Dalam banyak kesempatan, saya mengamati pola perilaku beberapa orang. Utamanya masalah ke’kalem’an, kata kalem tidak berarti kayak lembu lho ya..

Saya pribadi sangat senang dengan orang yang kalem dibanding yang terkesan atraktiv, apalagi yang cerewet. Hii..

Kalem tak selamanya lelet, kalem yang saya maksud adalah tingkat kelemahlembutan cara berbicara, cara bertindak, dan cara berfikir dengan lebih mengedepankan etika & penghormatan pada orang. Kalem berarti lembut. Lantas apa hubungannya dengan sabar?

Pola pikir akan sangat berpengaruh pada pola perilaku. Orang yang tergesa-gesa dalam rencananya, pasti juga akan sangat tergesa-gesa dalam tindakannya. Sulit memang mengubah ke’atraktiv’an seseorang, apalagi menurunkan levelnya. Utamanya bagi kawan-kawan yang tergolong sebagai kaum sanguinis yang sangat cinta bicara. Di tengah pembicaraan selalu jadi biang utama.
Tak jadi masalah sebenarnya, tapi hal ini akan berhubungan dengan esensi pembicaraan. Makin banyak kita bicara, makin banyak pula kemungkinan kesalahan berita.

Kata Rasul : “bicaralah yang bermanfaat, atau lebih baik diam..”

Juga jika dihubungkan dengan pribahasa : “kulumlah kata-kata sebelum diucapkan”.

Pasti ada orang yang berfikir tentang apa yang mereka ucapkan..

Halah..

Jadi kalem itu sulit..

Note:
Pembicaraan di artikel ini gak jelas kemana arahnya, tapi awalnya pengen ke masalah wanita, yang katanya cenderung cerewet. BetE’ deh liat mereka! Mereka yang cerewet maksudnya. Hehe..

Anda suka dengan artikel Kalem.. ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Matematika : Pendekatan Keterampilan Proses. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Kalem.." :