Bidang pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kemajuan suatu negara. Pendidikan merupakan sarana dalam upaya pencapaian tujuan nasional Indonesia. Hal tersebut berdasarkan Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan yang menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dilandasi akhlak dan budi pekerti yang baik serta mempunyai tanggung jawab yang tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Oleh sebab itu perubahan dan peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas, kritis, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di era  global.

Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed dan Tipe Nested dalam Matematika

Pada tahun 2004 telah diberlakukan kurikulum yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi dengan tujuan meningkatkan kemampuan prestasi akademik. Kemudian dirubah kembali menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perubahan kurikulum ini akan lebih berarti apabila diikuti perubahan praktek metode mengajar di kelas. Pelaksanaan kurikulum yang mengacu pada  KTSP , telah dilaksanakan oleh berbagai sekolah khususnya di Salomekko Kab. Bone. Salah satu pelaksana perubahan KTSP ini, yaitu SMP Negeri 1 Salomekko Kab. Bone. KTSP digunakan dalam berbagai mata pelajaran salah satu diantaranya adalah mata pelajaran matematika. Mata pelajaran matematika menurut KTSP diharapkan memperolah kemampuan (kompetensi) yang diperlukan siswa untuk pengembangan serta menunjang keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi, bahkan dalam kegiatan hidup sehari-hari. Keberhasilan semua ini dapat diukur dari hasil belajar (prestasi belajar) siswa khususnya mata pelajaran matematika.

Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu faktor dari dalam diri siswa maupun  dari luar diri siswa. Salah satu kendala dalam pembelajaran matematika yang dialami oleh siswa yaitu sikap negatif terhadap bidang studi matematika yang menganggap bidang studi matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami sehingga mereka tidak termotivasi untuk mempelajari matematika.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada salah seorang guru di SMP Negeri 1 Salomekko kab. Bone bernama H. Budiman diperoleh bahwa  :

Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru khususnya matematika itu cenderung membosankan siswa , guru kurang bervariasi dalam mengajarkan pelajaran matematika di sekolah . Karena guru cenderung menggunakan satu metode saja yakni metode ceramah, dalam proses belajar mengajar berlangsung

Oleh sebab itu perlu penerapan metode, strategi dan model yang bervariasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa tidak menganggap bahwa matematika adalah sesuatu yang perlu ditakuti karena mata pelajaran matematika sebenarnya menarik dan sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Salah satu model pembelajaran yang diharapkan lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang diharapakan mampu mengatasi hal di atas adalah pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu melibatkan semua aspek, baik materi, media, sarana-sarana,  dan evaluasi, sehingga siswa dapat mempelajari matematika dengan rasa gembira dan mampu mengoperasikan otaknya secara maksimal untuk menyerap ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru serta dari lingkungan belajarnya. Pembelajaran terpadu memungkinkan guru dapat memberikan perhatian terhadap siswa sehingga hubungan yang lebih akrab dapat terjalin antara guru dengan siswa  maupun antara siswa dengan siswa.

Pembelajaran terpadu tidak terbatas pada satu model atau tipe saja, tetapi terdiri dari beberapa tipe yang bervariasi seperti tipe Connected (terhubung ), tipe Webbed (jaring laba-laba), tipe Integrated(terpaduan), dan tipe Nested (tersarang ) . Guru dapat menerapkan salah satu tipe pembelajaran terpadu sesuai keterampilan atau minat yang dimiliki oleh siswa. Penerapan model pembelajaran terpadu tentunya tidak lepas dari faktor situasi dan kondisi yang tepat dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan sekolah, kesesuaian materi, dan kesiapan peserta didik serta berbagai pertimbangan lain. Untuk mengatasi faktor tersebut guru harus selektif dan kreatif dalam mengatasi keterbatasan tersebut ,salah satu caranya  dengan menggunakan model pembelajaran terpadu  tipe Webbed dan  tipe Nested.

Pembelajaran terpadu tipe Webbed adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Yakni belajar dengan menentukan terlebih dahulu tema yang akan diajarkan dan dipelajari.

Adapun langkah-langkah pengembangannya yakni:

  1. Dimulai dengan menentukan tema tertentu , tema bisa ditetapkan dengan negoisasi antara guru dan siswa
  2. Setelah tema itu disepakati dikembangkan sub-sub temanya dengan memerhatikan kaitannya dengan bidang studi ,
  3. Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa

Sedangkan pembelajaran terpadu model Nested (tersarang) merupakan sistem pembelajaran terpadu, yang menggunakan pendekatan tematik, akan tetapi pengambilan temanya langsung dari guru itu sendiri dengan metode yang bervariasi.

 Adapun langkah –langkah pengembangannya yakni :

  1. Menentukan tema berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dipelajari. Dalam model, ini guru yang langsung memberikan tema kepada siswa
  2. Setelah itu menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa, dalam model ini dibentuk dalam  kelompok
  3. Terakhir guru memberikan evaluasi sesuai dengan materi yang dibahas dalam kelompoknya

Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajan  Webbed dan Nested memberikan manfaat bagi siswa, diantaranya sebagai berikut

  1. Mampu menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan
    1. Memberikan kemudahan bagi anak
    2. Dapat memotivasi anak dalam belajar
    3. Mampu meningkatkan hasil belajar siswa
    4. Dengan mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa pembelajaran semakin diperkaya dan berkembang

Disamping manfaat yang dirasakan oleh siswa, metode pembelajaran Webbed dan  Nested mempunyai  sedikit kelemahan yaitu :

  1. Siswa sulit dalam menyeleksi tema
  2. Cenderung merumuskan tema yang dangkal
  3. Guru memadukan beberapa keterampilan yang menjadi target dalam pembelajaran sehingga berdampak pada siswa dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus

 Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hendrawati ,mahasiswa salah satu Universitas di Bandung, melamporkan bahwa penelitian yang dilakukan dengan menggunkan model pembelajaran terpadu tipe Webbed, skor siswa menunjukkan peningkatan sebesar 16%, sedangkan sekolah kontrol hanya mencapai peningkatan sebesar 3% sehingga dapat simpulkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Salpia mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan menggunakan model Nested, menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan perolehan skor sebesar sebesar 13%, sedangkan sekolah kontrol hanya mencapai peningkatan sebesar 2%. Sehingga dapat simpulkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga tentang Contoh Abstrak Skripsi dan Gejala Penyakit Jantung

Anda suka dengan artikel Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Dan Tipe Nested Dalam Matematika ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Bentuk-Bentuk Tes Hasil Belajar. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Dan Tipe Nested Dalam Matematika" :