Menurut pendapat Abram (Pradotokusumo, 1986) dalam sejarahnya pendekatan kritis terhadap karya sastra dapat dikelompokkan ke dalam empat aliran, yaitu:

  1. Pendekatan mimetic, yang menitikberatkan kesemestaan; orientasi mimetik  memandang karya sastra sebagai tiruan, cerminan, atau pun representasi alam maupun kehidupan. Criteria yang dikenakan pada karya sastra adalah “kebenaran” representasi objek-objek yang digambarkan ataupun yang hendaknya digambarkan. pendekatan kritis terhadap karya sastra
  2. Pendekatan pragmatik, yang menitikberatkan pembaca; orientasi pragmatic memandang karya sastra sebagai sarana untuk mencapai tujuan pada pembaca (tujuan keindahan, jenis-jenis emosi ataupun pendidikan). Orientasi ini cenderung menimbang nilai berdasarkan pada berhasilnya mencapai tujuan
  3. Pendekatan ekspresif, yang menitikberatkan penulis; dan orientasi ekspresif memandang karya sastra sebagai ekspresi, luapan, ucapan perasaan sebagai hasil imajinasi pengarang, pikiran-pikiran, dan perasaannya. Orientasi ini cenderung menimbang karya sastra dengan keasliannya, kesejatiannya, atau kecocokan dengan visium atau keadaan pikiran dan kejiwaan pengarang. pendekatan kritis terhadap karya sastra
  4. Pendekatan objektif, yang menitikberatkan karya sastra itu sendiri, orientasi objektif  memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, otonom, bebas dari pengarang, pembaca dan dunia sekelilingnya. Orientasi ini cenderung menerangkan karya sastra  atas komplektisitas, koherensi, keseimbangan, integritas, dan saling hubungan antarunsur yang membangunnya. Pendekatan ini juga biasa disebut pendekatan struktural atau strukturalisme.

Anda suka dengan artikel Pendekatan Kritis Terhadap Karya Sastra ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Sejarah Perkembangan Dan Jenis-Jenis Sastra Bugis | Sastra Mandar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pendekatan Kritis Terhadap Karya Sastra" :