Kata Mutiara Islami. Hi sahabat … Ini adalah kelanjutan dari beberapa Kata Mutiara sebelumnya. Sebagai salah satu insan beragama, kita selalu punya nasehat-nasehat yang membantu untuk menenangkan hati kita. Sebut saja sebuah nasehat yang diutarakan oleh Imam Al-Ghazali berikut ini :


Hati layaknya cermin, ia memantulkan cahaya. Setiap dosa yang kita lakukan akan memberikan setitik noktah hitam pada hati. Semakin banyak dosa yang kita lakukan, semakin banyak noktah-noktah hitam. Hal itu akan berakibat pada sulitnya cermin hati untuk memantulkan cahaya.
Kalimat tersebut ringan. Namun sangat dalam pemahamannya. Wajar lah, siapa dulu yang katakan, Imam Al-Ghazali, salah seorang ulama ternama yang kita kenal.
Kata-kata mutiara Islami yang sering kita dengar biasanya bersumber dari para ulama atau cendekiawan muslim. Kali ini saya ingin berbagi status islami salah seorang teman saya di Facebook. Namanya Rindu ku (a.k.a Ade), status-statusnya selalu membahas masalah yang up to date dengan kehidupan kita.

Kata Mutiara Islami

kata mutiara islami
Semua kita pasti ada rejekinya, ALLAH sudah menetapkan dan tidak akan tertukar, yang beriman dan yang tidak pasti kebagian, yang membedakan adalah ikhtiarnya, jika ikhtiarnya dijalan yang diridhoi ALLAH maka tidak hanya rejeki yang kita dapati, tetapi pahalapun akan kita peroleh. di dunia ternikmati, di akhiratpun jadi manfaat. Sebaliknya, bila ikhtiar di jalan yang ALLAH murkai, niat dan caranya tidak benar, maka tetap akan kita dapati apa yang telah menjadi bagian kita, hanya, berubah statusnya menjadi haram. Rejekinya tetap didapat tetapi tidak mengandung manfaat dan keberkahan.
Jika malam ini kita masih tidur beralaskan kasur empuk dan hangat, kamar sejuk karena AC, ingatlah suatu hari kita akan tidur dibawah lipatan tanah, berteman cacing dan gelap, hanya amalan yang akan menerangi, shalat lima waktu saja tak cukup menerangi maka tambahkan dengan Tahajud, agar istirahat abadi kita lebih nyaman dari tempat istirahat sementara ini, yuk tahajud, paksa diri jangan terlena.
Sering kita mendengar segala puja puji hanya milik ALLAH, artinya kita tidak berhak mendapat pujian atas harta yang dititipkan, atas kecerdasan, atas jabatan, atas kecantikan, pujian hanya akan menempelkan label kesombongan, merasa bahwa semua itu hasil kerja kita semata, kembalikan setiap pujian dengan “Alhamdulillah” perbanyak, sebagai bagian dari syukur.
Ketakutan yang hadir dalam hidup kita lahir dari rasa “ke-AKU-an” yang melekat, kekasihku, istriku, hartaku, jabatanku, anakku, semua aku dan aku, padahal tidak ada satupun dari yang kita akui itu milik kita, lalu mengapa harus takut sang pemilik mengambil, ALLAH maha baik sudah meminjamkan, bahkan menggantikan setiap kali terambil dengan yang baru, yuk, belajar Lillahi Ta’allah, jangan mengaku aku.
Ketika kehendak dan keinginan kita tidak sama dengan kehendak dan keinginan ALLAH maka biarkan kehendak dan keinginan ALLAH yang berjalan untuk hidup kita, karena kehendaknya adalah yang terbaik, karena ALLAH tidak pernah butuh persetujuan kita atas kehendak-NYA, kita semua hanya penonton atas takdir kita, melawan hanya akan melelahkan jiwa, suka tidak suka tetap harus dijalani bukan? siap tak siap.

Kata Mutiara Islami

Sahabat, selamat berpuasa sunah, berkasih-kasihan dengan ALLAH dari sini, saat hamba ALLAH yang mampu Haji bercengkerama denganNYA di Arafah, sungguh puasa mampu mengubah seluruh nilai ibadah yang lain, shalat terasa lebih khusu ketika puasa, keinginan sedekah membuncah ketika puasa, tak ada keinginan marah apalagi maksiat, semoga ALLAH ridho dengan puasa sunah ini, mari korbankan kenikmatan dunia.
Sudahlah jangan lagi mengumbar pedih patah hati di facebook, penelitian menunjukan 80% pembaca tidak perduli, 10% mentertawakan dan 10% bahagia melihat kita menderita, cukuplah ALLAH menjadi tempat curhatan terindah, tempat mengadu, pemberi jalan keluar, hasilnya 100% hati tenang plus bonus rahasia terjaga, terhindar dari cemoohan, ALLAH sebaik baik kembalinya luka bukan facebook, yuk belajar malu.
Kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita karena manusia manusia tempatnya salah, mari kita belajar menutup mulut dari membicarakan kekurangan, kesalahan orang lain, ketika dihinapun, kita tak perlu membalas agar level kita tidak sama rendah dengan si penghina, cukup tunjukan kehebatan kita yang lain untuk menutup mulut kotornya, disetiap kekurangan ada kelebihan, ALLAH maha Adil bukan?
Kini terjawab sudah mengapa shalat kita belum mampu mencegah kita berbuat maksiat, belum mampu mengunci lidah kita dari gibah, dusta dan fitnah, belum mampu menutup hati kita dari iri dan sombong karena kita belum istiqomah shalat pada panggilan adzan pertama, masih jarang shalat di masjid dan berjamaah, dan pada saat shalat kita jarang mengingat ALLAH tapi mikirin dunia, yuk perbaiki shalat kita.
Ternyata kita tidak selamanya belajar dari orang orang pintar, belajar kesederhanaan dan belajar bersyukur dari si miskin, kita belajar menjadi pendengar yang baik dari anak anak balita, kita belajar diam dari anak anak autis, kita belajar sabar dari mereka yang sakit, kita belajar mencintai meski tanpa ikatan darah dari anak anak di panti yang terbuang, kita belajar banyak hal seumur napas kita.
Sekali kali bolehlah apa apa yang buruk orang bicarakan tentang kita mengganggu pikiran kita, terkadang bolehlah hinaan orang menyakiti hati kita tapi jangan terlalu lama menyimpan kotoran dihati, pandailah menata hati, tak semua hal harus dimasukan ke dalam hati bukan?, bila setiap yang tak enak dimasukan ke hati, kapan bahagianya hidup.
Menjaga perasaan orang lain adalah bagian dari akhlak mulia, bagian dari ibadah, hablumminannas maka bicaralah dengan penuh kearifan, menjaga agar setiap kata memiliki kelembutan termasuk dalam menyampaikan apa yang kita anggap sebagai kebenaran tidak perlu menggebu gebu dan berapi api, karena api hanya akan membakar telinga tidak mendinginkan hati.
Ketika masalah datang, ada perbedaan antara orang beriman dan yang tidak, yang beriman pasrah kepada ALLAH dan yang tidak berimanan pasrah kepada keadaan. Yang beriman penuh keoptimisan bahwa ALLAH yang mendatangkan masalah ini juga datang dengan penyelesaian terbaik “optimis”, sedang yang tidak beriman sibuk menyalahkan ALLAH, putus asa, sedih berlebihan dan malas “pesimis”, mari belajar ilmu yakin pada ALLAH bahwa kita diampuni, diberi jalan keluar, ditebarkan rejeki, DICUKUPKAN, jika tidak yakin pada ALLAH lalu pada siapa lagi?
Lelaki yang baik adalah hadiah untuk perempuan yang baik, yuk saling memperbaiki diri agar ALLAH berkenan memberikan hadiah terbaik yang memang pantas untuk kita.
Tak ada yang sulit jika ALLAH yang memudahkan, tak ada yang berat jika ALLAH yang meringankan, tak ada yang mampu melawan jika ALLAH yang berkehendak.. sungguh kita hanya debu yang sedang diterbangkan takdir, tiada daya dan upaya tanpa pertolongan ALLAH.
Nah, segitu dulu Kata Mutiara Islami pada postingan kali ini. Insya Allah akan saya tambahkan lain waktu. Jika ingin update langsung, silakan berteman dengan Mbak Rindu di FB.

Oh ya, kamu juga bisa baca Kata Bijak dan Motivasi Hidup di blog ini lho.

Anda suka dengan artikel Kata Mutiara Islami By Rinduku A.k.a Ade ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang SMS Lucu Biar Nggak Pada Stress. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Kata Mutiara Islami By Rinduku A.k.a Ade" :