Kalimat “Laa Ilaaha Illallah” sebagai sebuah kalimat persaksian adalah sebuah kalimat pamungkas yang menyatakan keimanan seseorang terhadap Tuhan yang satu. Makna kalimat syahadat sangat penting diketahui oleh setiap muslim yang mengaku dirinya beriman kepada Allah. Mengapa? Karena dengan memaknai kalimat syahadat itu dengan benar, seorang muslim telah memiliki sebuah pondasi yang kuat untuk menjalankan Islam dengan baik.

Nah, berikut ini akan saya jabarkan makna syahadatain dalam Islam. Semoga artikel pendek ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Makna Syahadat menurut Islam

Makna syahadat sebagai pengakuan terhadap keesaan Allah sebagai satu-satunya tuhan, mengandung kesempurnaan kepercayaan kepada-Nya dalam tiga segi:
- Rubbubiyyah yakni sifat Ketuhanan yang menciptakan alam, memelihara dan mendidik.  
- Uluhiyyah bermakna Allah saja satu-satunya yang wajib disembah dan dimintai pertolongan  
- Tauhidullah dalam Asma dan Sifat-Nya
    Makna Laa ilaaha illallaah mencakup beberapa pengertian yaitu :
    - Hanya Allah yang patut diibadahi (Laa ma’buda bihaqqin illallaah)
    - Hukum mutlak bersumber dari-Nya (Laa haakim ilallallaah)
    - Tidak ada Penguasa mutlak kecuali Allah (Laa maalik ilallallaah)
    - Tidak ada Pencipta kecuali Allah (Laa khaliq ilallallaah)
    - Tidak ada Pemberi rizki selain Allah (Laa raziq ilallallaah)
    - Tidak ada ilah yang dapat menghidupkan dan mematikan kecuali Dia (Laa illaaha illaahua yuhyii wayumiit)
    - Tidak ada daya dan kekuasaan selain kekuasaan Allah (Laa haula walaa quwwata illallaah)
    - Tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat dan mudhorot selain Allah (Laa nafi walaa dlarr ilallaah)
    - Tidak bertawakkal kecuali kepada Allah (Laa yatawakkal illallaah)
    - Tidak ada yang bisa mengabulkan do’a kecuali Allah (Laa mujibad da’waat illallaah)
    - Tidak ada diin yang hak kecuali diin Allah (Laa diinal haqq illa diinallaah)
    - Hanya Allah saja yang patut disembah (Laa khosyyata wa laa khaufa illallaah)
    - Allah sebagai pusat kerinduan (Laa ghooyatal hubb illaa lillaah)
    - Seorang yang mengikrarkan Tauhidullaah memiliki tanggung jawab untuk berusaha mewujudkan pernyataan ayat “Sesungguhnya shalatku, dan hewan sembahanku, dan hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, rabb sekalian alam” (TQS. Al-An’aam:162)
      Makna Syahadat Rasul
      1. Tunduk, percaya dan menjadi pengikut Muhammad saw (QS.Al Hasyr:7)
      2. Terdapat 3 pengetahuan asasi
      - Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul Allah untuk seluruh manusia hingga akhir zaman (QS. Saba:28)
      - Nabi Muhammad itu Nabi dan Rasul Allah terakhir (QS.Al Ahzab:40)
      - Nabi Muhammad itu adalah penghulu para Nabi dan Rasul (QS.Al Baqarah:235)
        Bagaimana? Apakah sudah paham tentang makna syahadatain? Oke, silakan baca juga artikel saya yang lain tentang waktu yang diharamkan untuk shalat. Wallahu a’lamu bisshawab

          Anda suka dengan artikel Makna Syahadatain | Makna Syahadat Rasul | Makna Syahadat Islam ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Waktu Yang Diharamkan Untuk Shalat. Semoga bermanfaat...

          plusone  twitter  facebook Share

          Baca juga Artikel Terkait "Makna Syahadatain | Makna Syahadat Rasul | Makna Syahadat Islam" :