Ngurus self hosting memang tidak mudah, tapi keren. Setelah pindah dari wordpress.com, saya merasakan banyak pelajaran penting tentang blog. Dulu tak pernah peduli dengan masalah hosting, taunya hanya posting dan blogwalking, ganti tema dan utak atik beberapa widget. Sekarang dihadapkan banyak masalah yang bagi saya benar-benar baru.

Salah satu masalah yang tidak pernah saya duga adalah tentang suspend dari hosting. Mungkin tepatnya bukan suspend, hanya saja sistem di hosting secara otomatis mengubah change permission di folder blog saya, sehingga tidak dapat diakses oleh pengunjung.

Awal masalah yang muncul adalah tidak dapat diaksesnya wp-admin blog setelah beberapa hari sebelumnya upgrade ke wordpress 3.1. Panik. Saya mencoba untuk masuk ke cPanel (Meskipun hostingnya hanya numpang di teman, saya diberikan hak untuk langsung mengakses cPanel lho), mencari masalah yang terjadi. Index.php dan wp-admin.php tak bermasalah. Saking paniknya, saya mengupload ulang folder wp-admin. Ternyata tak menyelesaikan masalah. Terpaksa harus instal ulang wordpress. Untung teman tempat saya numpang membantu, termasuk menghubungi hosting untuk mengembalikan file-file gambar dan media yang tersimpan di hosting. Hufh …

Beberapa hari kemudian saya melihat trafik blog jatuh hingga hampir 95%, tak mencoba panik, saya melihat index di google. Lumayan sih, tapi ternyata blog saya dikenali mengandung malware di hampir seluruh bagian halaman search, akhirnya yang muncul di bawah setiap judul halaman yang terindeks google adalah : “Mengunjungi laman ini dapat merusak perangkat Anda”. Biyoh … Ma’ sleg! Kaget! Sepertinya saat membackup database wordpress sebelum upgrade kemarin, filenya terkena virus. Maklum, saya melakukannya di warnet. Akhirnya minta bantuan dari hosting, diamankan.

Masalah tak selesai. Sehari setelahnya saya mencoba mengunjungi blog pada jam-jam sibuk. Jam sibuk blog saya biasanya antara pukul 19.00 hingga 22.00 waktu setempat. Jam segitu banyak orang yang browsing, dan juga menyibukkan server blog saya. Rupanya jumlah pengunjung yang mulai menanjak menjadi sebuah permasalahan baru. Setiap kali menjelang jam sibuk, blog saya langsung tak dapat diakses. 403 forbidden. Hufh!

Awalnya tak tau bagaimana menyelesaikan masalah 403 forbidden, pasalnya setelah googling, ini hanya masalah CHMOD. Dan bodohnya saya (Jiahaha) adalah tak tau bagaimana solusinya. Selalu minta tolong teman untuk mengontak pihak hosting menanyakan apa masalahnya. Alasan yang didapat adalah tentang tema. Katanya tema-nya mengadung virus atau apalah, sehingga sering bikin server down. Saya mencoba mengganti dengan tema yang lain, keesokan harinya tetap saja begitu. Hmm …

Saya mengira ini adalah kerjaan plugin. Setelah mencoba saran dari teman, saya menonaktifkan plugin WP Missed Schedule. Plugin ini membuat wp cron bekerja keras. Saya sengaja pasang plugin tersebut karena sebelumnya mengalami masalah dengan posting schedule yang telah saya jadwalkan. Tapi ternyata keesokan harinya masih juga down. Masya Allah … Heran deh!

Plugin lain yang ternyata makan resource gede adalah Plugin Related Post dan Smart Link. Akhirnya, saya menghapus plugin-plugin ini. Menyisakan STT2, meskipun saya tau STT2 juga makan resource yang gede.

Untuk mengakali STT2, saya meminimalisir jumlah keyword maksimal menjadi 20, link tetap ke halaman search, dan auto clean up saya atur setiap 2 hari sekali. Untuk blog dengan jumlah pengunjung hingga puluhan ribu per hari, cara ini mungkin ampuh. Saya pernah mencoba untuk auto clean up tiap 3 hari, tapi pada hari ke-3 lagi-lagi servernya down. Parah!

Akhirnya, inilah OnlineSyariah.com. Dua bulan belajar berdiri di atas hosting sendiri <– Meski tepatnya numpang. Hahah ..

Apakah sahabat pernah mengalami masalah serupa?

Salam …

Anda suka dengan artikel Belajar Blogging Di Self Hosting ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Exclussive Picture : A Long Waiting For Abied Jr.. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Belajar Blogging Di Self Hosting" :