Betok atau ikan Papuyu adalah ikan yang tersebar di hampir seluruh pelosok tanah air. Usaha budidaya ikan betok pun tidak jarang ditemukan di Indonesia, terutama di daerah Kalimantan. Selain langkah-langkah yang harus dilewati tidak terlalu sulit, biaya yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika ingin membuka usaha budidaya ikan betok.

Pemilahan Induk
Sebelum menebar benih ikan betok, harus dilakukan pemilihan jenis kelamin ikan, antara yang jantan dan yang betina. Betina memiliki cirri tubuh pendek yang melebar ke samping, warna yang kusam atau agak gelap, sirip punggung lebih pendek jika dibandingkan dengan induk jantan, dan ketika tiba saatnya untuk bertelur, jika perut induk betina diurut akan mengeluarkan telur. Sedangkat induk jantan memiliki ciri-ciri tubuh memanjang, warna yang lebih cerah daripada induk betina, sirip memanjang, dan jika perut induk jantan diurut, akan mengeluarkan sperma yang telah matang.

Pemijahan
Pemijahan ialah proses dimana induk betina dan jantan dikawinkan dengan cara menyuntikkan ovaprim dengan dosis 0,5 cc/ml. Penyuntikkan ovaprim pada induk betina dilakukan secara intramuscular pada otot punggung induk betina. Setelah penyuntikkan, induk jantan dan induk betina di satukan dalam aquarium dengan ukuran panjang sekitar 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 45 cm. Dapat menggunakan aquarium atau fiberglass yang telah diisi air setinggi 30 cm. Pemijahan akan terjadi pada tengah malam hingga pagi hari.

Penetasan telur
Setelah terjadinya pemijahan, induk betina akan mengalami ovulasi selama 5 jam. Telur akan menetas dalam jangka waktu sekitar 12-24 jam dengan suhu yang berkisar antara 26-30 derajat celcius.

Pemeliharaan larva
Setelah telur menetas, larva ikan betok tidak perlu diberi makanan tambahan karena larva telah memiliki cadangan makanan yang berasal dari kuning telur yang masih menempel di tubuhnya setelah menetas. Setelah 4 hari terlewati, larva sudah bias diberi makanan tambahan sebanyak 3 kali sehari selama 10 hari.

Pendederan I
Pendederan pertama merupakan proses dimana larva ikan betok dipindahkan dari kolam sebelumnya ke kolam yang lebih besar. Disini akan dilakukan perkembangan ikan betok hingga larva-larva tersebut mencapai ukuran 0,5 cm.

Pendederan II dan III
Pendederan II dan III merupakan proses yang sama dengan halnya pendederan I, dimana ikan betok yang telah berukuran 0,5 cm. Dipindahkan lagi ke kolam lainnya dan diberi makan kotoran ayam atau puyuh, serta pellet yang dihaluskan. Hingga ikan betok mencapai ukuran 5 cm.
Pembesaran
Pembesaran dilakukan di kolam yang lebih besar dengan memberi makan ikan betok berukuran 5 cm dengan kotoran ayam atau puyuh, dan pellet yang dihaluskan.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai proses terhadap usaha budidaya ikan betok. Tertarik? Silahkan mencoba, budidaya ikan betok bukanlah budidaya yang terlalu sulit. Semoga bermanfaat.

Anda suka dengan artikel Ayo Kenali Cara Budidaya Ikan Betok ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Biography Ariel Noah. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Ayo Kenali Cara Budidaya Ikan Betok" :