Setelah sebelumnya membahas tentang Kedalaman & Media Tanam dan Pemupukan Lewat Daun, kini kita akan membahas kelanjutannya yakni perlakuan pemangkasan tanaman. Artikel ini masih dalam rangkaian pembahasan dasar agronomi.

Perlakuan Pemangkasan Tanaman

Menyempitnya lahan pertanian adalah  salah satu masalah yang dihadapi petani tomat, namun hal ini dapat diatasi dengan cara  meningkatkan produksi tomat skala nasional yakni melalui pengelolaan manajemen usaha tani yang baik disertai dengan perbaikan teknik budidaya.Tujuan utama dari budidaya pertanian adalah produksi yang jumlahnya melimpah, sedangkan mudahnya pemanenan adalah tujuan tambahan dari budidaya tersebut. Ada berbagai macam cara dalam mengelola tanaman agar memberikan hasil yang besar salah satu caranya adalah dengan pemangkasan. Cara pemangkasan ini diperlakukan pada tanaman tomat dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi tomat.

Pemangkasan tanaman merupakan usaha yang dilakukan para petani untuk mendapatkan bentuk tajuk tanaman yang ideal atau untuk mendapatkan hasil tanaman yang berbuah lebih banyak terlepas dari baik tidaknya mutu buah tersebut. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi jumlah tunas dan pucuk batang agar pertumbuhan buahnya maksimal.  Pada tanaman tomat yang terlalu rimbun sulit mendistribusikan hara sehingga buahnya kerdil dan proses pematangannya lebih lama.  Selain itu, pemangkasan juga berguna untukmengurangi gangguan hama dan penyakit.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai macam faktor , antara lain adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada tanaman (plant regulator). Contoh zat pengatur tumbuh itu antara lain adalah auksin. Auksin dibentuk di koleoptil atau ujung batang dan akar yang berfungsi pada pemanjangan tunas apikal (tunas pertama yang tumbuh cepat), akibat dari dominansi apikal, yaitu terhambatnya pertumbuhan tunas lateral (tunas ketiak daun). Untuk itu pemangkasan tunas apikal perlu dilakukan agar tunas lateral dapat tumbuh.

Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama. Di lain pihak pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang abnyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik.

Praktikum pemangkasan ini dilakukan pada tanaman tomat (Licopersicum esculantum) dan Zat Pengatur Tumbuh yang terdapat pada tanaman tomat adalah Thyamin piridoksin yang dibentuk di daun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio, dan kuncup yang berhubungan dengan zat pertumbuhan yang dibentuk oleh tanaman.

Tujuan Perlakuan Pemangkasan Tanaman

Praktikum acara “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertubuhan tunas lateral dan hasil tanaman.

Perlakuan Pemangkasan Tanaman

Tomat (Solanum licopersium) adalah suatu tanaman setahun yang berbentuk perdu dan termasuk dalam family Solanaceae. Tomat dapat ditanam dimana saja baik di dataran tinggi (pegunungan) atau dataran rendah. Syarat yang penting untuk petumbuhan adalah tanah yang gembur, sarang (sedikit mengandung pasir), subur (banyak mengandung humus atau bunga tanah). Tanah liat yang sedikit mengandung pasir adalah yang paling disenangi dengan derajat keasaman (pH 5-6). Tomat peka terhadap zat makanan dalam tanah yang sedikit kelebihan atau kekurangan terutama nitrogen (Rukmana, 1994).

Pemangkasan dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, serta untuk mengetahui percepatan pertmbuhan tunas antara tanaman tomat yang di pangkas atau tidak. Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan agar dapat diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara memangkas bagian pucuk atau cabang ketiga pada batang pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemangkasan tunas muda dan pemangkasan batang (Anonim, 2010)

Pengaruh pemangkasan dari pertumbuhan tanaman melalui tunas tenyata sangat berpengaruh, setelah di lakukan pemangkasan proses munculnya tunas lebih cepat dan untuk mengambil nutrisi dari dalam tanah tidak bersaing dengan daun tanaman tomat tersebut. Pada prinsipnya pemangkasan akan merangsang terbentuknya tunas vegetatif sehingga bidang percabangannya lebih luas dan memungkinkan dapat menambah produksi. Hasil penelitian tentang pengaruh macam-macam pemangkasan, tunas-tunas baru terbentuk dua minggu setelah pemangkasan dan dengan pemangkasan satu fase pertunasan yang tepat pada bukunya dimana setiap pohon dipangkas maka menghasilkan tunas yang lebih banyak (Purbiati, 1993).

Pada tanaman tomat yang diberi perlakuan mengalami pertumbuhan tunas dengan masing-masing satu tunas di setiap tanaman perlakuan, sedangkan pada tanaman tomat yang di perlakukan kontrol dengan tidak di lakukan pemangkasan tidak terjadi pertumbuhan tunas.

Kesimpulan

Dari praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini dan analisis hasil percobaan yang dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pemangkasan pada umumnya bertujuan untuk memperbanyak buah yang dihasilkan oleh suatu tanaman.
  2. Pemangkasan pada tunas apikal akan merangsang tumbuhnya tunas lateral.
  3. Pada bagian ujung tanaman terjadi dominansi apikal terjadi penghambatan oleh titik tumbuh pada pertumbuhan tunas-tunas di bawahnya karena pengaruh distribusi hormon auksin.
  4. Tanaman tomat yang diberi perlakuan yaitu dipangkas pada bagian ujungnya memiliki tunas lateral lebih banyak daripada tanaman tomat yang tidak diberi perlakuan

Anda suka dengan artikel Perlakuan Pemangkasan Tanaman | Dasar Agronomi ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Pemupukan Lewat Daun | Dasar Agronomi. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Perlakuan Pemangkasan Tanaman | Dasar Agronomi" :

Ditulis dalam Kategori Artikel Pertanian. Pemangkasan pada tomat,