Pengalaman belajar klinik atau lapangan merupakan proses transformasi mahasiswa menjadi seorang perawat profesional. Dalam fase ini mahasiswa mendapat kesempatan beradaptasi pada perannya sebagai perawat profesional dalam masyarakat keperawatan dan lingkungan pelayanan asuhan keperawatan. Untuk mencapai kemampuan tersebut telah  dirancang strategi pembelajaran  dalam bentuk pengalaman belajar ceramah, diskusi, pengalaman belajar laboratorium dan pengalaman belajar praktek klinik secara mandiri maupun terbimbing.

Dalyono (1997) mengemukakan bimbingan klinik merupakan bagian dari pendidikan tinggi keperawatan yang menolong peserta didik  dalam meningkatkan kemampuan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam melaksanakan bimbingan klinik dikenal beberapa model, salah satu diantaranya adalah model  bimbingan  klinik konferensi. Konferensi secara umum dapat diartikan muktamar atau pertemuan untuk bertukar pendapat, membandingkan suatu masalah yang dihadapi bersama, secara spesifik konferensi merupakan rangkaian pertemuan untuk membahas topik yang menjadi fokus perhatian bersama antara pembimbing dan peserta didik, dikutip  (Suparman, 1997). Seperti halnya dikelas diklinik pembimbing memegang peranan penting didalam keseluruhan program bimbingan. Mengingat begitu kompleksnya situasi dilahan praktek, dituntut adanya pembimbing klinik yang mampu mengelola program bimbingan dan tanggap terhadap situasi diklinik. Namun kenyataannya seringkali pembimbing klinik tidak mempersiapkan peserta didik  dengan baik, yaitu melakukan   konferensi  awal dan akhir kegiatan praktek.

Download Skripsi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pembimbing Klinik dengan Penerapan Bimbingan Konferensi

Menurut sebuah studi yang dilakukan  Jurun (1997) terhadap 10 orang pembimbing praktek klinik di RSUD Jayapura dengan hasil 40% mendapat kriteria baik, 20% sedang, dan yang 40% kurang. Pembimbing klinik yang tidak mempersiapkan dan melaksanakan bimbingan dengan baik akan berdampak negatif pada lulusan yang dihasilkan. Pentingnya kehadiran seorang pembimbing klinik dalam   mengarahkan peserta didik menghadapi masa adaptasi dan  sosialisasi profesional yang dilaksanakan di tatanan nyata, sebagaimana tertuang dalam Kurikulum Nasional Diploma III Keperawatan  (1999) yaitu bimbingan klinik diberikan kepada peserta didik guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan prinsip-prinsip teori dan kenyataan diklinik, dengan memilih  model bimbingan yang sesuai dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik.
Alternatif pemecahan perlu meningkatkan pengetahuan pembimbing yang memadai, motivasi yang tinggi untuk melaksanakan bimbingan klinik konferensi dengan cara pelatihan, penyegaran, memiliki buku panduan.
Beranjak dari  permasalahan  tersebut  diatas    maka    pada   kesempatan   ini peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul  “HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK DENGAN PENERAPAN BIMBINGAN KONFERENSI.”

Anda suka dengan artikel Download Skripsi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pembimbing Klinik Dengan Penerapan Bimbingan Konferensi ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Kesalahan Konseptual Dan Prosedural Siswa Dalam Belajar Aljabar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Download Skripsi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pembimbing Klinik Dengan Penerapan Bimbingan Konferensi" :

Ditulis dalam Kategori Nyeri pada Lansia.