Hi sahabat .. Jika ingin membahas tentang riba, silakan baca lebih dulu tulisan saya tentang Macam-Macam Riba dan Pandangan Islam tentang Riba & Bunga Bank. Artikel ini adalah kelanjutan dari 2 artikel tersebut. Semoga bermanfaat. :-)

Mengapa Islam Mengharamkan Riba?

Rasio mengenai ini dapat dilihat dari segi etika dan dapat pula dilihat dari ilmu ekonomi. Kalau dari segi etika, hal ini disebabkan karena Islam ingin membentuk suatu masyarakat yang dasarnya kasih sayang sesama manusia serta tolong menolong satu sama lain.

Dari segi ekonomi mengapa riba dilarang? Bila dilihat dari segi ekonomi, ialah karena sistem ekonomi memandang bahwa masyarakat yang baik didasarkan atas fundamen yang kokoh adalah masyarakat dimana setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi anggota masyarakat dan pekerja. Mengapa riba haram?

Surat Ali Imran ayat 130 menyatakan:

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Selanjutnya keterangan dari al hadis, menurut Imam Bukhari, Rasulullah saw telah bersabda, Ar riba fin nasi’ah artinya riba itu ada dalam  bertempo. Riba nasi’ah itulah yang diharamkan di dalam Al-Qur’an yaitu menambuah utang dalam utang. Mengapa Islam Mengharamkan Riba?

Fatwa MUI tentang Riba dan Bunga

Terdapat Fatwa MUI mengenai riba dan bunga, yaitu Fatwa MUI No. 1 tahun 2004 tentang bunga. Mari kita simak fatwa tersebut:

Pertama: pengertian bunga dan riba

  1. Bunga adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang (al qardh) yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti dimuka, dan pada umumnya berdasarkan persentase
  2. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya, dan inilah yang disebut riba nasi’ah

Kedua hukum bunga

  1. Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria ribay terjadi pada zaman Rasulullah yakni riba nasi’ah.
  2. Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pengadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya

Ketiga: bermuamalah dengan lembaga keuangan konvensional

  1. Untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan lembaga keuangan syariah dan mudah dijangkau, tidak dibolehkan melakukan transaksi yang didasarkan kepada perhitungan bunga
  2. Untuk wilayah yang belum ada kantor/jaringan lembaga keuangan syariah diperbolehkan melakukan kegiatan transaksi di lembaga keuangan konvensional berdasarkan prinsip darurat/haja. Fatwa MUI tentang Bunga Bank

Anda suka dengan artikel Mengapa Islam Mengharamkan Riba? ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Ceramah Ramadhan : Gincu, Garam & Susu. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Mengapa Islam Mengharamkan Riba?" :

Ditulis dalam Kategori Artikel Islami. mengapa dalam islam diharamkan riba?, pengertian sistem ekonomi islam, mengapa dalam islam diharamkan riba, mengapa allah mengharamkan riba, mengapa islam mengharamkan riba, mengapa riba diharamkan dalam islam, kenapa riba diharamkan, kenapa islam mengharamkan riba, artikel tolong menolong, Jelaskan mengapa dalam islam diharamkan riba, hadis tentang ekonomi, mengapa riba di haramkan, kenapa riba haram, mengapa riba diharamkan, Pengertian Pinjaman gadai, mengapa riba haram, mengapa riba di haramkan ?, tokoh pendiri dinasti abasiah, mengapa riba haram dalam islam, Fatwa MUI No 1 Tahun 2004, pengertian tentang tolong menolong, pengertian tolong menolong menurut bahasa dan istilah, pengertian tolong-menolong dalam islam, sebab kenapa riba diharamkan oleh Islam, mengapa islam mengharamkan bunga bank, Status bijak untuk kisah cinta masa lalu, saksi menurut islam, mengapa dalam islam di haramkan riba, alasan islam mengharamkan bunga, alasan riba diharamkan,