang kamu catat?”.

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .

“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.

Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!!!

-oOo-

Obrolan Presiden

Saking sudah bosannya keliling dunia, Gus Dur mencari suasana baru. Saat itu dia mengundang Presiden Amerika Serikat dan Perancis terbang bersama Gus Dur keliling dunia dengan pesawat kepresidenan RI 1. Boleh dong, memangnya hanya AS dan Prancis saja yang punya pesawat kepresidenan.

Seperti biasa, setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Betul dugaan Gus Dur, tidak lama Presiden Amerika, saat itu, Bill Clinton, mengeluarkan tangannya ke luar pesawat. Sesaat kemudian dia berkata, “Wah kita sedang berada di atas New York.”

“Lho kok bisa tau ?” tanya Gus Dur.

“Ini patung Liberty saya pegang.”

Presiden Prancis Jacques Chirac tak mau kalah. Dia ikut mengulurkan tangannya keluar pesawat. “Kita sedang berada di atas Paris,” katanya.

“Wah… kok bisa tau juga ?” kata Gus Dur.

“Itu… menara Eiffelnya, saya bisa sentuh.”

Gus Dur panas mendengar kesombongan Clinton dan Chirac.

Kali ini giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya….

“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang,” teriak Gus Dur.

“Lho kok bisa tau ?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur tidak bisa melihat.

“Ini jam tangan saya hilang,” jawab Gus Dur kalem.

-oOo-

Doa Mimpi Matematika

Jauh sebelum menjadi presiden, Gus Dur dikenal sebagai penulis yang cukup produktif. Hampir tiap pekan tulisannya muncul di koran atau majalah. Tema tulisannya pun beragam, dari soal politik, sosial, sastra, dan tentu saja agama.

Dia pernah mengangkat soal puisi yang ditulis oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun yang dimuat majalah Zaman.

Kata Gus Dur, anak-anak itu ternyata lebih jujur dalam mengungkapkan keinginannya. Enggak percaya? Gus Dur membacakan puisi yang dibuat Zul Irwan

Tuhan …

berikan aku mimpi malam ini tentang matematikayang diujikan besok pagi

-oOo-

Telepon Menteri Agama

Gus Dur dari ruang kerjanya menelepon Menteri Agama di kantornya.

Kebetulan yang mengangkat telepon di kantor Menteri Agama adalah seorang stafmenteri.

Dialognya demikian :

Gus Dur : Hallo, saya mau bicara dengan Menteri Agama

Staf Departemen Agama : Ini siapa ?

Gus Dur : Saya Abdurrahman Wahid

Staf Departemen Agama : Abdurrahman Wahid siapa ?

Gus Dur : Presiden……………….!!!!!!!!!!!

-oOo-

Dua Gus

Kekritisan Gus Dur terhadap pemerintah Orde Baru mengakibatkan ia “dikucilkan.” Gus Nun sering ngomong pedas, maka dianggap musuh pemerintah juga .

Tapi , kata Gus Dur, di acara jamuan makan malam bersama tamu-tamunya, sebenarnya ada satu “Gus” lagi yang tidak disukai pemerintah .

Para tamu pun penasaran, dan menunggu Gus siapa lagi gerangan yang dimaksud .

“Gusmao…,” ungkap Gus Dur menyebut nama belakang Kay Rala Xanana (sekarang Presiden Timor Leste), pemimpin Fretilin yang saat itu masih di penjara.

-oOo-

Hanya tiga bangsa yang mendarat di bulan

Pernah dalam wawancara di televisi Gus Dur bertanya kepada pewawancara:

“Orang dari bangsa apa saja yang telah sampai ke bulan?” Jawab si pewawancara, “Jelas orang Amerika, dong!”

Gus Dur bertanya lagi, “Bangsa apa lagi yang lain?” Si pewawancara terdiam tidak tahu.

Jawab Gus Dur. “Ada tiga bangsa yang telah mendarat di bulan. Pertama, jelas orang Amerika yang mendarat di bulan dengan pesawat Apollo. Kedua, orang RRC karena jumlah penduduknya yang terbanyak di dunia. Mereka sepakat satu persatu naik di pundak terus sampai ke atas dan akhirnya mencapai bulan. Ketiga, orang Indonesia. Mengapa ? Karena orang Indonesia paling doyan seminar. Kertas kertas seminar ditumpuk begitu banyak dan saking banyaknya akhirnya sampai kebulan.”

-oOo-

Guyon dengan Fidel Castro

Gus Dur lalu bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orangtahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan itu.

Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya.

“Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…”

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

-oOo-

Radio Islami

Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah marah.

“Lho kang, ngopo ngamuk-ngamuk mbanting radio? (Kenapa ngamuk-ngamuk membanting radio?)” tanya kawannya penasaran.

“Pembohong! Gombal!” ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan.

“Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Alquran terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut thok. Radio begini kok dibilang radio Islami.”

“Sampean (Anda) tahu itu radio Islami dari mana?”

“Lha…, itu bacaannya all-transistor. Kan pakai AL.”

-oOo-

Lupa Tanggal Lahir

Gus Dur, nama lengkapnya adalah Abdurrahma Al-Dakhil. Dia dilahirkan pada hariSabtu di Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Ada rahasia dalam tanggal kelahirannya.

Gus Dur ternyata tidak tahu persis tanggal berapa sebenarnya dia dilahirkan.

Sewaktu kecil, saat dia mendaftarkan diri sebagai siswa di sebuah SD di Jakarta, Gus Dur ditanya, ” Namamu siapa Nak?” “Abdurrahman,” jawab Gus Dur.

“Tempat dan tanggal lahir?’ “Jombang …,” jawab Gus Dur terdiam beberapa saat. “Tanggal empat, bulan delapan, tahun 1940,” lanjutnya

Gus Dur agak ragu sebab dia menghitung dulu bulan kelahirannya. Gus Dur hanya hapal bulan Komariahnya, yaitu hitungan berdasarkan perputaran bulan. Dia tidak ingat bulan Syamsiahnya atau hitungan berdasarkan perputaran matahari.

Yang Gus Dur maksud, dia lahir bulan Syakban, bulan kedelapan dalam hitungan Komariah. Tetapi gurunya menganggap Agustus, yaitu bulan delapan dalam hitungan Syamsiah.

Maka sejak itu dia dianggap lahir pada tanggal 4 Agustus 1940. Padahal  sebenarnya dia lahir pada 4 Syakban 1359 Hijriah atau 7 September 1940.

-oOo-

Santri Dilarang Merokok

“Para santri dilarang keras merokok!” begitulah aturan yang berlaku di semua pesantren, termasuk di pesantren Tambak Beras asuhan Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri. Tapi, namanya santri, kalau tidak bengal dan melanggar aturan rasanya kurang afdhol.

Suatu malam, tutur Gus Dur, listrik di pesantren itu tiba-tiba padam. Suasana punjadi gelap gulita. Para santri ada yang tidak peduli, ada yang tidur tapi ada juga yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar.

Di luar sebuah rumah, ada seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan itu.

“Nyedot, Kang?” sapa si santri sambil menghampiri “senior”-nya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja orang itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang “yunior”. Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga si santri mengenali wajah orang tadi tak lain gurunya.

Saking takutnya, santri itu langsung lari tunggang langgang sambil membawa rokok pinjamannya. “Hai, rokokku jangan dibawa !” teriak Kiai Fatta.

-oOo-

Sate Babi

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.

Ajudan…..: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram ?

Gus Dur…: Babi

Ajudan……: Yang lebih haram lagi

Gus Dur…..: Mmmm … babi mengandung babi..!

Ajudan…….: Yang paling haram ?

Gus Dur…..: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi !

-oOo-

Tak Punya Latar Belakang Presiden

antan Presiden Abdurrahman Wahid memang unik. Dalam situasi genting dansangat penting pun dia masih sering meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan.

Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat diinterviewsalah satu televisi swasta. “Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soalTNI/Polri atau pertahanan,” ujar Mahfud.

Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. “Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,”ujar Gus Dur santai.

-oOo-

Siapa yang Paling Hebat ?

Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh.. kebetulan di sekitar kapal ada hiuhiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …

Bill Clinton : Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruhdunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor : (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor : (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton : Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi : (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50kali … !

Sersan : (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut danberenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).

Sersan : (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!

Koizumi : Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)

Gus Dur : Kopral ke sini kamu … (setelah datang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100kali … ok?

Kopral : Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)

Gus Dur : (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! ….. Hidup Indonesia ….. !!!

-oOo-

Sholat Jum’ at

Pada saatnya harus sholat Jum’ at, Gus Dur malah tidur mendengkur. Kemudian ajudannya bertanya “Gus.. kenapa gak sholat Jum’at ?”

Dengan entengnya Gus Dur manjawab “Aku sholat Jum’ at di Mekkah”

“Emang jam-nya sama Gus ? kejar ajudannya.

“Ya…sama-lah, jam orang Mekkah kan Made in Jepang, jam ku juga made Jepang“ ujar Gus Dur.

-oOo-

Berdoa sebelum makan

Waktu Gus Dur menjabat Presiden RI, sekali waktu beliau bertemu dengan pararomo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Dan, tak ketinggalan Gus Durmenyelipkan ceritanya. Ini pastor-pastor itu di sebuah negeri senang berburu binatang buas.

Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburubinatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokangsenapannya dan menembak: “Dor – dor!” Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelumditerkam harimau. Berdoa sebelum mati.

Selesai berdoa, sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidakditerkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut disampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orangKatolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, “Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?” Jawab harimau: “Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!”

-oOo-

Gitu Aja Kok Repot

Humor dan kelitan Gus Dur bukan sekadar lucu-lucuan. Ketika pada 1998/1999 terjadi kontroversi panas mengenai wacana negara kesatuan dan Negara federal, Gus Dur menawarkan solusi agak lucu tetapi mengena. Ketika itu, Amien Rais dengan bendera PAN mengajak kita berwacana atau memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia.

Ajakan itu kontan mendapat tanggapan panas, misalnya, dari Akbar Tandjung (Golkar) dan Megawati (PDIP). Amien diserang habis karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara.

Ketika ditanya soal kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa.

“Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu saja kok repot,” kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif dengan RCTI.

-oOo-

Lagi Asyik Baca

Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia “Tidak maju-maju” meski mereka sudah merdeka 60 tahun lebih. Tapi sekarang…saya sudah tahu alasannya.  Berdasarkan data statistik: Jumlah penduduk Indonesia ada 225 juta. 100 juta di antaranya adalah para pensiunan dan anak-anak. Jadi yang kerja cuma 125 juta.

Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 78 juta. Jadi tinggal 47 orang yang kerja. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 31 juta, jadi tinggal 16 juta yang kerja (karena PNS cuma main catur dan baca koran). Ada 4,5 juta yang jadi TNI dan Polisi. Jadi tinggal 11,5 juta yang kerja (karena TNI dan Polisi tidak ada kerjaan).  Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen-departemen lain jumlahnya 10.500.000. Jadi sisanya tinggal 1.000.000. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 888.000. Jadi sisa 112.000 orang saja yang kerja.

Ada 111.998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masihbisa kerja. Siapa mereka??? Yaaa…tentu saja SAYA dan ANDA! Tapi kan sekarangANDA lagi asyik baca buku sambil cekikak-cekikik sendiri. Jadi tinggal saya sendiri dong yang kerja!!!! Pantes aja kalau begini Indonesia tidak maju-maju……..!

-oOo-

Pikiran porno

Dalam suatu kesempatan Gus Dur mengeluarkan sebuah pernyataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menghina. Namun dengan itu bagian dari upaya Gus Dur menyampaikan joke.”Alquran itu kitab suci yang paling porno. Ya kan bener, di dalamnya ada kalimat menyusui. Berarti mengeluarkan tetek. Ya  udah, cabul kan?”

Mungkin dengan hanya kalimat guyonan itu sebagian masih ada yang merasa diresahkan. Masa sih ulama yang terkenal wali kaya gitu? Maka, di lain waktu Gus Dur mengulangi penjelasannya dengan memilih bahasa yang lebih sopan. “Maksudnya, itu ayat jadi porno kalau yang baca lagi punya pikiran yang ngeres. Kalau nggak, ya udah. Berarti beres.”

Masih nggak puas. Karenanya pertanyaan berikutnya segera menyusul. “Tapi Gus, Alquran kan bahasanya sopan?”

“Betul, juga bahasa di luar Alquran banyak yang sopan. Tapi, waktu teman saya naik bus, lihat orang lagi bunting. Terus dia mbatin kenapa bisa bunting?  Mendadak ‘barangnya’ (alat kelaminnya) berdiri gara-gara pikirannya itu,” jawab Gus Dur.

-oOo-

Dicium artis cantik

Magnet sense of humor gus dur yang tinggi membuat kesengsem salah satu artiscantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh pondokkajen. saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun (mencium) pipigus dur tanpa pake permisi.

Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. siapa yang kuat ngeliat kiat nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, gus mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan dalam hati.

“loh gus, kok gus dur diam saja sih disun sama perempuan?’

Dengan santai dan silakan bayangin sendiri gayanya, gus dur malah ngasih jawaban sepele.

“lha wong saya kan nggak bisa lihat. ya mbok sampeyan jangan pengen.”

-oOo-

Maju aja dituntun, apalagi mundur

Gus Dur dalam berbagai kesempatan selalu berkata jujur. akibat kejujurannya itu, kadang kala disertai humor “tingkat tinggi” yang membuat para pendengarnya tergelak.

salah satu contohnya kala gus dur menanggapi berbagai desakan agar dirinyamundur. tanpa basa-basi dia pun menimpali.

“maju aja masih harus dituntun, apalagi mundur,” ujar Gus Dur

-oOo-

189 Gaya Bersetubuh

Ketika semua pihak berteriak “Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena nggak sesuai dengan syariat Islam,” Gus Dur justru kurang sependapat. GusDur berusaha mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno tersebut.

Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahanmemandang pengertian daripada kata porno.

“Anda tahu, kita Raudlatul Mu’aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, ha … ha … ha. Kalau gitu, kitab itu cabul dong ?”

-oOo-

Presiden Nyeleneh

Gus Dur selalu dianggap aneh dan berbeda dengan orang lain. Anggapan ini juga dirasakan oleh mantan Menteri Pertahanan Mahfud MD. Dia juga merasa herankenapa justru dirinya yang saat itu dosen di UII Yogyakarta menjadi Menhan.

“Saya heran kok saya dijadikan Menhan. Gus Dur memang nyleneh. Kalau nggaknyleneh nggak mungkin memilih saya menjadi Menhan,” aku Mahfud disambut geer audien dalam satu forum talkshow di televisi swasta nasional.

Mahfud juga pernah mengaku akan mundur dari posisi menteri. “Saat itu sayadapat hujatan yang luar biasa. Belum-belum kok sudah dapat kritikan luar biasa.

Saya ketemu teman-teman di Yogya. Dalam suatu rapat, saya tegaskan bahwa saya akan mundur dari menteri. Eh, tidak berselang beberapa menit, Gus Durtelepon: ‘Pak Mahfud jangan mundur.”

-oOo-

Buto Cakil Pembayar Demonstran?

Punakawan selalu digambarkan sebagai kstaria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu tempatke tempat lain.

Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Perilaku kesatria puntak jelas. Yang jadi Punakawan pun tak jelas. Yang disebut istana pun tak jelas.

Sebab saat ini masih banyak istana, ada yang di Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana.

“Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdas lah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu. Bukan begitu, Gus?”

“Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,” jawab Gus Dur.

“Ya sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayari.”

-oOo-

Tukang Santet Jakarta

Main hakim sendiri seakan sudah dianggap normal oleh masyarakat kita. Pelakunya bukan cuma rakyat biasa, tapi sering justru aparat yang berwenang. Paling tidak penghakiman dilakukan di depan aparat. Sampai-sampai majalah  Tempo, jauh sebelum pembredelan pernah “menghitamkan” beberapa halamannyla sebagai tanda prihatin. Para pembaca Tempo tentu kaget dan heran. Bermacam dugaan pun segera muncul. Gus Dur termasuk yang heran dan  menduga-duga.

“Mengapakah Tempo dibuat hitam seperti itu?” tanya Gus Dur dalam “kuis  imajiner”-nya.

“Karena reportase soal tukang santet dan bromocorah Jember.”

“Siapakah yang memerintahkan penghitaman itu?”

“Tukang santet dan bromocorah Jakarta.”

-oOo-

Keliling Dunia Tidak Mati Kok!

Empat dokter ahli menyampaikan analisis negatif terhadap kesehatan Gus Durkepada DPR. Jauh sebelumnya, salah satu Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksonojuga pernah mengungkit masalah itu. Agung, yang juga dokter, mengusulkan agar Presiden Gus Dur diperiksa oleh tim dokter independen. Usul itu disetujui oleh Ketua MPR Amien Rais.

Saat Gus Dur berkunjung ke Kairo, wartawan pun menanyakan usulan AgungLaksono itu. “Kalau mau tahu soal kesehatan sata, tanya saja sama dokter yangpernah memeriksa saya,” jawab Gus Dur serius.

Kalau belum percaya? “Gampang saja, saya keliling (dunia) ini tidak mati kok,” jawab Gus Dur menekankan betapa sehatnya dia.

Tapi kemudian Gus Dur bilang, “Masalah begitu jangan tanya sayalah. Saya sudahmalas menjawabnya. Punya ambisi politik saja kok sampai begitu.”

-oOo-

Membuat Orang-Orang Berdo’a

Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu.

“Saya sopir Metro Mini, Pak.” lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewahuntuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang Gus Dur dengan dituntutn ajudannya yang setia.

“Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Dur.

“Saya presiden dan juga juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamaryang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes.

“Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?”

Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakanTuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa…”

-oOo-

Gus Dur Digoda

Salah seorang anak Gus Dur dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ayahnyayang sedang memoleskan krim pembersih wajah yang dicurinya dari meja riasistrinya ke seluruh bagian mukanya.

“Kenapa sih…Bapak selalu mengoleskan itu di wajah?” tanya anak itu.

“Supaya bapakmu ini ganteng terus,” jawab Gus Dur.

Tak berapa lama kemudian Gus Dur mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel di wajahnya seperti yang sering dilakukan istrinya.

“Lho kok dihapus sih Pak? Putus asa ya…?” goda anaknya.

-oOo-

Horas Gaya Jawa

Dalam menyampaikan pengantar pidato kenegaraan menyambut HUT ke-55 RI ituGus Dur juga menyinggung soal keragaman etnis di Indonesia. Maka, kata Gus Dur, jangan heran kalau ada anggota DPR yang berasal dari Sumatra Utara menyapadengan horas sebagai salam hangat perkawanan.

Sebagai orang yang berasal dari suku Batak, Ketua DPR Akbar Tandjung tak maukalah dengan Gus Dur yang berasal dari suku Jawa itu. Maka, selesai Gus Dur memberikan pidato, Akbar pun langsung menimpali.

“Saya juga orang Batak,” kata Akbar, yang beristri orang Solo. “Tapi, kalau orangBatak seperti saya, yang sudah lama di Jawa, akan beda menguncapkannya.”

Lho, di mana pula letak perbedaannya, Bah? “Ya, orang Batak yang lama di Jawa seperti saya ini akan mengatakan ho….raaa…s,” ujar Akbar dengan nada lembut.

-oOo-

Soeharto Pilih NU ‘Diskon’

Suatu hari, di bulan Ramadan, Gus Dur bersama seorang kiai lain (kiai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama. Setelah buka, kemudian salat Maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

Soeharto : “Gus Dur sampai malam di sini?”

Gus Dur : “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.”

Soeharto : “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini ya?”

Gus Dur : “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.”

Soeharto : “Penjelasan apa?”

Gus Dur : “Salat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?”

Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya.

Soeharto : “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”

Gus Dur : ” Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.”

Soeharto : “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….”

Gus Dur sementara diam.

Soeharto : “Lha kalau NU baru?”

Gus Dur : “Diskon 60% !”

Hahahahahaha…. (Gus Dur, Soeharto dan orang-orang yang mendengar dialog

tersebut pun tertawa.)

Gus Dur : “Ya, jadi salat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.”

Soeharto : “Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.”

-oOo-

Ngebor Kebanyakan

“Mengapa muncul bencana lumpur dan gas panas di Sidoarjo?” tanya Gus Dur.

“Ngebornya La Pindo, jadi jebol. Kalau La Pisan mungkin aman. Dalam bahasa Jawa Timuran Pindo kan dua kali, Pisan, sekali,” kata Gus Dur menjawab pertanyaannyasendiri.

-oOo-

Tuhan Tak Perlu Dibela

Saat kebanyakan orang saling menunjukkan diri sebagai ‘pihak yang paling garang’dan ‘paling ngotot’ mengatakan diri mereka adalah sedang dalam perlawananmembela agama Tuhan. Jelas ini adalah sikap yang lagi-lagi gegabah.

“Tuhan nggak perlu dibela,” jawaban Gus Dur kala itu. Karuan saja omongan itujuga menimbulkan kontroversi. Hingga akhirnya teman Gus Dur, KH Mustafa Bisripun ikut angkat bicara.

“Tuhan itu sebenarnya nggak butuh kita. Kalau se-Indonesia ini mau jadi kafir semua, Tuhan juga nggak akan bermasalah,” sambung Gus Mus menguatkan pernyataan Gus Dur

-oOo-

Salad

Gus Dur nggak mati akal kalau urusan melucu. Bahkan, guyonan Gus Dur pun jugadiucapkan dalam bahasa asing. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang ada seorang pejabat negara ini yang diundang ke luar negeri.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malamdalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “you like salad, madame?”

“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, Dzuhur, Asyar, Maghrib and Isya,” jawab si Nyonya percaya diri.

-oOo-

Gus Dur Ngelu

“Saya mau bertanya sama Pak Permadi dan para hadirin.” kata Sutradara Film Garin Nugroho dalam wayangan. Biasanya, tokoh-tokoh baik itu kalau situasinya susah pada berubah semua. Petruk misalnya, ketika mau jadi raja tiba-tiba berubah wataknya.

Permadi yang ditanya Gus Dur yang menjawab. Ia membenarkan bahwa watak  Petruk berubah ketika ia mau menjadi raja. “Makanya, kalau mencari pemimpin mestinya yang tak gampang berubah,” tambah Gus Dur.

“Kalau menurut Pak Permadi, Gus Dur itu berubah tidak? celetuk seorang hadirin.

“Ya, agak berubah,” jawab Permadi.

“Misalnya dalam hal apa?”

“Misalnya, kalau dulu Gus Dur itu masih suka kumpul-kumpul dengan saya, sekarang hampir tidak pernah lagi.”

“Kalau itu sih sebabnya sederhana,” sahut Gus Dur.

“Sederhana bagaimana Gus?” kejar hadirin.

“Ngelu (pusing).”

-oOo-

Baca Salawat

Ketika berceramah di depan kerumunan massa, misalnya, Gus Dur mengajakmassa untuk membaca salawat bersama-sama dengan suara keras. Setelah itu, diamengatakan, selain mencari pahala, ajakan membaca salawat tersebut adalah untuk mengetahui berapa banyak orang yang hadir. “Dengan lantunan salawattadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara salawat saja,” jelasnya.

-oOo-

Anggur Mukti Ali

Pada kunjungan keliling Eropa bulan Februari 2000, Gus Dur ketemu para kepala negara/pemerintahan. Dia antara lain ketemu Presiden Perancis Jacques Chirac. Untuk mencairkan suasana, seperti biasa, dia memasang jurus ampuhnya: humor. Dan tentu saja guyonan yang dipilihnya adalah sedikit banyak ada sangkutannya dengan tuan rumah.

Menurut Gus Dur, pada tahun 1970-an di Indonesia mulai diupayakan dialog antar agama. Penggagasnya adalah Prof Mukti Ali, waktu itu menteri agama.

“Saya sangat setuju dengan prinsipnya, tapi tidak setuju dengan contoh yang  diberikan Mukti Ali,” ujar Gus Dur.

“Mengapa?” tanya Presiden Chirac, mulai heran.

“Menurut Mukti Ali, semua agama itu sama saja; sama bagusnya, sama luhurnya. Ini saya setuju. Tapi dia memberi contoh dengan menyebut anggur. Ini saya tidak setuju. Sebab, kata Mukti Ali, agama-agama itu seperti anggur. Bisa dimasukkan ke gelas yang pendek, yang lonjong, yang bulat dan sebagainya, tapi isinya sama saja; anggur.”

“Lho, mengapa Anda tidak setuju?” tanya Chirac, belum paham juga.

“Sebab anggur itu macam-macam, wadahnya juga macam-macam. Tidak bisa  sembarangan.”

“Ya, betul, betul,” kata Chirac sambil tertawa. “Saya tahu benar tentang hal itu sebab saya orang Prancis

-oOo-

Memanjatkan Puji Syukur

Setiap akan memulai kegiatan pertemuan, pemimpin acara selalu mengajak semuapeserta untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Disela-sela acara ada peserta disamping Gus Dur bertanya “kenapa Gus, setiap akan memulai acara kok selalu memanjatkan puji syukur”

Gus Dur menjawab “karena puji tidak bisa manjat sendiri”

-oOo-

Siapa Lebih dekat Tuhan

Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan PresidenRI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah.

Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, bhiksu, dan pendeta.

“Pendeta mengatakan ; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan Anak, Tuhan Bapak.

Si bhiksu menimpali ; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om.

Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai ? Pak Kyai menjawab; Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake menara,” ujar Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan.

-oOo-

AkuTidak Tahu

Ketika Gus Dur menjadi presiden, Mahfud MD diangkat menjadi Menhankam dalamkabinetnya. Suatu ketika dalam obrolannya Mahfud MD menanyakan tugas-tugasMenhankam, sebagai berikut :

Mahfud MD “Gus… tugas-tugas Menhankam itu apa, aku tidak tahu”

Gus Dur menjawab dengan entengnya “Aku sendiri juga tidak tau”

-oOo-

Saya Sendiri

Dalam obrolan di salah satu Televisi swasta, Gus Dur membicarakan tentang pemimpin negara yang pantas menjadi presiden. Kemudian ditanya oleh presenter TV “Gus…siapa yang pantas menjadi presiden RI”

Dengan nada tegas Gus Dur menjawab “Ya… saya sendiri yang pantas”.

-oOo-

Lagu Remang-Remang

Gus Dur mempunyai lagu favorit yang berjudul “Ramang-remang”, dan studio radio Muara Jakarta menjadi kesukaannya karena sering memutar lagu tersebut denganpenyiarnya yang bernama Litha Sudarto Wijaya.

Ketika lagu Remang-remang diputar Gus Dur tak pernah ketinggalanmenikmatinya. Namun tiba-tiba Gus Dur menjadi marah karena lagu belum selesai sudah diputus. Kemudian penyiar radio di telepon Gus Dur, dimarahi dan disuruh memutar lagi.

Begini Gus Dur menelepon “ He…Mbak Litha, jangan banyak ngomong dan putarlagi dari awal lagu Remang-remang itu”

Kemudian penyiar radio memutar lagi dari awal sampai selesai. Selanjutnya LithaSudarto Wijaya menjadi lebih dekat dengan Gus Dur, sampai seperti putrinya sendiri dan Gus Dur sering main di studio radio Muara.

-oOo-

Naik Haji

Gus Dur menuturkan “Naik haji Tahun 1994 lebih nayaman walau harus mengantrepanjang, tidur berbantal tas dan makan roti kering yang dicelupkan ke wedang tehkarena beaya sendiri, dibanding naik haji Tahun 1992 dengan vasilitas VIP”.

“Emang kenapa Gus” Tanya Said Agil Al Munawar Mantan Menteri Agama.

“Karena naik haji Tahun 1992 berangkat bersama Presiden Soeharto”, ujar GusDur sambil tertawa.

-oOo-

Internet

Gus Dur mendapat undangan resmi dari ketua cabang NU Jawa-Timur untuk meresmikan kantor cabang baru. Dalam undangan tertulis “mengharap kehadiranBapak KH Abdurrahman Wahid untuk meresmikan kantor, tetapi masih kekurangan internit”

Sesampai kantor Gus Dur melihat-lihat bangunan sesekali nengok-nengok keatas. Kemudian Gus Dur bertanya kepada ketua cabang NU “Lho piye sih, ternit udah dipasang kabeh kok katanya kurang ternit”

Ketua Cabang NU menjelaskan “ niku lho Gus, yang ada di komputer”

Gus Dur “ O……kuwi dudu i-n-t-e-r-n-i-t tapi i-n-t-e-r-n-e-t”

-oOo-

Rahasia Tidurnya Gus Dur (1)

“Saat acara seminar TB Simatupang dengan pembicara Gus Dur, Rudini dan Jacob Oetama, seperti biasa Gus Dur datang terlambat dan tidur sampai mendengkur lagi” Ujar Said Agil.

Namun Said Agil dibuat kaget karena pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Rudini dan Jacob Oetama di ulas dan dijawabnya pada giliran Gus Dur Berorasi.

Lalu Said Agil bertanya “kok Gus Dur tahu yang dibicarakan Rudini dan Jacob Oetama”

“Ya paling-paling mereka bicaranya seputar itu-itu aja, karena saya tahu buku-buku yang mereka baca, kecuali kalau dengan orang yang baru saya temui” Ujar Said Agil sambil tertawa menirukan ucapan Gus Dur.

-oOo-

Rahasia Tidurnya Gus Dur (2)

Setiap mengikuti rapat atau sidang, Gus Dur dipastikan tidur sampai mendengkur, dan ketika menjelang acara bubar Beliau terbangun. Anehnya, isi pembicaraan dan kesimpulan dalam rapat tersebut Beliau tahu semua.

Kemudian ajudannya bertanya “Apakah Gus Dur punya ilmu malaikat”

“Ah….tidak. Bangsa kita kan seperti itu, kalau rapat muter-muter kesana-kemari, beradu argumen, cek cok, dan ujung-ujungnya sama”.

“Sama apanya Gus” ajudan mengejar pertanyaannya.

“Sama-sama gobloknya, nggak tahu apa-apa” jelas Gus Dur sambil terkeh-kekeh.

-oOo-

Dekrit Presiden

Pada bulan Juli Tahun 2001 terjadi perselisihan antara Gus Dur sebagai presidendengan DPR RI. Dengan rasa percaya diri Gus Dur mengeluarkan Dekrit Presidenuntuk membubarkan DPR RI . Tetapi dekrit tersebut tidak direspon oleh DPR RI, yang berakibat lengsernya Gus Dur dari jabatan presiden RI.

Pada pertemuan dengan wartawan di Ciganjur, beliau di tanya “kenapa dekrit GusDur tidak laku ?”

“bukan tidak laku, tetapi DPR yang tidak tahu dekrit”, Gus Dur menjelaskan.

“masak DPR tidak tahu dekrit Gus”, Tanya wartawan.

“Tanya aja sendiri…anggota DPR kan belum lulus SD”, ujar Gus Dur sambil tertawaterkekeh kekeh.

-oOo-

Celana Pendek

“Setelah Gus Dur dilengserkan dari jabatan presiden, beliau keluar dari IstanaNegara untuk menemui pengikutnya hanya memakai celana pendek, kolor lagi” ujar penulis kepada pembaca. “tidak lucu tapi wagu”…ha… ha… ha…!!!!

-oOo-

Rambut Disemir Kuning

Anak Gus Dur yang tertua marah-marah karena adiknya yang paling kecil rambutnya disemir. Saking jengkelnya, kemudian kakat tertua itu melapor kepadabapaknya “ Pak, iki lho anakmu sing ragil rambute disemir kuning, ngisin-ngisinke, anak presiden kok koyo ngono !!!”

“Opo kowe wis siap yen rambutmu disemir kuning” Tanya Gus Dur.

“Siap Pak” jelas si ragil sambil gemetaran.

“Yen siap di omong wong akeh yo wis, ora popo” tutur Gus Dur sambil tersenyum.

“Wah-wah…bapaku emang demokratis tenan” ujar kakak tertua sambil nyelonong pergi.

-oOo-

Istana Rakyat

Kedekatannya dengan rakyat, beliau mendapat sebutan sebagai presiden rakyat. Gus Dur sendiri saat menjadi presiden mengatakan bahwa “ Saya ini tinggal di Istana Rakyat, bukan Istana Presiden,” tuturnya.

“Terbukti ketika beliau menjadi presiden, semua orang yang ingin bertamu tak adayang beliau tolak. Mulai dari pengusaha pesawat terbang sampai penjual asongan, mulai dari pimpinan pondok sampai kiai teklek, mulai dari umat Hindu sampaiIslam abangan,” jelas ajudannya.

Suatu saat ditanya wartawan “Gus, kenapa pedagang asongan diterima masuk istana?”

“daripada yang bertamu anggota DPR, mendingan menerima pedagang asongan”, ujar Gus Dur.

“kenapa Gus” kejar wartawan.

“ya…. kalau pedagang asongan bertamu mendo’akan saya, tapi kalau angota DPR bertamu pasti minta jabatan“ jelas Gus Dur sambil tertawa yang diiringi tawa semua wartawan yang hadir.

-oOo-

Cuci Darah

Saat dirawat dirumah sakit RSCM, Gus Dur menjalani cuci darah 3 kali seminggu. Sekali cuci darah memakan waktu 4 jam, jadi satu minggu 12 jam.

Ketika ditengok dokter, Gus Dur bertanya kepada dokternya “ bagaimana kalau cuci darahnya 2 kali seminggu aja dan sekali cuci 6 jam” lalu dokter menjawab “gak bisa Gus, itu sudah ketentuan medis”.

“kan sama-sama 12 jam seminggu dok…”. Ujar Gus Dur sambil terkehkekeh.

Dokter tertawa “He he he… dasar Gus Dur, sakit masih bisa humor”.

-oOo-

Terakhir Tidak Lucu

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, mengaku bahwa Gus Durmasih mengeluarkan guyonan khas saat terakhir kali ia menjenguk.

“Waktu terakhir kali dia sakit , saya masih membesuk beliau. Dia masih sempatguyon. Tapi, memang kurang lucu,” ungkapnya di RSCM,

Saat ditanya apa guyonan terakhir mantan Presiden RI tersebut, Jimly enggan mengutarakannya. “Kurang lucu. Enggak usahlah,” tuturnya.

Anda suka dengan artikel Humor Gus Dur ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kumpulan Kata Mutiara : Tips Untuk Anda Yang Merasa Jelek. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Humor Gus Dur" :