Oleh Eko Purwadi

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Unsur hara merupakan komponen penting dalam pertumbuhan tanaman, unsur hara banyak tersedia dialam, sehingga tumbuhan bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan metabolismenya. Tetapi ketersediaan unsur hara di beberapa tempat tidak sama, ada yang berkecukupan sehingga pertumbuhan tanaman menjadi baik namun ada juga yang kekurangan, sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat. Khusus untuk tanaman budidaya kebutuhan unsur haranya sangat tinggi, hal ini dikarenakan pada lahan atau tempat yang sama ditanami tanaman tertentu yang membutuhkan jumlah unsur yang sama setiap waktunya. Sedangkan persediaan dialam terus berkurang akibat diserap oleh tanaman budidaya yang ditanam dilahan tersebut musimnya (intensif), sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara harus dilakukan penambahan unsur hara dalam bentuk pupuk dalam jumlah yang cukup.

Berdasarkan ke esensialannya unsur hara yang dibutuhkan tanaman terbagi menjadi dua yakni unsur hara esensial dan unsur hara non- esensial atau beneficial. Unsur hara esensial terdiri atas unsur hara makro dan mikro, unsur hara esensial merupakan unsur hara yang mutlak dibutuhkan tanaman dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh unsur lain, tidak terpenuhinya salah satu unsur hara akan mengakibatkan tanaman tersebut tidak dapat menyelsaikan siklus hidupnya. Sedangkan unsur beneficial adalah unsur tambahan yang tidak dibutuhkan oleh semua tanaman, namun perannanya cukup penting pada tanaman tertentu, misalnya jagung agar hasilnya berkualitas perlu ditambahkan unsur Al yang bisa diberikan pupuk ALPO4 (Alumunium fosfat) dalam jumlah tertentu. Bagi tanaman lain unsur Al justru dapat menyebabkan keracunan, namun pada tanaman jagung toleran terhadap Al pada jumlah tertentu malah akan membantu meningkatkan produktivitasnya mendekati potensi genetisnya.

Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda – beda bergantung pada umur, jenis tanaman, dan kebutuhan tanaman itu sendiri. Pada masa vegetative tanaman lebih membutuhkan unsur N,unsur N sangat vital bagi pertumbuhan tanaman karena unsur ini paling banyak dibutuhkan tanaman. Unsur ini fungsi utamanya adalah mensintesisi klorofil yang difungsikan tumbuhan dala melakukan pross fotosintesis. Yang perlu diingat tanaman tidak dapat menyerap unsur hara dalam bentuk tunggal tetapi tanaman menyerap unsur hara tersebut dalam bentu ion seperti unsur hara N dapat diserap tanaman dalam bentuk NH4 dan NO3- begitu juga unsur lain juga diserap tanaman dalan bentuk ion, yang sering disebut sebagai bentuk tersedia bagi tanaman. Tetapi permasalahannya jika unsur N diberikan dalam jumlah yang berlebih justru dapat mengakibatkan produksi tanaman menurun, hal ini dikarenakan pemberian unsur N dalam jumlah yang banyak atau melebihi kebutuhan tanaman dapat mengekibatkan fase vegetative tanaman lebih panjang sehingga pembentukan organ generative tidak maksimal. Akibatnya selain produktivitasnya menurun, kualitas yang dihasilkan juga menurun.

Oleh karena itu diperlukan suatu pengujian untuk mendeteksi batas kritis suatu tanaman akan unsur hara tertentu sehingga dapat diketahui kebutuhan tanaman akan unsur hara tertentu yang optimum. Uji batas keritisan tanaman akan unsur N maupun unsur lainnya bisa dilakukan dengan menganalaisis jaringan tanaman untuk memperkirakan tingkat kesuburan tanaman. Tujuan dilakukannya analisis batas kritis tanaman ukan suatu unsur hara tertentu bertujuan untuk memperkirakan kadar atau jumlah unsur hara pada batas kritis. Selain itu juga untuk mengetahui dan menentukan jumlah unsur hara dalam jaringan tanaman yang menunjukan hasil optimum.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui batas kritis suatu unsur hara pada tanaman.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu faktor yang menunjang tanaman untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal adalah ketersediaan unsur hara dalam jumlah yang cukup di dalam tanah. Jika tanah tidak dapat menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman, maka pemberian pupuk perlu dilakukan untuk memenuhi kekurangan tersebut. Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, tentunya memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut, sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya, demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut krang dari takaran yang semestinya diberikan (Acehpedia, 2010).

Setiap jenis tanaman membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang berbeda. Ketidaktepatan pemberian unsur hara/pupuk selain akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal juga merupakan pemborosan tenaga dan biaya (tidak efisien). Agar usaha pemupukan menjadi efisien maka, pemberian pupuk tidak cukup hanya melihat keadaan tanah dan lingkungan saja, tetapi juga harus mempertimbang – kan kebutuhan pokok unsur hara tanaman. Dengan diketahui kebutuhan pokok unsur hara tanaman maka dosis dan jenis pupuk dapat ditentukan lebih tepat (Ruhnayat, Agus., 2007).

Pada umumnya kemampuan tanah menyediakan hara, dapt mencerminkan tingkat kesuburan tanah dan berkorelasi positif dengan hasil tanaman yang diusahakan. Di lain pihak tingkat kesuburan tanah berkorelasi negative dengan kebutuhan pupuk atau dapat diartikan makin tinggi tingkat kesuburan tanah, maka makin rendah penggunaan pupuk buatan dan tdak perlu ditambahkan (Suyamto dan Z. Arifin, 2002). Tetapi jika jumlah unsur hara tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman setelah melalui analisis tanah maka perlu ditambahkan nutrisi yang ditambahkan dalam bentuk pupuk.

Pemupukan merupakan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan pada tanaman yang kebutuhan nutrisinya belum terpenuhi, pemupukan adalah pemberian bahan kepada tanah dengan maksud memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah. Pemberian bahan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi tanah baik fisika, kimia maupun biologi disebut amandemen (ameliorasi). Pemupukan menurut pengertian khusus ialah pemberian bahan untuk menambah unsur hara tersedia dalam tanah. Jadi pemupukan bertujuan memberi unsur hara yang cukup bagi kebutuhan tanaman dan atau memperbaiki atau memelihara kondisi tanah dalam hal potensi pengikatan unsur hara. Pemupukan yang tepat dan benar dapat mempercepat dan memperkuat pertumbuhan serta perkembangan tanaman, menambah daya tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, maupun meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian (Yukamgo, E. dan Yuwono, W,N., 2007).

Efisiensi pemupukan dan pemupukan yang berimbang dapat diiakukan apabila memperhatikan status dan dinamika hara dalam tanah serta kebutuhan hara bagi tanaman untuk mencapai produksi optimum. Dengan pendekatan ini, maka dapat dihitung kebutuhan pupuk suatu tanaman pada berbagai kondisi tanah (status hara rendah, sedang dan tinggi) dan pada tanah-tanah lainnya pada tingkat famili yang sama (Wijanarko, A dan Taufiq, A., 2008). Berdasarkan penelitian Kadarwati, T,F., (2006 ) dapat diketahui bahwa nitrogen merupakan hara yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman kapas, dan waktu pembungaan sampai dengan pembuahan merupakan fase yang paling banyak memerlukan unsur nitrogen. Sedangkan fase pembuahan sangat memerlukan unsur P dan K dalam jumlah yang lebih banyak. Nitrogen (N) merupakan unsur hara makro yang paling banyak dibutuhkan tanaman, unsur nitrogen sangat berperan dalam fase vegetative tanaman.

Pada awal pertumbuhan tanaman bagian yang pertama tumbuh dan berkembanga adalah bagian vegetative tanaman seperti daun, batang, dan akar, pada bagian daun lebih spesifik lagi unsur nitrogen berfungsi untuk mensintesis kolrofil yang sanngat vital didalam proses fotosintesis. Klorofil berfungsi untuk menerima atau menagkap cahaya yang dibutuhkan tumbuhan untuk mengolah air (H2O) dan karbondioksida (CO2) menjadi karbohidrat yang merupakan sumber makanan utama bagi tumbuhan sehingga bisa digunakan untuk aktivitas fotosintesis dan metabolism lainnya.

Unsur N banyak tersedia atau berlimpah didalam udara dalam bentuk N2 , tetapi bentuk tersebut tidak bisa diserap atau dimanfaatkan oleh tanaman dan agar bisa dimanfaatkan tanaman maka unsur N yang ada diudara tersebut terlebih dahulu harus berfiksasi dengan unsur H ataupun oksigen dan air. Selain itu unsur nitrogen juga dapat ditembat oleh organism mikro seperti Rhizhobium yang dapat menembat unsur N di udara menjadi unsur yang tersedia bagi tanaman. Menurut Winarso, S., (2003) sebagian besar N didalam tanah dalam bentuk senyawa organik tanah dan tidak tersedia bagi tanaman. Fiksasi N organik ini sekitar 95% dari total N yang ada di dalam tanah. Konsentrasi N total (organik dan anorganik) dalam tanah yang ditanami rotasi Oat dan Kedelai jauh lebih besr apabila dibandingkan dengan konsentrasi N anorganiknya, N dapat diserap tanaman dalam bentuk ion NO3- dan NH4+.

Tetapi dalam beberapa kasus setelah diberikan pemupukan dalam jumlah tertentu tanaman malah terjadi keracunan, dan ada juga yang mengalami defisiensi. Menurut Sabiham, (1996) kejadian ini dimungkinkan pemupukan yang dilakukan kurang tepat, dimana pupuk belum digunakan secara rasional sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kemampuan unsur hara. Untuk mengatahui kebutuhan optimum tanaman akan unsur hara selain perlu dilakukan uji analisis tanah juga perlu dilakukan uji batas kritis suatu unsur hara pada tanaman.  Untuk menentukan batas kritis N untuk tanaman jagung dilakukan dengan menggunakan metode grafik Cate_Nelson. Tetapi metode tersebut hanya diperoleh dua kategori, yaitu respon terhadap pemupukan dan tidak respon terhadap pemupukan. Batas kritis tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni umur tanaman, umur fisiologis jaringan tanaman, macam jaringan, interaksi antar unsur, dan iklim.

III. METODOLOGI

3.1Tempat dan Waktu

Praktikum dilaksanakan pada hari Senin tanggal 10 April pukul 14.00 WIB, bertempat di laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember.

3.2 Alat dan Bahan

3.2.1 Alat

1.   Timbangan

3.2.2 Bahan

1.   Benih jagung

2.   Pupuk urea, TSP, KCL

3.   Polibag (60 x 40) cm

4.   Pasir – non nutrisi

3.3 Cara kerja

1.   Menyiapkan pendahuluan (2 minggu sebelum perlakuan)

a.   Menyiapkan pasir bebas hara dala polibag (6 kg)

b.   Memberikan pupuk dasar 2,06 g TSP dan 1,74 g KCl

c.   Menanam benih Jagung 2 butir tiap polibag

d.   Membiarkannya selama 2 minggu dan dalam jangka waktu tersebut pemeliharaan tanaman perlu dilakukan

2.   Memperlakukan

a.   Menyiapkan polibag berisi tanaman jagung berumur 2 minggu dan memberikan pupuk urea 0 g; 1 g; 2 g; 3 g; 4 g; 5 g secara merata sesuai dengan perlakuan

b.   Melakukan penyiraman sampai kapasitas lapang dan dilakukan pemeliharaan secukupnya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Tabel data pengamatan tinggi tanaman jagung

PERLA - 

KUAN

UL HARI KE
14  

(cm)

17 

(cm)

20 

(cm)

23 

(cm)

26 

(cm)

29 

(cm)

32 

(cm)

35 

(cm)

0 1 30,5 38,5 46,5 49 56,5 62 63 67
2 33 35,5 42,5 48 50 72,5 83 90
1 1 31 44,5 51,8 52 54 71,5 77,2 81
2 27 36,5 44,5 52 62,5 65 74 77
2 1 30 46,3 52 55 74 78,5 87,2 96
2 33 47 53 63 63 88 98 105
3 1 30 38 44,5 53 59 77 84 92
2 32 44 50 63 69 86 93,5 99,5
4 1 30 38,5 46,5 53 68 78 93 99
2 27,5 45,5 50,5 58 60 75,5 100 106
5 1 31 44 50,5 53 71 80 89 97
2 30,5 46 51 59 66 84,5 98 108

4.1.2 Tabel data pengamatan rata-rata panjang daun tanaman jagung

PERLAKUAN ULANGAN RATA – RATA PANJANG DAUN (cm)
0 1 32,81
2 39,6
1 1 38,5
2 27,6
2 1 40,3
2 43,8
3 1 45,8
2 45,5
4 1 47,55
2 46,5
5 1 46,35
2 46,4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1.3 Tabel data pengamatan rata-rata lebar daun tanaman jagung

PERLAKUAN ULANGAN RATA – RATA LEBAR DAUN (cm)
0 1 2,3
2 2,9
1 1 3,1
2 1,9
2 1 2,6
2 4,3
3 1 3,2
2 3,4
4 1 3,2
2 4,2
5 1 3,5
2 3,8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1.4 Tabel data pengamatan kandungan klorofil tanaman jagung

PERLAKUAN ULANGAN KANDUNGAN KLOROFIL ?/m2

 

1 241.65
2 317.08

 

1 425.93
2 246.98

 

1 424.16
2 418.85

 

1 528.01
2 466.07

 

1 413.57
2 411.82

 

1 496.50
2 422.38

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Pembahasan

Batas kritis suatu tanaman terhadap unsur hara tertentu sangat  penting untuk  diketahui dan dipahami, tujuannya adalah untuk mengetahui pemberian dosis pupuk yang tepat sehingga pertumbuhan tanaman optimum. Pertumbuhan tanaman yang optimum akan menghasilkan produksi yang tinggi dengan kualitas yang baik. Batas kritis merupakan acuan atau petunjuk yang digunakan untuk aplikasi pupuk yang tepat dan efesien, untuk menentukan batas kritis bisa dilakukan dengan percobaan dalam pot dengan berbagai kadar pupuk (gram). Hasil yang menunjukkan pertumbuhan paling optimum bisa dijadikan sebagai acuan pemberian nutrisi seperti nutrsi N pada suatu tanamn, jika diaplikasikan pada lahan atau media yang lebih luas maka digunakan rasio atau perbandingan sehingga komposisi yang diberikan sama.  Batas kritis suatu tanaman bterhadap pemberian unsur hara tertentu dipengaruhi oleh umur tanaman, umur fisiologis jaringan tanaman, macam jaringan, interaksi antar unsur, dan iklim

Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh dapat diketahui bahwa pertumbuhan tanamn jagung paling optimal jika ditambahkan 4 gram dan 5 gram pupuk urea (N). Dari semua parameter yang diamati kedua perlakuan tersebut menunjukan hasil yang terbaik, yakni pada parameter tinggi tanaman hasil yang paling optimum ditunjukan perlakuan 5 gram N yakni pada ulangan 1 tinggi jagung 97 cm dan ulangan 2 tingginya 108 cm, sedngakan perlakuan 4 gram pupuk N tinggi tanaman pada ulangan satu yakni 99 cm dan ulangan dua 106 cm. Sedangkan tanaman jagung yang terpendek terjadi pada tanaman dengan perlakuan control atau tidak diberkan pupuk N yakni pada ulangan satu 67 cm dan ulanan dua 90 cm.

Selanjutnya pada parameter panjang dan lebar daun perlakuan 4 gram pupuk N menunjukan hasil yang paling baik yang diikuti oleh perlakuan 5 gram, sedangkan untuk hasil yang paling jelek terjadi pada perlakuan 1 gram N dan 0 gram N. Tetapi pada parameter kandungan klorofil perlakuan yang paling baiki terjadi pada penambahan pupuk N 3 gram yakni pada ulangan pertama 528,01 ?/m2 , dan ulangan dua 466,07 ?/m2, sedangkan perlakuan penambahan pupuk 4 gram hanya menempati posisi ketiga. Klorofil merupakan bagian yang penting bagi tumbuhan, klorofil terdapat pada jaringan daun yang berfungsi sebagai penagkap cahaya yakni pada bagian kloroplasnya. Cahaya sangat mutlak dibutuhkan dalam proses fotosintesis, yakni difungsikan untuk memasak CO2 dan air menjadi karbohidrat, karbohidrat merupakan bahan makanan tumbuhan.

Selain air dan cahaya matahari tanaman juga membutuhkan unsur hara, bahkan sebagian unsur hara bersifat esensial bagi tanaman yakni mempunyai fungsi khusus, mempunyai peran secara langsung, dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh unsur hara lainnya. Unsur hara esensial terdiri atas hara mikro dan makro, Unsur N termasuk unsur makro esensial yakni unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar (terbesar) dan tidak bisa digantikan oleh unsur lainnya. Fungsi unsur N bagi tumbuhan yakni sebagai bahan penyusun protein tanaman, klorofil, asam nukleat, dan menghasilkan diding sel yang tipis sehingga dapat memacu produksi tanaman lebih maksimal.

Air dan unsur hara diserap tanaman lewat akar, penyerapan unsur hara terbagi atas tiga cara yakni difusi, mass flow (aliran massa), dan intersepsi akar. Air beserta nutrient yang terlarut didalamnya, disebut larutan tanah, bergerak melalui tanah hingga mencapai akar tanaman. Selanjutnya dari kejadian tersebut terjadi penyerapan air dan nutrient oleh sel – sel tanaman dengan mekanisme yang berbeda.

v  Aliran massa (mass flow) merupakan penyerapan unsur hara melalui pergerakan nutrien atau hara yang ada didalam tanah dalam massa air yang bergerak.

v  Intersepsi akar terjadi pada waktu akar tanaman tumbuh memasuki ruangan yang ditempati oleh unsur hara dan terjadi kontak yang sangat dekat sehingga terjadi pertukaran ion pada permukaan akar dan permukaan kompleks adsorpsi.

v  Difusi merupakan penyerapan hara oleh akar dari larutan tanah, hara yang terlarut lainnya bergerak menuju akar tanpa aliran masa, prisip difusi yakni pergerakan area berkonsentrasi setiap elemen tinggi menuju area yang berkonsentrasi setiap elemen  lebih rendah.

Unsur hara N (nitrogen) sebagian besar berasal dari udara yakni dalam bentuk N2 tetapi bentuk ini tidak bisa diserap oleh tanaman, melainkan unsur N bisa diserap oleh tanaman dalam bentuk ion yakni NH4+ dan NO3-. Ion NH4+ merupakan bentuk yang terfiksasi liat ( Bahan organik, BO, mineral) dan merupakan bentuk yang lamkedalam bat tersedia. Ion NH4+ diserap oleh tanaman dalam bentuk aerob sedangkan NO3- diserap oleh tanaman dalam sasana anaerob karena tidak membutuhkan bantuan oksigen karena penyerapan tersebut terjadi dibawah tanah yang terdapat sedikit oksigen. Ion NO3- cepat tersedia bagi tanaman dan mikroorganisme, organism juga menggunakan NH4+ dalam suasan aerobic, ion NO3- sangat mobil didalam tanah. Ion tersebut bergerak bebas dengan air tanah, sehingga dapat tercuci ke dalam air tanah dan erosi ke badan – badan air sehingga terjadi pengkayaan (eutrofikasi).

Ion NH4+ lebih stabil di dalam tanah apabila dibanding dengan ion NO3-, sebab dapat diikat  dalam tapak serapan yang baik pada liat organik meupun anorganik. Sehingga akan menjadi sangat baik dan menguntungkan mempertahankan N dalam bentuk NH4+. Pemupukan N dengan membenamkan ke dalam tanah atau lapisan reduksi pada tanah sawah adalah usaha untuk mengurangi kehilangan N melalui penguapan maupun pencucian. Ion NH4+ bukan merupakan subyek pencucian air ke dalam air tanah. Beberapa tanaman (gandum, kapas, jagung hibrida) hasilnya meningkat jika diberikan N campuran NH4+ dan NO3-. Denitrifikasi tidak akan terjadi jika N masih dalam bentuk  NH4+ (Winarso. S, 2003).

Peranan unsur nitrogen sudah tidak diragukan lagi bagi pertumbuhan tanaman, kekurangan atau kelebihan N akan berkibat pertumbuhan tanaman terhambat. Kekurangan unsur N atau dikenal dengan defisiensi unsur N memiliki cirri utama yang terlihat pada daun yakni menguning (klorosis), keadaan ini berbeda dengan daun yang normal yakni berwarna hijau tua yang berarti mengandung klorofil tinggi. Proses penguningan daun tanaman yang kekurangan N dimulai dari daun – daun yang tua dan akan terus ke daun – daun muda jika kekurangan N terus berlanjut. Kejadian ini menunjukan bahwa N sangat mobil, artinya apabila kekurangan N maka N dalam jaringan tua akan dimobilisasikan ke jaringan – jaringan muda (titik tumbuh) sehingga pada jaringan tua terjadi klorosis dan pada jaringan muda tetap tumbuh normal yakni berwarna hija. Gejala lainya adalah pertumbuhan lambat atau kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

Untuk kelebihan N akan menyebabkan keracunan, akibat kelbihan N yakni pertumbuhan vegetative tanaman dapat ditingkatkan tetapi akan memperpendek masa generative, yang akhirnya justru menurunkan produksi atau menurunkan kualitas tanaman. Tanaman yang kelebihan N menunjukan warna hijau gelap dan sukulen yakni terlalu banyak mengandung air, akibatnya tanaman menjadi sangat rentan akan serangan organism penggangu tumbuhan (OPT) yakni hama, bakteri, jamur, virus, dan gulma, selain itu tanaman juga mudah roboh. Keracuanan N dapat dipicu karena  terlalu banyaknya unsur N yang tersedia Dalam am bentuk ammonium (NH4+) meskipun penyerapan tanaman akan lebih maksimal jika N dalam bentuk ion ini. Keracunan pada tanaman dapat mengakibatkan jaringan pada vascular pecah dan berakibat terhambatnya resapan air.

Unsur nitrogen diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis, unsur N berperan untuk mempercepat fase vegetative karena fungsi utama unsur N itu sendiri sebagai sintesis klorofil. Klorofil berfungsi untuk menagkap cahaya matahari yang berguna untuk pembentukan makanan dalam fotosintesis, kandungan klorofil yang cukup dapat membentu atau memacu pertumbuhan tanaman terutama merangsang organ vegetative tanaman. Pertumbuhan akar ,batang, dan daun terjadi dengan cepat jika persediaan makanan yang digunakan untuk proses pembentukan organ tersebut dalam keadaan atau jumlah yang cukup.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1.   Perlakuan pemberian pupuk N yang paling optimal ialah 4 gram sedangkan dan yang hasilnya paling jelek ialah terjadi pada perlakuan 0 gram dan 1 gram.

2.   Mekanisme penyerapan hara oleh tanaman  dapat dilakukan dengan difusi, intersepsi akar, dan flow.

3.   Unsur N diserap dalam bentuk NH4+ ketika dalam suasana anaerob dan diserab NO3- yakni ketika suasana aerob.

5.2 Saran

Sebaiknya praktikan lebih bertanggung jawab akan tugas dan fungsinya terhadap jalannya praktikum terutama pada saat pengamatan diharapkan praktikan datang mengamati pertumbuhan tanaman tepat waktu dan sesuai jadwal. Selain itu kerja sama antar praktikan dan asisten harap dijaga dengan baik yakni dengan berbuat jujur dan saling menghormati sehingga praktikum bisa berjalan dengan lancer.

DAFTAR PUSTAKA

Acehpedia. 2010. Fungsi Unsur Hara. http://acehpedia.org/Fungsi_Unsur_Hara. Diakses 10 April 2011.

Kadarwati, T,F. 2006. Pemupukan Rasional dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Kapas. Malang : Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Jurnal Perspektif. Volume 5 (2) : 59 – 70.

Ruhnayat, Agus. 2007. Penentuan Kebutuhan Pokok Unsur Hara N, P, K untuk Pertumbuhan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews). Jakarta : Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Buletin Littro. Volume 18 (1 ) : 49 – 59.

Suyamto dan Z. Arifin. 2002. Bio-teknologi pupuk organik. Sidoarjo : Universitas Muhamadiyah Sidoarjo.

Soebiham. 1996. Prinsip – Prinsip Dasar Uji Tanah. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Wijanarko, A dan Taufiq, A. 2008. Kalibrasi P pada Tanaman Kacang Tanah di Tanah Ultisol. Malang : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Jurnal Agrivigor. Volume 7 (3) : 272 – 281.

Winarso, S. 2003. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan Dan Kualitas Tanah. Jember : Gava Media.

Yukamgo, E. dan Yuwono, W,N. 2007.  Peran silikon sebagai unsur bermanfaat pada Tanaman Tebu. Yogyakarta :UGM. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. Volume 7 (2 ) : 103-116.

Anda suka dengan artikel Batas Kritis Suatu Unsur Hara (N) Dan Pengukuran Kandungan Klorofil Pada Tanaman ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Download Soal Skala Kematangan Pada Ujian CPNS Terbaru. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Batas Kritis Suatu Unsur Hara (N) Dan Pengukuran Kandungan Klorofil Pada Tanaman" :