Emansipasi Wanita dan Konsep Mitra Sejajar – Masyarakat modern sewasa ini wanita dituntut berperan serta dalam pembangunan sebagai mitra sejajar pria. Pemanfaatan sumber daya manusia yang tidak hanya berfungsi sebagai istri atau ibu semata tetapi juga bekerja, ikut mencari nafkah mendampingi suami untuk menunjang ekonomi keluarga.

Mitra sejajar antara laki-laki dan wanita dalam fungsi-fungsi sosial pada masyarakat dapat dilihat pada persamaan kesempatan, hak, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab yang sejalan dengan kodrat kemanusiaannya (sebagai wanita) di masyarakat dan sebagai sama-sama warga negara Indonesia.

Menurut anggapan kaum women’s liberation dan para pejuang emansipasi wanita ala Barat, wanita atau perempuan bebas untuk menciptakan model rumah tangga yang ideal menurut mereka, kalau perlu tanpa laki-laki.  Oleh karenanya, wanita tidak harus terikat dengan norma-norma kerumahtanggaan apabila ia ingin kehidupan individual berkembang baik. Mereka tidak sadar bahwa mencari kebahagiaan dan kesempurnaan, cepat atau lambat akan memberikan kebalikannya.

Hubungan suami istri dalam Islam dasarnya adalah ma’ruf, artinya cara yang dianggap baik oleh kebiasaan dalam suatu masyarakat sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Aturan ini sangat sekali mendudukan hubungan suami istri sebagai mitra kesejajaran yang lentur dan tidak kaku sesuai pandangan baik bagi masyarakat setempat. Emansipasi Wanita dan Konsep Mitra Sejajar

Anda suka dengan artikel Emansipasi Wanita Dan Konsep Mitra Sejajar ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kondisi Obyektif Dinasti Bani Umayyah. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Emansipasi Wanita Dan Konsep Mitra Sejajar" :

Ditulis dalam Kategori Wanita.