Setelah sebelumnya kita membahas tentang pengertian modernisasi & proses sosial maka kini kita akan melanjutkan pembahasan tentang modernisasi sebagai bagian dari proses sosial. Silakan membaca, semoga bermanfaat.

Bagian penting dari proses sosial ialah proses modernisasi yang merupakan suatu perubahan total dari suatu masyarakat dalam keadaan tradisional menuju suatu masyarakat yang maju. (S. Susanto, 1985)

Secara historis modernisasi berarti transformasi sosial, politik, ekonomi, kultural dan mental yang terjadi di Barat sejak abad ke 16 dan mencapai puncak pada abad ke 19 dan 20. Modernisasi meliputi proses industrialisasi, urbanisasi, rasionalisasi, birokratisasi, demokrasi, pengaruh kapitalisme, perkembangan individualisme dan motivasi untuk berprestasi, meningkatkan pengaruh akal dan sains serta berbagai proses lainnya. (Piotr Sztomka, 2004)

Masyarakat Eropa Barat selama abad ke 17 dan 18 sudah mengalami serangkaian mutasi ekonomi dan politik yang mencapai titik kulminasinya pada revolusi industri di Inggris dan revolusi Prancis tahun 1789. Sejak saat itu sebuah dunia barupun tergambar di tandai dengan adanya industrialisasi, pembagian kerja dan urbanisasi berkembangnya negara, bangsa dan naik daunnya demokrasi massa. Sejajar dengan hal itu nilai-nilai barupun lahir; bahwa rasio menjadi satu-satunya penguasa yang diterima untuk ditaati oleh manusia; kebebasan dan kesetaraan dimasukkan pada hak-hak universal dalam deklarasi hak-hak asasi manusia dan warga negara. Seluruh transformasi ini membuka apa yang biasa disebut sebagai era modern. (Anthony Giddens, 2004)

Menurut S. Susanto bahwa dalam modernisasi kemajuan ekonomi menjadi pokok untuk negara-negara yang berkembang, perubahan dari negara agraris menuju ke sistem ekonomi industri dengan harapan bahwa perubahan ini akan dapat menghasilkan perbaikan nasib.

Proses modernisasi ialah mempergunakan perubahan dan mengarah hanya pada kemajuan dan perbaikan hasil manusia dengan hasil yang sebaik-baiknya. Untuk memperlancar modernisasi adalah nasionalisme, karena dengan nasionalisme memungkinkan perubahan sosial dalam arah modernisasi. Untuk negara-negara berkembang nasionalisme telah mengakhiri dan menabrak unsur-unsur penghambat modernisasi dalam tradisi.

Modernisasi sebagai Bagian dari Proses Sosial

Setiap masyarakat mempunyai bentuk sosialnya sendiri, karenanya ada hubungan antara struktur atau sistem sosial dengan pelembagaan, sebab kedua-duanya membuat norma untuk masyarakat dan organisasi. Dengan demikian, maka apabila modernisasi hendak diadakan atau di mulai negara-negara berkembangan haruslah ditemukan dahulu faktor-faktor pembuat norma yang semuanya terjadi dalam interaksi antar individu atau antar kelompok.

Menurut Suwarsono, (1994) Modernisasi merupakan proses sistimatik. Modernisasi melibatkan perubahan pada hampir segala aspek tingkah laku sosial, termasuk di dalamnya industrialisasi, urbanisasi, diferensiasi, sekularisasi, sentralisasi dan sebagainya. Proses modernisasi ini terkait seperti menggali satu lubang di satu tempat secara terus-menerus, dan oleh karena itu wajah aspek-aspek modernisasi akan tampil secara mengelompok dan beraturan ketimbang terpisah-pisah.

Pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan arah perubahannya berbeda-beda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Proses modernisasi itu sangat luas, hampir-hampir tidak bisa dibatasi ruang lingkup masalahnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, politik, budaya dan seterusnya.

Secara historis, modernisasi merupakan perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada satu masyarakat modern. Proses perubahan itu didorong oleh berbagai usaha masyarakat dalam memperjuangkan harapan dan cita-citanya, yaitu perubahan kehidupan dan penghidupan yang ada menjadi lebih baik. Karakteristik umum dari modernisasi adalah menyangkut bidang-bidang tradisi-tradisi sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, kependudukan dan mobilitas sosial. Berbagai bidang tersebut berproses sehingga mencapai pola-pola perikelakuan baru yang terwujud pada kehidupan masyarakat modern. (Abdul Syani, 2002)

Menurut Michel Bassand dalam Mustafa O. Attir, (1989) sisi utama dari gerakan modernisasi itu :

  1. Modernisasi tekno – ekonomi: terobosan ilmu dan tekhnologi yang kalau diterapkan pada perekonomian, mengubah organisasi produksi distribusi, dan usaha serta memajukan produktifitas kerja manusia.
  2. Modernisasi politis: pembangunan dan kendali yang semakin meningkat dari aparat politik-pemerintahan terhadap masyarakat. Selain itu, modernisasi politik berarti diferensiasi, spesialisasi, dan sentralisasi badan-badan negara. Dalam lingkungan-lingkungan tertentu modernisasi politik didefenisikan sebagai demokratisasi aparatur politik.
  3. Modernisasi kultural: tersebarnya secara umum kesantaian, budaya massa, dan media komunikasi massa. Lebih tepat, perubahan-perubahan ini menunjuk pada gambaran :manusia baru” yang terbebas dari aturan-aturan moral politis, dan keagamaan dalam masyarakat tradisional. Modernisasi budaya adalah kemunculan individu-independen, percaya diri, rasional, dan menguasai nasibnya sendiri, yang sanggup menghadapi seluruh dunia, dan seterusnya.
  4. Modernisasi waktu: ini menundukkan berakhirnya masa daur masyarakat-masyarakat tradisional. Jaman modern adalah kronometris, linier dan bisa dibalikkan. Selain itu, ini berarti bahwa manusia modern lebih banyak berorientasi ke masa sekarang dan masa yang akan datang daripada masa lalu. Modernisasi tidak mengenal langkah mundur, jika terpaksa melangkah mundur hal ini dianggap sebagai kebetulan atau perkecualian dalam perjalanan sejarahnya.

Menurut Daniel lerner (1983) bahwa modernisasi baik yang berasal dari Barat maupun dari Timur menampilkan tantangan dasar yang sama, perpaduan antara semangat kaum rasionalis dan positive. Sekarang modernisasi sedang terjadi mencakup seluruh lingkup lapisan masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada sebagaimana juga terjadi pada tiap-tiap individu secara pribadi. Hakekat dari perubahan ini adalah pergeseran dalam cara menyampaikan ide dan sikap, karena apa yang dilakukan modernisasi adalah menyebarkan gambaran yang jelas kepad masyarakat tentang cara hidup baru.

Anda suka dengan artikel Modernisasi Sebagai Bagian Dari Proses Sosial ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Tata Cara Shalat Tahajjud Yang Benar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Modernisasi Sebagai Bagian Dari Proses Sosial" :

Ditulis dalam Kategori Budaya Lokal. faktor historis, Hubungan sistem politik dengan budaya politik, hubungan kependudukan dengan pembangunan, cara negara berkembang menjadi negara maju, modernisasi ekonomi, manfaat interaksi sosial dalam kehidupan, hubungan antara budaya politik dan sistem politik, pengertian individualistis, hubungan ilmu pemerintahan dengan ilmu lainnya, hubungan ilmu pemerintahan dengan ilmu politik, pengertian nilai dasar, arti kependudukan, hubungan antara sistem politik dengan budaya politik, pengertian norma agama dan gambarnya, pengertian organisasi masyarakat, sikap demokratis artinya, struktur ekonomi negara berkembang, pola hubungan sosial, hubungan sistem politik dan budaya politik, pengertian sejarah modern, persoalan ekonomi masyarakat modern, pembagian lingkungan, pengertian proses kelompok, pengertian gerak dasar, masalah sosial di bidang ekonomi, Hubungan hakekat manusia dengan HAM, kaitan bahasa dan ekonomi, definisi pola hidup, Hubungan budaya politik dengan sistem politik, pengertian diferensiasi dan spesialisasi,