Setelah sebelumnya membahas tentang pengertian matematika, rumus cepat matematika dan judul skripsi matematika kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang pembelajaran inkuiri. Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi sahabat yang membutuhkan.

Pengertian Strategi Pembelajaran

Sebagaimana yang dikemukakan Kemp (1995) dalam Sanjaya (2008:294) bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapat di atas, Dick dan Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sajaya, 2008:294).

Sedangkan Suherman, dkk (2001:6) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran (matematika) adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuan yang berupa hasil belajar bisa tercapai secara optimal. Kemudian Sulistyno (2003) dalam  Trianto (2010:140) mendefinisikan strategi belajar sebagai tindakan khusus yang dilakukan oleh seseorang untuk mempermudah, mempercepat, lebih menikmati, lebih mudah memahami secara langsung, lebih efektif, dan lebih mudah ditransfer kedalam situasi yang baru.

Berdasarkan uraian-uraian di atas maka strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.

Pengertian Inkuiri

Menurut Schmidt (2003) dalam Ibrahim, M (2007:1) mengemukakan bahwa inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. Sedangkan menurut Herdian (2010:1), Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Dengan kata lain, inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis.

Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, mengevaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya. Sebagai strategi pembelajaran, inkuiri dapat diimplementasikan secara terpadu dengan strategi lain sehingga dapat membantu pengembangan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan melakukan kegiatan inkuiri oleh siswa.

Ada dua tingkatan inkuiri berdasarkan variasi bentuk keterlibatannya dan intensistas keterlibatan siswa, yaitu:

1. Inkuiri tingkat pertama

       Menurut kriteria Bonnstetter (2000), Marten-Hansen  (2002), dan Oliver-Hoyo, dkk., (2004) dalam Nurdin (2010:1), Inkuiri tingkat pertama merupakan kegiatan inkuiri di mana masalah dikemukakan oleh guru atau bersumber dari buku teks kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban terhadap masalah tersebut di bawah bimbingan yang intensif dari guru. Inkuiri tipe ini, tergolong kategori inkuiri terbimbing (guided inquiry). Sedangkan Orlich, dkk., (1998) dalam Nurdin (2010:1) menyebutnya sebagai pembelajaran penemuan (discovery learning) karena siswa dibimbing secara hati-hati untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapkan kepadanya.

Dalam inkuiri terbimbing kegiatan belajar harus dikelola dengan baik oleh guru dan luaran pembelajaran sudah dapat diprediksikan sejak awal. Inkuiri jenis ini cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran mengenai konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasar dalam bidang ilmu tertentu. Menurut Orlich, dkk (1998) dalam Nurdin (2010:1)  menyatakan ada beberapa karakteristik dari inkuiri terbimbing yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Siswa mengembangkan kemampuan berpikir melalui observasi spesifik hingga membuat   inferensi atau generalisasi.
  2. Sasarannya adalah mempelajari proses mengamati kejadian atau obyek kemudian menyusun  generalisasi yang sesuai.
  3. Guru mengontrol bagian tertentu dari pembelajaran misalnya kejadian, data, materi dan berperan sebagai pemimpin kelas.
  4. Tiap-tiap siswa berusaha untuk membangun pola yang bermakna berdasarkan hasil observasi di dalam kelas.
  5. Kelas diharapkan berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran.
  6. Biasanya sejumlah generalisasi tertentu akan diperoleh dari siswa.
  7. Guru memotivasi semua siswa untuk mengkomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa dalam kelas.

2. Inkuiri Bebas

Inkuiri tingkat kedua dan ketiga menurut Callahan (1992) dan Bonnstetter (2000) dalam Nurdin (2010:1) dapat dikategorikan sebagai inkuiri bebas (unguided inquiry). Menurut definisi Orlich, dkk (1998) dalam Nurdin (2010:1) mengatakan bahwa dalam inkuiri bebas, siswa difasilitasi untuk dapat mengidentifikasi masalah dan merancang proses penyelidikan. Siswa dimotivasi untuk mengemukakan gagasannya dan merancang cara untuk menguji gagasan tersebut. Untuk itu siswa diberi motivasi untuk melatih keterampilan berpikir kritis seperti mencari informasi, menganalisis argument dan data, membangun dan mensintesis ide-ide baru, memanfaatkan ide-ide awalnya untuk memecahkan masalah serta menggeneralisasikan data. Guru berperan dalam mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentang apa yang diperoleh dari hasil pemecahan masalah tersebut.

Beberapa karakteristik yang menandai kegiatan inkuiri bebas ialah: (1) siswa mengembangkan kemampuannya dalam melakukan observasi khusus untuk membuat inferensi, (2) sasaran belajar adalah proses pengamatan kejadian, obyek dan data yang kemudian mengarahkan pada perangkat generalisasi yang sesuai, (3) guru hanya mengontrol ketersediaan materi dan menyarankan materi inisiasi, (4) dari materi yang tersedia siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa bimbingan guru, (5) ketersediaan materi di dalam kelas menjadi penting agar kelas dapat berfungsi sebagai laboratorium, (6) kebermaknaan didapatkan oleh siswa melalui observasi dan inferensi serta melalui interaksi dengan siswa lain, (7) guru tidak membatasi generalisasi yang dibuat oleh siswa, dan (8) guru mendorong siswa untuk mengkomunikasikan generalisasi yang dibuat sehingga dapat bermanfaat bagi semua siswa dalam kelas. Pembelajaran Inquiri | Pembelajaran Inkuiri.

Anda suka dengan artikel Pembelajaran Inquiri | Pembelajaran Inkuiri ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Materi Matematika SMA Kelas X Logika. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pembelajaran Inquiri | Pembelajaran Inkuiri" :

Ditulis dalam Kategori Pend. Matematika. penemu matematika pertama kali, tujuan eksperimen, perencanaan tes, pengertian interpretasi data, kata motivasi belajar dalam bahasa inggris, pengertian pendidikan dalam bahasa inggris, rumusan masalah metode ilmiah, cara menganalisis skripsi, pengertian fasilitas pendidikan, judul skripsi eksperimen, kumpulan rumus matematika dasar, tujuan eksperimen dalam metode ilmiah, pengertian teks ilmiah, definisi pemahaman konsep, kata kata motivasi belajar dalam bahasa inggris, judul skripsi matematika eksperimen, kata motivasi belajar bahasa inggris, contoh judul skripsi eksperimen, definisi prediksi, kata-kata motivasi belajar dalam bahasa inggris, objek pendidikan, pengertian mengajukan pertanyaan, cara mengidentifikasi dan merumuskan suatu masalah, strategi mencari pola, inkuiri, prosedur pengembangan evaluasi pembelajaran, berpikir sintesis, teks ilmiah, masalah dalam pembelajaran bahasa inggris, buku trianto 2007,