Kemarin kita baru saja melihat Pengertian Matematika dan Matematika Sekolah, kini kita akan belajar tentang belajar. Lho? Yah … Kita selama ini mungkin belajar, tapi tak memahami apa sebenarnya belajar itu. Nah, sebagai bahan bacaan, berikut ini saya sajikan definisi belajar oleh para ahli.

Sebelumnya saya telah pernah menulis tentang Rumus Cepat Matematika, Judul Skripsi matematika dan Upaya Meningkatkan mutu pendidikan. Silakan baca sebagai referensi ya ..

Pengertian Belajar | Hakikat Proses Belajar Mengajar

Pengertian Belajar

Istilah belajar merupakan istilah yang sudah lazim di kalangan masyarakat. Banyak ahli telah memberi batasan atau definisi tentang belajar. Definisi belajar sangat sulit untuk diformulasikan secara utuh atau memuaskan, karena melibatkan semua aktifitas dan proses yang diharapkan untuk dimasukkan ataupun dihapus.

Menurut Slameto (Haling, 2006:1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Wingkel (1991) dalam Haling (2006:2) menjelaskan bahwa belajar pada manusia merupakan suatu proses psikologi yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang bersifat konstan/menetap. Perubahan-perubahan itu dapat berupa sesuatu yang baru yang segera nampak dalam perilaku nyata.

Hamalik (dalam Haling, 2006:2) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perkembangan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan, belajar itu perubahan-perubahan yang psikhis. Sedangkan menurut  Morgan dalam Fathurrohman & Sutikno (2007:6) merumuskan belajar sebagai suatu perubahan yang relatife dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang lalu. Selanjutnya menurut Nasution (Masnaini, 2003:5) mengemukakan pengertian hakekat belajar: (1) belajar adalah perubahan pengetahuan, dan (2) belajar adalah perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan.

Menurut Glender dalam Haling (2006:2), belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Selain itu Fontana dalam Winataputra (1994:2) berpendapat bahwa belajar mengandung pengertian proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Definisi tersebut memusatkan perhatian pada tiga hal yaitu (1) bahwa belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku individu, (2) bahwa perubahan itu harus merupakan buah dari pengalaman, dan (3) bahwa perubahan itu terjadi pada perilaku individu yang mungkin.

Sebagaimana yang dikatakan Sahabuddin (1997) dalam Haling (2006:2) bahwa belajar adalah sebagai suatu proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru atau merubah kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dan menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi yang dihadapi dalam hidupnya. Selain itu Thursan Hakim dalam bukunya Belajar Secara Efektif (2002) mengartiakan belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut di tampakkan dalam bentuk peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuannya (Fathurrohman & Sutikno, 2007:6).

Jadi, pengertian belajar adalah suatu proses untuk merubah tingkah laku sehingga diperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah melakukan aktifitas tertentu. Walaupun pada hakikatnya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar.

Hakikat Proses Belajar Mengajar

           Proses belajar adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung unsur saling memberi dan menerima. Dalam interaksi belajar mengajar ditandai sejumlah unsur;

  1. Tujuan yang hendak dicapai
  2. Siswa, guru dan sumber belajar lainnya
  3. Bahan atau materi pelajaran
  4. Metode yang digunakan untuk menciptakan situasi belajar mengajar.

Hakekat belajar adalah suatu proses perubahan sikap, tingkah laku, dan nilai setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar ini selain guru dapat berupa buku, lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi atau sesama pembelajar (sesama siswa). Sedangkan istilah mengajar dalam pengertian di atas adalah kegiatan dalam menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar.

Menurut Sudjana (1991) dalam Fathurrohman (2007:9), mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan prose belajar. Pada tahap berikutnya adalah proses memberikan bimbingan dan bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar.

Dengan demikian belajar tidak harus merupakan proses transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses itu merupakan proses pembelajaran. Tugas guru adalah menciptakan situasi siswa belajar. Jadi  proses belajar mengajar merupakan serangkaian aktivitas yang disepakati dan dilakukan guru dan murid untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal

Proses pembelajaran menyangkut aktifitas yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Pada aktivitas belajar, ada 5 hal yang dapat dijadikan sebagai acuan antara lain:

  1. Aktivitas lisan (oral activities) seperti bercerita, membaca sajak, tanya jawab, diskusi, menyanyi.
  2. Aktivitas mendengarkan (listening activities) seperti mendengarkan penjelasan guru, ceramah, pengarahan.
  3. Aktivitas visual (visual activities) seperti membaca, menulis, melakukan eksperimen dan demonstrasi.
  4. Aktivitas gerak (motor activities) seperti senam, atletik, menari, melukis.
  5. Aktivitas menulis (writing activities) seperti mengarang, membuat makalah, membuat surat

Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan dijalankan secara profesoinal.

Menurut Fathurrohman (2007:8) bahwa setiap kegiatan belajar mengajar selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pengajar merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis dan berkesinambungan. Sedangkan anak sebagai subjek pembelajaran merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru. Pengertian Belajar | Hakikat Proses Belajar Mengajar.

Anda suka dengan artikel Pengertian Belajar | Hakikat Proses Belajar Mengajar ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Pengertian Matematika Sekolah. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pengertian Belajar | Hakikat Proses Belajar Mengajar" :

Ditulis dalam Kategori Pengertian. contoh korelasional,