Pengertian Silaturahmi | Silaturahmi dalam Islam | Adab Silaturahmi. Setelah membahas tentang waktu yang diharamkan untuk shalat dan makna Laailaahaillallah kali ini kita akan berbicara tentang adab-adab silaturahmi. Adab merupakan kahalusan dan kebaikan budi pekerti. Adapun yang berkenaan dengan orang yang menjadi tuan rumah atau orang yang menjadi tamu antara lain:

1. Mengundang orang-orang yang bertaqwa . di antara orang salaf berkata: “janganlah engkau makan kecuali makanannya orang yang bertaqwa dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa.”
2. Mengundang orang-orang miskin dan tidak hanya membatasi undangan pada orang-orang kaya saja.
3. Tidak boleh meremehkan dan lupa mengundang sanak kerabat dalam peramuannya, karena jika hal itu diremehkan, bisa mengakibatkan keretakan dan terputusnya hubungan persaudaraan. Undangan berikutnya tertuju kepada teman-teman dan kenalan. Undangan itu tidak boleh dimaksudkan untuk pamer dan membanggakan diri, tapi harus dimaksudkan untuk mengikuti sunnah dan menjalin hubungan yang harmonis dengan mereka serta menciptakan suasanagenbira di hati orang-orang mukmin. Jangan mengundang orang yang sebenarnya sulit dan berat untuk datang karena sebab-sebab tertentu, atau kedatangannya akan membuat hadirin yang lain merasa tidak enak hati. Pengertian Silaturahmi | Silaturahmi dalam Islam | Adab Silaturahmi
4. Adapun adab memenuhi undangan, jika undangan walimatul ursy, maka dia wajib datang jika yang mengundangnya orang muslim. Jika undangan itu selain walimatul ursy, dia boleh datang dan boleh tidak jika memang ada sebab yang menghalanginya. Dia tidak bole memenuhi undangan orang kaya saja , sedangkan undangan dari orang miskin ditolaknya. Undangan tidak perlu ditolaknya. Undangan tidak perlu ditolak hanya karena dia sedang puasa. Jika dia sedang puasa sunnah, lalu tahu bahwa saudaranya yang sedang mengundang akan merasa gembira jika dia makan gembira jika dia makan, maka dia boleh makan dan membatalkan puasa.
5. Jika makanan yang dihidangkan diketahui haram, undanga boleh ditolak, begitu pula jika bejananya termasuk yang diharamkan, ada gambar-gambarnya, atau yang mengundangnya orang yang zhalim, fasik, pelaku bid’ah, dan ingin membanggakan diri dengan undangan itu.
6. Jangan berniat ntuk endapatkan makan ketika memenuhi suatu undangan, tetapi harus diniatkan mengikuti sunnah, karena hendak menghormati saudaranya sesama mukmin yang mengundang, atau menjaga munculnya dugaan yang tidak-tidak terhadap dirinya, seperti munculnya komentar yang miring, “Dia memang orang yang sombong”, jika tidak memenuhi undangan itu.
7. Bersikap tawadhu’ dalam majlis tuan rumah, tidak mengambil tempat di depan, jika tuan rumah menunjuk suatu tempat tertentu dia tidak boleh melampauinya, tidak selalu memandangi tempat keluarnya makanan. Karena sikap ini cenderung menunjukkan kerakusannya.
8. Untuk para tamu, harus menunjukkan kegembiraan, sekaliun ada haknya yang tidak dipenuhi secara sempurna, karena yang demikian ini menunjukkan akhlak yang baik dan tawadhu, serta tidak pamitan kecuali atas ridha tuan rumah.
Demikianlah adab kunjung-mengunjungi yang sebaiknya kita lakukan sebagai tuan rumah ataupun sebagai tamu. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Pengertian Silaturahmi | Silaturahmi dalam Islam | Adab Silaturahmi

Anda suka dengan artikel Pengertian Silaturahmi | Silaturahmi Dalam Islam | Adab Silaturahmi ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kumpulan Rumus Matematika SMA Lengkap | Download Rumus Matematika SMA. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pengertian Silaturahmi | Silaturahmi Dalam Islam | Adab Silaturahmi" :