Laboratorium Angkasa Luar. Setelah kita melihat tentang sejarah penerbangan manusia ke angkasa luar, maka kali ini kita akan membahas mengenai laboratorium angkasa luar. Tau ndak?!

Pesawat ruang angkasa yang telah di orbitkan, disamping ditujukan ke sasaran benda langit tertentu, ada juga yang dirancang untuk mengorbit bumi pada ketinggian tertentu. Pesawat ini dinamakan Skylab (sky laboratory atau laboratorium angkasa luar), karena dilengkapi dengan bermacam-macam alat penelitian seperti layaknya sebuah laboratorium.

Pada bulan Mei 1973, Amerika Serikat meluncurkan skylab I tanpa astronot. Kemudian skylab itu di kunjungi oleh 3 astronot dan tinggal selama 28 hari di dalamnya. Skylab III dihuni selama 59 hari dan skylab IV (1973-1974) dihuni selama 84 hari.

Laboratorium Angkasa Luar

Satelit aplikasi

1. Satelit cuaca

Pada tahun 1960 diluncurkan satelit cuaca yang pertama dinamakan Tiros. Satelit ini mengorbit melalui kedua kutub bumi dengan periode 30 menit. Karena orbitnya selalu bergeser ke arah timur, maka seluruh permukaan bumi seakan-akan dijelajahi oleh satelit ini.

Stelit cuaca lainnya ialah satelit Nimbus, Itos, Hinawari, Goes, Noaa, dan Meteosat. Kekhususan dari satelit Itos ialah orbitnya sinkon dengan rotasi bumi sehingga disebut sebagai synchronous meteorological satelit. Tujuannya untuk memantau cuaca pada daerah tertentu.

2. Satelit komunikasi

Satelit komunikasi adalah untuk memberikan pelayanan radio, televisi, dan telekomunikasi ke tempat-tempat di bumi. Penggunaan satelit untuk komunikasi di negara kita sangat tepat karena negara kita berbentuk kepulauan dengan pulau-pulau terpencar dan memiliki daerah pedalaman terisolisasi. Satelit komunikasi kita bernama satelit palapa yang dapat mengorbit bumi secara sinkron sehingga posisinya tetap terhadap suatu daerah dibumi.

3. Satelit sumber daya alam

Satelit sumber daya alam digunakan untuk mengumpulkan data tentangsumber daya alam terkandung pada permukaan maupun di dalam perut bumi. Pengamatnya melalui yang terkandung penginderaan jauh (remote sensing). Generasi pertama satelit semacam ini bernama ERTS (Earth Resource Technology Satelit) milik Amerika Serikat.

Lembaga Antariksa dan penerbangan nasional (LAPAN) di Indonesia telah menjadi pelanggan landsat dan selalu mendapat data hasil penginderaan satelit itu. Informasi dari satelit itu diterima melalui stasiun bumi milik LAPAN. Satelit sejenis yang telah beroperasi sampai saat ini adalah SPOT (System Pour 1 Observation de la Terre) milik Prancis dan MOS (Marrine Observation Satelit) milik Jepang.

Baca juga tentang Koleksi SMS Puasa, materi pesantren kilat  dan SMS Puasa Ramadhan. Moga bermanfaat.

Anda suka dengan artikel Laboratorium Luar Angkasa ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Penerbangan Manusia Ke Angkasa Luar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Laboratorium Luar Angkasa" :