Setelah melihat tekstur batuan di lapangan, selanjutnya kita akan melihat klasifikasi batuan beku secara megaskopik. Sebenarnya ada bagan yang mesti saya tampilkan, tapi nanti saja lah. Ribet banget soalnya. Haha ..

Klasifikasi Batuan Beku secara Megaskopik

Secara megaskopik batuan beku dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu :

1. Golongan Fanerit

Batuan bertekstur fanerik, dapat teramati secara megaskopik (mata biasa), berbutir sedang-kasar (lebih besar dari 1 mm).

Golongan/kelompok fanerik dapat dibagi atas beberapa jenis betuan, seperti terlihat pada diagram segitiga 1a, 1b dan 1c. Dasar pembagiannya adalah kandungan MINERAL KWARSA (Q) atau MINERAL FELDSPATOID (F), FELDSPAR ALKALI (A) serta kandungan MINERAL PLAGIOKLAS.

Cara penentuan nama batuan dihitung dengan menganggap jumlah ketiga mineral utama (Q + A + P) atau  (F + A + P) adalah 100%.

Contoh :

Suatu batuan diketahui Q = 50%, A = 30%, P = 10% dan mineral opak = 10%. Jadi jumlah masing-masing mineral Q, A dan P yang dihitung kembali untuk diplot di diagram adalah sebagai berikut (Gambar 4.8) :

Jumlah mineral Q + A + P =

    50% + 30% + 10% = 100% – 10%  (jumlah mineral opak) = 90%

Jadi mineral Q = 50/90 x 100%  = 55,55%

A = 30/90 x 100%  = 33,33%

P  = 100% – (Q+A) = 11,12%

Bila diplot pada diagram a, hasilnya adalah Batuan Granit (Granitoid)

2. Golongan Afanitik

Bertekstur afanitik, tidak dapat dideskripsikan secara megaskopik, berbutir halus (lebih kecil dari 1 mm). Jenis batuan ini tidak dapat ditentukan persentasenya secara megaskopik. Cara yang terbaik untuk memperkirakan komposisi mineralnya adalah didasarkan atas warna batuan, karena warna batuan umumnya mencerminkan proporsi kandungan mineral-mineral felsik (Feldspar berwarna terang) dan mineral mafik (berwarna gelap). Semakin banyak mineral mafik batuan, semakin gelap warna batuan.

a. Klasifikasi umum, b. Batuan ultramfik, gabroik dan anortosit, c.BatuanultramafikI.Granitoid, II. Syenitoid, III. Dioritoid, IV. Gabroid, V. Syenitoid (fold), VI. Dioritoid (fold), VII. Fldolit, VIII. Anortosit, IX. Peridotit, X. Piroxenit, XI. Hornblendit, II-IV qualifier fold = bearing, bila fold hadir, IX-XI. Batuan ultramafik.

Apabila batuan mempunyai tekstur porfiritik, dimana fenokris masih dapat terlihat, sehingga dapat ditentukan jenisnya. Dengan menghitung prosentase mineral fenokris, serta didasarkan pada warna batuan / massa dasarnya, maka dapat diperkirakan prosentase masing-masing mineral Q/F, A, P; maka nama batuan dapat ditentukan. Klasifikasi Batuan Beku secara Megaskopik

Q-kwarsa, A. Feldspar Alkali (termasuk ortoklas, sanidin, pertit dan anortoklas, P-plagioklas, F-feldspatoid, Mel-melilit, Ol-olivin, Px-piroksin, M-mineral mafik

Anda suka dengan artikel Klasifikasi Batuan Beku Secara Megaskopik ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Tekstur Batuan Di Lapangan. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Klasifikasi Batuan Beku Secara Megaskopik" :

Ditulis dalam Kategori Geologi.