Luka merupakan rusaknya barier pertama bagi tubuh, dengan adanya luka menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami resiko infeksi karena luka merupakan port de” Entry kuman. Berkaitan dengan hal tersebut, maka luka perlu dirawat dengan teknik perawatan steril.

Untuk itu seorang perawat dalam melakukan perawatan luka hendaknya berdasarkan pada kiat dan etik keperawatan. Fenomena yang ada sekarang yaitu masih banyaknya perawat melakukan proses perawatan luka episiotomi yang tidak sesuai dengan stadar asuhan keperawatan yang telah ditetapkan, ada beberapa faktor sehingga hal ini masih terjadi yaitu, karena adanya rutinitas, pengetahuan yang kurang, keterampilan dan sikap yang tidak diolah sebagai pola kebiasaan yang baik.

Perawatan Luka Episiopomi Pada Persalinan Normal

Episiotomi adalah insisi perineum vagina yang merupakan bedah kebidanan terlazim (Gerhard matius, 1997). Tindakan episiotomi saat ini masih tinggi dikarenakan berbagai macam indikasi dalam proses persalinan normal. Adapun robekan jalan lahir dan episiotomi yang tidak diperbaiki dapat menyebabkan kehilangan darah yang banyak, infeksi, jaringan parut, gangguan dalam hubungan seksual dan kematian (Margareth Ann Marshal dan Sandra Tebben Bufingtong, 1996). Prinsip tindakan episiotomi adalah pencegahan kerusakan yang lebih hebat pada jaringan lunak akibat daya regang yang melebihi kapasitas adaptasi atau elastisitas jaringan tersebut. Oleh sebab itu, pertimbangan untuk melakukan episiotomi harus mengacu pada penilaian klinik yang tepat dan teknik yang paling sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi. Dengan demikian tidak dianjurkan untuk melakukan prosedur episiotomi secara rutin karena mengacu pada pengalaman dan bukti-bukti ilmiah yang dikemukakan oleh beberapa pakar dan klinisi, ternyata tidak terdapat bukti bermakna tentang manfaat episiotomi rutin (Syaifuddi. AB, 2001)
Namun disisi lain perawat juga perlu pengetahuan yang lebih spesifik yaitu bagaimana pencegahan laserasi yang terjadi karena lahirnya kepala janin. Lahirnya kepala janin dapat menyebabkan laserasi spontan, khususnya jika kelahiran berlangsung cepat dan tidak terkontrol. Disamping manuver tangan yang baik adalah sangat penting untuk bekerja sama dengan ibu selama kelahiran.
Di Ruang Obstetri RSUD Ratu Zalecha Martapura tahunn 2000 jumlah Persalinan normal Rata-rata tiap bulan ± 80 – 85 pasien, yang dilakukan tindakan episiotomi karene berbagai indikasi yaitu ± 35 – 36 pasien (Rekam Medik RSUD Ratu Zalecha Martapura). Kita ketahui bersama salah satu faktor yang menyebabkan infeksi pada persalinan normal adalah adanya luka episiotomi. Oleh karena itu dalam mencegah terjadinya infeksi, perawat/bidan diharapkan melakukan perawatan luka episiotomi secara steril.
Untuk itu seorang perawat dituntut tanggungjawabnya dalam melakukan proses keperawatan khususnya perawatan luka episiotomi sesuai dengan standard asuhan keperawatan yang telah ada pada RSUD Ratu Zalecha Martapura berdasarkan prosedur tetap (Protap) selain itu pula perawat melakukan asuhan keperawatan harus berdasarkan pada pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan pada proses akademik.
1.1 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian dalam latar belakang diatas maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.1.1 Pernyataan masalah : 
Masih banyak perawat dalam melakukan proses perawatan luka episiotomi yang tidak sesuai dengan standard asuhan keperawatan yang telah ditetapkan oleh RSUD. Ratu Zaleha Martapura.
1.1.2 Pertanyaan masalah
Adakah hubungan antara pengetahuan perawat dan pelaksanaan perawatan luka episiopomi pada persalinan normal di RSUD Ratu Zalecha Martapura?
1.2 Tujuan Penelitian
1.2.1 Tujuan Umum

Mempelajari hubungan antara pengetahuan dan   pelaksanaan perawatan luka episiotomi pada persalinan normal di ruang obstetri RSUD Ratu Zalecha Martapura.
1.2.2 Tujuan khusus
  1. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan perawat tentang perawatan luka episiotomi.
  2. Mengidentifikasi pelaksanaan perawatan luka episiotomi pada  persalinan normal.
  3. Menganalisa hubungan antara pengetahuan perawat dan pelaksanaan perawatan luka episiotomi pada persalinan normal di RSUD Ratu Zalecha.
1.3 Manfaat Penelitian
1.3.1 Bagi Rumah Sakit

Sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan khususnya pada pasien post partum/pasca salin.
1.3.2  Bagi pelayanan
Meningkatkan mutu pelayanan dengan cara melaksanakan proses standard asuhan keperawatan (SAK) pada perawatan luka episiotomi.
1.3.3 Bagi Profesi Keperawatan
Pelayanan yang standard, sesuai dengan asuhan keperawatan, maka masyarakat dan profesi lain tidak memandang sebelah mata terhadap profesi perawat.
1.4 Relevansi
Pada asuhan persalinan normal episiotomi tidak dianjurkan karena sesuai dengan program safe Motherhood yang mencanangkan gerakan sayang ibu, namun di lapangan/di klinik episiotomi tetap dilakukan karena adanya beberapa indikasi. Untuk itu perawatan luka episiotomi sangat diperlukan, mengingat luka yang tidak dirawat dengan steril akan mengakibatkan infeksi. Dengan demikian sangatlah relevan penelitian ini dilaksanakan.

Anda suka dengan artikel Perawatan Luka Episiopomi Pada Persalinan Normal ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Download Skripsi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pembimbing Klinik Dengan Penerapan Bimbingan Konferensi. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Perawatan Luka Episiopomi Pada Persalinan Normal" :