Ikan patin atau yang juga memiliki nama lain sebagai catfish ini merupakan ikan yang memiliki tingkat pemasaran yang lumayan tinggi. Dagingnya yang tebal dan lembut membuat ikan ini digemari banyak kalangan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai usaha kuliner. Perawatannya pun tidak sulit.

Berikut terdapat beberapa langkah untuk mengembangkan budidaya ikan patin di kolam terpal.
Pendederan I

  1. Pemliharaan larva ikan patin di kolam yang sudah disediakan dan tentunya sudah di sterilisasi hingga larva berukuran 2,5-5 cm.
  2. Sebaiknya, lakukan pendederan tahap pertama di dalam ruangan tertutup, karena ikan patin yang masih dala bentuk larva sangat rapuh terhadap perubahan suhu dan kadar oksigen.
  3. Pengisian air untuk kolamnya, sekitar 15-20 cm
  4. Penebaran benih yang dilakukan harus disesuaikan dengan luas kolam agar kapasitas ikan ketika sudah tumbuh besar tidak melebihi batas.
  5. Dipelihara dan dibesarkan selama sekitar 4 minggu. Ketika sudah mencapai hari ke-7, beri makan ikan patin dengan kutu air dan cacing sutra. Hingga hari ke-14, ikan patin kecil sudah bisa diberi makan pellet, namun masih dalam bentuk serbuk.

Pendederan II

  • Proses pendederan II merupakan lanjutan dari proses pendederan I dimana ikan patin sudah dapat di taruh di kolam yang berada di luar ruang, akan tetapi masih harus diberi tudung agar perubahan suhu tidak memengaruhi ikan tidak terlalu besar, karena pada tahap ini, ikan masih sedikit rapuh akan perubahan suhu.
  • Sterilisasi kolam terpal dengan cara mengeringkannya dalam jangka waktu beberapa hari agar ikan tidak terjangkit penyakit.
  • Isi kolam terpal dengan air setinggi 15-25 cm.
  • Masukkan benih yang telah berukuran sekitar 2,5-5 cm ke dalam kolam terpal dengan menyesuaikan luas kolam.
  • Beri pakan selama 3-4 jam sekali dalam bentuk pellet yang diremas.
  • Lakukan panen benih yang akan di pindahkan ke kolam terpal dengan ukuran 5 cm atau 2 inchi.

Pemindahan benih ke kolam terpal
Pertama, pastikan terpal yang akan digunakan untuk kolam tempat dipindahkannya benih ikan patin tidak memiliki kebocoran. Setelah itu, lakukan sterilisasi untuk memastikan bahwa terpal tidak mengandung bakteri yang dapat mengkontaminasi air kolam. Buat kolam di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, karena seperti yang telah dijelaskan, benih ikan patin sangat rentan akan perubahan suhu.
Pemindahan benih dari tempat yang berbeda dengan kolam terpal sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, karena pada saat itu, selisih suhu lingkungan dengan air tidak terlalu signifikan.

Panen
Panen dilakukan ketika umur ikan pati telah mencapai 6 hingga 8 minggu, dihitung dari proses pendederan 1 hinggan pemindahan ke kolam terpal.
Bagaimana? Apakah Anda tertarik dengan usaha budidaya ikan patin? Perawatan? Jangan khawatir, usaha budidaya ikan patin tidak terlalu menyulitkan. Hanya saja, memerlukan kesabaran dan keteguhan yang tinggi. Tidak hanya pada usaha budidaya ikan patin, namun usaha budidaya ikan lainnya pun begitu adanya.

Anda suka dengan artikel Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal? Siapa Takut. ini?! Jangan lupa share ya ... Baca juga tentang Cara Tepat Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris. Semoga bermanfaat...

plusone  twitter  facebook Share

Baca juga Artikel Terkait "Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal? Siapa Takut." :

Ditulis dalam Kategori Cara-Cara.