Berbicara tentang film, salah satu yang paling saya gemari adalah sequel The Bourne Ultimatim. Hebatnya film ini bagi saya pribadi adalah, The Bourne, bintang utama dalam cerita ini telah dicuci otaknya sehingga tak tau siapa dirinya. Yang ia tau, dirinya selalu menjadi target pembunuhan. Ia sebenarnya sebuah project program dalam sebuah departemen pertahanan di Amerika. Tepatnya menjadi prototype untuk sebuah mesin pembunuh yang sangat hebat, yang akhirnya disebut sebagai agen layaknya James Bond 007. Mempunyai insting kuat, pengalaman mempertahankan diri dan juga kualitas diri. Sayangnya, ia dianggap project yang gagal, sehingga harus dimusnahkan. Lha, film-film sejenis ini membuat saya berdecak kagum. Teknologi yang hebat, akting yang luar biasa, juga alur cerita yang sangat sulit ditebak.

Jika sahabat gemar menonton film India, sahabat akan tau bagaimana menebak akhir cerita. Dan yang paling sering terjadi adalah akhir dari cerita adalah kekasih sang pahlawan akan disandera oleh penjahat. Hingga terjadi pertempuran sebagai ending dengan bintang sebagai pemenang. Sangat jarang kita temui film India yang bintangnya kalah. Lha, kalo ada orang Indonesia yang menang di akhir cerita, kita akan menyebutnya sebagai “Jagoan India”. Haha …

Dan tau apa yang paling khas dari film India pada masa lalu? Polisi India selalu datang terlambat. Jiiiha, khas banget kan?! Begitu juga ketika terjadi konflik fisik antara tokoh protagonis (bintang) dan antagonis (lawan), semua warga yang tak punya kuasa hanya menonton di tepi jalan. Lantas terjadi sebuah adegan dimana tokoh protagonis terpental dalam sebuah dinding bata, yang akhirnya hancur lebur. Wakaka …

Terus kualitas film Indonesia bagaimana?

Sebagai sebuah negara dengan mayoritas penduduk sebagai penonton, hanya ada beberapa rumah produksi di Indonesia yang berhasil membuat film dengan decak kagum. Salah satu yang saya amati baik adalah film “MERANTAU”. Untuk kategori film drama dan film sosial, boleh lah ada beberapa yang bagus.

Sayangnya, saat ini, dimana beberapa distributor film luar tak lagi mensuplay film Hollywood, kualitas film kita justru tak berkembang. Lihat saja, film Indonesia hanya punya beberapa genre yang berkembang :

  1. HOROR
  2. MESUM
  3. HOROR
  4. MESUM
  5. DRAMA

Nomor 1 & 3 kok sama? 2 & 4 juga?! Xixixi … Ini adalah andalan. Maklum, negara kita adalah negara mistik. Yang rakyatnya terlalu suka dengan hal berbau magik. Tapi juga tak sedemikian horornya. Kenapa? Karena horor di setiap film ini selalu di selubungi dengan wanita cantik yang berpakaian minim. Pernah sih nonton film, judulnya “RAYUAN ARWAH PENASARAN” (tepatnya terpaksa nonton karena beberapa film lain dah diliat). Bintang tamunya adalah artis Jepang (yang pasti bukan Miyabi. Haha …). Adegan yang terlihat adalah adegan berulang, dimana bintang tamu sang Jepang disiksa, dengan pakaian seadanya, dan tugasnya hanyalah MENDESAH. Lha, ini film horor atau porno sih?!

Hmmm … Salah satu hal yang merusak film Indonesia adalah adanya aji mumpung dari para pemerannya. Pemain film bukanlah aktor asli, tapi dadakan. Penyanyi yang booming, bikin film. Gimana aktingnya mo total coba?

Ingat, jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, tunggu kehancurannya. Jihui.

Apakah sahabat punya tanggapan tentang perfilman Indonesia?

Anda suka dengan artikel Bagaimana Kualitas Film Indonesia Menurutmu, Sahabatku? ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Nokia E7, Be Inspired By This!. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Bagaimana Kualitas Film Indonesia Menurutmu, Sahabatku?" :

Ditulis dalam Kategori Catatan MasBied.