Batuan Sedimen, Batuan sedimen disusun oleh butiran yang berasal dari hasil rombakan batuan yang sudah ada, baik langsung maupun tidak langsung. Butiran-butiran tersebut sebagian merupakan kristal dari individu mineral atau fragmen batuan. Individu mineral tersebut berukuran mulai dari beberapa mikron sampai beberapa milimeter, sedangkan fragmen batuan berukuran mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa ratus centimeter. Fragmen batuan yang menyusun batuan sedimen merupakan sisa batuan beku, metamorf maupun batuan sedimen yang tahan terhadap proses pelapukan. Butiran mineral dan fragmen lainnya dapat juga berasal dari aktifitas gunungapi yang dinamakan material piroklastik. Material lain penyusun batuan sedimen adalah mineral lempung dan oksida besi hasil dari proses pelapukan yang disebut mineral sekunder. Fragmen batuan, material piroklastik, dan mineral sekunder disebut juga mineral terigen (mineral asal daratan). Karena sumber material tersebut berasal dari luar cekungan pengendapan, maka disebut material ekstrabasinal.

Tidak semua material penyusun batuan sedimen berasal dari daratan. Beberapa mineral terbentuk pada cekungan pengendapan oleh proses kimia atau biokimia. Material tersebut disebut material intrabasinal, yang bisa berupa mineral silikat maupun nonsilikat. Batuan sedimen yang terbentuk dihasilkan dari proses presipitasi/kristalisasi larutan di dalam cekungan pengendapan. Proses ini mengahsilkan batuan sedimen nonsiliklastik. Batuan Sedimen

Jenis lain dari batuan sedimen adalah batuan sedimen karbonan (carbonaceous). Batuan sedimen ini terbentuk oleh organisme. Batuan ini banyak mengandung material organik. Material organik tersebut berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang mengalami dekomposisi, diendapkan pada lingkungan darat tanpa proses transportasi yang berarti. Batugamping dan serpih yang kaya material organik disebut batuan sapropelitik Kandungan organisme berasal dari rombakan baik tumbuhan maupun binatang yang berasal dari daratan dan lautan.

Proses pembentukan batuan sedimen diawali oleh pengangkatan batuan yang sudah ada, termasuk batuan sedimen, ke permukaan bumi. Selanjutnya batuan tersebut mengalami proses pelapukan, erosi dan pengendapan pada cekungan-cekungan di permukaan bumi. Endapan sdimen tersebut kemudian mengalami pembebanan dari endapan yang berikutnya sehingga mengalami diagenesis. Proses diagenesis ini merubah endapan sedimen menjadi batuan sedimen. Apabila batuan sedimen yang terbentuk mengalami pengangkatan kembali maka batuan tersebut akan muncul lagi ke permukaan bumi. Selanjutnya proses pembentukan batuan sedimen berulang kembali. Proses tersebut disebut siklus sedimentasi. Batuan Sedimen

Komponen utama penyusun batuan sedimen

Tipe butiran

Origin

Contoh

Material Terigen

  • Hasil pelapukan
  • Material piroklastik
  • Mineral sekunder
Proses pelapukan fisika dan kimia batuan beku, metamorf, dan sedimen

Aktivitas gunungapi

Kristalisasi

Kuarsa, Felspar, Fragmen batuan

Fragmen batuan vulkanik, pumis, gelas, felspar

Oksida besi, mineral lempung

Intrabasinal

  • Kristal tunggal
  • Campuran
Presipitasi kimia dan biokimia

Presipitasi kimia dan biokimia, rombakan dan transportasi

 

Mineral karbonat, rijang, min. mengandung besi, evaporit, dan fosforit

Oolit, Pellet, Cangkang fosil, fragmen koral.

Sisa-sisa Organik Dekomposisi organisme hewan dan tumbuhan Batubara, dan sisa organisme dalam sedimen

Siklus Sedimentasi

Siklus sedimentasi atau sering juga disebut siklus pengendapan merupakan bagian dari siklus geologi, dan merupakan awal proses pembentukan batuan sedimen (Gambar 2.1). Siklus ini diawali dari tersingkapnya batuan yang sudah ada di permukaan bumi. Selanjutnya batuan yang tersingkap mengalami proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan material hasil pengikisan, dan akhirnya proses pengendapan pada cekungan-cekungan di permukaan bumi. Jadi siklus pengendapan merupakan proses yang kompleks, dan merupakan siklus yang tidak ada hentinya.  Proses-proses yang terjadi pada suatu siklus tersebut tidak selalu lengkap. Artinya semua proses tersebut tidak selalu ada pada pembentukan batuan sedimen. Tidak semua batuan sedimen mengalami pendauran di daratan, ada pula semua proses yang membentuk batuan sedimen berada di lautan.

Dengan berkembangnya teori tektonik lempeng, tempat dan proses pembentukan batuan sedimen dapat juga diuraikan dengan teori tersebut. Cekungan-cekungan pengendapan akan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri sesuai dengan letaknya pada tatanan tektonik kerak bumi (gambar 2.2). Masing-masing tempat tersebut akan menghasilkan batuan sedimen yang berbeda bentuk dan komponen penyusunnya.

Aktivitas tektonik merupakan bagian yang sangat penting pada siklus sedimentasi, karena aktivitas tektonik mengakibatkan batuan mengalami pengangkatan hingga muncul ke permukaan bumi. Selanjutnya batuan yang tersingkap di permukaan bumi mengalami proses pelapukan dan proses lainnya pada siklus sedimentasi .

Anda suka dengan artikel Batuan Sedimen Dan Siklus Sedimentasi ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Sedimentologi & Aplikasi Sedimentologi. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Batuan Sedimen Dan Siklus Sedimentasi" :