Latar Belakang. Pendidikan matematika merupakan bagian integral dari pendidikan, sehingga untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini sudah tentu pendidikan matematika ikut berperan. Tujuan umum pendidikan matematika pada jenjang pendidikan menengah memberi tekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa serta keterampilan mereka dalam penerapan matematika.

Tentunya kemampuan siswa untuk mengungkapkan pengetahuan yang dimilikinya ataupun yang baru dipahaminya menjadi sangat penting.

Dalam pembelajaran kooperatif siswa tidak dituntut untuk secara individual berupaya mencapai sukses atau berusaha mengalahkan rekan mereka, melainkan dituntut dapat bekerja sama untuk mencapai hasil bersama. Aspek sosial sangat menonjol dan siswa dituntut bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya. Dalam belajar kooperatif siswa belajar dalam kelompok kecil yang bersifat heterogen dari segi gender, etnis, dan kemampuan akademik untuk saling membantu satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama (Slavin, 1995: 2). Pada pembelajaran konvensional siswa lebih ditekankan kepada hasil belajar dari sisi kognitif, sedangkan aspek lain yang berhubungan dengan afektif bahkan psikomotor cenderung terabaikan. Pembentukan kelompok memang terdapat dalam pembelajaran konvensional. Tetapi, pengelompokan tersebut hanya berorientasi untuk hasil akhir (penyelesaian tugas), kerja tiap kelompok tidak diperhatikan, keterampilan sosial tidak secara langsung diajarkan. Melalui penerapan pembelajaran kooperatif hal itu dapat direduksi, sehingga siswa terbiasa dalam interaksi sosial selain penyelesaian tugas.

Contoh Penelitian Pengembangan Pendidikan


Merujuk pada hasil belajar siswa yang rendah, suatu penilaian yang bijak jika mengasumsikan banyak faktor sebagai penyebabnya. Sehingga kita (guru) tidak begitu saja mengklaim bahwa penyebab utamanya semata-mata karena rendahnya kemampuan siswa. Penyebab yang tidak tunggal itu, di antaranya karena kurang penguasaan materi oleh guru atau penggunaan strategi yang kurang tepat, dan kurangnya media.

Berdasarkan uraian di atas bahwa strategi dalam kegiatan pembelajaran turut menentukan hasil belajar seperti yang dikemukakan oleh Soedjadi (dalam Widada, 1999: 3) bahwa :

Betapapun tepat dan baiknya bahan ajar matematika yang ditetapkan belumlah menjamin akan tercapainya tujuan pendidikan matematika yang diinginkan. Salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses belajar yang dilaksanakan.

Peran guru sangat bergantung dari strategi pembelajaran yang digunakan, juga materi yang sedang diajarkannya. Seperti halnya pada materi Relasi, Fungsi, dan Grafiknya. Materi ini terdapat dalam kurikulum 1994 (dengan Suplemen 1999) mata pelajaran matematika SLTP. Materi ini diajarkan pada semester ganjil di kelas VIII SLTP. Materi ini terdiri dari dua subpokok bahasan, yaitu (1) relasi, (2) pemetaan/fungsi dan korespondensi satu-satu.
   
Tujuan pembelajaran yang lebih diutamakan selama ini dalam pembelajaran konvensional hanya tujuan kognitif. Sebaliknya, tujuan pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor menjadi sangat diperhatikan pada  pembelajaran yang banyak digunakan pada saat ini. Pembelajaran kooperatif misalnya. Hal ini pun dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat diperhatikan.

Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka dirumuskan pertanyaan penelitian : Bagaimana pengembangan dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi relasi, fungsi, dan grafiknya di kelas VIII SLTP .

Tujuan Penelitian
   

Bedasarkan pertanyaan penelitian di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Relasi, Fungsi, dan Grafiknya di kelas VIII SLTP.

Batasan Istilah

Untuk memudahkan dan untuk menghindari pemahaman yang salah dalam tulisan ini, diberikan penjelasan tentang beberapa istilah yang digunakan, yaitu :
1.    Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran dengan penekanan pada aspek sosial dalam pembelajaran dan menggunakan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 siswa yang heterogen untuk bersama-sama saling membutuhkan dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan belajar, juga dalam memperoleh penghargaan. 
2.    Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif dengan siswa ditempatkan dalam kelompok belajar yang beranggotakan 4 – 5 orang yang dalam kegiatan pembelajarannya melalui langkah-langkah pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran (fase 1), guru menyajikan informasi atau materi pelajaran (fase 2), guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar (fase 3) guru membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar (fase 4), guru memberikan evaluasi (fase 5), dan langkah akhir guru memberikan penghargaan (fase 6).
3.    Relasi, Fungsi, dan Grafiknya merupakan salah satu pokok bahasan yang tercantum dalam Kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran matematika kelas VIII SLTP.
4.    Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat yang dimaksud terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan tes.
5.    Pengembangan perangkat adalah suatu proses untuk memperoleh perangkat pembelajaran.

Asumsi dan Keterbatasan Penelitian

Asumsi dalam penelitian ini adalah :
1.    Siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh, sehingga data yang diperoleh tentang aktivitas siswa menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
2.    Siswa mengerjakan kuis dan tes hasil belajar secara individual dan dengan sungguh-sungguh, sehingga data yang diperoleh mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya.
3.    Guru dan siswa mengisi angket tentang pembelajaran kooperatif tipe STAD ini dengan jujur, sehingga data yang diperoleh menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

Keterbatasan penelitian ini adalah :
1.    Uji coba perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD ini hanya dilakukan di satu kelas VIII  SLTP Negeri 9 Bulukumba.
2.    Perangkat tes yang dikembangkan hanya untuk evaluasi produk, sedangkan tes untuk evaluasi proses tidak dikembangkan.

Manfaat Penelitian Melalui penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Secara terinci, penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :
1.    Perangkat pembelajaran yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai contoh perangkat pembelajaran matematika yang dapat memberikan beberapa alternatif kepada guru/calon guru untuk memilih strategi pembelajaran yang diinginkan, dalam hal ini pembelajaran kooperatif  tipe STAD.
2.    Menjadi motivasi bagi para guru untuk tertarik mencoba mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pembelajaran kooperatif (khusunya tipe STAD).
3.    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk penelitian lebih lanjut.

Anda suka dengan artikel Contoh Penelitian Pengembangan Pendidikan ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Perbedaan Pembelajaran Kooperatif Dan Konvensional. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Contoh Penelitian Pengembangan Pendidikan" :

Ditulis dalam Kategori Penelitian.