Saya tak yakin buah ini benar-benar ada. Hanya saja, ajaran yang dibawanya cukup sangat berharga.

Nama buah simalakama berarti penggambaran situasi serba dilematis. Dimakan ayah mati, tak dimakan ibu mati.

Serba dilema..

Saya melakukan posting ini sesaat setelah melihat status teman saya di facebook. Hampir serupa, pilih mana katanya, jadi ikan kecil dalam kolam yang besar, atau jadi ikan besar dalam kolam yang kecil?

Orang yang bijak akan memilih. Karena hidup adalah pilihan, dan tak ada pilihan yang setengah-setengah. Tidak ada : “saya pilih dua-duanya”

:lol:

Banyak hal pastinya tentang pilihan hidup yang kita rasa. Makin lama choice yang ada akan makin banyak, makin memusingkan.
Lantas apa yang perlu dilakukan?

Dalam memilih, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan, yaitu:

(1) SKALA PRIORITAS.
Utamakan memilih pilihan yang utama, yang mendesak dan penting. Lakukan pemutusan pilihan keputusan pada saat hampir deadline, tentunya setelah berfikir & memilih jauh hari sebelumnya.

(2) MINIMALKAN RESIKO.
Tentu, pilihlah pilihan dengan resiko paling kecil.

(3) MAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
Utamanya dalam hubungannya dengan masa depan.

Yakinnya, tiap hal yang kita pilih hari ini akan “sangat” berpengaruh bagi masa depan kita. Jika hari ini kita memilih untuk menjadi baik, maka akan ada imbas yang sama yang akan kita terima di masa datang.

So, tetaplah memilih. Jadikan memilih sebagai sebuah kebutuhan, sebuah kebiasaan, sebuah pendewasaan.

Anda suka dengan artikel Buah Simalakama ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Matematika : Pendekatan Keterampilan Proses. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Buah Simalakama" :

Ditulis dalam Kategori Catatan MasBied.